Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Effect of Counseling on the Use of Postpartum Contraception Dewi Kartika Sari; Halimatus Saidah; Gunandar; Dewi Nusa Indah
Journal for Quality in Public Health Vol. 5 No. 2 (2022): May
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v5i2.362

Abstract

Postpartum contraception in Indonesia is the use or use of contraception immediately after delivery up to 6 weeks (42 days) after delivery. Data from the Health Center of the Northern Region of Kediri City still found mothers who did not use postpartum Contraception. The purpose of this study was to analyze the effect of counseling on the use of postpartum contraception. The population in this study was all puerperal mothers in the Health Center Kota North Region of Kediri City. The total sample was 32 respondents with details of 16 treatment groups and 16 control groups. The statistical test used is to use the whitney mann test.The results of this study showed a p value of 0.007 < (α = 0.05), then Ho was rejected and H1 was accepted, meaning that there was a difference in the use of postpartum contraception between the control group and the treatment group at the Health Center Kota North Region of Kediri City in 2022. With the influence of counseling on the use of postpartum Contraception, it is hoped that health workers will carry out routine counseling activities on Contraception to increase the acceptor of postpartum Contraception.
Penerapan Jalan Kaki Dua Puluh Menit Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Desa Dukuh Jati Agustina Nur Istiqomah; Dewi Kartika Sari
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i4.2485

Abstract

Background: The world’s elderly population is predicted to increase very quickly in 2020. Based on Susenas and Sakernas data, namely 12,2% in 2020 to 12,71% in 2021.The aging process will affect physical and mental changes in the elderly which results in a decrease in body resistance so that it is susceptible to various diseases and the most common is hypertension. Purpose: To determine changes in blood pressure in elderly patients with hypertension before and after walking activities. Methods: This application uses a descriptive case study by observing 2 female respondents aged 61-64 years who are given the implementation of walking for 20 minutes. Result: After the application of walking for 20 minutes for 3 consecutive days a week there was a decrease in blood pressure. Responden 1 with an average decrease in systolic pressure of 1 mmHg, diastolic 3 mmHg. Responden 2 average decrease in systolic blood pressure 2,3 mmHg, diastolic 0,6 mmHg. Conclusion: Walking for 20 minutes for 3 days a week can reduce blood pressure in elderly people with hypertension.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Five Moment Cuci Tangan Pada Perawat Rawat Inap Di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Vita Fatika Sari; Dewi Kartika Sari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Healthcare Associated Infections (HAIs) mengindikasikan rendahnya kualitas mutu pelayanan kesehatan dan ancaman bagi keselamatan pasien. Infeksi HAIs berdampak pada lamanya waktu rawat inap, mengakibatkan cacat permanen, menambah biaya perawatan, dan resiko meningkatnya kematian. Cara paling efektif untuk mencegah HAIs yaitu dengan melakukan five moment cuci tangan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan five moment cuci tangan pada perawat Rawat Inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional, populasi sebanyak 177 perawat dengan jumlah sample 64 perawat dan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden berdasarkan usia mayoritas 26-35 tahun sebanyak 29 responden (45.3%), jenis kelamin mayoritas perempuan sebanyak 55 responden (85.9%), masa kerja mayoritas 1-5 tahun sebanyak 28 responden (43.8%), pendidikan mayoritas D3 Keperawatan sebanyak 40 responden (62.5%), pelatihan cuci tangan mayoritas responden pernah mengikuti sebanyak 64 responden (100%) tingkat kepatuhan five moment cuci tangan perawat rawat inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dalam kategori baik sebanyak 61 perawat (95.3%) dan kategori sedang sebanyak 3 perawat (4.7%).
Gambaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Keluarga Yang Memiliki Balita Dengan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban Danis Putri Lestari; Dewi Kartika Sari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita stunting merupakan kondisi dimana balita dengan tinggi badan terlalu pendek untuk usianya yang bisa disebabkan oleh penyakit infeksi karena faktor lingkungan dan sanitasi yang rendah dari keluarga, sehingga menyebabkan sistem imun menurun dan pertumbuhan terhambat. Faktor rendahnya sanitasi dan kebersihan lingkungan merupakan salah satu indikator dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut study pendahuluan di Puskesmas Mojolaban terdapat 382 balita stunting dan PHBS dalam kategori sehat utama dengan presentase sebesar 77,6 %. Tujuan : Mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada keluarga yang memiliki balita dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain observasional. Sampel dipilih dengan cara stratified random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel sebanyak 79 keluarga balita. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 79 keluarga balita, indikator PHBS di wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban dalam kategori berperilaku baik sebesar 83,5% dan kategori berperilaku kurang sebesar 17,7%. Kesimpulan: Mayoritas PHBS pada keluarga yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Mojolaban telah berperilaku baik.
Edukasi dan Penguatan Pemahaman Personal Hygiene Genital pada Siswi Sekolah Dasar sebagai Upaya Pencegahan Keputihan : Vol. 2 No.1 (2025) : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MERDEKA MEMBANGUN NEGERI (ABDIMERKA) Taqiyya, Nadia; Fredlina Rossa Balindra; Dewi Kartika Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Merdeka Membangun Negeri Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : STIKES BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/abdimerka.v2i1.722

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial, di mana remaja perempuan rentan terhadap praktik personal hygiene genital yang kurang tepat sehingga meningkatkan risiko gangguan reproduksi seperti keputihan akibat Bacterial Vaginosis, vulvovaginal candidiasis, dan trichomoniasis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta memperkuat perilaku kebersihan genital siswi kelas 6 SD Negeri Sidorahayu 1, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi interaktif berbasis partisipasi aktif, meliputi pretest, penyuluhan dengan media visual, permainan edukatif, diskusi praktik, serta posttest untuk mengukur capaian belajar. Hasil menunjukkan peningkatan pada aspek pengetahuan dan pemahaman siswi usia 11–12 tahun, termasuk kemampuan menjelaskan langkah kebersihan genital yang benar beserta rasionalitasnya. Intervensi berbasis visual dan game-based assessment terbukti mampu menyajikan informasi secara lebih terstruktur, menarik, dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kesiapan remaja awal dalam menghadapi pubertas, khususnya terkait upaya pencegahan keputihan yang sering terjadi akibat praktik kebersihan yang belum tepat. Secara keseluruhan, edukasi personal hygiene genital berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan membentuk perilaku hidup bersih serta sehat pada remaja. Keberlanjutan program serupa di berbagai jenjang pendidikan dipandang penting sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi, sedangkan integrasi materi kebersihan genital dalam program kesehatan sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat perilaku higienis dan mendukung kesehatan reproduksi jangka panjang.
Peran Mahasiswa Magang dalam Mendukung Sistem Informasi dan Kualitas Pelayanan di BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagsel Dewi Kartika Sari; Muhammad Agung; Putri Amanatutsani; Tia Ivanka; Ullul Is’r Mi’rz Alluaimar; Vita Rahayu Fernanda
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i1.8347

Abstract

This article discusses the role of intern students in supporting information systems and service quality at BPJS Ketenagakerjaan, Regional Office of Southern Sumatra (Kanwil Sumbagsel). The issues examined focus on the contribution of intern students to the optimization of administration and public services, particularly in the Supervision and Inspection Division (Wasrik) and the Archives Division. This study aims to describe the forms of intern student involvement and their impact on institutional performance. The research employs a qualitative descriptive method to depict the activities and roles of students in supporting the institution’s work system. The descriptive analysis of the data indicates that intern students play a role in archive management and digitization, verification of company documents, checking participant data through the BPJS Ketenagakerjaan information system, and providing administrative support for services. This involvement contributes to improved administrative orderliness, data accuracy, work efficiency, and the development of students’ professional skills.
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS GAMBIRSARI KOTA SURAKARTA Rahmawati, Dea Kusuma; Dewi Kartika Sari
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.542

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) sebanyak 158,3 juta jiwa di dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dari 10 negara penyandang DM terbanyak di Asia Tenggara yaitu sebanyak 20,4 juta jiwa dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan hingga 28,6 juta jiwa pada tahun 2050. Dampak terjadinya diabetes melitus salah satunya melalui kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik berperan penting dalam membantu mengontrol kadar glukosa darah serta mencegah terjadinya komplikasi. Mengetahui gambaran aktivitas fisik penderita diabetes melitus di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.491 diambil menggunakan teknik kuota sampling, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 responden yang didapatkan menggunakan kuesioner IPAQ dan dianalisis secara univariat. Mayoritas responden berusia 60-69 (41,5%) yang didominasi oleh perempuan sebanyak (64,4%) sedangkan laki-laki (35,4%), mayoritas Pendidikan penderita DM adalah SMA (44,6%) yang memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (60%). Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik penderita diabetes melitus di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta memiliki aktivitas fisik sedang, sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan dari tenaga kesehatan.
The research result Gambaran Status Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri di SMPN 1 Mantingan: Indonesia Ucik Celsia Ningrum; Dewi Kartika Sari
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.359

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak menuju masa dewasa yang diawali dengan terjadi kematangan seksual. Remaja di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan terutama yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Jumlah remaja pada tahun 2022 menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) dari umur 15-19 tahun adalah 22.176.543 jiwa atau 8,05% dari total jumlah penduduk Indonesia. WHO menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi kepada kelompok remaja awal usia 10-14 tahun. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sampel 60 responden. Menggunakan kuesioner petunjuk teknik penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala anak usia sekolah dan remaja. Hasil: Gambaran status kesehatan reproduksi mayoritas memiliki kategori kesehatan reproduksi yang kurang baik, dengan banyak remaja putri mengalami masalah keputihan dan gatal di area genitalia. Kondisi ini memerlukan perhatian dan upaya sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan reproduksi remaja di sekolah tersebut. Simpulan: Gambaran status kesehatan reproduksi pada remaja putri di SMPN 1 Mantingan didominasi oleh kategori kurang, dengan 37 responden atau sebesar 61,7% mengalami kondisi kurang pada kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Pelajar, Remaja Putri