Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Game Edukasi Wordwall Guna Meningkatkan Literasi Digital di Era Merdeka Belajar bagi Guru SMK Yapema Gadingrejo Ali Mustofa; Edi Suyanto; Heru Prasetyo Prasetyo; Ayu Setiyo Putri
Nuwo Abdimas Vol. 2 No. 2 (2023): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak: Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan guru di SMK Yapema Gadingrejo Pringsewu dalam memanfaatkan game edukasi wordwall sebagai bagian dari media pembelajaran multiplatform yang dapat mendukung kurikulum merdeka serta menanamkan literasi digital pada peserta didik. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah kegiatan pelatihan. Adapun teknik pelaksanaan pelatihan ini diawali dengan memberikan informasi terlebih dahulu kepada guru yang berada di sekolah penggerak yang akan menjadi sasaran peserta dalam kegiatan pengabdian bahawa LPPM Univeritas Lampung akan mengadakan pelatihan tentang pemanfaat game edukasi wordwall dalam pembelajaran. Target peserta dalam pelatihan sebanyak 20 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Yapema Gadingrejo Pringsewu dalam waktu tiga hari pada bulan Agustus 2023. Selanjutnya, pelatihan pemanfaat game edukasi wordwall ini menerapkan pelatihan aktif, yakni seluruh peserta turut belajar melalui pengalamannya sehingga tujuan yang telah dirancang dapat diperoleh secara maksimal. Pelatihan ini menggunakan pendekatan praktik melalui pelatihan terbimbing yaitu dengan cara tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung dalam pengembangan dan pemanfaat media game edukasi wordwall.
The form and role of deviation in a collection of poems Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau by M. Aan Mansyur Munaris, Munaris; Prasetyo, Heru; Maharani, Salwa Pramesti; Takahashi, Tasuku
Diksi Vol. 32 No. 2: DIKSI (SEPTEMBER 2024)
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v32i2.66207

Abstract

The problem in this study is the form and role of deviation in the collection of poems Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau by M. Aan Mansyur. This study aims to describe the form and role of deviation in the collection of poems Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau by M. Aan Mansyur. The method used in this study is descriptive qualitative which uses a collection of poems Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau by M. Aan Mansyur as a data source. There are 8 titles used as data sources to represent the entire poem. The data analysis technique in this research is text analysis. The steps taken by the author in carrying out data analysis include: 1) reading and observing carefully the collection of poems Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau by M. Aan Mansyur, 2) collecting data, 3) reducing the data, 4) presenting the results of the analysis, and 5) draw conclusions. The results of the research show that poets use lexical deviation, phonological deviation, grammatical deviation, semantic deviation, graphological deviation, dialect deviation, register deviation, and historical deviation. The results of the study show that the form and role of deviation in the collection of poems Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau by M. Aan Mansyur play a role in obtaining density of meaning, generating an atmosphere, looking for new expressions, actualizing ideas, obtaining aesthetic effects, achieving visual beauty, finding accuracy in pronunciation through regional characteristics, strengthening the atmosphere, and achieving accuracy of meaning.
ANALISIS GAYA BAHASA PADA PUISI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO, TAUFIK ISMAIL, DAN ADI BIMANTORO Prasetyo, Heru; Wardani, Okta Adelia; Munaris, Munaris; Putri, Ayu Setiyo
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 2 Sep (2024): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the use of figurative language in selected poems by Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, and Adi Bimantoro. Using a qualitative descriptive method, it employs textual analysis to uncover the deeper meanings conveyed through stylistic elements. The poems explored include “Sajak Kecil Tentang Cinta” by Sapardi Djoko Damono, “Nasehat-nasehat Kecil Orang Tua” by Taufik Ismail,” and “Kau dan Renjana” by Adi Bimantoro. By focusing on the poets’ creative use of language, this article seeks to reveal how figurative expressions such as metaphors, similes, and personifications enrich the emotional and thematic depth of their works. Through detailed examination, the study aims to offer new insights into the literary significance of these poets and their contributions to Indonesian poetry. The findings highlight the power of figurative language in transforming personal emotions and universal themes into vivid, evocative experiences for readers.Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa kiasan dalam puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan Adi Bimantoro. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menerapkan analisis tekstual untuk mengungkap makna mendalam yang disampaikan melalui unsur-unsur stilistika. Puisi-puisi yang dikaji meliputi “Sajak Kecil Tentang Cinta” karya Sapardi Djoko Damono, “Nasehat-nasehat Kecil Orang Tua” karya Taufik Ismail, dan “Kau dan Renjana karya” Adi Bimantoro. Melalui fokus pada penggunaan kreatif bahasa oleh para penyair, artikel ini bertujuan mengungkap bagaimana ungkapan-ungkapan kiasan seperti metafora, simile, dan personifikasi memperkaya kedalaman emosional dan tematik karya mereka. Kajian ini bertujuan memberikan wawasan baru tentang pentingnya nilai sastra dari para penyair ini dan kontribusi mereka terhadap puisi Indonesia. Hasil penelitian menyoroti kekuatan bahasa kiasan dalam mengubah emosi personal dan tema universal menjadi pengalaman yang hidup dan menggugah bagi pembaca.
Analisis Puisi “Tiada” Karya Joko Pinurbo Menggunakan Pendekatan Struktural Putri, Ayu Setiyo; Rahayu, Putri Shogita; Munaris, Munaris; Prasetyo, Heru
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 Apr (2024): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poetry is a type of literary art that uses the elegance of language to convey emotions, ideas and experiences. Understanding the message buried in the poet's words makes poetry analysis important. In this article, examines poetry “Tiada” by Joko Pinurbo with a structural approach to uncover the deep meaning hidden in the form of poetry. The structural approach in analyzing poetry focuses on the structure of the poem which includes form, rhyme, rhythm, tone, and repetition. This study uses a qualitative descriptive methodology. The approach used is a structural approach. Data collection techniques using documentation studies. Puisi adalah jenis seni sastra yang menggunakan keanggunan bahasa untuk menyampaikan emosi, gagasan, dan pengalaman. Memahami pesan yang terkubur dalam kata-kata penyair membuat analisis puisi menjadi penting. Dalam artikel ini, mengkaji puisi “Tiada” karya Joko Pinurbo dengan pendekatan struktural untuk mengungkap makna mendalam yang tersembunyi dalam bentuk puisi. Pendekatan struktural dalam menganalisis puisi berfokus pada struktur puisi yang meliputi bentuk, rima, irama, nada, dan pengulangan. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan struktural. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi.Keywords: poetry, structure of poetry, structural approach
Analisis Puisi “ Sejadah Panjang” Karya Taufiq Ismail Dengan Menggunakan Pendekatan Mimetik Cindy Agustin; Munaris Munaris; Heru Prasetyo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i1.1843

Abstract

This mimetic approach assumes that poetry is a duplicate of the human world and a picture of the life of the universe. The extent to which poetry represents writers in the real world is explored alongside works of fiction or non-fiction and other works. Literature is dialectical, that is, it gives a journey back and forth to literary works and gives meaning in the end to the world of reality or imagination. The reality of an essential literary work will lose something when it is published, the disappointed participation in reading literature denies something that is no less important, namely for humans there are choices and shortcomings that exist.
Analisis Foregrounding Pada Puisi “Antara Tiga Kota” Karya Emha Ainun Nadjib Pinulih Mulqi Anisawenda Rumidah; Munaris Munaris; Heru Prasetyo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i1.1849

Abstract

Dalam sebuah puisi, biasanya pengarang menggunakan foregrounding untuk menarik fokus perhatian pembaca. Selain itu, foregrounding juga digunakan pengarang sebagai sarana pengedepanan hal yang ingin disampaikan. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap foregrounding dalam puisi “Antara Tiga Kota” karya Emha Ainun Nadjib. Untuk mencapai tujuan tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam puisi “Antara Tiga Kota” karya Emha Ainun Nadjib terdapat banyak foregrounding yang dihasilkan dari gaya bahasa repetisi, personifikasi, alegori, metafora, asonansi, dan aliterasi. Gaya bahasa tersebut memberikan efek-efek pengedepanan, penegasan, pementingan, dan pengaktualan. Kata-kata kunci: Analisis, foregrounding, puisi Abstract In a poem, the author usually uses foregrounding to attract the focus of the reader's attention. Besides that, foregrounding is also used by the author as a means of prioritizing what he wants to convey. This study aims to reveal the foregrounding in the poem "Antara Tiga Kota" by Emha Ainun Nadjib. To achieve this goal, this study uses a qualitative approach. Data collection techniques using note-taking techniques. The results of the study show that in the poem "Antara Tiga Kota" by Emha Ainun Nadjib there is a lot of foregrounding resulting from repetition, personification, allegory, metaphor, assonance, and alliteration. The style of language gives the effects of prominence, emphasis, emphasis, and actualization. Keywords: Analysis, foregrounding, poetry
Ilokusi Komisif dalam Iklan Traveloka di Youtube dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP: Studi Pragmatik Astuti, Tria Puji; Rusminto, Nurlaksana Eko; Prasetyo, Heru
Edukasi Lingua Sastra Vol 23 No 1 (2025): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v23i1.1702

Abstract

The aim of this study is to describe the communicative function of commissive illocutionary acts in Traveloka advertisements on YouTube based on the continuity and literality of the utterances. The research method used is descriptive qualitative. The data source in this study consists of Traveloka advertisements on YouTube. The research data comprises commissive illocutionary utterances delivered by speakers in the Traveloka advertisements on YouTube. Data collection was carried out using non-test techniques, namely non-participatory observation and documentation, to gather commissive illocutionary acts found in Traveloka advertisements on YouTube. The researcher observed the advertisements available on YouTube without being directly involved in the speech events. The data were recorded using descriptive and reflective field notes. The data analysis technique used was heuristic analysis. The results of the study show that there are commissive illocutionary acts in Traveloka advertisements on the Traveloka Indonesia YouTube channel, which include the communicative functions of promising, offering, and pledging. Based on the continuity and literality of the utterances, the commissive illocutionary acts are expressed in forms that are direct and literal, indirect and literal, as well as indirect and non-literal. The findings of this study are utilized in the development of teaching materials.
Implikatur Perundungan Verbal pada Film Budi Pekerti dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi Pragmatik Sahira, Luthvi Aulia; Fuad, Muhammad; Prasetyo, Heru
Edukasi Lingua Sastra Vol 23 No 1 (2025): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v23i1.1703

Abstract

This study explores the conversational implicature that represents verbal bullying in the movie Budi Pekerti directed by Wregas Bhanuteja as well as describes its implication in Indonesian language learning in high school. The main purpose of this research is to comprehensively describe the types of implicature contained in the bullying dialog and examine its relevance in learning. This research applies a qualitative approach with descriptive method. The data analyzed were dialogues between characters containing verbal bullying, which were collected through listening and note-taking techniques. The research findings show that there is a variety of implicatures, both conventional and unconventional, in the movie conversations. The dominance of unconventional implicatures indicates the significance of context in interpreting the meaning of bullying. This shows the relevance of the sociocultural context regarding the phenomenon of bullying that can be implied in Indonesian language learning in the form of LKPD on drama appreciation in class XI senior high school.
REPRESENTASI KELAS SOSIAL FILM 48 JAM UNTUK INDAH KARYA JOSE POERNOMO DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA : ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Sansan Arini Rahmawati; Muhammad Fuad; Heru Prasetyo; Munaris
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i4.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kelas sosial direpresentasikan pada film 48 jam untuk Indah berdasarkan konotasi, denotasi, dan mitos yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang menjelaskan hasil analisis dengan menggunakan ungkapan kata yang sesuai dengan hasil kajian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semiotika model Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiologi Roland Barthes berupa signifikasi dua tahap yaitu konotasi dan denotasi yang dibagi menjadi penanda dan petanda serta menggunakan aspek lainnya berupa mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat representasi kelas sosial yang ditemukan pada film 48 jam untuk Indah karya Jose Poernomo, yaitu representasi kemiskinan, kekerasan, melakukan apapun demi mendapat uang, merendahkan, dan representasi kemewahan. Penelitian ini selanjutnya diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XII SMA dengan Kurikulum Merdeka berupa perangkat ajar.
ANALISIS BENTUK-BENTUK DEVIASI DAN GAYA BAHASA DALAM PUISI MASKUMAMBANG KARYA W.S. RENDRA: KAJIAN STILISTIKA Putri, Ayu Setiyo; Sahira, Luthvi Aulia; Prasetyo, Heru; Hilal, Iqbal
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v8i1.1105

Abstract

This study aims to describe the forms of deviation and language style in the poem Maskumambang by W.S.  Rendra. This type of research is qualitative descriptive research. The technique used in data collection is a literature study technique, namely by collecting various library sources such as poems by W.S.  Rendra and supporting libraries in the form of theories about deviation forms and language styles in literary works in the form of poetry. Techniques in analyzing data are reading, recording, identifying, classifying, and inferring. The results of the research obtained in this study are the form of deviation and language style. In general, the form of deviation has a role that can cause mysterious effects so that the Maskumambang poem by W.S.  Rendra has a high aesthetic value. The figurative language found in Maskumambang's poetry contains metaphor, personification, hyperbole, allegory and simile.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penyimpangan dan gaya bahasa dalam puisi Maskumambang karya W.S.  Rendra. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik studi kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan berbagai sumber pustaka seperti puisi karya W.S.  Rendra dan pustaka pendukung berupa teori-teori tentang bentuk-bentuk penyimpangan dan gaya bahasa pada karya sastra berbentuk puisi. Teknik dalam menganalisis data adalah membaca, mencatat, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menyimpulkan. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini berupa penyimpangan dan gaya berbahasa. Secara umum bentuk penyimpangan mempunyai peranan yang dapat menimbulkan efek misterius sehingga puisi Maskumambang karya W.S.  Rendra mempunyai nilai estetis yang tinggi. Bahasa kiasan yang terdapat pada puisi Maskumambang mengandung metafora, personifikasi, hiperbola, alegori dan simile.