Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Civic education and citizenship studies in culture, identity, and art Sulistyarini Sulistyarini; Jagad Aditya Dewantara; Muhammad Mona Adha
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2023): Civic Education dan Citizenship Studies In culture, identity, and art (1 June 20
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v4i1.64362

Abstract

Over the past few years, culture has played an essential role in shaping civic culture in multicultural countries that adhere to the nation-state system, such as Indonesia. Culture makes an excellent contribution to support the nation's noble values, traditions, and norms that inspire forms of citizenship in civic culture. We need to think about civic education and the study of citizenship in the scope of culture, identity, and the arts. However, strangely, there has been no effort made by academic actors to study culture, identity, and art in certain areas in the aspect of forming civic culture. Culture, identity, and art are the primary sources of inspiration for a country that adheres to a multicultural system and a nation-state to create social norms for its citizens. The issue is expected to cover as many aspects of customary law, culture, art, and nature as possible and be reported as scientific findings. Authors and scholars from all relevant disciplines are invited to contribute, and we are interested in your research contribution to pertinent illustrations of the fields of civic education and civic studies. The editorial team reviews the specific and cultural roles, identities, and traditional arts as described in the forms of customary law and norms in multicultural societies, performing arts where local culture and identity play an essential role, literature, and folklore in society and history engraved on reliefs. Reliefs such as temples in Yogyakarta, books such as Sutasoma, and the like. We want researchers to write about how culture, identity, and art have played a role in the essential parts of citizenship from the past to the present. In essence, this Special Editorial accommodates writers and academics to conceptualize the role, philosophy, customary law, tradition, norms, and artistic aesthetics as forming civic culture in a country that adheres to the nation's system so that it becomes a new form of knowledge that can be taken for civic education and studies, citizenship itself
PENGARUH KEGIATAN FORUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FKIP UNILA (FORDIKA) TERHADAP PENGEMBANGAN CIVIC SKILL MAHASISWA Yonanda Pratama; Muhammad Mona Adha; Rohman Rohman
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.17803

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melihat bagaimana pengaruh Kegiatan Forum Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Unila (Fordika) terhadap pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yakni Mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Universitas Lampung angkatan 2018-2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67  responden dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik angket dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 20.  Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara pengaruh Kegiatan Forum Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Unila (Fordika) terhadap Pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila sebesar 50,2 % dengan indikator variabel independen (X) yaitu : Mengembangkan Soft Skill, Menumbuhkan sikap Profesional, dan mengembangkan Social skill. Kemudian dalam indikator variabel dependen (Y) yaitu : Keterampilan Intelektual (Intellectual Skill) dari Keterampilan Partisipasi (Participatory Skill). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kegiatan Fordika FKIP Unila berpengaruh positif sebesar 50,2 % terhadap Pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila. AbstractThe purpose of this research is to find out and see how the influence the activities of the Fordika FKIP Unila on the Civic Skill development of PPKn FKIP Unila students. The research method used in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The research subject is the Student of the PPKn FKIP University of Lampung University Class of 2018-2020. The sample in this study amounted to 67 respondents using random sampling technique. Data collection techniques in the study used questionnaires and interviews. The data analysis technique in this study was using a simple regression test with the help of SPSS version 20. The results showed that there was an influence between the influence of the Fordika FKIP Unila (Fordika) on Civic Skill Development of PPKn FKIP Unila Students by 50.2% with independent variable indicators (X) namely: Developing Soft Skills, Growing Professional Attitudes, and Developing Social Skills. Then the dependent variable indicator (Y) is: Intellectual Skills from Participatory Skills. Thus, it can be concluded that the activities of Fordika FKIP Unila have a positive effect of 50.2% on the Civic Skill Development of FKIP Unila PPKn Students.
PENGGUNAAN MODUL BELAJAR OLEH GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Dada Suhaida; Muhammad Mona Adha; Rycka Rycka
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Edisi Juni 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i1.5790

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin memperoleh gambaran maupun informasi tentang Penggunaan Modul Belajar oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam proses pembelajaran, metode penelitian yang dipakai adalah metode diskriptif dengan bentuk penelitian survey, teknik pengumpulan data menggunakan teknik komunikasi tidak langsung, teknik komunikasi langsung, dan teknik observasi langsung, alat pengumpul data yang dipakai yakni angket, panduan wawancara, dan observasi, dan untuk teknik pengolahan data dipakai rumus persentase. Hasil penelitian yang diperoleh mengatakan bahwa, penggunaan modul belajar oleh guru PPKn dalam proses pembelajaran dilaksaakan dnegan baik dengan persentase sebesar 74, 49 % dalam kategori Baik.
Signifikansi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Memaksimalkan Kompetensi Warga Negara Berchah Pitoewas; Muhammad Mona Adha; Eska Prawisudawati Ulpa; Rohman Rohman; Ahman Tosy Hartino; Rhosita Rhosita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 12 (2021): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i12.508

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi peran utama dalam pengembangan nilai pengetahuan, nilai karakter, dan nilai moral etika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penelitian ini menghasilkan informasi berupa catatan dan data deskriptif yang terdapat di dalam teks yang diteliti. Hasil penelitian memaparkan bahwa materi pendidikan kewarganegaraan memuat tentang pembelajaran salah satunya tentang pembentukan karakter peserta ternyata PPKn tidak hanya membahas tentang pengetahuan saja, namun juga adanya pembelajaran tentang karakter dan nilai yang mana tidak dipelajari seluruhnya dimata pelajaran lainnya. Mata pelajaran PPKn sering kali seorang pendidik hanya menekankan pada ranah kognitif siswa saja tanpa menekankan ranah afektif dan psikomotorik sehingga siswa hanya mampu memahami tentang pengetahuan tentang kewarganegaraan. Tetapi, tidak mampu mengimplementasikan kewarganegaraan dalam kehidupan sehari hari. Oleh sebab itu seorang pendidik dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik harus saling seimbang dan selaras agar tujuan dari mata pelajaran kewarganegaraan itu tercapai.
Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Daring terhadap Pembentukan Keadaban Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn Wiwin Winarningsih; Muhammad Mona Adha; Abdul Halim
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i1.512

Abstract

Pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat merupakan tujuan dari pendidikan nasional. Salah satu langkah untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan dihadirkannya mata pelajaran PPKn sebagai mata pelajaran yang diharapkan dapat membentuk keadaban peserta didik. Namun pada saat pembelajaran daring dilakukan, untuk sekedar memberikan materi pelajaran pun kesulitan karena banyaknya kendala yang menjadi penghambat. Oleh karena itu, penelitin ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan pembelajaran daring terhadap pembentukan keadaban peserta didik pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Warunggunung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Warunggunung belum berjalan efektif dikarenakan keterbatasan teknologi diantaranya yaitu fasilitas yang tidak mendukung, jaringan internet yang tidak stabil, serta tidak adanya kuota. Hal tersebut berpengaruh pada proses pembelajaran mata pelajaran PPKn, yang mana keadaban peserta didik menjadi sulit untuk dibentuk karena interkasi antara pendidik dan peserta didik sangat terbatas.
Peran Guru Penggerak Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Afis Hafifah Hasanah; Muhammad Mona Adha; Ana Mentari
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i10.1053

Abstract

Di era saat ini, terdapat empat tantangan besar dalam dunia pendidikan, diantaranya adalah adanya persoalan terkait nilai luhur dan moral bangsa; perlunya kematangan menjadi warga negara; mendukung perwujudan keadilan sosial dan terciptanya kompetensi abad 21. Menghadapi tantangan tersebut pemerintah membentuk program Guru Penggerak untuk mencanangkan Profil Pelajar Pancasil. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru penggerak dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Untuk menganalisis data pada penelitian ini, penulis menggunakanan alat bantu berupa Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 20. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Guru Penggerak di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Semaka Tanggamus dilihat dari kegiatan pembelajaran maupun kegiatan diluar pembelajaran yang memberikan perubahan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Guru Penggerak cukup mampu menerapkan perannya dengan baik disetiap perilaku dan tindakannya di lingkungan sekolah.
Pengaruh Kegiatan Pembinaan Terhadap Sikap Kemandirian Anak Didik Pemasyarakatan di LPKA Kelas II Kota Bandar Lampung Diah Nur Indah Saputri; Muhammad Mona Adha; Nurhayati Nurhayati
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i11.1061

Abstract

Sikap kemandirian merupakan unsur penting yang harus dimiliki anak didik pemasyarakatan sebagai pelengkap menjadi warga negara yang cerdas dan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kegiatan pembinaan terhadap pembentukan sikap kemandirian anak didik pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah anak didik pemasyarakatan di LPKA Kelas II Kota Bandar Lampung dengan jumlah sampel 55 ABH. Teknik penghitungan data menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh kegiatan pembinaan terhadap pembentukan sikap kemandirian anak didik pemasyarakatan LPKA Kelas II Kota Bandar Lampung yang mempunyai pengaruh positif sebesar 57,1% yaitu meningkatnya kesadaran anak didik pemasyarakatan setelah diberikan pembinaan agar selalu disiplin, meningkatnya nilai keimanan dan ketakwaan, meningkatnya civic responsibility dalam memecahkan permasalahan dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat, serta sisanya 42,9% dipengaruhi oleh faktor lain diluar kegiatan pembinaan.
Pengaruh Nilai Modern Contemporary Korean Wave Terhadap Kebudayaan Nasional Warga Negara Muda Devia Triska Sari; Muhammad Mona Adha; Devi Sutrisno Putri; Rohman Rohman
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Nilai Modern Contemporary Korean wave Terhadap Kebudayaan Nasional Warga Negara Muda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yakni warga Negara muda yang tergabung dalam komunitas Treasure Maker Lampung. Sampel pada penelitian ini berjumlah 55 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dasar berupa angket, serta data pendukung melalui wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Nilai Modern Contemporary Korean wave Terhadap Kebudayaan Nasional Warga Negara Muda sebesar 42,9% dengan indikator variabel independen (X) yaitu: gaya dan bahasa komunikasi, dan tradisi, keyakinan dan sikap, kemudian dalam indikator variabel dependen (Y) yaitu: bahasa dan kesenian. Kebudayaan nasional adalah bagian dari identitas nasional yang harus kita jaga dan lestarikan sebagai warga negara muda. Sebagai warga negara muda sekaligus penggemar Kpop harus lebih bijak dan pandai dalam memilih produk budaya asing yang akan dikonsumsi agar tidak menjadi dampak negatif bagi kebudayaan nasionalnya.
Penerapan Metode Hybrid Learning dalam Peningkatan Pemahaman Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Diki Rahmawati; Muhammad Mona Adha; Febra Anjar Kusuma; Rohman Rohman
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v3i2.1571

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pemahaman siswa yang lemah tentang isu-isu kewarganegaraan. Hal ini dikarenakan guru hanya menggunakan metode konvensional serta kurang memanfaatkan penggunaan teknologi dalam proses pembeljaran sehingga membuat peserta didik merasa jenuh dan menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn. Tujuan penelitian ini untuk mengukur peninkatan pemahaman peserta didik dengan menerapkan metode hybrid learning. Metode yag digunakan adalah quasi experimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji independen sampel t-tes menghasilkan nilai Sig. 2 tailed 0,000 (0,000<0,05) sehingga terdapat perbedaan rata-rata hasil postest kelas eksperimen dan kontrol. Kemudian berdasakan uji N Gain Score kelas eksperimen menghasilkan nilai rata-rata 53,5% dari nilai minimal 32,86% dan maksimal 80,00% yang berarti penggunaan metode pembelajaran hybrid learning berada dalam kategori cukup efektif diterapkan pada mata pelajaran PPKn. Rekomendasi penelitian, bagi guru bisa mempraktikan metode hybrid learning dengan berbagai kreasi sesuai dengan konteks dan kebutuhan sekolah.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Mencegah Perilaku Bullying pada Siswa Saadatul Azizah; Muhammad Mona Adha; Devi Sutrisno Putri
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v3i3.1572

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara dengan persoalan perilaku agresif yang tinggi salah satunya adalah perilaku bullying yang menimpa usia remaja. Salah satu faktor penyebab bullying adalah sekolah, karenanya guru sebagai salah satu warga sekolah memiliki peran untuk mencegah perilaku bullying siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mencegah perilaku bullying siswa. Analisis data pada penelitian ini menggunakan alat bantu Statistical Program For Social Science (SPSS) versi 26. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peran guru PPKn dalam mencegah perilaku bullying siswa sebesar 45,6%. Koefisien regresi yang bernilai positif (+) bermakna bahwa adanya pengaruh positif Peran Guru PPKn dalam Mencegah Perilaku Bullying Siswa. Dengan demikian, dapat dismpulkan bahwa guru PPKn di Sekolah Menengah Pertama Negeri 18 Pesawaran telah mengimplementasikan perannya dengan baik sebagai teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator yang secara perlahan dapat membentuk karakter baik siswa sehingga tidak berperilaku bullying.