Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Mengemukakan Pendapat Peserta Didik Melalui Model Problem Terbuka (Open Ended) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Muhammad Mona Adha; Dayu Rika Perdana; Nur Ardiansyah; Roy Kembar Habibi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Schools not only teach students in knowledge but teach them how to have skills in opinion because this is very important for students. Many steps can be taken by educators to be able to improve the opinion skills of the students themselves. Thus, the learning process in the world of education today is faced with various choices of learning models. The existence of a learning model, demands the role of an educator to always innovate in the classroom. Educators must be able to choose a learning model because the model chosen will have a direct impact on students. This article aims to analyze how the open problem learning model can improve students' speaking skills. The method used in this paper is to use the approach to writing this article is a qualitative conceptual analysis. The results of this article discuss the concept of open problems in elementary schools and skills in expressing students' opinions through open problem models in low-grade PPKn subjects. Meanwhile, the recommendations of this article can target educators because educators have a central role in selecting and applying open problem learning models to students.
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Dayu Rika Perdana; Muhammad Mona Adha
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v8i2.6168

Abstract

Pendidikan sebagai upaya menyiapkan generasi penerus bangsa di masa yang akan datang, mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam mengembangkan ranah afektif, khususnya bagi generasi penerus bangsa. Muatan dalam, pendidikan karakter beraneka ragam berdasarkan materi dan standar isi kurikulum. Pendidikan karakter dapat diperkuat melalui proses pembelajaran, yang dalam hal ini melalui blended learning pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Kemandirian dan kedisiplinan mahasiswa di dalam blended learning berhubungan erat bagaimana mahasiswa membiasakan diri untuk terlibat aktif dan menjadi bagian dari penguatan karakter. Intensitas mahasiswa di dalam mengikuti aktivitas blended learning turut dipengaruhi oleh faktor kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan komunikasi yang saling menghormati satu sama lain di dalam proses tatap muka secara daring.
Moral Entrepreneur Islami Melalui Pendidikan Pancasila Sebagai Konsep Pembentukan Generasi Perbankan Syariah Di Era Global Meiwatizal Trihastuti; Yayuk Hidayah; Anis Suryaningsih; Muhammad Mona Adha; Syifa Siti Aulia
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1 - Juni 2020
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.854 KB) | DOI: 10.21067/jmk.v5i1.4306

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis moral entrepreneur Islami melalui Pendidikan Pancasila sebagai konsep pembentukan generasi perbankan syariah di era global. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam rangka perwujudan entrepreneur islami di era global upaya yang dapat dilakukan adalah 1) Penguatan karakter Integritas agar dapat menjadi pribadi yang dapat dipercaya. 2) Internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi untuk memupuk entrepreneur islami. 3) upaya persiapan generasi perbankan Syariah di era global dapat dimulai dengan pembudayaan peningkatan kualitas sumber daya yang professional di bidang perbankan Syariah.
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK/PESERTA DIDIK DI ERA MODERN Muhammad Mona Adha; Eska Prawisudawati Ulpa
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.497 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i2.5325

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.
OPTIMALISASI KLASIFIKASI KOLEKSI MUSEUM KEKHATUAN SEMAKA SEBAGAI SUMBER BELAJAR Risma Margaretha Sinaga; Sudjarwo; Muhammad Mona Adha
Jurnal Visipena Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v12i2.1653

Abstract

The purpose of this study is to provide a brief policy for the historical learning method on the theme of historical sources that provides a more meaningful learning experience for students. This research is based on field observations by looking at the reality that there are still problems in learning history in schools. Problems in learning history at school include the strong stigma attached to subjects that are full of rote, dry, and even boring. Plus other problems that exist in the learning process is still teacher-centered. The lack of innovation in learning history makes students finally lose their passion in learning history. The use of the museum as a learning resource in history learning and as an introduction effort related to the conservation of historical collection objects at the Semaka Kekhatuan Museum, is a form of effort in maintaining and conserving the collections at the Semaka Kekhatuan Museum so that it remains sustainable, and its existence is maintained other than as a tourism but as a source of learning that can be used for various purposes. The use of museums as a learning resource is actually able to provide a positive stimulus in history learning. This research uses qualitative method with descriptive research type. The components that are the focus of this research are: 1) Classification of the Kekhatuan Semaka Museum Collection which can be used as a learning resource, 2) Teachers' efforts in utilizing museum collections as a source of history learning, and 3) How are conservation efforts towards museum collections. Data collection techniques using observation techniques, interviews, and document data analysis. Based on the results and discussion, it can be concluded that the Kekhatuan Semaka Museum can be categorized as a source of history learning for students. Classification of collections into 9 types including geology, biology, ethnography, archeology, numismatics, philology, ceramics, fine arts and technology becomes an important learning point that can be associated with conservation efforts of historical heritage. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah memberikan brief policy (kebijakan singkat) bagi metode pembelajaran sejarah pada tema sumber sejarah yang memberikan pengalaman belajar peserta didik agar lebih bermakna. Penelitian ini didasarkan atas pengamatan dilapangan dengan melihat realita bahwa pembelajaran sejarah di sekolah masih ditemukan masalah. Permasalahan dalam pembelajaran sejarah di sekolah diantaranya masih tertanam kuatnya stigma tentang mata pelajaran yang penuh hafalan, kering, bahkan membosankan. Ditambah permasalahan lain yang ada dalam prosesnya pembelajaran masih berpusat pada guru. Minimnya inovasi dalam pembelajaran sejarah membuat siswa akhirnya kehilangan gairah dalam belajar sejarah. Pemanfaatan museum sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah dan sebagai upaya introduksi terkait upaya koservasi benda-benda koleksi sejarah di Museum Kekhatuan Semaka, adalah bentuk dari upaya dalam menjaga dan mengkonservasi benda-benda koleksi di Museum Kekhatuan Semaka agar tetap lestari, dan terawat eksistensinya selain sebagai pariwisata melainkan sebagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan. Pemanfaatan museum sebagai sumber belajar sebetulnya mampu memberikan stimulus positif dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Komponen-komponen yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu: 1) Klasifikasi Koleksi Museum Kekhatuan Semaka yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, 2) Upaya guru dalam memanfaatkan koleksi museum sebagai sumber belajar sejarah, dan 3) Bagaimana upaya konservasi terhadap benda-benda koleksi museum. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan analisis data dokumen. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Museum Kekhatuan Semaka dapat dikategorikan sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa. Pengklasifikasian koleksi menjadi 9 jenis diantaranya geologika, biologika, etnografika, arkeologika, numismatika, filologika, keramologika, senirupa dan teknologika menjadi poin penting pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan upaya konservasi peninggalan-peninggalan sejarah.
Kekuatan Nilai-nilai Pancasila dalam Membangun Kepribadian Masyarakat Indonesia Muhammad Mona Adha; Erwin Susanto
Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Vol 15 No 01 (2020): Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/adabiya.v15i01.319

Abstract

This study aims to explore the role of Pancasila values in building the personality of the Indonesian people. Building and awakening human resources with Pancasila personality is done together with more peace, mutual respect, respect, understanding one culture with another culture, loving others, creating kinship and kinship. This research is a literature review by gathering various sources of information and facts from several literatures and documents directly related to the discussion. The results of this study Pancasila has provided a strong bond of unity in the midst of changes in people's lives in the era of globalization, Pancasila provides the power to deliver the Indonesian people to the era of glory as a dignified nation in civilization. Pancasila is able as a pillar of life such as economic, social, political, cultural, and defense and security directed towards the Unitary State of the Republic of Indonesia which has a personal Pancasila that embodies an advanced and religious Indonesia. Keywords: Indonesia, National values, Pancasila values Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran nilai-nilai Pancasila dalam membangun kepribadian masyarakat Indonesia. Membangun dan membangkitkan sumber daya manusia yang berkepribadian Pancasila dilakukan secara bersama dengan lebih damai, saling menghargai, menghormati, memahami satu budaya dengan budaya yang lain, menyayangi sesama, menciptakan kekerabatan dan kekeluargaan. Penelitian ini adalah review literature dengan mengumpulkan berbagai sumber informasi dan fakta dari beberapa literatur dan dokumen yang terkait langsung dengan pembahasan. Hasil penelitian iini Pancasila telah memberikan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat ditengah-tengah perubahan kehidupan masyarakat dalam era globalisasi, Pancasila memberikan kekuatan untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju era kejayaan sebagai bangsa yang bermartabat dalam peradaban. Pancasila mampu sebagai pilar kehidupan seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pertahanan keamanan diarahkan untuk menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki diri pribadi Pancasila yang mewujudkan Indonesia yang maju dan religius. Kata Kunci: Indonesia, kepribadian bangsa, nilai-nilai Pancasila
USING VIRTUAL REALITY (VR) TECHNOLOGY AS AN EFFORTS TO ESCALATE INTEREST IN ONLINE LEARNING DURING PANDEMIC Soni Ariatama; Muhammad Mona Adha; Rohman Rohman; Ahman Tosy Hartino; Eska Prawisudawati Ulpa
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 3, No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.369 KB) | DOI: 10.23960/22069

Abstract

Achieving this goal, humans continue to innovate in making assistive devices to carry out teaching and learning activities, where one of them is making a learning medium. The pandemic period that occurred in 2020 made learning carried out online so that online learning platforms or media became very important to mastered and implemented by both teachers and students. Learning media using virtual reality (VR) is an alternative solution to offer new and fun learning practices for students. VR brings interesting videos/images with adjustable time duration. This article uses a literature study approach, by collecting various materials and information, then the analysis made based on the documentation and reflections that have been compiled. The use of VR encourages learning media innovations that are different from before to increase participation and students' critical thinking perspectives and to bring students closer to VR technology. The characteristics of technology that are suitable for use such as Virtual Reality (VR) media can be implemented in the teaching and learning process in the midst of the current pandemic which aims to attract students' interest and feel a classroom-like atmosphere when offline learning takes place.Keywords: online learning, pandemic, technology, virtual reality DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpvti.v3.i1.202101
Nilai Pluralistik: Eksistensi Jatidiri Bangsa Indonesia Dilandasi Aktualisasi Penguatan Identitas Nasional Muhammad Mona Adha; Dayu Rika Perdana; Supriyono Supriyono
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i1.14931

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi jatidiri bangsa indonesia  dalam menumbuhkan kebersamaan dan hegemonisasi yang solid. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menggali data dan informasi dari berbagai sumber literatur untuk memperkuat konteks identitas nasional, pluralistik, dan jatidiri bangsa Indonesia. Pada hakikatnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang pluralistik dengan latar belakang masyarakatnya yang memiliki beragam dengan ditandai banyaknya etnis, suku, agama, bahasa, budaya dan adat istiadat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penguatan identitas nasional bangsa Indonesia dilakukan agar nilai-nilai budaya dan pluralistik yang ada pada masyarakat tidak memudar ataupun hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia. Mengikuti tren perkembangan zaman yang sedang mendunia, mulai dari sifat hedonisme, konsumerisme, sikap individualisme sampai materialisme pengaruh besar terhadap generasi muda Indonesia. Penguatan identitas nasional bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia dihidupkan Kembali dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, mencintai budaya bangsa, bangga sebagai bangsa berdaulat yang mampu bekerja sama dengan bangsa lain dalam kawasan internasional. Melalui agama, sikap dan nilai toleransi, saling menghormati dan menyayangi adalah langkah mempersatukan antarumat beragama. Aktualisasi yang cukup penting adalah mempertemukan setiap individu atau masyarakat walaupun dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda.
Implementasi Evaluasi Modul Kurikulum Merdeka Sekolah Penggerak Terhadap Peserta Didik SMA Perintis 1 Bandar Lampung Ade Aransyah; Herpratiwi Herpratiwi; Muhammad Mona Adha; Muhammad Nurwahidin; Dwi Yuliati
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v8i1.6424

Abstract

Program sekolah ini dirancang untuk mendukung setiap sekolah dalam menciptakan generasi pembelajar sepanjang hayat yang berkepribadian sebagai siswa pelajar Pancasila.Komitmen yang kuat, kesungguhan dan implementasi nyata dari semua pihak, sehingga profil pelajar pancasila dapat tertanam pada peserta didik. Pada pelaksanaannya dewan guru sebagai fasilitator merasakan kebingungan dalam merancang pelaksanaan pembelajaran disekolah terutama pada penyusunan perangkat ajar yang berupa modul ajar pada kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi evaluasi modul kurikulum merdeka sekolah penggerak terhadap peserta didik sma perintis 1 bandar lampung. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan pendekatan ADDIE (Analisis, Desain, Development, Implementasi dan Evaluasi. populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik Kelas XII SMA Perintis 1 Bandar Lampung yang berjumlah 30 peserta didik dengan menggunakan teknik random sampling yang mengikuti mata pelajaran PKn, pemilihan mata pelajaran Pkn ditentukan mengingat waktu yang terbatas. Penelitian ini menggunakan 20 item insturmen dengan hasil reabilitas instrument 0,847 yang memiliki alternative reabilitas instrument sangat tinggi. Guna mengetahui ada pengaruh atau tidaknya Implementasi pelatihan modul merdeka belajar terhadap peserta didik SMA Perintis 1 Bandar Lampung, dilakukan uji hipotesis N-Gain dengan mengukur hasil prestest dan posttest nilai ujian Pkn Peserta didik
"Tradisi Sedaduwaian" : Budaya Pernikahan Tradisional Saibatin Lampung Sugeng Widodo; Suci Rahayu Idayati; Risma Margaretha Sinaga; Muhammad Mona Adha; Ahmad Nubli Gadeng
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v10i1.15276

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural yang memiliki berbagai keunikan tradisi dilakukan seperti tradisi perkawinan pada masyarakat Lampung, salah satu tradisi tersebut seperti Tradisi Sedaduwaian. Tujuan penelitian ini meliputi (1) Pelaksanaan Tradisi Sedaduwaian; (2) Nilai-nilai dalam Tradisi Sedaduwaian. Metode yang digunakan penelitian etnografi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis berupa deskriptif. Hasil penelitian berupa (1) Pelaksanaan tradisi Sedaduwaian memiliki bentuk nayuh balak dan bedu’a di lamban sedangkan tahapan-tahapan meliputi khegah jak lamban, jalan beriringan menuju anak sungai atau sumber mata air, melaksanakan sasikok sedaduwaian, ngilik apui atau menginjak bara api, menanam kumbang kebayan, mencuci peralatan dan menanam kumbang kebaya. (2) Tradisi Sedaduwaian memiliki kesan yang bernilai seperti moral, kehidupan, sosial dan intelektual.