Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) Limbah Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) silvana apriliani; Husain, Indriati; Silviana Arsyad; Hasna Dama
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53717

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan sebagai bumbu dasar masakan, sehingga penelitian peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan mengetahui dosis yang terbaik dari mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan dilahan milik petani Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Percobaan dilakukan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat taraf setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga total satuan percobaan didapatkan 12 satuan percobaan, adapun taraf perlakuan yang digunakan yaitu P0: 0 ml L-1 , P1: 50 ml L-1 , P2: 100 ml L-1, P3: 150 ml L-1 . variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah umbi, bobot basah akar, jumlah umbi, Panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah umbi, bobot basah akar, dan jumlah akar. Tetapi dapat memengaruhi variabel jumlah umbi dan Panjang akar. Dosis 100 mL L-1 menghasilkan jumlah umbi tertinggi, sedangkan perlakuan dosis 50 ml L-1 menghasilkan parameter panjang akar lebih tinggi.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH DAPUR PADA WARGA DESA PATOAMEME KECAMATAN BOTUMOITO KABUPATEN BOALEMO Husain, Indriati; Zakaria, Fauzan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah dapur pada warga di Desa Patoameme Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini berupa penyuluhan dan pelatihan yang dilaksanakan pada bulan November 2022. Kelompok sasaran pengabdian adalah warga desa seperti ibu-ibu atau bapak-bapak maupun remaja dari Desa Patoameme tersebut. Pupuk organik cair dari limbah dapur yang difermentasi dan dihasilkan dalam kurun waktu 15 hari dapat langsung dimanfaatkan atau diaplikasikan pada pertanaman sayur-sayuran atau pada tanaman hias yang ada di halaman rumah warga masing-masing.
INISIASI RUMAH BIBIT UNTUK PEMBERDAYAAN ANGGOTA DASA WISMA MANDIRI RT02/RW03 KELURAHAN LIMBA U2 KECAMATAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO Husain, Indriati; Rahim, Yunnita; Saleh, Risky Yanto; Ngadi, Suleman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.429 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk pembuatan rumah bibit untuk penyemaian, penanaman dan pemanfaatan hasil berbagai macam tanaman sayur-sayuran sebagai bahan makanan untuk para anggota Dasa Wisma Mandiri “Anggrek Bulan”. Kegiatan dilaksanakan setelah diperoleh dana pengabdian Kolaboratif Fakultas, dibelikan alat dan bahan yang diperlukan, diantaranya baja ringan (Canal C) dan paranet. Hasil kegiatan berupa rumah bibit (rumah semai) yang dapat dimanfaatkan oleh para anggotanya untuk melakukan proses penyemaian beberapa jenis tanaman hortikultura terutama jenis sayur-sayuran.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BATANG PISANG DI KELOMPOK TANI PETANI MILENIAL DESA BULOTALANGI TIMUR KECAMATAN BULANGO TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO Husain, Indriati; Azis, Muhammad Arief
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango memiliki potensi besar di bidang pertanian. Desa ini, kurang lebih 80% berupa lahan pertanian, terutama sawah. Tanaman yang biasa ditanami di wilayah ini seperti padi, pisang, sayur-sayuran, umbi-umbian dan rempah-rempah. Masalah yang timbul dari bidang pertanian ini adalah masalah kesuburan tanah. Pupuk organik mulai dikenalkan pada masyarakat. Sosialisasi mengenai pentingnya pupuk organik makin intens dilakukan. Pupuk organik dapat dibuat sendiri secara mudah dan murah dengan menggunakan bahan dan alat yang ada di sekitar rumah. Bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik seperti limbah batang pisang, botol-botol bekas air mineral, air dan sedikit gula pasir. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dalam waktu 1 bulan, dari Bulan Mei sampai Juni 2022. Khalayak sasaran pengabdian adalah sekelompok masyarakat tidak produktif dan para pemuda, yang tergabung dalam suatu kelompok tani yang disebut “Pemuda Milenial”. Kegiatan ini bertujuan melakukan pendampingan pembuatan pupuk organik cair dari batang pisang di kelompok tani “Pemuda Milenial” Desa Bulotalangi.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Saus Tomat Dan Cabai Di Desa Wonggahu Kecamatan Paguyaman Limonu, Marleni; Antuli, Zainuddin; Bahri, Syamsul; Husain, Indriati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pengolahan produk hortikultura ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat, khususnya melalui pengolahan saus tomat dan saus cabai. Mahasiswa KKN-MBKN Proyek Membangun Desa (PMD), aktif sebagai fasilitator, memberikan bimbingan pada aspek produksi dan manajemen usaha. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan dan pertumbuhan positif pada berbagai produk olahan yang diproduksi serta peningkatan pendapatan masyarakat. Program ini tidak hanya menciptakan dampak ekonomi, tetapi juga sekaligus membangun kemitraan berkelanjutan antara Perguruan Tinggi, mahasiswa dan masyarakat serta memberikan wawasan penting bagi strategi pemberdayaan ekonomi di tingkat desa melalui keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan.
Pembelajaran Pemupukan pada Tanaman Jagung bagi Masyarakat Tani Desa Bunuo Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Husain, Indriati; Jamin, Fitriah S.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan adalah melakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pemberian pupuk kimia sesuai anjuran pada tanaman jagung bagi masyarakat tani desa Bunuo. Kegiatan ini berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2020. Kelompok sasaran pengabdian adalah masyarakat yang melakukan praktek pertanian tanaman jagung desa Bunuo. Pemberian pupuk kimia berdasarkan aturan tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, lingkungan tetap terjaga kelestariannya dan penggunaan pupuk kimia efisien dan efektif, serta petani tidak merugi secara finansial.
Induksi Mutasi Menggunakan Kolkisin pada Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Tajuk Husain, Indriati; Surdaya, Tedy; Purnomo, Sutrisno Hadi
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.1.1-7

Abstract

Teknik-teknik dalam bidang pemuliaan tanaman bawang merah dapat dilakukan untuk memperoleh atau memperbaiki karakter-karakter yang telah ada menjadi lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya adalah dengan teknik induksi mutasi dengan mutagen kimia yaitu kolkisin. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi kolkisin terhadap pertumbuhan, hasil, keragaman karakter dan memperoleh nilai Lethal Concentration 20-50% (LC20-50) dari bawang merah varietas Tajuk M1. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-Oktober 2019 di Kelurahan Libuo Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan enam taraf konsentrasi larutan kolkisin (0, 0.1, 0.2, 0.3, 0.4 dan 0.5% (w/v) yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa larutan kolkisin konsentrasi 0-0.5% berpengaruh nyata pada jumlah anakan dan persentase benih tumbuh abnormal dan karakter warna daun bawang merah varietas Tajuk generasi mutan harapan M1, tapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi, bobot basah dan bobot kering umbi. Hasil analisis CurveExpert 1.3, nilai lethal concentration (LC) larutan kolkisin pada umbi bawang ini dapat diper-oleh pada konsentrasi 0.33% (w/v) pada LC30. Kata kunci: abnormal, LC30, LC50, mutagen, mutan putatif
Genetic Diversity of Agronomic Traits in Rice (Oryza sativa L.) Using Several Colchicine Concentrations Hasan, Erfina N; Husain, Indriati; Yamin, Mayasari; Rahim, Yunnita; Dama, Hasna
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2522

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of various colchicine concentrations on the genetic diversity of agronomic traits in rice (Oryza sativa L.). The experiment was conducted at the Agricultural Modernization Application Center (BRMP) Gorontalo from January to April 2025, employing a two-factor factorial completely randomized design (CRD). The first factor was rice variety, comprising two levels: V1 (Inpago 13 Fortis) and V2 (Inpari Nutri Zinc), while the second factor was colchicine concentration with four levels: P0(control/0 ppm), P1 (750 ppm), P2(1000 ppm), and P3 (1250 ppm). Each treatment combination was replicated three times, resulting in 24 experimental units. Observed parameters included both vegetative and generative phases. Results indicated that colchicine did not exert a significant overall effect on either vegetative or generative traits; however, certain concentrations induced an increase in the number of spikelets in the Inpago 13 Fortis variety. In contrast, Inpari Nutri Zinc exhibited higher tolerance to colchicine, maintaining stable growth and morphology across all concentrations. These findings highlight that colchicine effectiveness is highly dependent on dosage and genotype response, emphasizing the need for optimal concentrations to induce mutations without causing toxic effects, thereby providing a foundation for rice mutation breeding.
Genetic Variation of Sorghum (Sorghum bicolor L.) at Several Colchicine Concentrations Based on Agronomic Characteristics Adam, Marta; Husain, Indriati; Yamin, Mayasari; Nurdin; Dude, Suyono
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2523

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor L.) serves as an alternative food source to rice due to its rich nutritional content. The development of sorghum through breeding can be facilitated using colchicine. This study aimed to: (1) identify sorghum varieties exhibiting the best performance based on agronomic traits; (2) determine the effective colchicine treatment for increasing genetic variation in sorghum varieties; (3) identify agronomic traits with high genetic variability influenced by multiple genes; and (4) evaluate the best interaction between colchicine and variety based on sorghum agronomic traits. The study was conducted from January to April 2025 in the Greenhouse of the Agricultural Assembly and Modernization Agency, Gorontalo. The experiment employed a factorial Completely Randomized Design (CRD), where the first factor consisted of two varieties, Numbu and Kawali, and the second factor comprised four colchicine concentrations: 0 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, and 1250 ppm. Each treatment was replicated three times, resulting in a total of 24 experimental units. The results indicated that the Numbu variety exhibited the highest genetic variability based on leaf area; a colchicine concentration of 750 ppm effectively enhanced sorghum plant variability; plant height, panicle length, and leaf area displayed high genetic variation and were controlled by multiple genes; and the interaction of the Numbu variety with 750 ppm colchicine showed the most favorable performance based on the selection traits of panicle length, plant height, and leaf area. Therefore, this combination holds potential for the colchicine-based development of sorghum
Induction Of In Plantain (Musa acuminata L.) Using The Growth Regulators 2,4-Dichlorophenoxyacetic & BAP (Benzyl Amino Purin) Nur Fitriani, Defy; Indriati Husain; Sutrisno Hadi Purnomo
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2608

Abstract

Plat propagation through is a method of prodycing new plants by growing unspecified clusters (callus) from small pieces of tissue (explants) such as Gapi banana flowers. This study seeks to determine the appropriate doses of 2,4-D and BAP for callus formation. The study was conducted from September to October 2025 at the Tissue Culture Laboratory of Gorontalo State University, using male Gapi banana flowers explants. The experiment used a randomized block design (RBD) involving two factors: 2,4-D (2ppm) and BAP (5, 10, 15 ppm). The percentage of live explants (%) was observed weekly for 30 days. Final observation included browning, The results showed that the addition of 2,4-D and BAP to the medium greatly affected the percentage of live explants. Without these substances, the explants turned brown. Fungal contamination was dominant at D0 (control) and D2 (2 ppm 2,4-D + 10 ppm BAP). The callus was white/cream to greenish in color, with a firm texture. The percentage of callus-forming explants (%) increased with the addition of BAP (5, 10 and 15ppm), significantly affecting callus formation.