Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

POLA ASUH DAN PENANAMAN NILAI ANTI KEKERASAN PADA ANAK KELUARGA BROKEN HOME Suciati; Maimun; Muhamad Ahyar Rasidi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.488

Abstract

Keluarga broken home merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan moral anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh dalam keluarga broken home serta nilai anti-kekerasan yang dapat ditanamkan, termasuk tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan dan dokumentasi pada guru, orang tua, dan enam siswa kelas IV-VI dari keluarga broken home di SDN Bunsumpak Puyung Lombok Tengah. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh yang dominan adalah pola asuh permisif dan penelantaran. Nilai anti-kekerasan seperti saling menghargai dan tidak membalas kekerasan telah diperkenalkan melalui pembinaan sekolah, namun belum optimal. Tantangan utama adalah keterbatasan waktu orang tua, pengaruh media sosial, dan kurangnya pendampingan emosional. Dan juga dibutuhkan kolaborasi antara guru dan orang tua melalui komunikasi, pembinaan karakter berkelanjutan, dan pendampingan emosional dalam menanamkan nilai anti-kekerasan pada anak dari keluarga broken home.
PENGARUH APLIKASI LET’S READ TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH Baiq Cindi Salsabila; Sultan; Muhamad Ahyar Rasidi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.489

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV MI NW Selaparang Kediri, khususnya dalam menentukan ide pokok, memahami informasi tersurat, memahami makna kata, dan menyimpulkan isi bacaan, sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran seperti aplikasi Let’s Read. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe Non-Equivalent Control Design, melibatkan 17 siswa kelas eksperimen dan 18 siswa kelas kontrol, dengan teknik pengumpulan data berupa pretest dan posttest serta analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene’s Test, dan Independent Sample t-test berbantuan SPSS. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 59,59 dan kelas kontrol 61,22, kemudian meningkat pada posttest menjadi 75,24 pada kelas eksperimen dan 66,00 pada kelas kontrol, dengan hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya pengaruh signifikan. Penggunaan aplikasi Let’s Read terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dan dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran literasi yang inovatif dan kontekstual di sekolah dasar.
The Impact of Contextual Teaching and Learning on Students’ Communication Skills Akhmad Asyari; Muhamad Ahyar Rasidi
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 1 (2026): International Journal of Teaching: IN PROGRESS
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i1.429

Abstract

This study aimed to examine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on university students’ communication skills. The study employed a quasi-experimental method using a pretest–posttest control group design. The research subjects consisted of two classes: an experimental class implementing the CTL model and a control class using conventional instruction. The results showed that the mean pretest score of students’ communication skills in the experimental class was 66, while that of the control class was 63, indicating relatively equivalent initial abilities. After the treatment, the mean posttest score of the experimental class increased to 84, whereas the control class reached 71. The N-gain value of the experimental class was 0.50, categorized as moderate, while the control class obtained an N-gain of 0.23, categorized as low. Furthermore, an effect size of 0.82 indicated a large impact of the CTL model on students’ communication skills. Therefore, the CTL model is statistically and practically effective in improving university students’ communication skills.
ADVOKASI SEBAYA DAN KOLABORASI KEMITRAAN DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI MADRASAH IBTIDAIYAH Nuruddin; Muhamad Ahyar Rasidi; Syudirman
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): ALAINA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT: IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i1.422

Abstract

Pengabdian ini bertujuan menguatkan literasi guru, orang tua, dan siswa mengenai advokasi teman sebaya sebagai strategi pencegahan bullying pada anak usia sekolah dasar di MI NW Montong Selat. Pelaksanaan program dilakukan melalui enam tahapan, yaitu observasi dan wawancara, perancangan program, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Observasi dan wawancara bertujuan memetakan dinamika sosial siswa, potensi munculnya perilaku bullying, serta karakter budaya sekolah, termasuk informasi dari kepala sekolah dan guru terkait program pembinaan karakter yang telah diterapkan. Tahap perancangan program disusun berdasarkan analisis kebutuhan yang menempatkan isu bullying sebagai fokus utama dan dirancang secara kolaboratif bersama seluruh warga sekolah. Sosialisasi dan pelatihan menghadirkan pemaparan mengenai konsep bullying, dampaknya, serta strategi pencegahan berbasis advokasi sebaya yang dilengkapi studi kasus dan diskusi untuk membangun komitmen menciptakan lingkungan aman dan inklusif. Pendampingan dilakukan melalui pembahasan kasus nyata, penguatan keterampilan guru dalam menangani perilaku siswa secara empatik, serta peningkatan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua. Monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya penguatan nilai karakter melalui berbagai aktivitas sekolah meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana. Secara keseluruhan, program ini meningkatkan literasi sosial, kesadaran anti-bullying, dan kolaborasi pemangku kepentingan, serta memerlukan kesinambungan untuk menjaga keberlanjutan dampaknya