Iin Solihin
Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian, Jl.Lingkar Akademik 16680 IPB University, Bogor Indonesia. Telp.0251 8622935

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KEBUTUHAN FASILITAS POKOK PANGKALAN PENDARATAN IKAN CISOLOK 10 TAHUN MENDATANG Ayang Armelita Rosalia; Anwar Bey Pane; Iin Solihin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.71 KB) | DOI: 10.29244/core.2.2.185-196

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan Cisolok (PPIC) terletak di sebelah barat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara  Palabuhanratu (PPNPr). Aktifitas di PPIC cukup ramai, karena fasilitas di PPIC belum memadai, maka PPIC tidak dapat digunakan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prediksi volume produksi ikan hasil tangkapan di daratkan, menentukan prediksi jumlah armada penangkapan ikan, mendapatkan besaran kebutuhan panjang dermaga dan luas kolam pelabuhan untuk saat ini dan kebutuhan 10 tahun ke depan di PPIC. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Perhitungan kebutuhan dermaga dan luas kolam saat ini dan 10 tahun kedepan menggunakan data bulanan produksi hasil tangkapan, jumlah dan ukuran armada penangkapan ikan; data hasil pengukuran langsung yaitu panjang dermaga, luas kolam, panjang kapal dan draft maksimum kapal yang paling besar, data hasil pengamatan langsung; yaitu kondisi fasilitas dermaga dan kolam pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi volume produksi ikan hasil tangkapan di PPIC pada tahun 2018 sebesar 1.188,603 ton, dan mencapai 5.426,818 ton pada tahun 2027. Prediksi jumlah armada penangkapan ikan pada tahun 2018 sebanyak 280 unit, dan mencapai 357 unit pada tahun 2027. Prediksi penambahan panjang dermaga yang dibutuhkan yaitu sebesar 742 m, juga diperlukan penambahan luas kolam pelabuhan menjadi 72.254 m2 dan kolam -2,6 m.Kata kunci: Fasilitas pokok pelabuhan, pelabuhan perikanan, pengembangan pelabuhan, PPI Cisolok.
FASILITAS DAN TINGKAT OPERASIONAL PELABUHAN PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH Kurniawan Fazri; Iin Solihin; Mustaruddin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.007-016

Abstract

Potensi sumberdaya ikan di perairan Kabupaten Aceh Selatan yang termasuk pada Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP 572) relatif besar mencapai 1.240.975 ton per tahun. Namun demikian, produksi perikanan laut di wilayah ini masih relatif rendah yaitu baru mencapai 30.961,73 ton pada tahun 2020 (DKP Aceh Selatan 2020). Artinya kontribusi Kabupaten Aceh Selatan masih relatif rendah. Salah satu faktor yang diduga menyebabkan masih rendahnya pemanfaatan sumberdaya ikan di Kabupaten Aceh Selatan adalah keterbatasannya infrastruktur pelabuhan perikanan yang ada di wilayah ini. Padahal keberadaan pelabuhan perikanan ini sangat penting bagi pemanfaatan sumberdaya perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas dan tingkat operasional pelabuhan perikanan di Kabupaten Aceh Selatan. Analisis yang digunakan adalah metode komparatif yang membandingkan fasilitas dan operasional antar pelabuhan perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas dasar di pelabuhan perikanan di Kabupaten Aceh Selatan rata rata baru mencapai 58,2%. Pelabuhan perikanan dengan tingkat operasional tertinggi adalah PPI Meukek yang mencakup penyediaan bahan bakar minyak, es, air bersih, frekuensi kunjungan kapal, produksi hasil tangkapan, pedagang dan pengolah. Kata kunci: Aceh Selatan, fasilitas, operasional, pelabuhan perikanan
Estimasi Ketersediaan Ikan dan Kebutuhan Bahan Baku Industri Pengolahan Ikan Di PPN Brondong Lamongan Lisa Nur Hidayah; Iin Solihin; Eko Sri Wiyono; Mochammad Riyanto
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 13 No. 1 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v13i1.40569

Abstract

The Brondong Fishing Port is the largest in East Java. The catches landed in the Brondong fishing port increase, but they are insufficient to meet the raw material necessity of the existing processing industry. The study aims at estimating fish availability and the necessity of raw materials for the fish processing industry in the Brondong fishing port. This research was conducted from January to March 2022 by using a descriptive method. Data were collected through interviews and a literature study. The results revealed that the installed capacity for eight fish processing industries in the Brondong fishing port counted as 123,300 tons/year. Starry triggerfish, Lizard fishes, Streaked spine foot, freckled goatfish, squid, croaker, red snapper, spotted sil, grouper, threadfin breams, hardtail, big eyes, and yellow pike conger were all necessary for the processing industry. In contrast, the estimation of fish availability for the fish processing industry at Brondong fishing port counted as 45,086 tons/year. It indicated a gap between fish availability and the demand from the fish processing industry in the Brondong fishing port. This may impact the fish processing industry's development in the Brondong fishing port. Keywords: Raw material necessity, fish availability, fish processing industry
A Path Analysis of Sustaining Small Scale Fishing Industry in Indonesia Dedy Putra Wahyudi; Eko Sri Wiyono; Budy Wiryawan; Iin Solihin
International Journal of Agriculture System VOLUME 2 ISSUE 1, JUNE 2014
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.158 KB) | DOI: 10.20956/ijas.v1i1.18

Abstract

The over exploitation of the international fishing activities does affect the sustainability of the local small-scale fishing industry. The small scale fishing industry sectors especially economic, social, ecological, and governance in Indonesia has not been well managed. The objective of this paper is therefore to analyze the causal relationships between the four variables using a path analysis technique. The results of this analysis showed that the economic factor has the largest effect on the small-scale fisheries system. Future studies should emphasized more on the economic variable to sustain the local fishing industry in Indonesia.
TINGKAT EFISIEN PEMASARAN IKAN LAUT SEGAR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG Miftachul Huda; Iin Solihin; Ernani Lubi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2015): MEI 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3623.991 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.91-104

Abstract

Pemasaran merupakan kunci dari keberlanjutan aktivitas perekonomian tidak terkecuali ikan hasil tangkapan yang berasal dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Ikan yang didaratkan di PPN Brondong beragam. Ikan swangi (Priacanthus tayenus) dan ikan kuniran (Upeneus sulphureus) merupakan ikan hasil tangkapan dominan serta ikan tongkol (Euthynnus affinis) dan ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) merupakan ikan ekonomis tinggi yang di daratkan di PPN Brondong. Nelayan PPN Brondong perhari rata-rata melakukan penangkapan ikan 159 ton ikan. Potensi besarnya hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Brondong harus dapat diimbangi dengan pemasaran yang baik. Aktivitas pemasaran harus dapat dilakukan se efisien mungkin sehingga dari sisi bisnis dapat memberikan keuntungan yang besar dari hasil kegiatan pemasaran ini. Aktivitas distribusi pemasaran ikan yang berasal dari PPN Brondong saat ini masih belum efisien dikarenakan aktivitas pemasaran masih menggunakan alat-alat yang tradisional. Melihat kondisi itu penting untuk mengetahui tingkat efisien dari aktivitas pemasaran ikan yang berasal dari PPN Brondong. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung tingkat efisiensi pemasaran ikan yang ada di PPN Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Penelitian akan dilaksanakan dengan metode kasus terhadap strategi peningkatan efisiensi pemasaran dalam pendistribusian ikan dari Pelabuhan Perikanan Pantai (PPN) Brondong. Analisis yang dipergunakan yaitu dengan rumus efisiensi pemasaran. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa aktivitas pemasaran yang ada di PPN Brondong tidak efisien. Terbukti berdasarkan analisis didapatkan ikan swangi memiliki tingkat Eps 45,44%, ikan kuniran 38,98%, ikan tongkol 57,94% dan ikan kakap merah 25,65% dengan dinyatakan dimana pemasaran dikatakan efisien jika memiliki Eps <5%.
PERSEPSI SUPPLIER DAN NILAI TAMBAH RANTAI PASOK IKAN LAYUR DI PT PIB, PPN MUARA ANGKE Retno Muninggar; Muhamad Irfan; Iin Solihin; Tri Nanda Citra Bangun; Dwi Putra Yuwandana; Didin Komarudin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.103-115

Abstract

Permasalahan yang dihadapi industri pengolahan ikan layur di PPN Muara Angke adalah ketidakpastian pasokan bahan baku. Ketersediaan bahan baku yang tidak pasti dapat menyebabkan ketidaklancaran pada proses produksi dan rendahnya utilitas industri perikanan. Untuk menilai efektivitas rantai pasok perlu menilai kelancaran informasi dan bahan baku serta nilai tambah produk. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan persepsi supplier terhadap kelancaran pasokan dari ikan layur, dan menghitung nilai tambah pengolahan ikan layur. Penelitian ini menggunakan metode case study dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan pendekatan skoring untuk menghitung persepsi dan metode Hayami untuk analisis nilai tambah. Persepsi supplier terhadap aliran informasi dan bahan baku menunjukkan hasil yang beragam, untuk supplier nelayan dari dalam PPN Muara Angke menunjukkan persepsi yang lebih baik karena adanya kemitraan dengan pihak PT PIB dan dukungan PPN Muara Angke berupa fasilitas pelabuhan. Nilai tambah pengolahan produk layur beku adalah Rp136.891,37/kg, hal ini menunjukkan bahwa usaha ikan layur beku menguntungkan. Faktor konversi memiliki nilai 1,58 yaitu setiap satu kg bahan baku ikan layur yang digunakan akan menghasilkan 1,58 kg output atau produk. Kata kunci: ikan layur, persepsi, PPN Muara Angke, PT PIB, rantai pasok
PERSEPSI SUPPLIER DAN NILAI TAMBAH RANTAI PASOK IKAN LAYUR DI PT PIB, PPN MUARA ANGKE Retno Muninggar; Muhamad Irfan; Iin Solihin; Tri Nanda Citra Bangun; Dwi Putra Yuwandana; Didin Komarudin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.103-115

Abstract

Permasalahan yang dihadapi industri pengolahan ikan layur di PPN Muara Angke adalah ketidakpastian pasokan bahan baku. Ketersediaan bahan baku yang tidak pasti dapat menyebabkan ketidaklancaran pada proses produksi dan rendahnya utilitas industri perikanan. Untuk menilai efektivitas rantai pasok perlu menilai kelancaran informasi dan bahan baku serta nilai tambah produk. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan persepsi supplier terhadap kelancaran pasokan dari ikan layur, dan menghitung nilai tambah pengolahan ikan layur. Penelitian ini menggunakan metode case study dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan pendekatan skoring untuk menghitung persepsi dan metode Hayami untuk analisis nilai tambah. Persepsi supplier terhadap aliran informasi dan bahan baku menunjukkan hasil yang beragam, untuk supplier nelayan dari dalam PPN Muara Angke menunjukkan persepsi yang lebih baik karena adanya kemitraan dengan pihak PT PIB dan dukungan PPN Muara Angke berupa fasilitas pelabuhan. Nilai tambah pengolahan produk layur beku adalah Rp136.891,37/kg, hal ini menunjukkan bahwa usaha ikan layur beku menguntungkan. Faktor konversi memiliki nilai 1,58 yaitu setiap satu kg bahan baku ikan layur yang digunakan akan menghasilkan 1,58 kg output atau produk. Kata kunci: ikan layur, persepsi, PPN Muara Angke, PT PIB, rantai pasok
Implementasi Praktik Baik Perikanan Tangkap Berkelanjutan di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Tri Wiji Nurani; Prihatin Ika Wahyuningrum; Rianti Dyah Hapsari; Nurani Khoerunnisa; Elvanri Anggi Widianti; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin; Muhammad Dahri Iskanda; Sugeng Hari Wisudo
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.1.98-111

Abstract

Fish Landing Bases Pasir, Karangduwur, and Argopeni are centers of fishing activities in Ayah District Kebumen Regency. Most fisher have limited knowledge related to the sustainability of fish resources, environmentally friendly fishing technology, good fish handling, and business management. Community service activities for Lecturers Returning to Kampung IPB are carried out to increase the capabilities of fishers in Kebumen Regency through the implementation of good practices in sustainable capture fisheries. Activities are carried out in three stages, namely: 1) Exploration of issues and problems; 2) Program implementation; and 3) Follow-up. The results of the activity show that the deepening of issues and problems becomes the basis for focusing on the preparation of implementation materials. Dissemination and discussions have been effective in increasing stakeholders' understanding of good practices in sustainable capture fisheries. As a follow-up activity, fishermen's capabilities need to be continuously improved in terms of catching lobsters that are already fit for catching, doing good fish handling for export commodity fish starting from the catching process to marketing distribution, processing abundant fish during the fish season, as well as effective business and financial management to address to the presence of seasonal fish.
POLA DISTRIBUSI DAN EFISIENSI PEMASARAN IKAN CAKALANG DI PPI DUFA-DUFA KOTA TERNATE Rian Hidayat; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin; Roza Yusfiandayani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.235-242

Abstract

Hasil tangkapan Ikan di Kota Ternate sebagian besar didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dufa-dufa. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan salah satu pelabuhan yang menjadi pusat pengembangan ekonomi industri perikanan baik dari segi produksi maupun penjualan. Cakalang merupakan salah satu jenis ikan yang didaratkan di PPI Dufa-dufa. Cakalang menjadi hasil tangkapan unggulan nelayan di PPI Dufa-dufa selain tuna, tongkol dan kembung. Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui pola distribusi dan efisiensi pemasaran ikan cakalang di PPI Dufa-dufa Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis data yaitu data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan adanya 5 jalur distribusi ikan cakalang yaitu: jalur I terdiri dari: nelayan, pelaksana, pedagang (dibo-dibo). Jalur distribusi II terdiri dari: nelayan, pedagang (dibo-dibo). Jalur distribusi III yaitu: nelayan, pedagang (dibo-dibo), pedagang kecil. Jalur distribusi IV terdiri dari nelayan, pelaksana, perusahaan. Jalur V yaitu terdiri dari: nelayan dan konsumen. Berdasarkan kriteria efisiensi pemasaran ikan cakalang di PPI Dufa-dufa Kota Ternate pada setiap jalur distribusi menunjukan bahwa efisiensi pemasaran masih di bawah <5% dimana pada pada pelaku distribusi pelaksana sebesar 0,00, pedagang (dibo-dibo) 1,58 dan pedagang kecil 4,17%. Kata kunci: cakalang, efisiensi pemasaran, pola distribusi, PPI Dufa-dufa