Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Pemberian Kapsul Ekstrak Daun Kelor Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Dengan Anemia Audia Pebriani; Siti Aisah; Edy Soesanto
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.17530

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (hemoglobin) tidak mencukupi kebutuhan fisiologis. Masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi, hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Cara untuk menanggulangi atau mencegah terjadinya anemia defisiensi besi yaitu dengan farmakologi (pemberian tablet tambah darah) dan non farmakologi, dan intervensi yang diberikan ialah pemberian ekstrak kapsul daun kelor 500mg, 2x1 yang dikonsumsi selama 14 hari. Tujuan : Pemberian ekstrak kapsul daun kelor ini bertujuan untuk meningkatkan HB dan menangani anemia. Metode : Desain studi ini menggunakan desain studi kasus singlecase dengan pendekatan studi pre and post test yang dilakukan dengan rangkaian proses asuhan keperawatan. Kriteria dalam subjek studi kasus ini adalah remaja putri yang berusia 16-18 tahun. Hasil : Pemberian ekstrak kapsul daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar HB pada remaja putri yang mengalami anemia, dengan Δ rerata 1.4 g/dl. Kesimpulan : Pemberian kapsul ekstrak daun kelor yang diberikan dua kali sehari selama 14 hari dan konsumsi tablet tambah darah 1x/minggu, disertai pola makan yang baik dengan kualitas makanan yang mengandung banyak sumber gizi dan protein terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin (HB).
Penerapan terapi Swedish massage terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Aditya Sifa Maulana; Siti Aisah
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i2.18714

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi isu global dimana sampai saat ini angka kasusnya mengalami peningkatan. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah keseluruh tubuh sehingga memicu terjadinya penebalan otot jantung. Oleh karena itu diperlukan intervensi, salah satunya dengan terapi swedish massage. Studi kasus ini bertujuan menerapkan terapi swedish massage untuk menurunkan tekanan darah. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan untuk menerapkan terapi swedish massage pada pasien hipertensi. Subjek dalam studi kasus ini berjumlah 3 orang pasien yang mengalami hipertensi berusia antara 50-80 tahun, yang menderita hipertensi ringan hingga sedang dan tidak mengonsumsi obat penurun tekanan darah. Terapi swedish massage dilaksanakan dalam 2 minggu sebanyak 8 sesi, dimana masing-masing sesi berlangsung selama 20 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat tensimeter digital sebanyak 2x pengukuran yaitu sebelum dan setelah diberikan terapi swedish massage. Hasil pengukuran tekanan darah sebelum diberikan intervensi penerapan swedish massage diketahui bahwa 2 subyek studi menderita hipertensi ringan dan 1 subyek studi hipertensi sedang. Setelah diberikan intervensi swedish massage rata-rata tekanan darah sistolik menurun sebesar 20,33 mmHg dan tekanan darah diastolik menurun rata-rata sebesar 12,33 mmHg. Hasil tersebut menunjukkan seluruh subyek studi mengalami penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi Swedish massage.
The Effect of Tiktok-Based Anemia Education on Knowledge, Adherence to Iron Supplement Consumption, and Hemoglobin Levels among Adolescent Girls: A Literature Review Reni Purwandari; Siti Aisah; Chanif Chanif
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.1792

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a significant public health problem, largely driven by inadequate iron intake and low adherence to iron supplementation programs. Traditional health education methods are often less engaging for Generation Z, highlighting the need for innovative digital approaches. TikTok, a widely used social media platform, offers short-form audiovisual content that may enhance health education delivery. This study aimed to examine the effectiveness of TikTok-based anemia education in improving knowledge, adherence to iron supplementation (Tablet Tambah Darah/TTD), and hemoglobin levels among adolescent girls. A literature review was conducted using articles retrieved from PubMed/MEDLINE, ScienceDirect, Google Scholar, and the Indonesian Publication Index (IPI). The search covered publications from 2020 to 2025 using the keywords: (“TikTok” OR “short-form video” OR “social media intervention”) AND (“anemia” OR “iron deficiency”) AND (“adolescent girls”) AND (“knowledge” OR “adherence” OR “hemoglobin”). A total of 116 articles were initially identified. After screening titles and abstracts, 74 articles were retained, and 44 full-text articles were assessed for eligibility. Based on predefined inclusion and exclusion criteria, 20 studies were included in the final analysis. Data were analyzed using thematic analysis to identify patterns related to intervention characteristics, outcomes, and effectiveness. The findings indicate that TikTok-based and other audiovisual educational interventions significantly improve adolescents’ knowledge of anemia, increase adherence to iron supplementation, and contribute to improved hemoglobin levels. TikTok-based education represents an effective and innovative digital health promotion strategy for strengthening anemia prevention efforts among adolescent girls.
Implementasi “SEDAP” sebagai Strategi Pemberdayaan Komunitas dalam Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi serta Diabetes Melitus Luthfiana Azahra Romanti; Faisal Al Nasyir; Much Nurkharistna Al Jihad; Siti Aisah; Ernawati Ernawati
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.21918

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus menjadi masalah kesehatan utama pada agregat dewasa dan lansia di RW 01 Kelurahan Sendangguwo akibat perilaku hidup yang cenderung berisiko dan keterbatasan informasi kesehatan. Kondisi ini diperberat oleh belum optimalnya pemantauan kesehatan berkala serta deteksi dini terhadap penyakit tidak menular di wilayah tersebut. Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Desain studi menggunakan deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Intervensi keperawatan yang diterapkan berbasis pemberdayaan masyarakat dan kemitraan, meliputi skrining kesehatan (cek tekanan darah dan gula darah), edukasi kesehatan, demonstrasi camilan sehat (rice pudding alpukat), aktivitas fisik berupa senam bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif warga, optimalisasi peran kader kesehatan, serta peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan adaptif penderita dalam pengelolaan mandiri penyakit mereka. Simpulan dari kegiatan ini adalah penerapan asuhan keperawatan komunitas yang terintegrasi dan berbasis pemberdayaan masyarakat terbukti efektif memperbaiki perilaku kesehatan berisiko serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.
Cadre Empowerment For The Implementation of Posyandu in The Integrated Primary Care (Ipc) Program: A Scoping Review Ujang Riyanto; Vivi Yosafianti Pohan; Siti Aisah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62104

Abstract

The transformation of Indonesia's health system through the Integrated Primary Care (IPC) Program has positioned Posyandu cadres as key actors in delivering life-course-based primary healthcare services. Cadre empowerment has become a crucial strategy for enhancing the successful implementation of IPC; however, the available evidence remains fragmented across different studies. This scoping review aimed to map the existing evidence on cadre empowerment in the implementation of Posyandu within the Integrated Primary Care (IPC) Program. The review followed the Joanna Briggs Institute (JBI) methodology and the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) guidelines. A systematic literature search was conducted in PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar. Of the 124 records identified, 15 studies met the inclusion criteria and were synthesized using narrative analysis. All included studies were published between 2025 and 2026 and employed various research designs, including cross-sectional (40.0%), mixed methods (20.0%), qualitative (20.0%), pre-/quasi-experimental (13.3%), and community service program studies (6.7%). Three major themes emerged: (1) training, mentoring, supervision, and digital learning improved cadres' knowledge, skills, self-efficacy, readiness, and performance; (2) individual, psychological, and organizational factors—including motivation, leadership, perceptions of change, incentives, and resource availability—influenced the implementation of IPC; and (3) implementation challenges included shortages of human resources, logistics, digital reporting systems, funding, supervision, and cross-sectoral collaboration. The findings indicate that cadre empowerment is a fundamental strategy for strengthening the implementation of Posyandu within the IPC Program. Sustainable capacity building through competency-based training, continuous mentoring, supportive supervision, certification, organizational support, and the integration of digital technologies is essential to improve the quality and sustainability of primary healthcare services.