Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERENCANAAN SISTEM USAHATANI LAHAN KERING DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BAU-BAU PULAU BUTON SULAWESI TENGGARA Umar Ode Hasani; Laode Agusalim Mando
Jurnal Ecogreen Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.444 KB)

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dan penerapan pola tanam dan agroteknologi yang tidak sesuai dengan kelas kemampuan lahan menyebabkan perubahan kualitas sumberdaya  lahan di DAS Bau-Bau.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara penggunaan lahan dan kelas kemampuan lahan di DAS Bau-bau, dan menyusun rekomendasi perencanaan pengelolaan lahan yang berkelanjutan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi penggunaan lahan, dan metode evaluasi pola tanam dan penggunaan agroteknologi serta analisis finasial usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua penggunaan lahan sudah sesuai dengan kelas kemampuan lahan.  Faktor penghambat utama yang dijumpai dalam pengelolaan lahan adalah kemiringan lereng berombak sampai agak curam.  Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian penggunaan lahan dengan kelas kemampuan lahan dan pola tanam dan agroteknologi khusus pada lahan kelas I dan II, maka aplikasi pola tanam dan agroteknologi yang ditawarkan pada tegalan dan kebun campuran tersebut  adalah perbaikan penerapan pola tanam (multiple cropping), pemupukan, teknik konservasi tanah dan/atau dikombinasikan dengan ternak, sedangkan pada lahan kelas IV dan VI pada daerah semak belukar adalah :  Hutan sekunder untuk tanaman kehutanan diikuti dengan teknik konservasi tanah (teras gulud atau bangku , tanaman penutup lahan) dan/atau pengembalaan ternak. Dengan demikian, rekomendasi ini diharapkan dapat dijadikan dasar dalam menyusun perencanaan pengelolaan lahan sesuai potensi dan  kelas kemampuan lahan yang ada di seluruh daerah aliran sungai (DAS)  Bau-bau. Kata Kunci : Evaluasi Kesesuaian Lahan, Rencana Pengelolaan Lahan, DAS
PRIORITAS PENGELOLAAN SUB DAS BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOMETRI DI DAS KONAWEHA Kahirun Kahirun; La Baco S.; Umar Ode Hasani
Jurnal Ecogreen Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.092 KB)

Abstract

ABSTRAKAnalisis kuantitatif parameter morfometri DAS merupakan suatu hal yang penting digunakan dalam mengevaluasi DAS Konaweha, dalam menentukan prioritas untuk konservasi tanah dan air dan pengelolaan sumberdaya alam dalam skala mikro pada level Sub DAS. Sebab peningkatan pengelolaan sumberdaya  lahan, tanah dan air pada suatu DAS, memerlukan data tentang karakteristik morfometri yang mengindikasikan tentang degradasi dan erosi tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (i) menghitung dan menganalisis karakteristik morfometri DAS Konaweha dan Sub DASnya, (ii) menganalisis dan menentukan skala ranking atau prioritas pengelolaan DAS pada semua Sub DAS di  DAS Konaweha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DAS Konaweha dengan karakteristik morfometri terdiri dari parameter  areal, linear dan bentuk  seperti kerapatan sungai, tingkat percabangan sungai, frekuensi sungai, rasio bentuk DAS, faktor bentuk, rasio membundar dan rasio memanjang, dapat disimpulkan bahwa DAS Konaweha dan semua Sub DAS nya umumnya merupakan DAS yang memanjang yang menunjukkan debit puncak banjir yang tidak terlalu cepat dengan waktu penurunan yang tidak terlalu lambat, air mempunyai banyak waktu tersimpan/terinfiltrasi ke dalam tanah.  DAS Konaweha tidak rawan banjir, namun apabila jika terjadi kondisi iklim yang ekstrim mengalami banjir besar, maka penggenangan karena banjir tersebut akan terjadi dalam waktu yang relatif lama, sehingga DAS Konaweha sangat peka terhadap banjir puncak (peak of discharge). Berdasarkan analisis karakteristik morfometri beberapa Sub DAS menunjukkan sebagai  prioritas utama untuk dilakukan pengelolaan seperti Sub DAS Konaweha Lahumbuti, Sub DAS Tinobu, Sub DAS Kokapi, Sub DAS Lembo dan Sub DAS Aloalo. Kata kunci: Sub DAS, Analisis Multivariat,  Korelasi Parameter Morfometri, Prioritas Pengelolaan.  ABSTRACTThe analysis of quantity watershed morfometric is most interesting used to evaluated Konaweha Watersheed  and to determine management priority soil and water conservation, and natural resources at micro watherseed or Sub Watersheed. Because improving management of land resources, soil and water in watersheed need data about  morphometry characteristics who indicate land degradation and errosion. The aims of research is: (i) to compute and analysis morphometry characteristics Konaweha Watersheed and their sub watersheed, ( ii) to analysis  and  determine ranking scale or priority of watersheed management of all sub watersheed in Konaweha Watersheed. The results of research showed that Konaweha Watersheed have morphometry characteristics i.e. linear, areal and shape parameter as area of watersheed,  perimeter watersheed, length of watersheed, bifurcation ratio, drainage density, stream frequency, form factor ratio, shape factor, circulatory ratio and elongation ratio, can be concluded that Konaweha Watersheed and all of their sub watersheds have shape elongation to show that peak discharge  not quickly with time of recession is not slowly, the water many time to recharge as infiltration water in soil. Konaweha Watersheed is not prone to flooding, but if there is extreme climatic conditions then cause the Konaweha Watershed to flood large, resulting in waterlogging in a relatively long time, so Konaweha Watersheed is very sensitive to peak discharge.  According analysis morphometry characteristics some sub watersheed show that as the first priority to manage i.e. Konaweha-Lahumbuti Sub Watersheed, Tinobu Sub Watersheed, Kokapi Sub Watersheed, Lembo Sub Watersheed and Aloalo Sub Watersheed. Key Words: Sub Watersheed, Multivariat Analysis, Correlation Morphometri Parameter, Priority of Management 
ALTERNATIF PEMBANGUNAN KEHUTANAN BERBASIS AGROFORESTRY MENGATASI EROSI TANAH DI DAS ONEWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Umar Ode Hasani; Sitti Marwah; La Ode Alwi
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.847 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitinan ini adalah : (1) Mengetahui tingkat erosi pada setiap penggunaan lahan di DAS Onewila dan (2) Merumuskan rekomendasi pembangunan kehutanan berbasis agroforestry di DAS Onewila. Hasil peneltian menunjukkan bahwa (1) Tingkat erosi pada kawasan hutan lebih rendah dari Etol, sedangkan tingkat erosi pada kawasan pertanian, semak belukar dan permukiman lebih besar dibandingkan dengan ETol dan (2) Rekomendasi pembangunan kehutanan berbasis agrofoestry di DAS Onewila khususnya di kawasan pertanian dan semak belukar adalah (a) Pengaturan pola tanam (tumpangsari, tumpang gilir, tumpang sisip) dan dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian, (b) Pembuatan teras dan penanaman tanaman penguat teras searah kontur, serta (c) Penanaman tanaman penutup tanah dengan tanaman leguminose atau rumput pakan ternak untuk mencegah atau menekan erosi tanah yang terjadi sampai erosi yang dapat ditoleransikan pada musim hujan. Kata Kunci : Pembangunan, Agroforestry, Erosi Tanah, dan DAS
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN MELALUI PENERAPAN SISTEM AGROFORESTRI DI DESA LAMBAKARA KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN Nur Arafah; Sahindomi Bana; Umar Ode Hasani; Abdul Manan; Nurhayati Hajar; Asrianti Arif; Lade Ahmaliun; La Gandri; Herlan Hidayat; Muhamad Saleh Qadri
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpnus.v2i2.28414

Abstract

Land use must take into account the ecological, economic and socio-cultural factors of the community. Optimization of ecologically effective land use can provide a soil protection function to maintain soil fertility so that crop yields are maintained without damaging the environment. While economically it can help meet the needs of the household community at a certain time and in the long term. The socio-cultural considerations of the community are considered in order to fulfill the preferences and technology owned by the community in utilizing their land through the agroforestry system. The purpose of this activity is to educate the community about the importance of land management with agroforestry systems. The method used in this activity is a participatory approach through real action involving village officials and local communities. Indicators of the implementation of this program running smoothly can be seen from the involvement of the Lambakara Village government and community members in the activity program starting from the introduction of activities, socialization and training on the application of agroforestry. This activity has also carried out the planting of 1000 trees with an agroforestry approach consisting of 300 nutmeg seedlings, 200 areca nut seedlings, 300 teak seedlings, and 200 red jabon seedlings.
Penguatan Organisasi Kelompok Remaja Peduli Lingkungan Sekitar Kawasan Hutan Nur Arafah; Umar Ode Hasani; Sahindomi Bana; Lade Ahmaliun; La Gandri; La Baco Sudia; Kahirun Kahirun; Vivi Fitriani; Lies Indriyani
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4887

Abstract

Kaderisasi kelompok remaja dipandang perlu untuk meningkatkan kesadaran cinta alam dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan di Suaka Margasatwa Tanjung Peropa. Tujuan kegiatan penguatan organisasi kelompok remaja adalah untuk membentuk dan menguatkan kelompok remaja peduli lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Laonti dan Desa Puundirangga, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan yang berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa. Metode yang digunakan pada kegiatan adalah pendekatan partisipatif dan melibatkan semua remaja di dua Desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan kelompok remaja peduli lingkungan terdiri dari lima kegiatan yang terintegrasi yaitu orientasi masalah lapangan, sosialisasi peran kelompok peduli lingkungan di instansi pendidikan, pembentukan dan penguatan kelompok peduli lingkungan, sosialisasi penguatan organisasi kelompok peduli lingkungan dan pelatihan konservasi melalui aksi peduli lingkungan. Program penguatan kelompok organisasi peduli lingkungan terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif berupa terbentuknya kelompok remaja peduli lingkungan di Desa Puundirangga dan Desa Laonti masing-masing empat kelompok remaja peduli lingkungan yang terdiri dari 4-5 orang/kelompok.
Analisis Daya Dukung Tata Air untuk Monitoring Kinerja Pengelolaan DAS Poleang, Sulawesi Tenggara La Gandri; Hasbullah Syaf; Musram Abadi; Umar Ode Hasani; La Ode Kasno Arif; Albasri
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2023): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v8i2.1731

Abstract

The carrying capacity of water resources for various uses is highly dependent on the condition of the quality, quantity and continuity of water in a watershed. The lack of research conducted in the Poleang Watershed greatly limits information regarding the carrying capacity of the watershed. This study aims to determine the carrying capacity of the watershed based on water management indicators in the Poleang watershed. The method used in this study uses Minister of Forestry No. P.61/Menhut-II/2014 concerning monitoring and evaluation of watershed management with 5 parameters namely Flow Regime Coefficient, Annual Flow Coefficient, Sediment Load, Flood, and Water Use Index. The results showed that KRA in the Poleang watershed was in the category of KRA ≤ 20 with very low class, KAT was in the category of 0.2 < KAT ≤0.3 with low class, MS reached 97.25 tons/day so it was in the category of M> 20 with very high class, flooding occurs 1 time a year with high class, IPA reaches 1,299.9, so it is in the category of IPA ≤1,700 with very bad class. So that it can be concluded that the carrying capacity of the Poleang water system is included in the medium carrying capacity class
Penguatan Organisasi Kelompok Remaja Peduli Lingkungan Sekitar Kawasan Hutan Nur Arafah; Umar Ode Hasani; Sahindomi Bana; Lade Ahmaliun; La Gandri; La Baco Sudia; Kahirun Kahirun; Vivi Fitriani; Lies Indriyani
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4887

Abstract

Kaderisasi kelompok remaja dipandang perlu untuk meningkatkan kesadaran cinta alam dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan di Suaka Margasatwa Tanjung Peropa. Tujuan kegiatan penguatan organisasi kelompok remaja adalah untuk membentuk dan menguatkan kelompok remaja peduli lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Laonti dan Desa Puundirangga, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan yang berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa. Metode yang digunakan pada kegiatan adalah pendekatan partisipatif dan melibatkan semua remaja di dua Desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan kelompok remaja peduli lingkungan terdiri dari lima kegiatan yang terintegrasi yaitu orientasi masalah lapangan, sosialisasi peran kelompok peduli lingkungan di instansi pendidikan, pembentukan dan penguatan kelompok peduli lingkungan, sosialisasi penguatan organisasi kelompok peduli lingkungan dan pelatihan konservasi melalui aksi peduli lingkungan. Program penguatan kelompok organisasi peduli lingkungan terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif berupa terbentuknya kelompok remaja peduli lingkungan di Desa Puundirangga dan Desa Laonti masing-masing empat kelompok remaja peduli lingkungan yang terdiri dari 4-5 orang/kelompok.
Spatiotemporal dynamics of vegetation density in moramo district protected forest: A remote sensing approach Gandri, La; Fatahuddin, Muhammad; Bana, Sahindomi; Hasani, Umar Ode; Sakti, Abdul; Fitriani, Dewi; Ahmaliun, La De; Muhsimin; Fitriani, Vivi
Applied Environmental Science Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/aes.v3i1.2025.1812

Abstract

Background: Protected forests in the Moramo District play a critical role in maintaining ecosystem balance, but they are increasingly threatened by human activities such as illegal logging and land use change. Vegetation density shifts can disrupt ecosystem functions, particularly the hydrological cycle. This study aims to analyze spatial and temporal changes in vegetation density in the Moramo District Protected Forest using remote sensing. Methods: To detect vegetation density changes, the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) algorithm was employed using satellite imagery from Landsat OLI 8 (2013 and 2018) and Landsat OLI 9 (2023), processed with GIS software. NDVI values range from -1 to 1, allowing for vegetation condition assessment based on spectral reflectance. Findings: Results show a degradation trend in dense vegetation, with a decrease of 67.25 ha (2.86%) during 2013–2018 and 289.11 ha (12.31%) during 2018–2023. Conversely, moderately dense vegetation increased by 68.45 ha (2.91%) and 300.21 ha (12.78%) over the same periods, indicating signs of vegetation regeneration. Conclusion: Despite some vegetation recovery, forest ecosystems continue to face high pressure. More adaptive conservation strategies supported by spatial monitoring are needed to reduce degradation and support long-term sustainability. Novelty/Originality of this article: This study uniquely integrates a multi-temporal NDVI-based approach with socio-ecological analysis and GIS tools to monitor vegetation dynamics. It offers valuable insights for adaptive forest management in the Moramo District Protected Forest, an area previously lacking detailed environmental change analysis.
INTEGRASI AVENZA MAPS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN LAPANGAN UNTUK PENGUATAN KECERDASAN SPASIAL DAN LITERASI GEOSPASIAL MAHASISWA JURUSAN ILMU LINGKUNGAN FAKULTAS KEHUTANAN DAN ILMU LINGKUNGAN UNIVERSITAS HALU OLEO Kete, Surya Cipta Ramadhan; Manan, Abdul; Hasani, Umar Ode; Fitriani, Dewi; Indriayani, Lies; Kasim, Safril; Bana, Sahindomi; Isabela, Isabela; Erif, La Ode Muhamad
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i10.1897

Abstract

The Training on Strengthening Spatial Intelligence and Geospatial Literacy Based on Avenza Maps was conducted to enhance the ability of students from the Department of Environmental Science, Faculty of Forestry and Environmental Science (FHIL), Halu Oleo University (UHO), in understanding and managing spatial data. The activity employed a participatory and experiential learning approach that integrates theory with field practice. Students were trained to use Avenza Maps for mapping, navigation, and creating digital thematic maps. The results showed improvements in students’ understanding of spatial concepts, technical skills, and positive attitudes toward the use of geospatial technology. The training proved effective in strengthening geospatial literacy, fostering environmental awareness, and supporting the enhancement of academic capacity based on spatial technology in higher education
VALUASI JASA GUA UNTUK PENGGUNAAN AIR DI DESA WALENGKABOLA KECAMATAN TONGKUNO KABUPATEN MUNA Mando, La Ode Agus Salim; Sudia, La Baco; Kandari, Aminuddin Mane; Kasim, Safril; Nur, Hafidah; Midi, La Ode; Hasani, Umar Ode; ST, Nurgiantoro; Siwi, La Ode
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 8 No 1 (2024): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v8i1.12737

Abstract

ABSTRAK Hutan mempunyai aneka manfaat diantaranya sebagai pengatur tata air dalam aspek ekologis. Air hujan yang jatuh tidak langsung masuk ke pelataran bumi, akan tetapi mengalir perlahan melalui sela dedaunan, batang, ranting,, semak dan tumbuhan bawah. Air tersebut masuk secara perlahan-lahan kedalam tanah terserap oleh akar pohon dan mengalir melalui aliran air dalam tanah dan gua-gua sebagai sumber mata air bersih yang dibutuhkan oleh manusia. Keberadaan gua sebagai penyimpan air bersih di beberapa wilayah sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masak, mandi, cuci, kakus dan lain-lain, Salah satunya diperoleh melalui gua yang berada di Desa Walengkabola di Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai jasa gua sebagai penghasil air bersih yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Oktober 2023. Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat Desa Walengkabola yang berjumlah 105 kepala keluarga (kk), dengan sampel berjumlah 32 kk yang pilih secara random sederhana. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume penggunaan air masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga adalah sebesar 35.317,80 m3/thn. Nilai ekonomi air rumah tangga yang berasal dari air gua Desa Walengkabola berdasarkan harga kesepakatan yaitu sebesar Rp. 6.295.508,02/thn, adapun berdasarkan harga Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Muna yaitu Rp. 194.883.620,40/thn. Kata kunci: Pengatur Tata Air, Penggunaan Air, Valuasi Jasa Gua