Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Biologi

Analisis keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti L. sebagai vektor demam berdarah dengue (DBD) pada daerah endemis dan non-endemis di Kabupaten Gowa Andi Ernawati; Syahribulan Syahribulan; Andi Ardianto
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15570

Abstract

Penelitian mengenai analisis keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti L. sebagai vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) pada daerah endemis dan nonendemis di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan larva Ae. aegypti L. yang meliputi kondisi suhu, kelembaban, ketinggian, habitat, iklim, vegetasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada daerah endemis (Kecamatan Bajeng, Dusun Kalebajeng) dan nonendemis (Kecamatan Bontonompo Selatan, Dusun Bengo). Penelitian ini bersifat ekologi eksploratif dengan mengeksplorasi faktor biotik (nyamuk) dan faktor abiotik (faktor lingkungan dan habitat perindukan) yaitu melakukan survei pada tempat-tempat penampungan air (TPA) baik buatan maupun alami dan non TPA baik yang berada di dalam rumah maupun luar rumah penduduk. Jumlah rumah yang disurvei sebanyak 100 rumah (50 rumah setiap dusun) dengan metode kuadran geografik. Survei jentik pada setiap lokasi dilakukan dengan mengambil sebagian jentik dan nyamuk Ae. aegypti L. dewasa yang berada pada setiap TPA dan non TPA. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, nilai CI pada Dusun Bengo terus-menerus meningkat (0,2-24%) dan HI yang relatif rata namun menunjukkan nilai yang tinggi (HI: 76%). Dusun Coring memiliki tipe rumah terinfeksi yaitu rumah permanen 5 (0,2%), rumah panggung 5 (0,2%) sedangkan Dusun Bengo dengan tipe rumah terinfeksi yaitu rumah permanen 3 (0,1%), rumah semipermanen 2 (0,07%), rumah panggung 14 (0,48). Berdasarkan waktu pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Dusun Coring membersihkan TPA sebanyak 3 kali seminggu sedangkan Dusun Bengo hanya membersihkan TPA sebanyak 2 kali seminggu. Faktor-faktor yang memengaruhi keberadaan Ae.aegypti L. yaitu vegetasi dan PSN, elevasi, kondisi geografis dan iklim, hubungan suhu, pH dan kelembaban terhadap keberadaan Ae. aegypti serta habitat.
Keanekaragaman mangrove sejati di pulau Timor dan Rote Nusa Tenggara Timur Jamaludin Jamaludin; Andi Ernawati; Irwan Irwan; Syahribulan Syahribulan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15571

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran vital baik secara ekologis maupun ekonomis. Inventarisasi jenis mangrove sejati dilakukan di empat lokasi yaitu di kawasan pesisir Kakuluk Mesak dan Teluk Gurita Kabupaten Belu, kawasan pesisir Kecamatan Insana Utara Kabupaten TTU serta kawasan pesisir Desa Ba’adale Kabupaten Rote Ndao. Inventarisasi dilakukan dengan metode eksploratif (jelajah). Pengawetan sampel dilakukan dengan metode kering semi-basah. Dokumentsi foto diambil secara close up pada bagian tanaman yang menjadi kunci identifikasi. Hasil inventarisasi diperoleh 24 jenis mangrove sejati dari empat lokasi penelitian.
Keanekaragaman lamun di pulau Timor Nusa Tenggara Timur Irwan Irwan; Andi Ernawati; Jamaludin Jamaludin; Syahribulan Syahribulan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15572

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem laut paling produktif. Ekosistem ini berada di wilayah pasang surut air laut (intertidal). Pada penelitian ini dilakukan kegiatan inventarisasi berbagai jenis lamun pada tiga lokasi yaitu Pantai Dualaos Kabupaten Belu, Pantai Humusu C Kabupaten TTU serta Pantai Tablolong Kabupaten Kupang Barat. Penelitian dilakukan dengan metode eksploratif dengan memanfaatkan informasi dari penduduk lokal dan lembaga pemerintah yang terkait. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ekosistem lamun yang terdapat di tiga lokasi yang menjadi objek eksplorasi memiliki jenis ekosistem lamun yang heterogen dan dari hasil inventarisasi diperoleh tujuh jenis lamun pada tiga lokasi penelitian. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi data awal untuk bahan masukan kepada pemerintah setempat untuk kebijakan konservasi ekosistem lamun di tiga lokasi tersebut secara khusus dan seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur secara umum.