Claim Missing Document
Check
Articles

A SYSTEMATIC REVIEW: MECHANISM OF ACTION ORAL AND TOPICAL RETINOL (Retinyl palmitate) AS A THERAPY OF ACNE SKIN IN BEAUTY PRODUCTS Yanuar, Rizqi Fitria; Indrayudha, Peni
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 9 No 3 (September-December 2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v9i3.9185

Abstract

Acne is one of the dermatological diseases that often appears in adolescence to adulthood. Retinol (retinyl palmitate) is a first-generation vitamin A derivative used for acne therapy by reducing sebum production which can cause acne bacteria to grow. This study aims to determine the effectiveness and safety of oral and topical retinol preparations. The method used in the study is systematic review using the PubMed search engine and google scholar according to keywords using the PICO method. Articles that can be downloaded with a period of 2013-2023 for the next article are downloaded in selection according to the criteria, namely inclusion and exclusion. The results of the selection of inclusion criteria there are 12 journals to discuss the effectiveness and safety related to topical preparations and peroral retinol as anti-products acne. The mechanism of action of topical retinol is to reduce the production of micro-comedones caused by the bacteria Propionibacterium acnes (P. acne) for oral retinol has the mechanism of action works by inhibiting the production of sebum by androgen hormones in the 3-alpha-hydroxysteroid oxidation pathway using the enzyme retinol dehydrogenase to retinaldehyde to be able to dissolve and be delivered at the destination. Oral or topical retinol preparations provide different side effects. Topical retinol has a lower rate of side effects compared to oral retinol. The level of safety and effectiveness of topical retinol preparations is better than oral retinol.
Penghambatan Enzim Alpha-Glukosidase oleh Daun Mimba (Azadirachta indica) dan Rimpang Temu Mangga (Curcuma mangga) Kusumawati, Nursalinda; Haryoto, Haryoto; Indrayudha, Peni
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 11, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v11i1.3950

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease of the digestive system characterized by high blood glucose levels. The main enzyme in carbohydrate metabolism is α-glucosidase. One of the therapeutic approaches to treat T2DM is to make glucose uptake into the blood delayed through inhibition of the α-glucosidase enzyme activity. Neem leaves and mango ginger are reported to reduce blood glucose levels. This study aims to determine the potential inhibitor of neem leaves extract and mango ginger extract and their respective fractions on α-glucosidase activity. Simplicia of neem leaves and mango ginger were macerated using 96% ethanol for 24 hours. The ethanol extract of neem leaves and mango rhizome were fractionated using silica gel 60 GF254 as adsorbent and a combination of ethyl acetate and n-hexane as eluent. The extracts of neem leaves and mango rhizome and fractions of both plants were tested for α-glucosidase inhibition with acarbose as a comparison. The results showed that both plants provided inhibitory activity on α-glucosidase with the lowest IC50 value from the semi-polar fraction of neem leaves about 24.16±4.58 μg/mL. Neem leaves and mango ginger have potential as α-glucosidase inhibitors to treat type 2 diabetes mellitus.
A comparison of Islamic religious practices in Pakistan and Indonesia: A sociocultural perspective Wijianto, Diski Wahyu; Arini Nur Yunia Puspitaningrum Rahmwati; Hidayah Kurniawati; Peni Indrayudha; Tri Yulianti; Ahwan Abdul; Muhammad Ajmal Shah
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 6 No 2 (2024): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaarief.v6i2.11638

Abstract

Islam is the majority religion in both Pakistan and Indonesia, the two countries with the largest Muslim populations in the world. While both uphold Islam as the primary faith, religious practices in each country are influenced by differing historical, social, and cultural contexts. This article compares Islamic religious practices in these two nations from a socio-cultural perspective. The research method utilized includes a lecture delivered by Assist. Prof. Muhammad Ajmal Shah, an academic and practitioner from Pakistan. The analysis covers various aspects, such as the size of the Muslim population, the application of Sharia law, variations in Islamic sects and practices, and the interplay between religion and politics. The findings indicate that in Pakistan, Islam serves as a foundational basis for policymaking and national identity, with stricter implementation of Sharia law. In contrast, Indonesia integrates Islamic law with customary and secular laws within a pluralistic framework. Both countries face challenges in maintaining religious tolerance and social stability amidst globalization and modernization. The study concludes that despite differences in the implementation of Islamic law and politics, religion continues to play a significant role in both countries, presenting challenges and opportunities to uphold societal harmony.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK SAMBUNG NYAWA, PEGAGAN, KETEPENG CINA, DAN BAYAM MERAH TERHADAP Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 SENSITIF DAN RESISTEN Nabila, Devina Talitha; Indrayudha, Peni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.536

Abstract

Bakteri Gram-negatif Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial, neutropenia, luka bakar parah, atau fibrosis kistik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan kurang tepat dapat mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Salah satu alternatif pengobatan resistensi bakteri adalah menggunakan tanaman obat seperti sambung nyawa, pegagan, ketepeng cina, dan bayam merah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas antibakteri keempat ekstrak tanaman tersebut terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dan resisten serta untuk mengetahui golongan senyawa antibakteri pada ekstrak tanaman yang mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi dengan bioautografi. Keempat tanaman diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode maserasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari empat ekstrak adalah metode difusi disk dengan seri konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 20%, 40%, dan 80% b/v. Kandungan senyawa pada ekstrak yang paling poten dilakukan analisis menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan bioautografi. Hasil dari uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak ketepeng cina memiliki potensi antibakteri tertinggi terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dengan zona hambat pada konsentrasi 20%, 40%, dan 80% berturut-turut adalah 7 ± 0 mm, 8 ± 0,87 mm, dan 8,2 ± 0,29 mm. Hasil uji ekstrak ketepeng cina terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa resisten didapatkan zona hambat sebesar 9,17 ± 0,29 mm, 9,50 ± 2,60 mm, dan 13,67 ± 1,15 mm. Hasil dari uji KLT ekstrak ketepeng cina memiliki kandungan flavonoid, saponin, terpenoid, tanin, steroid, dan alkaloid. Hasil bioautografi menunjukkan bahwa ketepeng cina pada bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dan resisten tidak ada zona hambat yang terbentuk.
PERAN KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI (KIE) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DIABETES MELITUS DI KAMPUNG HIJAU KOTA BANJARMASIN Andika, Andika; Aryani, Diya; Yulianti, Tri; Indrayudha, Peni; Nissa Ainni, Ayu; Nurul Fadel, M.; Nova Lovena, Tri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.%p

Abstract

diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terus meningkat prevalensinya dan membutuhkan perhatian serius, khususnya dalam aspek pencegahan dan pengelolaan. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kampung Hijau, Banjarmasin, tentang penyakit DM melalui pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dan juga pendekatan PIO bagi pasien yang memiliki gula darah tinggi dari hasil tes leb. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat secara langsung yang bekerjasama dengan puskesmas Sungai Bilu  dan pemerintah setempat, serta dilakukan pemeriksaan gula darah secara langsung, dilanjutkan konsultasi medis, pemberian obat (PIO) dan dilanjutkan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) oleh tenaga kesehatan serta dosen Farmasi dari organisasi APTFMA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Masyarakat menjadi lebih memahami gejala, pengobatan, pencegahan,  serta pentingnya pola hidup sehat bagi pasien yang mempunyai gula darah tinggi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengendalian diabetes dan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan kesehatan komunitas berbasis edukasi langsung.
SYSTEMATIC REVIEW : EFEK ANTIOKSIDAN DAN ANTIINFLAMASI DARI SPESIES TUMBUHAN SURUHAN (PEPEROMIA PELLUCIDA L.) Fitriawati, Anna; Indrayudha, Peni
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2865

Abstract

Sel manusia memiliki potensi antioksidan yang rendah dan menghasilkan lebih banyak spesies oksigen reaktif. Spesies reaktif yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif lokal dan cedera jaringan, sehingga menimbulkan beberapa penyakit. Suruhan (Peperomia pellucida L) merupakan tanaman herba yang memiliki kegunaan etnomedisin. Tinjauan literatur ini dilakukan untuk menilai data yang diterbitkan menyelidiki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi Peperomia pellucida L untuk mendukung desain penelitian masa depan. Tinjauan ini dilakukan dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Informasi diperoleh melalui database elektronik PubMed, Google Scholar, dan Science Direct sejak 2017 hingga Maret 2022. Kandungan fitokimia Peperomia pellucida antara lain alkaloid, flavonoid, sterol, tanin, gula pereduksi, asam amino, saponin, triterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan. dalam menghambat pembentukan radikal bebas. Dan pengujian efek anti inflamasi menggunakan metode ANTI-LOX (anti-Lipoxygenase enzyme). Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan makromolekul seperti protein (enzim), lipid dan DNA yang mengarah pada kondisi stres oksidatif sehingga menimbulkan patogenesis berbagai penyakit, termasuk peradangan. Hasil tinjauan sistematis ini menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dan aktivitas antiinflamasi, sehingga memberikan perspektif untuk penelitian selanjutnya. Peperomia pellucida L sebagai sumber suplemen antioksidan dan anti-inflamasi yang potensial.
Uji Antibakteri Fraksi Aktif Ekstrak Aseton Kulit Batang Shorea acuminatissima terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Multiresisten antibiotik Prayitno, Imam; Saroyobudiyono, Haryoto; Indrayudha, Peni
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2013
Publisher : Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infection disease has a serious problem in Indonesia, including antibiotic resistance of microorganisms. One of the tropical forest plant in Indonesia is Shorea accuminatissima which included in Dipterocarpaceae and reported to have compound content of phenolic with biological activity like antibacterial, antioxidant and antifungi. This research aim to know the antibacterial activities of acetone extract and active fraction of acetone extract to S. aureus and P. aeruginosa multiple resistance antibiotic.Acetone extract obtained with maceration method, then tested the antibacterial activity. Later, acetone extract fractioned use Vacuum Liquid Chromatography (VLC). Each fraction tested by bioautographic to determine the antibacterial activities using a filter paper disc method with S. aureus and P. aeruginosa. Fraction with the biggest radical zone is an active fraction, then tested the antibacterial activity. The lowest concentration that kills bacterial growth conceived as Minimum Bactericidal Concentration (MBC).Research show that acetone extract of Shorea accuminatissima stembark have the MBC values at 0,25% to S. aureus multiple resistance antibiotic and 1% to P. aeruginosa multiple resistance antibiotic. Active fraction is fraction C. Active fraction have the MBC values at 0,125% to S. aureus multiple resistance antibiotic and 0,25% to P. aeruginosa multiple resistance antibiotic.
SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Rossida , Salsabilla Aulya; Indrayudha, Peni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.747

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculate Ness) merupakan tanaman yang terkenal dengan beragam khasiat farmakologi sebagai antibakteri dengan kandungan senyawa metabolit yaitu flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli (gram negatif) dan Staphylococcus aureus (gram positif). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Penelitian ini menggunakan beberapa konsentrasi ekstrak etanol 96% daun sambiloto (80%, 40%, dan 20% b/v) dan fraksi daun sambiloto (20%, 10%, dan 5%) serta kontrol positif ciprofloxacin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun sambiloto mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid yang dapat memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Sedangkan hasil dari fraksi heksan, etil asetat, dan air terdapat tannin, saponin, dan terpenoid. Diameter hambat yang dihasilkan pada pengujian ekstrak etanol 96% dan fraksi daun sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu 4,6 mm pada konsentrasi 80% dan 4,3 mm pada konsentrasi 40%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi daun sambiloto tidak memiliki daya hambat terhadap E.coli dan S.aureus.
Pengaruh Penyuluhan Swamedikasi Diare terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Sidomulyo Makam Haji Kartasura Indrayudha, Peni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuanmasyarakat tentang swamedikasi masih terbatas. Keterbatasanpengetahuan masyarakat tentang obat dan penggunaannyamerupakan penyebab terjadinya kesalahan pengobatan dalamswamedikasi. Dalam upaya terwujudnya pelayanan kefarmasianyang berorientasi pada penderita dan adanya peningkatan kesehatanmasyarakat, dikaitkan dengan penyakit diare dan pengetahuanswamedikasi, maka dilakukanlah kegiatan pengabdian masyarakatmengenai pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuanmasyarakat dalam melakukan swamedikasi.Kawasan Desa Sidomulyo, RT 02/RW 02, Makam Haji Kartosurotergolong kawasan padat penduduk. Peningkatan jumlah pendudukdi kota Solo menyebabkan kebutuhan akan ruang di kota meningkat.Keterbatasan ruang dikota, menyebabkan penduduk memanfaatkanlahan-lahan illegal, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH).Keberadaan permukiman padat penduduk tersebut mempunyaipengaruh besar bagi kesehatan lingkungan sekitarnya. Sebagianwarga yang tinggal masih membuang sampah sembarangan tanpaproses pengolahan terlebih dahulu, sehingga potensial mencemarilingkungan dan mempengaruhi tingkat kesehatan penduduk sekitar.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukanpemberian informasi atau melakukan penyuluhan mengenaiswamedikasi diare. Dipilihnya lokasi ini sebagai penelitian karenakurangnya kebersihan dan sanitasi lokasi, lokasi bertempat di sekitarDesa Sidomulyo, RT 02/RW 02, Makam Haji Kartosuro yangtergolong padat penduduk, serta warga merupakan golonganmasyarakat ekonomi menengah ke bawah. Selain itu para warganyamenggunakan wc umum sebagai tempat cuci, sumber air sertamandi. Populasi pengabdian masyarakt ini adalah ibu rumah tanggadi Sidomulyo, Makam Haji Kartosuro, dan sampel adalah ibu RumahTangga, di Desa Sidomulyo yang hadir pada kegiatan ini, yaituresponden sebanyak 18 orang. Hasil kegiatan pengabdianmasyarakat menunjukkan bahwa penyuluhan berpengaruh terhadappeningkatan pengetahuan responden karena terjadi peningkatanpemahaman sesudah pemberian edukasi tentang swamedikasi diare
A Systematic Review: Ethnomedicinal Uses And Pharmacological Activity Of Male Papaya Flower (Carica papaya L.) Purwaningsih, Purwaningsih; Indrayudha, Peni
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21, Special Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i0.23474

Abstract

An extensively utilized plant in traditional medicine is the papaya plant (Carica papaya L.). Papaya plants are useful in almost all parts, one part of (Carica papaya  L.) that has potential is the papaya flowers. Papaya flowers are often used as a vegetable, but papaya flowers also have health benefits. The purpose of this review is to present thorough and current information on the ethnomedical usage and pharmacological activity of male papaya flowers. The search method was carried out using relevant keywords of the following databases: Google Scholar, ScienDirect, and NCBI. The results of the article search after going through the article selection process based on the database resulted in 25 relevant articles. Male papaya flowers contain many bioactive compounds known pharmacological activities, including antioxidant, anticancer, antibacterial, antidiabetic, analgesic, wound healing, antihyperlipidemic, bioinsecticide, tyrosinase inhibition and sun protection activity. This pharmacological activity may be caused by the large number of bioactive compounds contained in male papaya flowers.