Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Evaluasi kinerja struktur bangunan terhadap beban gempa setelah masa layan 24 tahun pada endapan aluvium Muzhaffar, Imam; Iskandar*, Juellyan; Saidi, Taufiq; Sungkar, Munira; Yunita, Halida; Muhni, Akmal
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 4, No 2 (2025): June 2025 (In Progress)
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v4i2.48791

Abstract

Struktur bangunan ini selesai pada tahun 1998 dan didirikan di atas endapan aluvium (Qh). Gedung ini telah melewati beberapa gempa besar salah satunya yaitu Gempa dan Tsunami 2004. Oleh karena itu perlu dievaluasi ulang mengikuti standar peraturan gedung terbaru yaitu SNI 1726:2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku struktur bangunan setelah masa layan 24 tahun yaitu berupa perpindahan, gaya geser dasar, dan level kinerja struktur sesuai ASCE 41-17. Gedung ini memiliki panjang 29,4 m, lebar 13 m dan tinggi 14,4 m. Pada penelitian ini digunakan analisis pushover dibarengi pengecekan frekuensi alami gedung existing dengan alat mikrotremor untuk membandingkan perilaku struktur di awal desain dan terhadap kondisinya pada saat ini. Pemodelan menggunakan program ETABS, dari hasil evaluasi didapatkan level kinerja gedung sesuai perencanaan awal berdasarkan push x yaitu immediate occupancy dan push y termasuk ke dalam life safety. Kemudian level kinerja gedung setelah masa layan 24 tahun berdasarkan push x dan push y keduanya termasuk ke dalam kategori life safety. Dari segi kekakuan gedung dalam menahan perpindahan akibat beban pushover juga mengalami penurunan setelah 24 tahun, hal ini bisa diketahui dengan base shear yang sama perpindahan gedung setelah masa layan 24 tahun lebih besar dibandingkan gedung yang sesuai dengan perencanaan awal.
UNSUR TANAH JARANG PADA BATUPASIR: STUDI KASUS PADA BATUPASIR FORMASI RAMPONG DI DESA KETUKAH, GAYO LUES, ACEH Gunarsih, Dina; Rahmatillah, Lia Fitria; Muhni, Akmal; Sartika, Dewi; Hapsari, Tika; Marvita, Yurda
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2592

Abstract

Unsur tanah jarang (UTJ) semakin diminati dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya permintaan teknologi kendaraan listrik, industri hijau, dan industri lainnya. Indonesia memiliki potensi UTJ yang berkaitan dengan keberadaan batuan beku dan batuan sedimen. Penelitian pada batupasir Formasi Rampong di Ketukah, Gayo Lues menarik dilakukan karena batuan ini berasal dari pelapukan batuan granit. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui komposisi batupasir Formasi Rampong dan unsur – unsur kimia batuan, termasuk unsur utama dan UTJ. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi dan geokimia menggunakan teknik XRF dan ICP. Enam sampel petrografi diamati terdiri dari empat batupasir quartz arenite dan dua batupasir feldsphatic greywacke. Kedua jenis batupasir tersebut merupakan batuan yang tersusun dari dominan butiran, dengan komposisi matriks 2.5% - 4.5% pada batupasir quartz arenite dan 18.83% - 21.13% pada batupasir feldsphatic greywacke. Quartz arenite tersusun dari mineral kuarsa, sedikit litik dan muskovit, semen silika dan semen oksida besi. Feldsphatic greywacke terdiri dari kuarsa, K-Feldspar, plagioklas, fragmen litik, muskovit, semen silika serta semen oksida besi. Analisis geokimia mengungkapkan bahwa UTJ pada batupasir ini adalah Neodimium (Nd) berkisar antara 19.21 ppm hingga 23.81 ppm dan Praseodimium (Pr) berkisar antara 5.76 ppm hingga 5.89 ppm. Unsur tersebut diinterpretasikan terkonsentrasi dalam mineral lempung dan oksida besi dengan pengkayaan relatif rendah.
SPATIOTEMPORAL DISTRIBUTION OF THE CONGLOMERATE RESERVOIR JATIBARANG FORMATION, MELANDONG FIELD, NORTH-WEST JAVA BASIN, INDONESIA Adhari, Muhammad Ridha; Nirwana, Akmal Muhni; Gunarsih, Dina
Indonesian Physical Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v6i2.234

Abstract

Subsurface mapping of the distribution of the reservoir is essential to be conducted in order to minimize many risks such as financial losses and also to increase profit from hydrocarbon production. This research was conducted on the Jatibarang conglomerate reservoir in Melandong Field, North West Java Basin, Indonesia. There are three objectives of this study which are to perform elastic impedance (EI) seismic inversion using available 3D seismic data, to determine the most suitable elastic impedance angle for the data, and to map spatiotemporal distribution of the Jatibarang Formation reservoir in the Melandong field, North West Java basin, Indonesia. EI inversion was selected for this study using the inversion angle ranging from the near stack (5º-15º) to the far stack (20º-30º). Results from this study show that EI seismic inversion can help in detecting the distribution of the lithology and hydrocarbon within the target zone. Angle 5º is considered as the best EI angle for the studied data as indicated by a correlation value of 0.65. Moreover, EI angles 15º and 10º are less reliable as shown by their correlation value of 0.6 and 0.56, respectively. These results are expected to provide some new insights into the distribution of the Jatibarang reservoir, and help in exploration, exploitation, and development of oil and gas fields in Melandong Field, North West Java Basin, Indonesia.
PROVENANCE ANALYSIS OF THE RAMPONG FORMATION SANDSTONE IN THE KETUKAH AREA, GAYO LUES, ACEH Sartika, Dewi; Gunarsih, Dina; Ahmad, Luthfi; Muhni, Akmal; Rahmatillah, Lia Fitria; Adhari, Muhammad Ridha
Indonesian Physical Review Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v7i1.261

Abstract

The research location is in Ketukah, Gayo Lues Aceh, which is composed of the Late Oligocene to Early Miocene Rampong Formation. Lithology includes sandstones, conglomerates, and mudstones. The study aims to determine the origin of the sandstones in the Rampong Formation. Provenance studies are beneficial in providing information for oil and gas exploration. The analysis is critical for understanding the sediment transport channel, the overall depositional pattern of the basin, and predicting the location of sand bodies in the basin. Because the Rampong Formation is located in the North Sumatra Basin, the availability of provenance information is useful in efforts to search for oil and gas potential in the future. In this research, we restrict the study to the provenance, which includes the tectonic setting, origin rock, and paleoclimate where these sandstones originate. The methods are geological mapping and petrographic analysis. In petrographic analysis, we use JMicrovision to calculate mineral composition. The results showed that the sandstones of the Rampong Formation are arenite sandstones, especially sub-arkosic and sub-lith arenite. They originate from a tectonic setting known as a recycled orogen, related to the subduction of Eurasia and the Indo-Australian plates.  The sandstones were formed from granite that had undergone low metamorphism in the Late Cretaceous to the Eocene period. In addition, the paleoclimate is humid.
Penguatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Terhadap Bahaya Bencana Gempa Bumi dan Tsunami bagi Siswa SMAN I Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar Masrurah, Zakia; Sartika, Dewi; Oktarini, Yoessi; Muhni, Akmal
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i2.38419

Abstract

Earthquakes and tsunamis are natural disasters that can occur anywhere and anytime. Knowledge about the dangers of natural disasters needs to be imparted to the community so that they can understand the types and levels of danger that may arise. This is necessary to enhance the community's capacity to deal with disasters. Reflecting on the occurrence of the 2004 Aceh Earthquake and Tsunami, which claimed hundreds of thousands of lives and caused hundreds of millions of US dollars in losses, increasing knowledge and understanding of disaster hazards needs to be continuously pursued. The repetition of these activities aligns the history of disaster events passed down through generations with the advancements in scientific knowledge and technological progress. Increasing knowledge of earthquake and tsunami hazards can be achieved, in part, through socialization efforts. One appropriate segment of society to receive reinforcement of knowledge through socialization activities is high school students, particularly the students of SMAN 1 Lhoknga, Aceh Besar Regency. Students are the younger generation whose roles can be agents of change within the wider community. Therefore, their role in the realm of disaster management needs to be supported by a good and competent capacity enhancement. Thus, students of SMAN 1 Lhoknga can understand the factors causing and the impacts arising from earthquake and tsunami disasters and actively participate in such events.
ANALISIS KERENTANAN AIRTANAH MENGGUNAKAN METODE GOD BERDASARKAN DATA HIDROGEOLOGI DI KECAMATAN BABAHROT, PROVINSI ACEH Sartika, Dewi Sartika; Ramadhani, Bunga; Rifqan; Muhni, Akmal; Gunarsih, Dina; Rahmatillah, Lia Fitria; Akbar, Muhammad Arief; Hapsari, Tika; Oktarini, Yoessi
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Babahrot mempunyai tata gunalahan yang diperuntukkan sebagai area perkebunan sawit dan pemukiman penduduk. Potensi akan terjadinya pencemaran airtanah sangat memungkinkan dikarenakan penggunaan pupuk pada area perkebunan sawit dilakukan secara terus menerus. Kualitas dan kuantitas airtanah menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat airtanah merupakan sumber utama kehidupan makhluk hidup. Studi kerentanan airtanah menggunakan metode GOD (Groundwater Occurrence, Overlaying Lithology and Depth Of Groundwater) berdasarkan data resistivitas dan hidrogeologi memiliki peran yang sangat penting dalam studi pencemaran airtanah. Metode GOD dalam studi kerentanan intrinsik airtanah dilakukan pada 3 jenis parameter meliputi tipe akuifer, tipe akuitar, dan kedalaman muka airtanah. Penggunaan metode GOD dilakukan dengan tujuan untuk dapat memetakan zonasi potensi kerentanan airtanah terhadap pencemaran di lokasi penelitian. Berdasarkan pengamatan dilapangan diperoleh hasil kondisi hidrogeologi di Kecamatan Babahrot memiliki kedalaman muka airtanah sebesar 0,42 hingga 1,58 meter, sedangkan jenis akuifer tergolong kedalam jenis akuifer bebas dan akuifer tertekan dengan litologi terdiri dari pasir, pasir dan kerikil jenuh. Untuk jenis akuitar dilokasi penelitian berdasarkan data resistivitas diperoleh hasil yaitu lempung pasiran, lempung, dan kerikil sedang. Berdasarkan metode GOD yang telah dilakukan, menunjukkan hasil tingkat kerentanan airtanah di lokasi penelitian termasuk kedalam kategori rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Dari hasil pengujian geokimia airtanah dilokasi penelitian menunjukkan nilai konsentrasi biochemical oxygen demand (BOD) pada 3 titik sampel airtanah di lokasi penelitian melewati batas ambang dengan batas maksimum sebesar 2 mg/l yaitu pada sumur S-01 sebesar 2,032 mg/l; sumur S-02 sebanyak 2,490 mg/l, dan sumur S-05 sebanyak 2,1951 mg/l.