Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Antimicrobial Properties of Medicinal Plants in the Lower Area of Ie Seu-um Geothermal Outflow, Indonesia Fakri, Fajar; Harahap, Saima Putri; Muhni, Akmal; Khairan, Khairan; Hewindati, Yuni Tri; Idroes, Ghazi Mauer
Malacca Pharmaceutics Vol. 1 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : Heca Sentra Analitika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60084/mp.v1i2.44

Abstract

The lower area of the Ie Seu-um manifestation, located in Ie Seu-um village, Aceh Besar District, harbors several medicinal plants that exhibit potential for the treatment of infectious diseases. This study aims to assess the secondary metabolite content and in vitro antimicrobial activity against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans of medicinal plants inhabiting the geothermal region. Medicinal plants, namely Pluchea indica (L.) Less., Acrostichum aureum L., Acacia mangium L., and Calotropis gigantea (L.) Dryand., were collected within a range of 100-150 meters from the hot springs in the lower area. Methanol extracts of these medicinal plants underwent phytochemical screening and were tested for antimicrobial activity using the Kirby-Bauer disc diffusion method at a concentration of 50%. The results of phytochemical screening demonstrated positive variations in alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, triterpenoids, and tannins for each medicinal plant. The antimicrobial activity of the methanol extracts noticeably inhibited the growth of S. aureus compared to E. coli and C. albicans. The largest inhibition zones were observed for the leaf part of A. mangium (12.70 ± 2.30 mm) against S. aureus, the aerial part of A. aureum (11.57 ± 2.01 mm) against E. coli, and the aerial part of P. indica (9.89 ± 1.11 mm) against C. albicans. Based on the research findings, medicinal plants originating from the lower area of the Ie Seu-um manifestation exhibit potential as antimicrobial agents, particularly against gram-positive bacteria.
ANALISIS PEMAHAMAN BENCANA LIKUIFAKSI PADA SISWA MENENGAH ATAS LABORATORIUM USK, BANDA ACEH Masrurah, Zakia; Amsir, Amsir; Sartika, Dewi; Muhni, Akmal; Azmi, Nurul; Marvita, Yurda; Safitri, Rini
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i5.99

Abstract

Likuifaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat getaran gempa. Banda Aceh termasuk ke dalam zona rawan likuifaksi berdasarkan identifikasi penurunan tanah lehih dari 20 cm. Agar perencanaan dan langkah mitigasi tepat dan efektif maka perlu pemahaman yang baik oleh masyarakat sekitar terhadap ancaman dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana likuifaksi. Tujuan dilakukannya pengabdian ini ialah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa SMA Laboratorium USK terhadap bencana likuifaksi. Metode pengabdian ini dilakukan dengan melakukan studi literatur terkait potensi dan bencana likuifaksi di Kota Banda Aceh, merumuskan pertanyaan permasalahan terkait pemahaman siswa terhadap bencana likuifaksi, melakukan pengumpulan data melalui survei online dengan metode wawancara kepada informan. Berdasarkan survei online yang telah dilakukan terlihat dari ≥40 responden (≥80%) yang mengetahui jenis bencana yang disebabkan oleh adanya likuifaksi dan hampir 40 responden (≈80%) yang tidak mengetahui apa itu istilah likuifkasi. Disisi lain, tingkat pemahaman siswa terkait bencana likuifkasi masih kurang karena sebagian besar siswa telah memahami defenisi dan contoh manifestasi likuifaksi dibuktikan dengan presentase responden yaitu rata-rata >50% atau sekitar >25 orang. Namun mereka kurang memahami faktor-faktor yang menyebabkan terjadi likuifaksi dibuktikan dengan persentase responden yang mampu menjawab soalan dan uraian terkait penyebab likuifaksi yaitu rata-rata <50% atau <25 orang
Pemberdayaan masyarakat Gampong Baro, Aceh Besar dalam upaya mitigasi bencana geologi Adhari, Muhammad Ridha; Sartika, Dewi; Gunarsih, Dina; Putra, Hidayat Syah; Rifqan, Rifqan; Nugraha, Gartika Setiya; Muhni, Akmal
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i1.44386

Abstract

Gampong Baro, subdistrict of Mesjid Raya, Aceh Besar was strongly hit by the Indian ocean earthquake and tsunami in 2004. This is mainly due to its location which is situated near the shoreline. Moreover, many villagers of the Gampong Baro lost their lives during that geological hazard. It is well known that earthquake and tsunami may potentially return again in the future, and may cause another great misery. Our earlier, current study shows that many villagers of Gampong Baro are not familiar with the earthquake and tsunami hazards, and they have very little understanding of these geological phenomenon. Therefore, in order to help mitigate this geological hazard, we decided to organize a training about geological hazards mitigation procedures for the villagers of Gampong Baro, Aceh Besar. There are two objectives of this community service, which are: (1) to improve geological knowledge of the villagers of Gampong Baro, Aceh Besar; and (2) to conduct training about geological hazards mitigation procedures. Qualitative analysis, including focus group discussion, interviews, questionnaire, and surveys was carried out during this activity. Our findings show that villagers of Gampong Baro, Aceh Besar are eager to learn about geological knowledge, and have strong commitment to better understand many geological hazard mitigation procedures. They were very happy that we provided this training because they considered it as an important training, considering the potential of many geological hazards that may hit their village.
Analisis Spasial Bahaya Gelombang Ekstrem dan Abrasi di Kota Sabang Menggunakan Metode Weighted Overlay QGIS Raza Karmel, Moehammad Ediyan; Fadhli, Zul; Muhni, Akmal; M Muslih, Ali
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1055

Abstract

Daerah pesisir di seluruh dunia, termasuk Kota Sabang di Pulau Weh, Provinsi Aceh semakin rentan terhadap berbagai bahaya alam akibat perubahan iklim, seperti banjir, gelombang badai, dan erosi. Gelombang ekstrim, terutama saat badai berlangsung, dapat mempercepat laju erosi pesisir secara signifikan, mengancam infrastruktur, pemukiman, serta sektor pariwisata dan maritim yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat penilaian bahaya di kawasan pesisir Kota Sabang terhadap gelombang ekstrim dan abrasi, serta menganalisis faktor-faktor yang memodulasi tingkat risiko. Analisis dilakukan berdasarkan data gelombang historis dari NOAA guna memperkirakan frekuensi dan magnitudo kejadian gelombang ekstrim. Identifikasi area rentan terhadap erosi, banjir, dan abrasi dilakukan dengan software QGIS dengan metode pembobotan (weighted overlay). Faktor-faktor seperti elevasi, geologi, dan kedekatan dengan garis pantai diberikan bobot sesuai panduan dalam Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perka BNPB) tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantai utara, pantai timur dan timur laut Pulau Weh, serta sebagian kecil pantai barat laut berada dalam risiko tinggi terhadap gelombang ekstrem dan abrasi. Dari total area garis pantai sekitar 95 km, enam segmen paparan tinggi dapat diidentifikasi di Kota Sabang. Jumlah panjang garis pantai dari segmen-segmen tersebut adalah 13.979 m atau hampir 14,73% dari keseluruhan area pesisir. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa geomorfologi pesisir dan lingkungan sekitarnya merupakan faktor dengan kontribusi dominan, dibandingkan dengan kenaikan permukaan laut dan tinggi gelombang signifikan.
Pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya TOGA sebagai upaya meningkatkan kesehatan keluarga Fakri, Fajar; Muhni, Akmal; Asyifa, Cut Nella; Safira, Maya; Ashsiddiqi, Farhan
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i2.22874

Abstract

Kesehatan keluarga merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup, namun pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan rumah masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan, terutama di kalangan ibu rumah tangga. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peran ibu rumah tangga dalam budidaya dan pemanfaatan TOGA melalui edukasi dan pelatihan di Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi berbasis media leaflet dan presentasi, serta pelatihan praktik budidaya dan pengolahan hasil TOGA menjadi produk bernilai tambah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan lebih dari 90% peserta mampu mengaplikasikan materi yang diberikan, serta lebih dari 85% menyatakan kepuasan terhadap program pengabdian. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam pemanfaatan TOGA untuk kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui produksi jamu dan makanan fungsional. Meskipun masih terdapat tantangan dalam keberlanjutan program, hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan dapat memberdayakan ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan berpotensi direplikasi di daerah lain.
Analisis geokimia air tanah di Kecamatan Lhoong dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar Jannah, Raudhatul; Rusydy, Ibnu; Sartika*, Dewi; Muhni, Akmal
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 4 (2024): December 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i4.36726

Abstract

Kecamatan Lhoong merupakan salah satu kecamatan dari Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Peta geologi pada kecamatan ini masih mengandalkan peta geologi regional Lembar Banda Aceh dan belum ada pembaharuan hingga saat penelitian ini dilakukan. Selain itu, daerah penelitian merupakan daerah yang dekat dengan batugamping dan masyarakat pada daerah tersebut masih menggunakan air sumur dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui kondisi geologi terbaru pada daerah penelitian, dan untuk mengetahui kondisi geokimia air tanah serta ketinggian muka air tanah pada daerah penelitian. Metode pemetaan geologi yang dilakukan berupa kegiatan mengamati singkapan dan pengamatan geomorfologi pada daerah penelitian. Sedangkan untuk mengetahui kualitas air tanah dilakukan pengujian sifat kimia antara lain TDS, DHL, pH serta anion dan kation yang dilakukan pada Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Aceh dan pada UPTD Laboratorium Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh. Selain menguji geokimia air tanah pada daerah penelitian, juga dilakukan pengukuran terhadap ketinggian muka air tanah pada daerah penelitian pada 18 sumur pantau yang terdapat pada daerah penelitian. Dari kegiatan pemetaan geologi didapatkan hasil berupa geomorfologi yang dijumpai pada daerah ini terdiri dari tiga bentuklahan yaitu bentuklahan asal karst, bentuklahan asal vulkanik, dan bentuklahan berdasarkan ketinggian dan kemiringan lereng. Tatanan geologi pada daerah penelitian ini terdiri dari lima litologi batuan yaitu, endapan aluvium, batugamping, granodiorit, diorit dan basalt. Dari kegiatan penelitian air tanah pada daerah penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa air tanah pada daerah ini aman untuk digunakan oleh masyarakat dengan nilai hasil pengujian TDS berkisar antara 34ppm - 116ppm, nilai hasil pengujian DHL berkisar antara 71s/cm - 231 s/cm. namun untuk nilai derajat keasaman (pH) berkisar antara 8,5 9,1 yang menunjukkan bahwa sampel air pada daerah penelitian memiliki derajat keasaman dari normal hingga basa. Hasil dari analisis geokimia air tanah yang diplot kedalam diagram sstiff dan diagram piper. Dari 5 sampel air tanah yang diambil sebanyak 4 sampel diantaranya yaitu sampel 1, 3, 4, dan 5 merupakan fasies air tanah magnesium bikarbonat (MgHCo3). Sedangkan sampel 2 merupakan faises air tanah campuran. Hasil akhir dari penelitian ini berupa peta geomorfologi, peta lintasan, peta geologi, peta arah aliran air tanah, dan peta kedalaman muka air tanah.
Analisis kerentanan airtanah terhadap pencemaran menggunakan metode GOD (groundwater occurrence, overlaying lithology and depth of groundwater) di daerah Sawang, Kabupaten Aceh Utara Haerati, Dwi; Sartika*, Dewi; Akbar, Muhammad Arief; Muhni, Akmal
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i1.36753

Abstract

Lokasi penelitian berada di daerah Sawang dan sekitarnya Kabupaten Aceh Utara dengan posisi geografis antara 965736.68 sampai 97023.15 Bujur Timur dan 51141.49 sampai 51419.78 Lintang Utara. Merujuk pada geologi regional, lokasi penelitian tediri dari formasi Julurayeu (QTjr), formasi Idi (Qpi) dan formasi endapan permukaan tanpa nama (Qh) dengan jenis lapisan batuan penyusun daerah tersebut merupakan endapan permukaan, batuan sedimen dan vulkan (Keats dkk, 1981). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi permukaan dan tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran menggunakan Metode GOD (Groundwater occurrence, Overlaying lithology and Depth of groundwater) di lokasi penelitian. Metode GOD dilakukan dengan menggunakan 3 parameter, yaitu jenis litologi akuifer, jenis litologi akuitar dan kedalaman muka airtanah serta melakukan validasi kandungan Nitrat dalam airtanah. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kondisi litologi terdiri atas endapan lempung, satuan batupasir Idi, satuan batupasir karbonatan dan satuan batupasir Julurayeu. Hasil analisis kerentanan airtanah menggunakan Metode GOD menunjukkan bahwa lokasi penelitian masuk ke dalam kategori kerentanan rendah (low) dengan skor sebesar 0,16 hingga 0,25. Hasil uji laboratorium kandungan Nitrat di lokasi penelitian menunjukkan angka aman dan layak digunakan berdasarkan standar baku mutu air minum menurut PERMENKES No. 492/Menkes/Per/IV/2010 di bawah 10 mg/L.
Geowisata Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang, Provinsi Aceh Febrian, Muhammad Siddiq; Muhni*, Akmal
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i1.36736

Abstract

Pemetaan Geologi ini dilaksanakan pada kawasan Desa Jaboi, Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang, dengan koordinat 54700N - 54900N dan 951700E - 952000E. Untuk mendapatkan data awal, yang diamati selama pemetaan geologi ini berlangsung ialah pesebaran batuan, kondisi bentang alam, dan rute tracking yang akan digunakan nantinya. Data yang telah terkumpul nantinya akan diolah dengan menggunakan software berbasis Geographic Information System (GIS). Analisis ini bertujuan untuk pembuatan peta lintasan, peta geologi dan peta geomorfologi. Penelitian ini juga mengenai potensi geowisata di Kota Sabang dengan fokus utama pada penelitian ini ialah untuk memaksimalkan potensi geowisata di wilayah penelitian dengan cara mendata setiap parameter dalam aspek aspek penunjang geowisata. Penelitian ini juga menggunakan metode pemetaan geologi Selain peta lintasan, peta geologi dan peta geomorfologi, peta lain yang dibuat adalah peta geowisata dengan memplot lokasi-lokasi wisata di daerah penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang memberikan pemahaman dan wawasan mengenai ilmu geologi kepada masayarakat, turis lokal, maupun mancanegara serta dapat menjadi langkah awal dalam membantu pengembangan wisata oleh pemerintah setempat ataupun pemerintah daerah. Hasil dari penelitian, terdapat sekitar 49 titik singkapan yang dijumpai dan diamati sehingga dapat diketahui kondisi litologi pada daerah ini terdapat 4 satuan batuan yaitu satuan endapan aluvium, satuan lava andesit, satuan batuan piroklastik kompak, dan satuan batuan piroklastik lepas. Berdasarkan hasil analisis petrografi jenis batuan vulkanik yang didapat ialah jenis batuan andesit. Sedangkan kondisi geomorfologi terdapat 2 satuan yaitu dataran perbukitan rendah, dan perbukitan tinggi. Pada lokasi penelitian terdapat empat objek yang menjadi titik geowisata potensial yaitu gunung api Jaboi, pemandian air panas, pesisir pantai Pasi Jaboi dan waduk Payaseunara.Katakunci: Geowisata, Pemetaan Geologi, Geomorfologi
Kajian Etnofarmasi Tumbuhan Obat di Kawasan Geotermal Ie Seum, Aceh Besar: Eksplorasi Pengetahuan Tradisional dan Potensi Farmakologis. Fakri, Fajar; Isnaini , Nadia; Nasution , Muhammad Amin; Bakri , Tedy Kurniawan; Illian , Didi Nurhadi; Muhni , Akmal; Andry , Muhammad
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.864

Abstract

Indonesia is recognised as one of the world's megadiverse countries, possessing extraordinary biological wealth, including the medicinal plant potential in the geothermal area of Ie Seum, Ie Seum Village, Mesjid Raya Subdistrict, Aceh Besar District. This study aimed to explore and document local communities' traditional knowledge regarding using medicinal plants through an ethnopharmaceutical approach. A descriptive qualitative method was employed, with data collected via semi-structured interviews and participatory observation involving purposively selected informants. The findings identified nine medicinal plant species, with Eupatorium inulifolium and Vitex pinnata demonstrating the highest use value (UV) scores of 0.750 and 0.438, respectively, indicating their dominant usage in traditional healing practices. Leaves were the most frequently utilised plant parts, with standard preparation methods including boiling and pounding. These plants have traditionally been used to treat various health conditions, including fever, wounds, skin infections, and digestive disorders. The findings highlight the richness of traditional knowledge in Ie Seum and its potential as a foundation for developing natural product-based medicines. The extreme environmental conditions of the geothermal area are believed to influence the bioactive metabolite composition of the plants, potentially enhancing their pharmacological properties. This study underscores the importance of preserving local knowledge and encourages further scientific exploration to support the sustainable use of medicinal plants in developing traditional medicines.
Analisis pencemaran airtanah terhadap kandungan hidrokarbon di daerah Peusangan dan sekitarnya, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh Adila, Nur; Muhni*, Akmal; Sartika, Dewi; Gunarsih, Dina; Rahmatillah, Lia Fitria; Rangkuti, Nazla Syafitri; Karmel, Moehammad Ediyan Raza; Fadhly, Ahmad
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 4, No 2 (2025): June 2025 (In Progress)
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v4i2.43767

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Peusangan dan sekitarnya di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Daerah tersebut yang memiliki prospek kandungan hidrokarbon ditandai dengan terdapatnya beberapa sumur produksi minyak bumi milik warga yang masih berproduksi, namun tidak adanya pengolahan limbah yang baik sehingga kemungkinan adanya pencemaran airtanah disekitar sumur minyak tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian, dan untuk mengetahui kondisi hidrogeologi daerah penelitian meliputi kedalaman muka airtanah, arah aliran airtanah, kondisi akuifer, dan pencemaran airtanah terhadap kandungan hidrokarbon pada daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) metode yaitu metode pemetaan geologi, metode pemetaan hidrogeologi dan metode analisis minyak dan lemak terhadap sampel airtanah pada daerah penelitian. Kondisi bentang alam pada daerah penelitian terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu: Satuan Dataran Rendah, Satuan Dataran Rendah Pedalaman dan Satuan Perbukitan Rendah. Kondisi litologi pada daerah penelitian terbagi menjadi 4 (empat) satuan batuan yaitu: satuan endapan lempung, satuan batupasir, satuan batupasir karbonatan dan satuan batupasir gunungapi klastika. Hasil yang didapatkan dari analisis pencemaran airtanah terhadap kandungan hidrokarbon dari 5 (lima) sampel airtanah bahwa sampel airtanah dengan kode sumur 3 merupakan airtanah yang paling tercemar dengan hasil analisis minyak dan lemak sebesar 271.254,0 g/L dan telah melewati baku mutu airtanah yang telah ditentukan, sedangkan untuk sampel airtanah dengan kode sumur 1, sumur 2, sumur 4 dan sumur 5 masih berada dibawah baku mutu airtanah yaitu 1000 g/L.