Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KELOMPOK RENTAN DAN TANTANGAN PEMILU INKLUSIF 2024 STUDI KASUS PERILAKU PEMILIH PADA KOMUNITAS MASYARAKAT DAYAK BUMI SEGANDU INDRAMAYU Irawan, Dede; Muh. Aripin Nurmanto
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2022): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v4i1.461

Abstract

Komunitas Suku Dayak Hindu Buddha Bumi Segandu Kabupaten Indramayu sebagai kelompok masyarakat rentan yang menganut keyakinan ajaran “ngaji rasa”, salah satu implementasi ajaran tersebut adalah Golput. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pemilih dalam komunitas tersebut dengan harapan dapat mendorong Pemilu yang inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok masyarakat Suku Dayak Bumi Segandu Kabupaten Indramayu tidak memberikan hak pilih dalam setiap pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan dikarenakan dua faktor diantaranya 1) prinsip ajaran “ngaji rasa” yang mengedepankan instropeksi diri dan tidak ingin menyakiti satu sama lain, komunitas Dayak Indramayu mengaplikasikan ajaran tersebut dalam proses Pemilu dan Pemilihan dengan sikap Golput. Jika kelompok tersebut memilih salah satu calon berarti telah melanggar ajaran ngaji rasa karena dianggap telah menyakiti; 2) Stakeholder sudah memfasilitasi pendaftaran administrasi kependudukan akan tetapi tokoh Dayak Indramayu masih menolak untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Ajaran “ngaji rasa” tersebut bukan doktrin yang harus dikuti seluruh anggota komunitas tersebut, para istri, anak yang cukup usia, perempuan dalam komunitas tersebut diperbolehkan untuk memilih sebagai bentuk kebebasan politik dan juga diperbolehkan untuk mendapatkan surat administrasi kependudukan.
Transformasi Dakwah Live Streaming pada Masyarakat Urban di Kota Bandung Irawan, Dede; Lukman, Dede; Imanuddin Effendi, Dudy
Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) Vol. 24 No. 1 (2024): ANIDA (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/anida.v24i1.35549

Abstract

This research aims to describe the dominant motives in the transformation of conventional da'wah to live streaming da'wah among da'wah activists. This research uses the case study method, namely a series of scientific activities carried out intensively, in detail and in depth about an event, to obtain in-depth knowledge about a specific event. The theories used include Max Weber's theory of social action and William F. Ogburn's theory of social change. The problem that is seen to arise is the loss of the intimate atmosphere in da'wah activities, because the use of digital media has eliminated the direct interactive aspects. Apart from that, the transformation of live streaming da'wah has given rise to a binary opposition from religion itself, instead of looking for alternatives so that da'wah can continue to be carried out, at the same time da'wah loses its sacredness.
Analisis Interaksi Pembelajaran Online Siswa dan Guru Melalui Google Classroom: English for Learner Irawan, Dede; Setiawan, Yuli
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 02 (2021): Artikel Riset Edisi Agustus 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i2.1167

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi pembelajaran online siswa dan guru melalui aplikasi Google Classroom. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif. Hasil Penelitian: Guru telah berinteraksi dengan siswa dengan menerima perasaan, memuji atau mendorong, menggunakan ide-ide dari siswa, bertanya, memberi informasi, dan memberi arahan. Siswa telah berinteraksi dengan guru dengan memberikan tanggapan terhadap pertanyaan guru dan memberikan inisiasi. Interaksi antar siswa lebih sering terjadi. Dalam kaitannya dengan pelajaran bahasa Inggris, siswa telah berinteraksi dengan teman-temannya dengan mendiskusikan materi. Kesimpulan: Hasil penelitian ini berupa deskripsi dan interpretasi interaksi makna. Ini telah memperkaya pengetahuan saya tentang studi pendidikan bahasa Inggris. Ini juga memberikan pemahaman yang lebih baik bagi siswa, guru, pelajar bahasa lain, dan penelitian itu sendiri. Penelitian ini menawarkan bukti bagaimana materi interaksi guru dan siswa berkembang dalam pembelajaran online.
ANALISIS FAR MODEL PEDERSEN PADA TERJEMAHAN SUBTITLE DALAM FILM MERINDU CAHAYA DE AMSTEL Irawan, Dede; Fadjar Kurniawan, Donie
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2023): LINGUISTIK: jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i2.351-360

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis terjemahan subtitle menggunakan teori FAR model jan pedersen  untuk mengetahui jenis kesalahan terjemahan subtitling pada film merindu cahaya de amstel. Analisis Far ini merupakan piranti menguji hasil penerjemahan subtitling melaui 3 tahapan yaitu: Functional Equivalence, Acceptability dan Readability. Penelitian ini menggunakan metode qualitative descriptive. Data diperoleh melalui sampling purposive yaitu pengamatan kepada tuturan bahasa asal (Bahasa Indonesia) yang mempunyai potensi kesalahan dalam terjemahanya pada subtitle bahasa Inggris, data dianalisis dengan menggunakan FAR model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: jenis kesalahan terjemahan subtitle seperti Functional Equivalence: 1) Semantic error dan 2) Stylistic error ditemukan.  Acceptability 1) grammar error, 2) spelling error, 3) error of idiomaticity juga ditemukan.  Sedangkan komponen Readability 1) segmentasi dan spotting, 2) tanda baca dan kecepatan membaca, 3) serta panjang baris masih memerlukan tahapan penelitian lebih dalam.Â