Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Desa Binaan Proklim: Pembinaan dan Pendampingan untuk Masyarakat Demakan Mojolaban, Sukoharjo Jawa Tengah I Gusti Putu Diva Awatara; Tri Widianto; Lukman Ahmad Imron Pahlawi; Nani Irma Susanti; Yose Sano
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1974

Abstract

Desa Demakan Mojolaban, Sukoharjo dipilih sebagai lokasi pengabdian karena menghadapi tantangan dalam pengelolaan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Program ini bertujuan mendukung pencapaian status Proklim Lestari melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas (CBPR) dan Metode Transfer of Knowledge and Technology (ToKT) digunakan untuk mentransfer pengetahuan tentang keberlanjutan lingkungan, yang mencakup survei awal, pemetaan potensi, pelatihan tematik, transfer teknologi, serta pendampingan berkelanjutan. Teknologi tepat guna seperti biogas dan mikrohidro diperkenalkan, dan platform kampungiklim.com dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, pemantauan, dan pelaporan. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk menilai efektivitas program. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta penguatan ekonomi desa berbasis pertanian terpadu dan produk lokal. Program ini terbukti efektif mendorong desa menuju keberlanjutan dan layak direplikasi di wilayah lain
Pelatihan Canva sebagai Strategi Pemberdayaan UMKM dalam Branding Digital Produk Anggota ACSB Banjarsari Surakarta Sumaryanto Sumaryanto; Nadia Adriane Ricadonna; Nani Irma Susanti; Yofhi Septian Panglipurningrum; Heriyanta Budi Utama
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1982

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) anggota Dewan Asia untuk Usaha Kecil (ACSB) Kecamatan Banjarsari, Surakarta, menghadapi tantangan dalam branding dan pemasaran digital karena keterbatasan kemampuan desain visual. Survei awal menunjukkan bahwa 89% pelaku UMKM tidak familiar dengan Canva, dan 67% masih mengandalkan desain manual, sehingga produk mereka kurang kompetitif di pasar digital. Tema Canva dipilih karena potensinya yang besar untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pelatihan desain grafis sederhana menggunakan Canva yang mudah diakses dan ramah pengguna. Metode layanan menggunakan Participatory Learning and Action (PLA) dengan tiga tahap: (1) pelatihan intensif Canva (membuat profil produk dan profil bisnis), (2) fasilitasi praktik langsung, dan (3) evaluasi melalui pre-test/post-test. Peserta terdiri dari 15 UMKM yang terdiri dari 74% perempuan di sektor kuliner, fesyen, dan kriya. Hasilnya, 87% peserta mengalami peningkatan keterampilan desain, dan 74% berhasil membuat materi promosi secara mandiri. Tantangan utamanya adalah keterbatasan perangkat dan akses internet. Pelatihan Canva efektif meningkatkan kapasitas visual UMKM dengan biaya rendah. Keberlanjutan program ini direkomendasikan melalui pendampingan berkelanjutan dan replikasi ke UMKM lainnya.
Penguatan Literasi Pembayaran Digital UMKM Masaran melalui Pelatihan dan Pendampingan PosPay Nani Irma Susanti; Rina Ani Sapariyah; Muhammad Khoiruman; Hariyanti Hariyanti; Ambar Wariati
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2065

Abstract

Transformasi pembayaran digital pada UMKM semakin penting seiring pergeseran perilaku konsumen menuju transaksi non-tunai, namun kesenjangan adopsi masih nyata di wilayah non-metropolitan, termasuk Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan pilihan pembayaran pelanggan, rendahnya pemanfaatan jejak transaksi untuk pencatatan, serta keraguan pelaku usaha terkait keamanan dan prosedur transaksi. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada penerapan PosPay sebagai alternatif kanal pembayaran digital bagi UMKM, dengan tujuan meningkatkan literasi, memfasilitasi onboarding, dan mendorong pemanfaatan riwayat transaksi untuk pencatatan sederhana. Metode yang digunakan adalah penerapan (implementatif) dengan pendekatan partisipatif, berbasis learning by doing, serta evaluasi pretest–posttest yang diperkuat observasi dan pendampingan. Pelaksanaan dilakukan pagi hari melalui kolaborasi Tim PKM Undha AUB Surakarta, mahasiswa, Pemerintah Kecamatan Masaran, dan Pos Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang sangat baik, sebagian besar peserta mampu mengaktivasi dan mengoperasikan fitur inti, serta mulai menerapkan transaksi non-tunai di titik usaha. Peningkatan pemahaman paling terasa pada alur transaksi dan aspek keamanan, disertai perubahan perilaku layanan seperti kebiasaan menawarkan opsi non-tunai dan verifikasi pembayaran. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan praktik dan pendampingan kolaboratif efektif mempercepat kesiapan adopsi pembayaran digital pada UMKM dan layak diperluas melalui pendampingan lanjutan agar penggunaan semakin konsisten dan berdampak berkelanjutan.
Kompensasi sebagai Determinan Dominan Komitmen Organisasi: Bukti Empiris pada Industri Pengolahan Beras PT. Obor Surya Mandiri di Kabupaten Karanganyar Soni Nur Rohman; Nani Irma Susanti; Siti Hayati Efi Friantin
KELOLA Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hubungan rekan kerja, pengawasan, serta gaji dan tunjangan terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Obor Surya Mandiri Kabupaten Karanganyar. Studi ini didasarkan pada Social Exchange Theory dan Equity Theory yang menjelaskan bahwa komitmen organisasi terbentuk melalui persepsi keadilan dan kualitas hubungan dalam lingkungan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 36 karyawan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hubungan rekan kerja dan pengawasan tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, gaji dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi serta menjadi variabel paling dominan dalam model. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan kontribusi penjelasan sebesar 33,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks industri pengolahan beras skala lokal, faktor kompensasi memiliki peran lebih kuat dalam membentuk komitmen organisasi dibandingkan faktor relasional dan pengawasan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur manajemen sumber daya manusia pada sektor agro-industri, khususnya pada perusahaan pengolahan pangan skala lokal yang masih terbatas dikaji. Secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan penguatan sistem kompensasi sebagai strategi utama peningkatan komitmen organisasi secara berkelanjutan.
DIGITALISASI UMKM BERBASIS MARKETPLACE HYBRID BLANJADIPOS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI DAN AKSES PASAR DI KECAMATAN GEMOLONG, KABUPATEN SRAGEN Nani Irma Susanti; Adi Penawan; Rina Ani Sapariyah; Edi Suhardi; Saptani Rahayu
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19161

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses pasar pelaku UMKM di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas digital dan memperluas jangkauan pemasaran produk melalui penerapan Marketplace Hybrid BLANJAdiPOS, sebuah model integratif yang menggabungkan sistem penjualan daring dan luring berbasis jejaring Kantor Pos. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung (learning by doing) yang melibatkan 30 pelaku UMKM dari sektor kuliner, kerajinan, dan pertanian. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi, kuesioner pra dan pascakegiatan, serta refleksi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata literasi digital sebesar 97%, dengan 80% peserta berhasil mengunggah produk ke platform BLANJAdiPOS. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan motivasi dan kolaborasi antar pelaku usaha, Perguruan tinggi, BlanjaDi Pos dan harapannya dengan BumDes dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha. Penerapan model marketplace hybrid berbasis komunitas ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas ekonomi digital masyarakat desa dan dapat direplikasi sebagai strategi pemberdayaan UMKM berkelanjutan di wilayah pedesaan Indonesia.