Claim Missing Document
Check
Articles

Knowledge Management Model on Educational Organization Elsina Ferdinandus; Ali Imron; Achmad Supriyanto
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 3, No 2: Juni 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Knowledge Management dalam Organisasi PendidikanAbstract: This study aims to describe knowledge management process in SMAN 1 Pulau-Pulau Aru and SMA Yos Sudarso Dobo in Kabupaten Kepulauan Aru. This research uses qualitative research with a multi case study design. The data are collected by observation, interview and documentation then analyzed with data analysis techniques; individual case and cross-case analysis. The findings of this study describes (1) the teachers have done  the knowledge transformation of explicit to tacit in the preparation of learning, tacit to explicit knowledge transformation have not been done well, and the knowledge transformation of tacit to tacit have been done well; (2) socialization have been done, but not maximized; (3) the principal of SMAN 1 Pulau-Pulau Aru is more democratic and principal of SMA Yos Sudarso Dobo is more paternalistic; (4) the improvement in the form of efforts to incorporate knowledge from outside the school have been done by both schools; and (5) the process of knowledge capture at both schools has been going well.Key Words: model, knowledge management, educational organizationsAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses knowledge management yang dilakukan pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru dan SMA Yos Sudarso Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan teknik analisis data kasus individu dan analisis data lintas kasus. Temuan penelitian ini menggambarkan (1) guru-guru sudah melakukan transformasi pengetahuan explicit to tacit dengan baik ketika melakukan persiapan pembelajaran, transformasi pengetahuan tacit to explicit belum dilakukan dengan baik, dan transformasi pengetahuan tacit to tacit sudah dilakukan dengan baik; (2)  sosialisasi dilakukan dengan baik, namun belum maksimal; (3)  kepala sekolah SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru lebih demokratis dan kepala sekolah SMA Yos Sudarso Dobo lebih paternalistis; (4) peningkatan berupa upaya memasukan pengetahuan dari luar sekolah sudah dilakukan oleh kedua sekolah; dan (5)  proses knowledge capture di kedua sekolah sudah berjalan dengan baik. Kata kunci: model, knowledge management, organisasi pendidikan
Spirituality-Based Character Education Strategic Management Henderikus Dasrimin; Ali Imron; Achmad Supriyanto
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 7, No 2: June 2019
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.333 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine the process of strategic management of character-based characterization of Carmelite spirituality at Senior High School. This study uses a qualitative ap-proach with multi-site study design. Data were collected through observation, interviews and documentation studies. Data analysis used single data analysis and cross-site data analysis. The results of the study show that: (1) strategic planning is characterized by the formation of organizational structures and task descriptions by principals, (2) character education programs formulated in Academic Guidebooks or Learning Guidelines (3) the implementation of character education is done by assigning character values in the spirit of prayer, brotherhood, and service, (4) evaluation is carried out regularly, while monitoring is carried out throughout the whole process of character education.Key Words: strategic management, character education, karmel spiritualityAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses manajemen strategis pendidikan karakter ber-basis spiritualitas Karmel di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data tunggal dan analisis data lintas situs. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa: (1) perencanaan strategis ditandai dengan pembentukan struktur organisai dan deskripsi tugas oleh kepala sekolah, (2) program pendidikan karakter diformulasikan dalam Buku Panduan Akademik atau Buku Pedoman Pembelajaran (3) pelaksanaan pendidikan karakter dilakukan dengan mempresentasi-kan nilai-nilai karakter dalam semangat doa, persaudaraan, dan pelayanan, (4) evaluasi dilaksanakan se-cara berkala, sedangkan monitoring dilakukan pada seluruh proses pendidikan karakter.Kata kunci: manajemen strategis, pendidikan karakter, spiritualitas karmel
Pengaruh Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi Sekolah terhadap Semangat Kerja Guru Dita Fitriana; Ali Imron; Mustiningsih Mustiningsih
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 7: JULI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i7.14913

Abstract

Abstract: This study aims to find out the relationship of the variable managerial skills of the principal, and the organizational climate to the spirit of teacher work in Senior High School in Mojokerto. This study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis methods. The result of this study is that teachers have a high spirit of work. Then the principal at senior high school in Mojokerto has good managerial skills. Furthermore, Senior High School in Mojokerto has an excellent organizational climate. There is a link between the principal's managerial skills and the organization's climate to the teacher's work spirit.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari variabel keterampilan manajerial kepala sekolah, dan iklim organisasi terhadap semangat kerja guru di SMA Negeri Se-Kabupaten dan Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini adalah guru di SMA Negeri Se-Kabupaten Mojokerto dan Kota memiliki semangat kerja yang tinggi. Kemudian kepala sekolah di SMA Negeri Se-Kabupaten dan Kota Mojokerto memiliki kemampuan keterampilan manajerial sekolah yang baik. Selanjutnya, SMA Negeri Se-Kabupaten Mojokerto memiliki iklim organisasi yang sangat baik. Terdapat hubungan antara keterampilan manajerial kepala sekolah dan iklim organisasi terhadap semangat kerja guru.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR DI DAERAH TERPENCIL (STUDI MULTI KASUS DI SDN 2 BAKALAN DAN SDN 2 KEPYAR PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI) Muhani Muhani; Ali Imron; Kusmintardjo Kusmintardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.8, Agustus 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.997 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i8.6616

Abstract

The study aims to describe the leadership of school principals in a remote area in SDN 2 Bakalan and SDN 2 Kepyar Purwantoro, Wonogiri. This study used descriptive qualitative approach with multiple case study design. Data collection techniques with interviews, non-participant observation, and study documentation. The data analysis consisted of analysis of individual cases and cross-case analysis. Checking the validity of the data using the test credibility, transferability, dependability, and testing confirmability The results are the first to use the leadership style is the style of participation and delegation. Second, application of force participation in the main tasks of teachers, being force delegation on additional duties of teachers. Third, support the leadership of school principals in remote areas obtained from external and internal. External support namely: special allowances for teachers, school support committee, and teacher competence and harmonious atmosphere. Internal support are: experience of organizing, provision of education, self-reliance and innovativeness principal. Fourth, barriers to leadership comes from the geographical conditions of schools, provision of science and the demands of society. Fifth, efforts to overcome the barriers that the special allowance equalization policy, strengthen personal relationships, and intensive communication with the committee and parentsPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah dasar di daerah terpencil di SDN 2 Bakalan dan SDN 2 Kepyar Purwantoro Wonogiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi multi kasus. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi non participant, dan study dokumentasi. Analisis data terdiri dari analisis kasus individu dan analisis lintas kasus. Pengecekan keabsahan data menggunakan uji credibility, transferability, dependability, dan pengujian confirmability Hasil penelitian, yaitu pertama gaya kepemimpinan yang digunakan adalah gaya partisipasi dan delegasi. Kedua, penerapan gaya partisipasi dalam tugas pokok guru, sedang gaya delegasi pada tugas tambahan guru. Ketiga, dukungan kepemimpinan kepala sekolah dasar di daerah terpencil didapatkan dari eksternal dan internal. Dukungan eksternal yaitu: tunjangan khusus untuk guru, bantuan komite sekolah, dan kompetensi serta suasana harmonis guru. Dukungan internal yaitu: pengalaman berorganisasi, bekal pendidikan, kemandirian dan daya inovasi kepala sekolah. Keempat, hambatan kepemimpinan berasal dari kondisi geografis sekolah, bekal keilmuan, dan tuntutan masyarakat. Kelima, upaya menyelesaikan hambatan yaitu dengan kebijakan pemerataan tunjangan khusus, memperkuat hubungan personal, dan komunikasi intensif dengan komite dan wali murid
MANAJEMEN ALUMNI DI PONDOK PESANTREN MODERN DAN SALAF (STUDI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID DAN PONDOK PESANTREN SIDOGIRI) Ainur Rifqi; Ali Imron; Mustiningsih Mustiningsih
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.4 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6224

Abstract

The aim of this research is describing (1) alumni’s profile of address and proffession, (2) management of alumnus that include planning, organizing, development of alumnus, alumnus empowering, and evaluation, (3) network building of alumnus communication at Pondok Pesantren Nurul Jadid and Pondok Pesantren Sidogiri. `By means qualitative, the research found (1) location, vision, institute, and facilities of pesantren is influencing to spreading and proffession of alumnus; (2) management of alumnus are preparing alumnus candidate, encoding, planning program, developing alumnus, empowering alumnus, and evaluating; (3) network building of alumnus is built by organisation and personal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) profil alumni yang berkaitan dengan tempat bermukim dan profesi alumni, 2) manajemen alumni yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengembangan alumni, pemberdayaan alumni, dan evaluasi, 3) pembangunan jaringan alumni di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Pondok Pesantren Sidogiri. Melalui penggunaan metode kualitatif, penelitian ini menemukan: 1) letak, tujuan, pendidikan, dan fasilitas pesantren memengaruhi keberasalan dan profesi alumni; 2) manajemen alumni terdiri dari penyiapan calon alumni, pendataan, perencanaan program, pengembangan alumni, pemberdayaan alumni, dan evaluasi; 3) jaringan komunikasi alumni dibangun secara organisatoris dan personal.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PADA KULLIYATUL MU’ALLIMIEN AL-ISLAMIYAH Nur Widia Wardani; Maisyaroh Maisyaroh; Ali Imron
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.5, Mei 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.828 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i5.6303

Abstract

Curriculum Development Planning Kulliyatul Mu'allimien Al-Islamiyah. The purpose of this study are: (1) identify curriculum development planning; (2) identify curriculum development process; (3) determine the factors supporting and curriculum development planning; and (4) determine the strategy to overcome the inhibiting factors  curriculum development planning. This study used a qualitative approach to describe the planning of curriculum development at Kulliyatul Mu'allimien Al-Islamiyah. The design of the study is a multi-site study means combining multiple sites, subject, background, and the scene is different. The key instrument is the researchers themselves, with the source of the research that led cottage, a team of curriculum developers, teachers, and students. Data obtained through observation, interviews, and documentation. The validity of the data that has been analyzed using the criteria of the credibility of the data with the triangulation of data sources. The results of the research, that the planning of curriculum development at KMI is aimed at character building through micro teaching, improvement of skills of students and teacher competence that leads to the career development of teachers.Perencanaan Pengembangan Kurikulum Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi perencanaan pengembangan kurikulum;(2) mengidentifikasi proses pengembangan kurikulum ; (3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat perencanaan pengembangan kurikulum; dan (4) mengetahui strategi mengatasi faktor penghambat perencanaan pengembangan kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan tentang perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi multi situs yang berarti menggabungkan beberapa situs, subyek, latar, dan tempat kejadian yang berlainan. Instrumen kunci adalah adalah peneliti sendiri, dengan sumber penelitian yaitu pimpinan pondok pesantren, tim pengembang kurikulum, guru, dan santri. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data yang telah dianalisis menggunakan kriteria kredibilitas data dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian, bahwa perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI ditujukan pada character building melalui micro teaching, peningkatan skill santri, dan kompetensi guru yang mengarah pada pengembangan karir guru.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA MAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA MUTU DI KOTA MATARAM Nurhasanah Nurhasanah; Ahmad Sonhadji; K.H. Ali Imron
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.254 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i3.6165

Abstract

The Focus is to describes: (1) services quality, (2) teachers and staffs quality, (3) facilities quality. This study used a qualitative approach with multi-site study design. The data was collected using the interviews, observation, and documents techniques. The data analysis use individual and cross-site analysis. Checking the validity of the data used credibility, dependability, confirmability. The findings were (1) the services quality: the intracurriculum by learning based IT, LCD and wifi are in the classrooms; the extracurriculum get much medaly rewards; and BK services was good, the breaking low; (b) teachers and staffs quality, increases by such workshops, trainings, MGMP, and supervision; (c) the quality of facilies was improve such as library, laboratory, facility of sports, mushalla, students cooperation, canteen, UKS.Fokus penelitian untuk mendeskripsikan (1) mutu layanan, (2) mutu guru dan staf, dan (3) mutu sarana/prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data situs tunggal dan lintas situs. Pengecekan keabsahan data: kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas. Temuan (1) mutu layanan: layanan intrakulikuler (pembelajaran berbasis IT, LCD dan wifi tiap kelas); layanan ekstrakulikuler, mendapat banyak penghargaan; layanan BK baik, pelanggaran menurun; (b) mutu guru dan staf, ditingkatkan melalui workshop, pelatihan, MGMP, dan supervisi; (c) mutu sarana/prasarana, yang ditingkatkan: perpustakaan, laboratorium, fasilitas olahraga, mushalla, koperasi, kantin, UKS.
Kepemimpinan Pembelajaran: Peran Kepala Sekolah dan Guru dalam Pengelolaan Sekolah Dasar Berbasis Multiple Intelligences M. Saunan Al Faruq; Imron Arifin; Ali Imron
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 7: JULI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i7.14941

Abstract

Abstract: The concept of multiple intelligences believes that every child must have at least one of the nine types of intelligence. Principals and teachers have a significant role, so the purpose of this study is to know the background of the application of MI-based learning, and to understand the role of principals and teachers in their management. This study uses a qualitative approach that studies a phenomenon or event, starting with preliminary study, data collection and analysis through cross-case studies. The results of the study show that the application of MI-based learning is based on school commitment to facilitate the development of students according to their potential intelligence. Learning leadership is demonstrated by principals and teachers who play a role starting from the process of planning, organizing, implementing, and evaluating educational programs in schools.Abstrak: Konsep multiple intelligences percaya bahwa setiap anak pasti memiliki minimal satu dari sembilan tipe kecerdasan. Kepala sekolah dan guru memiliki peran yang signifikan sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui latar belakang penerapan pembelajaran berbasis MI, serta memahami peran kepala sekolah dan guru di dalam pengelolaannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mempelajari sebuah fenomena atau suatu kejadian, dimulai dengan studi pendahuluan, pengumpulan data dan dianalisis melalui studi lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis MI didasarkan pada komitmen sekolah untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik sesuai potensi kecerdasan yang dimiliki. Kepemimpinan pembelajaran ditunjukkan oleh kepala sekolah dan guru yang berperan mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan di sekolah.
Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Nova Suci Lestari Pakniany; Ali Imron; I Nyoman Sudana Degeng
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 3: MARET 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i3.13225

Abstract

Abstract: This study aims to determine the management of community participation in organizing education in junior high schools. qualitative approach was used in this research with multi-site study design. Through observation, interviews and documentation to collect data. The results of this study indicate that: (1) participation required: thoughts, energy, facilities and goods owned by the community, (2) elements of community participation: KTBT, parents of students, village institutions, religious leaders, ( 3) in the program to increase participation by analyzing problems, potentials and needs of the community, (4) recognizing the existence of the community, fostering a sense of belonging, trust, including community leaders in every activity and giving freedom to provide input and advice, (5) level community participation from both schools is still at the level of placation, (6) the results and the impact of community participation are felt by the school and the community itself.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jalanya manajemen partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan desain studi multi situs. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) peran serta yang dibutuhkan: pikiran, tenaga, fasilitas dan barang yang dimiliki masyarakat, (2) unsur peran serta masyarakat: KTBT Pulau Damer, orangtua peserta didik, lembaga desa, pemuka agama, (3) dalam program untuk meningkatkan peran serta dengan menganalisis masalah, potensi serta kebutuhan masyarakat, (4) mengakui keberadaan masyarakat, menumbuhkan rasa memiliki, rasa kepercayaan, mengikutsertakan tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan dan memberilakn kebebasan dalam memberikan masukan dan saran, (5) tingkat peran serta masyarakat dari kedua sekolah masih berada dalam tingkat placation, (6) hasil dan dampak peran serta masyarakat dirasakan oleh pihak sekolah dan masyarakat itu sendiri.
Rekrutmen Tenaga Pendidik di SMA Qurratu A’yun; Ali Imron; Imron Arifin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 7: JULI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.375 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v4i7.12613

Abstract

Abstract: This study aims to determine the’ recruitment process of teacher in Darul Ulum 2 Jombang High School because the quality of the teacher depends on the recruitment and selection procedures carried out by the committee. This research method was qualitative research, while data collection used interviews, and document studies. The results‘show that the implementation of recruitment aims to get professional educators. Before carrying out recruitment, it is necessary to prepare the recruitment process. Preparation and recruitment process must be completely well-planned so that the recruitment obtain good teachers since it impacts on student output.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses rekrutmen guru di SMA 2 Darul Ulum Jombang dikarenakan kualitas tenaga pendidik di sekolah sangat bergantung pada prosedur rekrutmen dan seleksi yang dilaksanakan oleh panitia. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Adapun pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini merupakan implementasi rekrutmen tenaga pendidik bertujuan untuk mendapatkan tenaga pendidik yang profesional dan memiliki kualifikasi yang terbaik. Sebelum melakukan kegiatan perekrutan diperlukan persiapan dan proses yang matang. Persiapan dan perekrutan tenaga pendidik ini harus benar-benar ”matang” sehingga melalui rekrutmen tersebut sekolah dapat memperoleh tenaga pendidik yang profesional sesuai dengan kriteria sekolah kerena akan berdampak pada output siswa.”