Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatan Pembelajaran Guru di Era Revolusi Industri 4.0 Indah Puspitaningtyas; Ali Imron; Maisyaroh Maisyaroh
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 4, No 3 (2020): Vol. 4 No. 3 Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um025v4i32020p165

Abstract

Abstract: Education in Indonesia has entered the era of industrial revolution 4.0. Changes that occur are becoming more comprehensive and challenges are also increasingly global. In order to answer Indonesian education entering the industrial revolution era 4.0 the learning done by teachers must also change and improve and improve its quality. The implementation of supervision in accordance with the industrial revolution era will give birth to teachers and the appropriate quality of learning. Therefore principals must increasingly improve the quality of their competence in carrying out supervision of learning and can increasingly facilitate learners achieving learning goals. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan pembelajaran guru di era revolusi industri 4.0. Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan pembelajaran guru harus sesuai dan tepat dengan tujuan belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis kualitatif deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa upaya kepala sekolah dalam meningkatkan pembelajaran guru adalah dengan berfokus pada kebutuhan peserta didik dan pengefektifan fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin, supervisor, dan manajer di sekolah. Selain itu, juga peningkatan kompetensi kepala sekolah yang sesuai dengan era revolusi industri 4.0. 
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGOPTIMALKAN PARTISIPASI ORANGTUA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH Raden Bambang Sumarsono; Ali Imron; Bambang Budi Wiyono; Imron Arifin
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4 No. 1 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.845 KB) | DOI: 10.17977/um025v4i12019p007

Abstract

Abstract: this study aims to describe the principal's strategy in optimizing the participation of parents to improve school quality. This research uses qualitative research type with phenomenology approach. The study design was a multi case study. The object of research is in two elementary schools (SD) in Malang, SD Negeri Kauman 1 Malang and SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. The subjects of this study are the principal as key informants, Class Teachers, School Committee Leaders, Class Paguyuban Officers, and Student Parents. Facts and information were obtained through in-depth interview techniques, observations, and documentation studies. Research instruments are researchers assisted by interview guides, observation guidelines, and documentation guidelines. Data analysis techniques using interactive model is through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and data verification, and comparative constant technique. Validity of data used through credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of the study show that the principal's strategy in optimizing parental participation includes: making attractive and useful programs for parents, involving parents in school programming and implementation, applying transparent and accountable principles , the intensity of communication with parents through various communication media, and create a conducive climate. The optimization of parent participation is expected to synergistically lead to a goal of improving school quality. Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengoptimalkan partisipasi orangtua untuk meningkatkan kualitas sekolah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenology. Rancangan penelitian berupa studi multi kasus. Objek penelitian berada di dua sekolah dasar (SD) di Kota Malang yaitu SD Negeri Kauman 1 Malang dan SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah sebagai informan kunci, Guru Kelas, Ketua Komite Sekolah, Pengurus Paguyuban Kelas, serta Orangtua Siswa. Fakta dan informasi diperoleh melalui teknik wawancara mendalam, pengamatan, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan pedoman wawancara, pedoman pengamatan, dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interactive model yaitu melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data, dan teknik comparative constant. Keabsahan data yang digunakan melalui credibility, transferability, dependability, dan confirmability Hasil penelitian menunjukkan bahwa, strategi kepala sekolah dalam mengoptimalkan partisipasi orangtua meliputi: pembuatan program yang menarik dan bermanfaat bagi orangtua, pelibatan orangtua dalam penyusunan dan pelaksanaan program sekolah, menerapkan prinsip transparan dan akutabilitas, intensitas jalinan komunikasi dengan orangtua melalui berbagai media komunikasi, dan menciptakan iklim yang kondusif. Optimalisasi partisipasi orangtua diharapkan secara sinergis mengarah pada satu tujuan yaitu peningkatan kualitas sekolah.  
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN Dahma Bagus Widodo; Ali Imron; Imron Arifin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.176 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i22019p10

Abstract

Abstract: This research aims to, (1) determine the motivation level to work of educational staff in the environment of faculties in State University of Malang, (2) determine the performance level of educational staff in the environment of faculties in State University of Malang, (3) determine the relationship of work motivation and performance of educational staff in the environment of faculties in State University of Malang. This research uses a quantitative approach with descriptive correlational design. The instrument of this research using a questionnaire respondents of the State University Malang environment. The analysis technique used in this research is descriptive analysis correlation. The results of this study indicate, (1) the motivation level to work of academic staff  in the faculties of the State University Malang environment consisting of job satisfaction and job dissatisfaction hygienes motivators classified in the good category, (2) the performance level of educational staff in the faculties of the State University Malang environment consisting of quality, quantity, the necessary supervision, attendance, and conservation classified in the high category, (3) there is a significant positive relationship between work motivation and performance of educational staff in the environment of faculties in State University of Malang.        Keywors: work motivation, employee performance, educational staff, college       Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui tingkat motivasi kerja tenaga kependidikan di fakultas-fakultas lingkungan UM, (2) mengetahui tingkat kinerja tenaga kependidikan di fakultas-fakultas lingkungan UM, (3) mengetahui  hubungan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kependidikan di fakultas-fakultas lingkungan UM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Instrumen penelitian ini menggunakan angket dengan responden tenaga kependidikan di fakultas-fakultas lingkungan UM. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis deskriptif korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) tingkat motivasi kerja tenaga kependidikan di fakultas-fakultas lingkungan UM yang terdiri atas job satisfaction motivator dan job dissatisfaction hygienes tergolong dalam kategori baik, (2) tingkat kinerja tenaga kependidikan di fakultas-fakultas lingkungan UM yang terdiri atas kualitas, kuantitas, supervisi yang diperlukan,  kehadiran, dan konservasi tergolong dalam kategori tinggi, (3) ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kependidikan di fakultas-fakultas lingkungan UM. Kata kunci: Motivasi kerja, kinerja pegawai, tenaga kependidikan, perguruan tinggi
MANAJEMEN KURIKULUM ENGLISH LOVER M Idris Sulaiman; Ali Imron; Teguh Triwiyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.618 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i42018p419

Abstract

Abstract: The purpose of this study is: (1) knowing the planning; (2) the implementation; (3) the evaluation; (4) the obstacle and (5) solutions to obstacles in the implementation of the English Lover program curriculum in Annur Bululawang Vocational High School, Malang Regency. This research approach method is qualitative case study. Data collection techniques used were (1) interviews, (2) observations, and (3) documentation. The results of the study are English Lover curriculum planning, namely: (1) Meetings, (2) Formation of schedules, (3) Making learning models, and (4) division of teams. English Lover is implemented and adjusted as the schedule that has been made the learning process can be carried out inside and outside the classroom in accordance with instructions from the English Lover tutor. English Lover learning evaluation is conducted every month, barriers to English Lover learning itself are in the internal factors of the school, in planning and implementation, and the solution is in the form of improvements in the planning system and in the implementation of the English Lover curriculum.Key Words: Curriculum Management English LoverAbstrak: Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi; (4) hambatan dan (5) pemecahan terhadap hambatan dalam pelaksanaan kurikulum program English Lover di SMK Annur Bululawang Kabupaten Malang. Metode pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Hasil penelitian yaitu Perencanaan kurikulum English Lover yaitu: (1) Rapat, (2) Pembentukan jadwal, (3) Membuat model pembelajaran, dan (4) pembagian tim. English Lover dilaksanakan dan disesuaikan seperti jadwal yang telah dibuat proses pembelajarannya pun bisa dilaksanakan didalam maupun diluar kelas sesuai dengan intruksi dari tutor English Lover. Evaluasi pembelajaran English Lover dilakukan pada tiap bulannya, Hambatan dalam pembelajaran English Lover sendiri berada dalam faktor internal sekolah, dalam perencanaan serta pelaksanaannya, dan pemecahannya berupa perbaikan dalam sistem perencanaan maupun dalam pelaksanaan kurikulum English Lover.Kata kunci: Manajemen Kurikulum English Lover
PERSEPSI DAN SIKAP MAHASISWA TENTANG LAYANAN AKADEMIK HUBUNGANNYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR Mardiningsih Puteri Isnaeni; Ali Imron; Raden Bambang Sumarsono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.332 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i32018p337

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relation of perception and attitude toward academic service with student learning motivation. The method used in this study is quantitative descriptive correlational approach. The instrument used in collecting data in the form of a questionnaire with the respondents students of State University of Malang. Data analysis technique used is descriptive analysis technique and multiple regression analysis technique. Based on the results of the study can be concluded that: the level of student perceptions of academic services into the high category; the level of student attitude of academic services into the high category; the level of students motivation to study into the high category; perception has positive and insignificant effect on students learning motivation; attitudes have a positive and significant impact on student learning motivation; perceptions and attitudes toward academic services with motivation to learn have significant effect simultaneously.Keywords: Perception, attitude, academic services, motivation to learn.Abstrak: Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi dan sikap terhadap layanan akademik dengan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan responden mahasiswa Universitas Negeri Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: tingkat persepsi mahasiswa terhadap layanan akademik masuk dalam kategori tinggi; tingkat sikap mahasiswa terhadap layanan akademik masuk dalam kategori baik; tingkat motivasi belajar mahasiswa masuk dalam kategori tinggi; persepsi berhubungan positif dan tidak signifikan trhadap motivasi belajar mahasiswa; sikap berhubungan positif dan signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa; persepsi dan sikap terhadap layanan akademik dengan motivasi belajar berhubungan signifikan secara simultan.Kata Kunci: Persepsi, sikap, layanan akademik, motivasi belajar.
PERBEDAAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR ANTARA PENGURUS HARIAN DAN ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) Muhammad Ali Yafi Hidayatullah; Ali Imron; Ibrahim Bafadal
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.032 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i42018p454

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine differences in motivation and learning achievement of students who became daily administrators and members of UKM. This study uses a quantitative approach with comparative casual descriptive research design. The instrument used in this study was a questionnaire with Malang State University student respondents. Data analysis techniques used are descriptive analysis techniques and test test techniques. Based on the results of the study it can be concluded that: learning motivation of daily instructors is included in high qualifications; learning motivation of UKM members is included in high qualifications; the level of learning achievement of daily administrators, in academic achievement in the title is very satisfying, in non-academic achievement has a percentage at the National level; the level of learning achievement of UKM members, in academic achievement in honors, in non-academic achievements they have a national level; there is a significant difference in the learning motivation of students who become UKM daily administrators and who are members of UKM; there is no significant difference in the academic learning achievement of students who are UKM administrators and who are members of UKM; there are significant differences in non-academic learning achievement of students who become UKM daily administrators and who are members of UKM.Keywords: Motivation, Learning Achievement, Student Activity Unit Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa yang menjadi pengurus harian dan anggota UKM. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kasual komparatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan responden mahasiswa Universitas Negeri Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik uji Test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: motivasi belajar penguruh harian termasuk dalam kualifikasi tinggi; motivasi belajar anggota UKM termasuk dalam kualifikasi tinggi; tingkat prestasi belajar pengurus harian, dalam prestasi akademik dalam predikat sangat memuaskan, dalam prestasi non akademik memiliki presentase ditingkat Nasional; tingkat prestasi belajar anggota UKM, dalam prestasi akademik dalam predikat dengan pujian, dalam prestasi non akademik memiliki presentase ditingkat Nasional; terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar mahasiswa yang menjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM; tidak terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar akademik mahasiswa yang menjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM; terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar non akademik mahasiswa yang mennjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM.Kata kunci: Motivasi, Prestasi Belajar, Unit Kegiatan Mahasiswa
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN CITRA PUBLIK Dian Erika Putri; Ali Imron; Asep Sunandar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.066 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i42019p213

Abstract

Abstract: This study aims to describes the public image of SMAN 3 Malang, the leadership of the principal, the strategic steps of the principal, the problems and solutions made in building a public image. This study uses a qualitative approach with a type of case study research. The results of the study include: (1) SMAN 3 Malang has a good or positive image. This image is seen from achievements in the academic and non-academic fields, good school services and alumni ties, (2) The principal acts as the top leader and manager in leading SMAN 3 Malang, the principal has a high commitment and firmness and open minded, and the principal uses Bottom-Up in making decisions, which means analyzing and collecting data first and communicating with the parties involved, (3) SMAN 3 Malang uses the PDCA step in making a good program of activities, namely Plan, Do, Check, and Action. (4) There are problems that lie in the commitment section of some teachers that need to be motivated. In addition, there are problems, namely lack of carrying capacity such as facilities and infrastructure to finance. The solution is to motivate teachers to have a high commitment and take a humanist approach, especially to the community or student guardians so that the carrying capacity can be fulfilled. Keywords: leadership, principal, public image Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan citra publik di SMAN 3 Malang, kepemimpinan kepala sekolah, langkah strategis kepala sekolah, serta masalah dan solusi yang dilakukan dalam membangun citra publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian meliputi: (1) SMAN 3 Malang memiliki citra yang baik atau positif. Citra ini dilihat dari prestasi di bidang akademik dan nonakademik, pelayanan sekolah dan ikatan alumni yang bagus, (2) Kepala sekolah berperan sebagai top leader dan manajer dalam memimpin SMAN 3 Malang, kepala sekolah memiliki komitmen yang tinggi dan sikap tegas dan open minded, serta kepala sekolah menggunakan Bottom-Up dalam pembuatan keputusan, yang artinya menganalisis dan mengumpulkan data terlebih dahulu dan melakukan komunikasi dengan pihak yang terlibat, (3) SMAN 3 Malang menggunakan langkah PDCA dalam pembuatan program kegiatan yang bagus, yaitu Plan, Do, Check, dan Action. (4) Terdapat permasalahan yang terletak pada bagian komitmen beberapa guru yang perlu untuk dimotivasi. Selain itu, terdapat masalah yaitu kurangnya daya dukung seperti sarana dan prasarana hingga finansial. Solusi yang dilakukan yaitu memotivasi guru-guru agar memiliki komitmen yang tinggi serta melakukan pendekatan humanis, terutama ke masyarakat atau wali murid sehingga daya dukung dapat terpenuhi. Kata kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, citra publik
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SOPAN SANTUN MELALUI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK fernanda rahmadika putra; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.116 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p182

Abstract

Abstrak:Pentingnya pendidikan karakter karena melalui pendidikan karakter dapat menumbuhkan kecerdasan, keterampilan dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) pembelajaran kode etik, (2) bentuk pendidikan tingkah laku budi pekerti, (3) penanaman pendidikan karakter yang santun, (4) faktor pendukung penanaman budi pekerti pendidikan karakter, (5) optimalisasi Pemanfaatan faktor pendukung penanaman pendidikan karakter kesantunan, (6) faktor kendala dalam pembinaan kesantunan pendidikan karakter, (7) solusi kendala pembinaan kesantunan pendidikan karakter. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) pembelajaran kode moral dalam kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk-bentuk perilaku pendidikan karakter sudah terbentuk, hanya menambah kekurangan,Kata kunci: implementasi, pendidikan karakter, budi pekerti, teologi moral Abstrak: Pentingnya pendidikan karakter yang didasarkan pada pendidikan karakter itu bisa menumbuhkan kecerdasan, kecakapan, dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) Pembelajaran Akidah Akhlak, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun, (4) faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (6) faktor kendala dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun, (7) solusi dari kendala penanaman pendidikan karakter sopan santun. Simpulan penelitian ini: (1) pembelajaran Akidah Akhlak  pada kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun sudah ada pembentukan, tinggal menambah dari kekurangan yang ada, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun Bapak dan Ibu Guru memberikan contoh sikap yang mulia, memberi dorongan, dan membiasakan perilaku yang mulia, (4) faktor penunjang dalam  penanaman pendidikan karakter sopan santun yakni didukung oleh sarana prasarana kelas yang baik dan memadai dan minat belajar siswa yang tinggi, (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter pihak sekolah harus bisa bertanggungjawab dalam mengembangkan penanaman pendidikan karakter sopan santun yang mulia, (6) faktor kendala yang ditemui dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun yaitu faktor lingkungan, keberagaman peserta didik, salah dalam memilih teman, (7) ) solusi yang dilakukan dari kendala penanaman pendidikan karakter yakni memberi nasihat, memberi hukuman atau teguran berupa peringatan.Kata kunci : implementasi, pendidikan karakter, sopan santun, akidah akhlak 
MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN DUNIA USAHA DAN INDUSTRI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH VOKASIONAL Isnaini Afrita; Ali Imron; Imron Arifin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.076 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i32018p313

Abstract

ABSTRACT: in this research describes the steps of cooperation, collaboration, what have been the advantages of both sides between 3 Malang with the business world and the world of industry (DUDI). This study uses qualitative methods. Qualitative research is research that intends to understand the phenomena of behavior, action, a thorough State of a subject. While this type of research is research case studies. Reasons to use a case study is a research method is focusing on a unique case of an intensive and detailed. The uniqueness of the obtained in this case is, the existence of the provision of learner achievements at the push by the agency outside the school where it is where practice learners. The results of this study, namely, the establishment of a Committee for cooperation, the kind of effort that will be selected schools, pre OJT activity, making the agreement a Memorandum of understanding, provide the best quality of learners, promotes work and responsibility, provide benefits to the industry, carry out the evaluation, the students keep a journal, compiling reports.Keywords: school, cooperation, learning achievementsABSTRAK : Pada penelitian ini menjelaskan langkah-langkah kerjasama, bentuk kerjasama, apa yang menjadi keuntungan kedua pihak antara SMKN 3 Malang dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang perilaku, tindakan, keadaan menyeluruh pada sebuah subjek penelitian. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Alasan menggunakan studi kasus adalah metode penelitian ini memusatkan perhatian pada suatu kasus yang unik secara intensif dan rinci. Keunikan yang didapatkan pada kasus ini adalah, bekal adanya prestasi yang diraih peserta didik di dorong oleh lembaga luar sekolah dimana itu merupakan tempat praktik peserta didik. Hasil penelitian ini yaitu, pembentukan panitia kerjasama, jenis usaha yang akan dipilih sekolah, kegiatan pra OJT, membuat perjanjian Memorandum of understanding, memberikan kualitas terbaik peserta didik, mempromosikan kerja dan tanggung jawab, memberikan keuntungan kepada industri, melaksanakan evaluasi, peserta didik membuat jurnal, menyusun laporanKata kunci  : sekolah, kerjasama, prestasi belajar
MANAJEMEN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI DAERAH TERTINGGAL Agus Gus Yanto; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.868 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i12020p72

Abstract

Abstrak: Penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) penyusunan program pembelajaran, (2) pelaksanaan program pembelajaran, (3) evaluasi program pembelajaran, (4) faktor pendukung pembelajaran, (5) faktor penghambat pembelajaran, dan (6) upaya / solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) penyusunan program pembelajaran menggunakan kurikulum ganda yaitu K13 dan KTSP, (2) Pelaksanaan program pembelajaran secara administratif menggunakan dua kurikulum yaitu K13 dan KTSP. Namun karena kondisi sekolah yang baik kondisi fasilitas dan prasanan serta kondisi siswa sehingga proses pembelajaran lebih dekat dengan menggunakan KTSP, (6) Upaya / solusi mengenai faktor penghambat belajar merupakan dua cara yang dilakukan sekolah dalam menangani hambatan belajar yang bergantung pada sumber hambatannya. Upaya atau solusi yang dilakukan sekolah dalam menghadapi kekurangan sarana dan prasarana adalah dengan meminta bantuan lebih lanjut kepada pemerintah atau Dinas Pendidikan. Keywords: management, learning, elementary school, disadvantaged remote area Abstrak: Penelitian ini bertjuan mendeskripsikan; (1) penyusunan program pembelajaran, (2) implementasi program pembelajaran, (3) evaluasi program pembelajaran, (4) faktor pendukung pembelajaran, (5) faktor penghambat pembelajaran, dan (6) upaya/solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Simpulan penelitian ini: (1) penyusunan program pembelajaran menggunakan kurikulum ganda yaitu K13 dan KTSP, (2) implementasi program pembelajaran secara administrasi menggunakan dua kurikulum yaitu K13 dan KTSP. Akan tetapi karena kondisi sekolah baik dari faktor kondisi sarana dan prasanan dan juga faktor Keadaan siswa sehingga pada proses pembelajaran lebih dekat dengan menggunakan KTSP, (3) evaluasi program pembelajaran yang dilakukan guru ada dua jenis evaluasi pembelajaran yaitu evaluasi sumatif yang mana dimaksudkan evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru guna untuk menentukan hasil dan perkembangan atau kemajuan belajar siswa, dan juga selain evaluasi sumatif guru juga menggunakan evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru guna untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar dan mengajar, (4) faktor pendukung pembelajaran ada dua sumber yang pertama dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (5) faktor penghambat  pembelajaran ada dua sumber yang pertama dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (6) upaya/ solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran ada dua cara yang dilakukan sekolah dalam menangani hambatan pembelajaran yaitu tergantung dari sumber hambatan. Upaya atau solusi yang dilakukan sekolah dalam menangani kekurangan sarana dan prasarana yaitu dengan meminta bantuan lebih kepada pemerintah atau Dinas Pendidikan. Kata kunci : manajemen, pembelajaran, sekolah dasar, daerah tertinggal