Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SOPAN SANTUN MELALUI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK fernanda rahmadika putra; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v3i22020p182

Abstract

Abstrak:Pentingnya pendidikan karakter karena melalui pendidikan karakter dapat menumbuhkan kecerdasan, keterampilan dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) pembelajaran kode etik, (2) bentuk pendidikan tingkah laku budi pekerti, (3) penanaman pendidikan karakter yang santun, (4) faktor pendukung penanaman budi pekerti pendidikan karakter, (5) optimalisasi Pemanfaatan faktor pendukung penanaman pendidikan karakter kesantunan, (6) faktor kendala dalam pembinaan kesantunan pendidikan karakter, (7) solusi kendala pembinaan kesantunan pendidikan karakter. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) pembelajaran kode moral dalam kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk-bentuk perilaku pendidikan karakter sudah terbentuk, hanya menambah kekurangan,Kata kunci: implementasi, pendidikan karakter, budi pekerti, teologi moral Abstrak: Pentingnya pendidikan karakter yang didasarkan pada pendidikan karakter itu bisa menumbuhkan kecerdasan, kecakapan, dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) Pembelajaran Akidah Akhlak, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun, (4) faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (6) faktor kendala dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun, (7) solusi dari kendala penanaman pendidikan karakter sopan santun. Simpulan penelitian ini: (1) pembelajaran Akidah Akhlak  pada kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun sudah ada pembentukan, tinggal menambah dari kekurangan yang ada, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun Bapak dan Ibu Guru memberikan contoh sikap yang mulia, memberi dorongan, dan membiasakan perilaku yang mulia, (4) faktor penunjang dalam  penanaman pendidikan karakter sopan santun yakni didukung oleh sarana prasarana kelas yang baik dan memadai dan minat belajar siswa yang tinggi, (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter pihak sekolah harus bisa bertanggungjawab dalam mengembangkan penanaman pendidikan karakter sopan santun yang mulia, (6) faktor kendala yang ditemui dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun yaitu faktor lingkungan, keberagaman peserta didik, salah dalam memilih teman, (7) ) solusi yang dilakukan dari kendala penanaman pendidikan karakter yakni memberi nasihat, memberi hukuman atau teguran berupa peringatan.Kata kunci : implementasi, pendidikan karakter, sopan santun, akidah akhlak 
MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN DUNIA USAHA DAN INDUSTRI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH VOKASIONAL Isnaini Afrita; Ali Imron; Imron Arifin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.076 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i32018p313

Abstract

ABSTRACT: in this research describes the steps of cooperation, collaboration, what have been the advantages of both sides between 3 Malang with the business world and the world of industry (DUDI). This study uses qualitative methods. Qualitative research is research that intends to understand the phenomena of behavior, action, a thorough State of a subject. While this type of research is research case studies. Reasons to use a case study is a research method is focusing on a unique case of an intensive and detailed. The uniqueness of the obtained in this case is, the existence of the provision of learner achievements at the push by the agency outside the school where it is where practice learners. The results of this study, namely, the establishment of a Committee for cooperation, the kind of effort that will be selected schools, pre OJT activity, making the agreement a Memorandum of understanding, provide the best quality of learners, promotes work and responsibility, provide benefits to the industry, carry out the evaluation, the students keep a journal, compiling reports.Keywords: school, cooperation, learning achievementsABSTRAK : Pada penelitian ini menjelaskan langkah-langkah kerjasama, bentuk kerjasama, apa yang menjadi keuntungan kedua pihak antara SMKN 3 Malang dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang perilaku, tindakan, keadaan menyeluruh pada sebuah subjek penelitian. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Alasan menggunakan studi kasus adalah metode penelitian ini memusatkan perhatian pada suatu kasus yang unik secara intensif dan rinci. Keunikan yang didapatkan pada kasus ini adalah, bekal adanya prestasi yang diraih peserta didik di dorong oleh lembaga luar sekolah dimana itu merupakan tempat praktik peserta didik. Hasil penelitian ini yaitu, pembentukan panitia kerjasama, jenis usaha yang akan dipilih sekolah, kegiatan pra OJT, membuat perjanjian Memorandum of understanding, memberikan kualitas terbaik peserta didik, mempromosikan kerja dan tanggung jawab, memberikan keuntungan kepada industri, melaksanakan evaluasi, peserta didik membuat jurnal, menyusun laporanKata kunci  : sekolah, kerjasama, prestasi belajar
MANAJEMEN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI DAERAH TERTINGGAL Agus Gus Yanto; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v3i12020p72

Abstract

Abstrak: Penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) penyusunan program pembelajaran, (2) pelaksanaan program pembelajaran, (3) evaluasi program pembelajaran, (4) faktor pendukung pembelajaran, (5) faktor penghambat pembelajaran, dan (6) upaya / solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) penyusunan program pembelajaran menggunakan kurikulum ganda yaitu K13 dan KTSP, (2) Pelaksanaan program pembelajaran secara administratif menggunakan dua kurikulum yaitu K13 dan KTSP. Namun karena kondisi sekolah yang baik kondisi fasilitas dan prasanan serta kondisi siswa sehingga proses pembelajaran lebih dekat dengan menggunakan KTSP, (6) Upaya / solusi mengenai faktor penghambat belajar merupakan dua cara yang dilakukan sekolah dalam menangani hambatan belajar yang bergantung pada sumber hambatannya. Upaya atau solusi yang dilakukan sekolah dalam menghadapi kekurangan sarana dan prasarana adalah dengan meminta bantuan lebih lanjut kepada pemerintah atau Dinas Pendidikan. Keywords: management, learning, elementary school, disadvantaged remote area Abstrak: Penelitian ini bertjuan mendeskripsikan; (1) penyusunan program pembelajaran, (2) implementasi program pembelajaran, (3) evaluasi program pembelajaran, (4) faktor pendukung pembelajaran, (5) faktor penghambat pembelajaran, dan (6) upaya/solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Simpulan penelitian ini: (1) penyusunan program pembelajaran menggunakan kurikulum ganda yaitu K13 dan KTSP, (2) implementasi program pembelajaran secara administrasi menggunakan dua kurikulum yaitu K13 dan KTSP. Akan tetapi karena kondisi sekolah baik dari faktor kondisi sarana dan prasanan dan juga faktor Keadaan siswa sehingga pada proses pembelajaran lebih dekat dengan menggunakan KTSP, (3) evaluasi program pembelajaran yang dilakukan guru ada dua jenis evaluasi pembelajaran yaitu evaluasi sumatif yang mana dimaksudkan evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru guna untuk menentukan hasil dan perkembangan atau kemajuan belajar siswa, dan juga selain evaluasi sumatif guru juga menggunakan evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru guna untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar dan mengajar, (4) faktor pendukung pembelajaran ada dua sumber yang pertama dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (5) faktor penghambat  pembelajaran ada dua sumber yang pertama dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (6) upaya/ solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran ada dua cara yang dilakukan sekolah dalam menangani hambatan pembelajaran yaitu tergantung dari sumber hambatan. Upaya atau solusi yang dilakukan sekolah dalam menangani kekurangan sarana dan prasarana yaitu dengan meminta bantuan lebih kepada pemerintah atau Dinas Pendidikan. Kata kunci : manajemen, pembelajaran, sekolah dasar, daerah tertinggal
HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG KUALITAS DAN PELAYANAN PENDIDIKAN DENGAN KEPUASAN ORANG TUA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI Dyah Ayu Ningsih; Ali Imron; Teguh Triwiyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.229 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i22018p245

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to know: the level of perception about quality of education; the level of educational services; the level of the parents' satisfaction; the correlation between perception about the quality of education and parents' satisfaction; the correlation between educational services and parents' satisfaction; the correlation between perception about the quality of education and education services; and the correlation between perception of quality and service of education with the parents' satisfaction. This research uses quantitative approach with descriptive correlational research design. The instrument used in collecting data in the form of a questionnaire with the respondents parents of students of SMK Negeri in Mojokerto City. Data analysis technique used is descriptive analysis technique (mean) and multiple regression analysis technique. Based on the results of research can be concluded that: the level of perception about the quality of education is in medium category; the level of education service is in high category; the level of parents' satisfaction is in the medium category; there is a significant correlation between the perception about quality of education and parents' satisfaction; there is a significant correlation between the education services and parents' satisfaction; there is a significant correlation between the perception about the quality of education and education services; and there is a significant correlation between the perception about the quality of education and education service with the parents' satisfaction. Keywords : perception, service, and satisfaction. Abstrak : Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui: persepsi tentang kualitas pendidikan; pelayanan pendidikan; kepuasan orang tua siswa; hubungan  persepsi kualitas pendidikan dengan kepuasan orang tua siswa; hubungan pelayanan pendidikan dengan kepuasan orang tua siswa; hubungan persepsi kualitas pendidikan dengan pelayanan pendidikan; dan hubungan persepsi kualitas dan pelayanan pendidikan dengan kepuasan orang tua siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan responden orang tua siswa SMK Negeri di Kota Mojokerto. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif (mean) dan teknik analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: tingkat persepsi kualitas pendidikan masuk dalam kategori sedang; tingkat pelayanan pendidikan masuk dalam kategori tinggi; tingkat kepuasan orang tua siswa masuk dalam kategori sedang; terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kualitas pendidikan dengan kepuasan orang tua siswa; terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan pendidikan dengan kepuasan orang tua; terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi tentang kualitas pendidikan dengan pelayanan pendidikan; dan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kualitas pendidikan dan pelayanan pendidikan dengan kepuasan orang tua siswa.Kata kunci: persepsi, pelayanan, dan kepuasan.
KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Ika Alifiyah; Ali Imron; Juharyanto Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.581 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i22019p32

Abstract

Abstract:The focus of this research is the formulation of school vision, the shared vision process conducted by the principal, the process of implementing the vision by the principal, the principal's approach in implementing visionary leadership to develop the student's character, and the student character developed in the visionary leadership of principal. This study uses a qualitative method. Qualitative research is a study that intends to understand the phenomenon of behavior, action, the overall situation in a research subject. While the type of research used is case study research. The reason for using case studies is that this research method focuses on an intensive, detailed, and unique case.The unique case in this study is a principal who leads for three periods of leadership, who in the process of leadership has achieved many achievements and shaped the character of learners through the values embedded in the activities at school. The results of this study are: (a) the formulation of the vision carried out by the principal involving all teachers and staff and carried out with SWOT analysis of the school; (b) the shared vision process by the principal is done through the stage of socialization, memorization, implementation, reminding and modeling, assessing and evaluating, rewarding and punishment; (c) the implementation of the vision is done through polite behavior, smile greetings, greetings, responsibilities, discipline and orderly, prioritizing KBM and maximize facilities infrastructure, and establish good cooperation with external; (d) approach in the implementation of the principal's leadership is done through MSG activities, workshop for teachers and school staff, application of 5 S industry culture; core value of the school, and provide an example to the school's citizens; (e) the character of the learner developed in the headmaster's leadership in islami, discipline, and responsibility that is implemented in congregational prayer activities, Dhuha Prayer, PDS, and PIC.Keywords: leadership, vision, character of the students. Abstrak: Fokus penelitian ini adalah perumusan visi sekolah, proses shared vision yang dilakukan oleh kepala sekolah, proses penerapan visi oleh kepala sekolah, pendekatan yang dilakukan kepala sekolah dalam implementasi kepemimpinana visioner guna mengembangkan karakter peserta didik, dan karakter peserta didik yang dikembangkan dalam implemetasi kepemimpinan visioner kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang perilaku, tindakan, keadaan menyeluruh pada sebuah subjek penelitian. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Alasan menggunakan studi kasus adalah metode penelitian ini memusatkan perhatian pada suatu kasus yang unik secara intensif dan rinci.Kasus unik dalam penelitian ini adalah seorang kepala sekolah yang memimpin selama tiga periode kepemimpinan, yang dalam proses kepemimpinannya telah mencapai banyak prestasi serta membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Hasil penelitian iniadalah: (a) perumusan visi yang dilakukan oleh kepala sekolah melibatkan seluruh guru dan staf dan dilaksanakan dengan analisis SWOT terhadap sekolah; (b) proses shared vision oleh kepala sekolah dilakukan melalui tahap sosialisasi, dihafal, diimplementasikan, mengingatkan dan memberi teladan, dinilai dan dievaluasi, memberikan penghargaan dan hukuman; (3) penerapan visi dilakukan melalui perilaku santun, senyum salam, sapa, tanggungjawab, disiplin dan tertib, mengutamakan KBM dan memaksimalkan sarana prasarana, serta menjalin kerjasama yang baik dengan eksternal; (4) pendekatan dalam implementasi kepimimpinan kepala sekolah dilakukan melalui kegiatan MSG, lokakarya bagi guru dan staf sekolah, penerapan budaya industri 5 S; nilai inti sekolah, serta memberikan teladan kepada warga sekolah; (5) karakter peserta didik yang dikembangkan dalam kepemimpinan kepala sekolah yakni islami, kedisiplinan, dan tanggungjawab yang diimplementasikan dalam kegiatan sholat berjamaah, Sholat Dhuha, PDS, dan PIC.Kata Kunci:kepemimpinan, visi, karakter peserta didik 
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA Indah Ratnawati; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.59 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i32018p284

Abstract

Abstract: Management is the process of utilizing all resources in order to achieve the goals set. The management process includes: planning, organizing, implementation, and supervision. the substance of management that exist in educational institutions and become an important focus in the world of education are learners. the purpose of this study is to explain the character education management of learners through extracurricular activities scouting in SMPN 1 Bandung, Tulungagung. This research uses qualitative approach with descriptive method. data collection methods used in the form of observation, interviews, and documentation. SMPN 1 Bandung, Tulungagung character education in all areas of activity including extracurricular activities scout. Keywords: management, character education, extracurricular scout. Abstrak: Manajemen adalah proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun proses manajemen meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Substasnsi manajemen yang ada pada lembaga pendidikan dan menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan yakni peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menjelaskan manajemen pendidikan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang ada di SMPN 1 Bandung, Tulungagung. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. SMPN 1 Bandung, Tulungagung pendidikan karakter di semua bidang kegiatan termasuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Kata Kunci: manajemen, pendidikan karakter, ekstrakurikuler pramuka.
Pengelolaan Sudut Baca Kelas pada Jenjang Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Indah Puspitasari; Ali Imron; Juharyanto Juharyanto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.39 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i102021p815-824

Abstract

Abstract: The objectives of this research are: (1) describing reading corner planning at SDN 1 Lesanpuro Kedungkandang Malang City, (2) describing organizing reading corner at SDN 1 Lesanpuro Kedungkandang Kota Malang, (3) describing the implementation of reading corner in SDN 1 Lesanpuro Kedungkandang Malang City, (4) describes the supervision of reading corner at SDN 1 Lesanpuro Kedungkandang Malang, (5) describing the development of reading angles so as to increase the interest in reading learners, (6) describing the impact From the reading corner at SDN 1 Lesanpuro Malang City. The approach used is a qualitative approach, this type of research is descriptive research. The research plan used is a case study. Data analysis models used by researchers are models Milles and Huberman. Then check the validity of data using triangulation, member checking, overtime observation, improving persistence, and sufficiency of reference material. Based on the analysis of the data that has been done, the research conclusion is: (1) The planning is done by conducting meetings that include infrastructure and habituation programs, procurement of goods needed through School treasurer, and the arrangement of infrastructure to the designated place; (2) Organizing is done by delegating duties to members who have already written on the organizational structure; (3) The implementation of the reading corner includes a silent read, retelling the summary of the story on the read book, and writing good; (4) Some of the things that become evaluation of reading corner activity are less reading material, reading interest of students, maximising time to visit reading corner, order students when in reading corner; (5) The strategy is done by establishing cooperation with parents and the public library of Malang City; (6) The impact of reading angle programs is to develop 4 aspects of language that students have, i.e. reading, writing, speaking, and listening. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan perencanaan sudut baca di SDN 1 Lesanpuro Kedungkandang Kota Malang, (2) mendeskripsikan pengorganisasian sudut baca di SDN 1 Lesanpuro Kedungkandang Kota Malang, (3) mendeskripsikan pelaksanaan sudut baca di SDN 1 Lesanpuro Kedungkandang Kota Malang, (4) mendeskripsikan pengawasan sudut baca di SDN 1 Lesanpuro Kedungkandang Kota Malang, (5) mendeskripsikan pengembangan sudut baca sehingga dapat meningkatkan minat baca peserta didik, (6) mendeskripsikan dampak dari adanya sudut baca di SDN 1 Lesanpuro Kota Malang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Model analisis data yang digunakan peneliti adalah model Milles dan Huberman. Kemudian melakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi, pengecekan anggota, perpanjangan waktu pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan kecukupan bahan referensi. Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan, simpulan penelitian ini adalah: (1) perencanaan yang dilakukan adalah dengan melaksanakan rapat yang meliputi sarana prasarana dan program pembiasaan, pengadaan barang-barang yang dibutuhkan melalui bendahara sekolah, dan penataan prasarana ke tempat yang sudah ditentukan; (2) pengorganisasian dilakukan dengan mendelegasikan tugas kepada anggota yang sudah tertulis pada struktur organisasi; (3) pelaksanaan sudut baca meliputi kegiatan membaca senyap, menceritakan kembali ringkasan cerita pada buku yang sudah dibaca, dan menulis kebaikan; (4) Beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi program sudut baca yaitu bahan bacaan yang kurang, minat baca siswa, memaksimalkan waktu untuk mengunjungi sudut baca, ketertiban siswa saat berada di sudut baca; (5) Strategi dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan orang tua siswa dan Perpustakaan Umum Kota Malang; (6) Dampak program sudut baca adalah mengembangkan 4 aspek bahasa yang dimiliki siswa yaitu membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan.
Digital Leadership Kepala Sekolah Hubungannya dengan Kinerja Guru dan Kompetensi Siswa Era Abad 21 Agus Timan; Mustiningsih Mustiningsih; Ali Imron
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v5i42022p323

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to identify the relationship between five principal digital leadership constructs, namely visionary leadership, digital age learning culture, excellence in professional practice, systemic improvement, and digital citizenship with teacher performance and student competence in the 21st century. The number of samples in This study consisted of 96 people consisting of principals and teachers from 24 schools. The data analysis in this study used SEM with the help of the AMOS 24 program. The results showed that the five components of digital leadership namely visionary leadership, digital age learning, excellent in professional, systemic improvement, and digital citizenship have a direct effect on teacher performance and student competence in the century era. 21. The five components of digital leadership also indirectly affect student competence through teacher performance. The contribution of this research shows that with adequate digital leadership practices, supporting the efforts of teachers in achieving the expected performance, can improve student competence in the 21st century era.Keywords: digital leadership, teacher performance, student competence, elementary school Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara lima konstruksi kepemimpinan digital kepala sekolah, yaitu kepemimpinan visioner, budaya pembelajaran zaman digital, keunggulan dalam praktik profesional, peningkatan sistemik, dan kewarganegaraan digital dengan kinerja guru dan kompetensi siswa di abad 21. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 orang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru dari 24 Sekolah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM dengan bantuan program AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan kelima komponen digital leadership yakni visionary leadership, digital age learning, excellent in professional, systemic improvement, dan digital citizenship berpengaruh secara langsung terhadap kinerja guru dan kompetensi siswa di era abad 21. Kelima komponen digital leadership tersebut juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap kompetensi siswa melalui kinerja guru. Kontribusi penelitian ini menunjukkan bahwa dengan praktik kepemimpinan digital yang memadai, mendukung upaya guru dalam mencapai kinerja yang diharapkan, dapat meningkatkan kompetensi siswa diera abad 21.Kata kunci: digital leadership, kinerja guru, kompetensi siswa, sekolah dasar
Digital Leadership Kepala Sekolah Hubungannya dengan Kinerja Guru dan Kompetensi Siswa Era Abad 21 Agus Timan; Mustiningsih Mustiningsih; Ali Imron
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v5i42022p323

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to identify the relationship between five principal digital leadership constructs, namely visionary leadership, digital age learning culture, excellence in professional practice, systemic improvement, and digital citizenship with teacher performance and student competence in the 21st century. The number of samples in This study consisted of 96 people consisting of principals and teachers from 24 schools. The data analysis in this study used SEM with the help of the AMOS 24 program. The results showed that the five components of digital leadership namely visionary leadership, digital age learning, excellent in professional, systemic improvement, and digital citizenship have a direct effect on teacher performance and student competence in the century era. 21. The five components of digital leadership also indirectly affect student competence through teacher performance. The contribution of this research shows that with adequate digital leadership practices, supporting the efforts of teachers in achieving the expected performance, can improve student competence in the 21st century era.Keywords: digital leadership, teacher performance, student competence, elementary school Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara lima konstruksi kepemimpinan digital kepala sekolah, yaitu kepemimpinan visioner, budaya pembelajaran zaman digital, keunggulan dalam praktik profesional, peningkatan sistemik, dan kewarganegaraan digital dengan kinerja guru dan kompetensi siswa di abad 21. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 orang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru dari 24 Sekolah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM dengan bantuan program AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan kelima komponen digital leadership yakni visionary leadership, digital age learning, excellent in professional, systemic improvement, dan digital citizenship berpengaruh secara langsung terhadap kinerja guru dan kompetensi siswa di era abad 21. Kelima komponen digital leadership tersebut juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap kompetensi siswa melalui kinerja guru. Kontribusi penelitian ini menunjukkan bahwa dengan praktik kepemimpinan digital yang memadai, mendukung upaya guru dalam mencapai kinerja yang diharapkan, dapat meningkatkan kompetensi siswa diera abad 21.Kata kunci: digital leadership, kinerja guru, kompetensi siswa, sekolah dasar
Hubungan Intensitas Publikasi dan Citra Lembaga Pendidikan dengan Animo Siswa yang Memilih Sekolah di SMK Negeri Kabupaten Malang Alfin Nur Indah Sari; Ali Imron; Imron Arifin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i52023p394-401

Abstract

Abstract: The study aims to know (1) a picture of publication intensity, (2) an image of an educational institution's image, (3) an overview of the students' interest in choosing a school at SMK Negeri Malang, (4) the relationship between publication intensity and student's interest, (5) an image relationship educational institutions with student interest, (6) the relationship between publication intensity and the image of educational institutions with student interest. This research uses a quantitative approach with a descriptive-correlational research model. The research instrument used in this study was a questionnaire. The subjects who became the population in this study were students of class X State Vocational School. The results showed that the intensity of publications, the image of educational institutions and student interest were in the medium category. There is a relationship between the intensity of publications and the image of educational institutions with the interest of students who choose schools. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran intensitas publikasi, (2) gambaran citra lembaga pendidikan, (3) gambaran animo siswa yang memilih sekolah di SMK Negeri Kabupaten Malang, (4) hubungan antara intensitas publikasi dengan animo siswa, (5) hubungan citra lembaga pendidikan dengan animo siswa, (6) hubungan intensitas publikasi dan citra lembaga pendidikan dengan animo siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian deskriptif-korelasional. Instrumen penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa angket. Subjek yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas publikasi, citra lembaga pendidikan dan animo siswa berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan antara intensitas publikasi dan citra lembaga pendidikan dengan animo siswa yang memilih sekolah.