Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Nilai – Nilai Mapalus Sebagai Kearifan Lokal Dalam Pembangunan Sosial Ekonomi Masyarakat Tumaluntung Minahasa Selatan Jeiny Cintia Sinjal; Almen S. Ramaino; Aldegonda E. Pelealu; Aksilas Dasfordate
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah pelaksanaan Mapalus, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta perannya dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Selatan. Mapalus merupakan tradisi gotong royong masyarakat Minahasa yang berakar pada budaya agraris dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan sosiokultural. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat, aparat desa, dan masyarakat pelaku Mapalus. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mapalus pada awalnya berkembang sebagai sistem kerja kolektif dalam bidang pertanian tanpa imbalan material yang berfungsi memperkuat relasi sosial, kekerabatan, dan pembentukan karakter moral masyarakat. Seiring masuknya pengaruh agama Kristen, Mapalus mengalami perluasan makna sebagai bentuk solidaritas dan pengabdian spiritual. Nilai-nilai Mapalus, seperti solidaritas, tanggung jawab, kesetaraan, keadilan, dan kebersamaan, berperan sebagai modal sosial yang mendukung pembangunan sosial ekonomi, memperkuat kohesi sosial, serta meningkatkan ketahanan masyarakat Desa Tumaluntung hingga masa kini.
Museum Tanah dan Pertanian Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lingkungan dan Media Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Yusuf Budi Prasetya Santosa; Aksilas Dasfordate; Ponco Setiyonugroho
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i1p185-200

Abstract

The Museum Tanah dan Pertanian is one of the museums located in the city of Bogor. The Museum of land and agriculture can be used as a learning resource for environmental history because it has a variety of collections related to land and agriculture in Indonesia, which includes the dimensions of history, environment, politics, technology, and the future of Indonesian Agriculture. This study uses qualitative research methods with library research approach. The result of this study is the Museum Tanah dan Pertanian can be used as a source of learning history, because the various collections owned by the museum can be associated with the scope of environmental history, among others 1) the natural environment in the past, 2) modes of production, 3) the perception of ideology and cultural values and 4) public responses that arise in the form of debates, laws and political regulations related to the environment. Various information obtained from the museum is converted into knowledge, which will foster environmental awareness