Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Aktif, Cerdas, Sehat: Literasi Jasmani sebagai Fondasi Pendidikan Karakter di SMPN 5 Tanjung Jabung Timur: (Active, Intelligent, Healthy: Physical Literacy as the Foundation of Character Education at SMPN 5 Tanjung Jabung Timur) Saputra, Endarman; Hadinata, Reza; Oktadinata, Alek; Daya, Wawan Junresti; Iqroni, David; Yuliawan, Ely
Jurnal JUPEMA Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025 (inprogress)
Publisher : Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jupema.v4i2.49802

Abstract

This community engagement initiative aims to enhance understanding and awareness of physical literacy among teachers and students at SMPN 5 Tanjung Jabung Timur. The programme seeks to establish physical literacy as a fundamental element for fostering the development of students who are active, intellectually engaged, and healthy. Using an interactive approach that combines outreach and training, the activities introduce a comprehensive concept of physical literacy, encompassing the necessary knowledge, practical skills, and positive attitudes towards sustained physical activity. This activity method involves structured counselling sessions, facilitates group discussions, and practical implementation of easily replicable physical activities suitable for the school environment. The results clearly demonstrate a significant increase in participants' knowledge of the importance of consistent physical activity, alongside a high awareness of the intrinsic relationship between physical fitness, cognitive development, and the cultivation of positive character traits. Consequently, the programme is positioned as a potential model for enhancing character education based on physical activity within educational institutions. Abstrak. Inisiatif pelibatan masyarakat ini berupaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran literasi jasmani di kalangan guru dan siswa di SMPN 5 Tanjung Jabung Timur. Program ini bertujuan untuk menetapkan literasi jasmani sebagai elemen dasar untuk menumbuhkan pengembangan karakter siswa yang aktif, terlibat secara intelektual, dan sehat. Menggunakan pendekatan interaktif yang menggabungkan penjangkauan dan pelatihan, kegiatan ini memperkenalkan konsep literasi jasmani yang komprehensif, yang mencakup pengetahuan yang diperlukan, keterampilan praktis, dan sikap positif terhadap aktivitas fisik yang berkelanjutan. Metode kegiatan ini melibatkan sesi konseling terstruktur, memfasilitasi diskusi kelompok, dan implementasi praktis aktivitas fisik yang mudah ditiru yang sesuai dengan lingkungan sekolah. Hasil dengan tegas menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pentingnya aktivitas fisik yang konsisten, di samping kesadaran yang tinggi tentang hubungan intrinsik antara kebugaran fisik, perkembangan kognitif, dan kultivasi sifat-sifat karakter positif. Akibatnya, program ini diposisikan sebagai model potensial untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis aktivitas fisik di dalam lembaga pendidikan.
PEMAHAMAN PELATIH DAN ATLET TERHADAP PERATURAN BARU DALAM PENCAK SILAT (STUDI KASUS ATLET POPNAS PROVINSI JAMBI) Irsyad, Muhamad; Saputra, Endarman; -, Yusradinafi; Oktadinata, Alek
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8, No 2 (2025): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v8i2.20965

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggali seberapa baik pelatih dan atlet memahami aturan-aturan terbaru dalam olahraga pencak silat, dengan fokus khusus pada atlet yang terlibat dalam ajang POPNAS di Provinsi Jambi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya pembaruan regulasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menjelang pelaksanaan POPNAS 2025, yang meliputi sistem penilaian elektronik, kategori usia, serta aturan teknis pertandingan. Perubahan ini menuntut kesiapan pelatih dan atlet dalam memahami dan menerapkan aturan secara tepat agar tidak menimbulkan kesalahan saat bertanding. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling, yang melibatkan sebanyak 14 responden yaitu 4 orang pelatih dan 10 atlet. Untuk mengumpulkan data, digunakan instrumen berupa kuesioner yang memakai skala Likert, dan instrumen ini sudah melalui pengujian validitas serta reliabilitas. Dari hasilnya, ternyata tingkat pemahaman para pelatih dan atlet soal peraturan baru itu masuk kategori sangat baik, dengan persentase keseluruhan yang lebih dari 80%. Pemahaman tertinggi terdapat pada indikator sikap terhadap peraturan baru, sedangkan indikator terendah pada aspek sosialisasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatih dan atlet pencak silat Provinsi Jambi telah memahami dengan baik peraturan baru pencak silat, meskipun diperlukan peningkatan dalam penyebaran informasi dan pelatihan terkait regulasi terbaru.
PENGEMBANGAN VIDEO LATIHAN FOREHAND PADA PERMAINAN PICKLEBALL UNIVERSITAS JAMBI Saputra, Windi; Widowati, Atri; Oktadinata, Alek; Mardian, Roli
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v13i1.4847

Abstract

Abstract: This study aims to develop a forehand training video for pickleball. This type of research is research and development (R&D) with a 4D development model consisting of four levels of development, namely define, design, develop, and disseminate. The subjects of this study were lecturers from the Sports and Health Education Study Program as a team of experts and pickleball athletes. The research instruments used were a material and media validity questionnaire and a response questionnaire. The results showed that the developed video was deemed feasible, with a validity score of 94.66% for the material aspect and 94.66% for the media aspect, both of which met the “Highly Valid” criteria. For the effectiveness aspect, a score percentage of 89.77% was obtained with the criteria “Very Effective” from the response questionnaire results, so that the video was declared feasible for use as a forehand training medium in pickleball. Keywords: Development, Video, Forehand Practice, Pickleball Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video latihan forehand pada permainan pickleball. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4D terdiri dari empat level pengembangan., yaitu define, design, develop dan, disseminate. Subjek penelitian ini adalah dosen Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan sebagai tim ahli, dan para atlet pickleball. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket validitas materi dan media, dan angket respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video yang dikembangkan dinyatakan layak di mana untuk aspek kevalidan diperoleh persentase skor penilaian sebesar 94,66% dengan kriteria “Sangat Valid” pada segi materi dan skor 94,66% dengan kriteria “Sangat Valid pada segi media. Untuk aspek keefektifan, diperoleh persentase skor 89,77% dengan kriteria “Sangat Efektif” dari hasil angket respon sehingga video dinyatakan layak digunakan sebagai media latihan forehand pada permainan pickleball. Kata Kunci: Pengembangan, Video, Latihan Forehand, Pickleball
Comparative study of TKPN test results based on gender among high school students in jambi province Hidayah, Krisvoniawati; Febriza, Nabil Afiqra; Arisyi, Muhammad Fathan; Lubis, Herudi; Oktadinata, Alek; Yuliawan, Ely
Jurnal Patriot Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Patriot
Publisher : Department of Coaching, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/patriot.v7i4.1192

Abstract

Problems: Differences in physical fitness based on gender are often reported, but variations between schools as a contextual factor in learning readiness have not been empirically explored at the high school level. This study examines these differences by considering the influence of school institutions. Purpose: To analyze differences in the results of the Nusantara Student Fitness Test (TKPN) based on gender and inter-school variations among high school students in Jambi Province. Methods: A comparative quantitative study with a cross-sectional design using data from 85 students (35 male, 50 female) in three high schools. The TKPN components included flexibility, abdominal muscle endurance, leg-arm muscle endurance, and cardiovascular endurance. Statistical analysis used Welch's t-test and two-way ANOVA (gender × school). Results: There was no significant difference in PFT composite scores between males (10.68±1.39) and females (10.74±2.27) (p=0.879). The effect of gender on each component was also insignificant (p>0.05). However, a strong school effect was found on the composite score (F=18.07; p<0.001; ηp²=0.33), with the highest mean at SMAN 5 Kota Jambi (11.97±1.35). Conclusion: Differences in fitness based on gender in this sample were not significant, while variations between schools showed an important contextual influence. This study has limitations in its generalizability due to the limited sample size. The contribution of this study provides an empirical basis for the development of school-based fitness interventions. Suggestions for future research include expanding the sample size and investigating specific school factors such as the quality of facilities and physical education learning.
PEMAHAMAN LITERASI JASMANI TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS Ningsih, Sindy; Ilham, Ilham; Oktadinata, Alek; Saputra, Endarman; A, Palmizal; Hadinata, Reza
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i1.32525

Abstract

Literasi jasmani merupakan salah satu fondasi penting dalam pembelajaran pendidikan jasmani karena berkaitan dengan kemampuan, pemahaman, dan motivasi individu untuk aktif bergerak sepanjang hayat, sementara kebugaran jasmani menjadi indikator utama kondisi fisik siswa dalam mendukung aktivitas belajar sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman literasi jasmani dan kebugaran jasmani siswa kelas X Sekolah Menengah Atas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 116 siswa kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Kota Jambi yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan instrumen Adolescent Physical Literacy Questionnaire (APLQ) untuk mengukur literasi jasmani dan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) untuk mengukur kebugaran jasmani, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson melalui bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara literasi jasmani dan kebugaran jasmani dengan nilai koefisien korelasi r = 0,278 dan signifikansi p 0,01 yang berada pada kategori hubungan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi jasmani memiliki keterkaitan dengan tingkat kebugaran jasmani siswa meskipun kontribusinya relatif kecil, sehingga hasil penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan pembelajaran pendidikan jasmani yang tidak hanya menekankan aspek aktivitas fisik, tetapi juga pengembangan pemahaman, sikap, dan motivasi siswa terhadap aktivitas jasmani guna mendukung peningkatan kebugaran jasmani secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS INTEGRASI PROGRAM KECAKAPAN HIDUP DALAM PEMBELAJARAN PJOK TERHADAP PENGEMBANGAN NILAI POSITIF SISWA Yusradinafi, Yusradinafi; Pratiwi, Ayudya Suidarwanty; Khairunnisa, Fitri; Putra, Ceppy Pradana; Prabowo, Bangkit Yudho; Oktadinata, Alek; Yuliawan, Ely
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i1.35641

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki potensi strategis dalam penguatan karakter siswa sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pengalaman belajar bermakna dan pengembangan nilai positif. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas integrasi program kecakapan hidup dalam pembelajaran PJOK terhadap pengembangan nilai-nilai positif siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest control group, melibatkan 79 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan Life Skills Scale for Sport (LSSS) dan skala nilai positif siswa, dengan analisis data melalui uji paired t-test, independent t-test, serta perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai-nilai positif yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai effect size kategori sedang hingga kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi program kecakapan hidup dalam pembelajaran PJOK efektif dalam mendukung pengembangan karakter siswa dan relevan sebagai model pembelajaran inovatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
INTEGRATING GAME-BASED WARM-UP AND DEEP LEARNING FOR MOTOR, COGNITIVE, AND CHARACTER DEVELOPMENT IN ELEMENTARY PHYSICAL EDUCATION Jeffry Trinando; Ugi Nugraha; Alek Oktadinata
El Midad Vol. 17 No. 3 (2025): elmidad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v17i3.14454

Abstract

Developing motor, cognitive, and character skills in elementary physical education remains a critical challenge, as conventional warm-up activities often emphasise physical readiness alone while neglecting deeper learning opportunities. Addressing this gap, the present study examines the effectiveness of a game-based warm-up model integrated with deep learning principles in fostering holistic student outcomes. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group. The population consisted of Grade V elementary students in Batang Hari District, Jambi Province, from which 70 students were randomly selected and assigned into experimental (n = 35) and control (n = 35) groups. Instruments included a motor skills test, a 25-item cognitive test, and a 30-item character scale. Data were validated for reliability (Cronbach’s ? = 0.79–0.87) and analysed using normality, homogeneity, and hypothesis testing (independent samples t-test). Results revealed a significant improvement in the experimental group’s outcomes (M = 76.48) compared to the control group (M = 61.25), with t(68) = 10.245, p < 0.001. The effect size was huge (Cohen’s d = 3.70), and the normalised gain reached a moderate level (n-Gain = 0.48). These findings confirm that integrating game-based warm-up with deep learning enhances physical readiness and promotes higher-order thinking and value internalisation. The novelty of this study lies in positioning warm-up as a pedagogical platform that bridges motor competence, cognitive engagement, and character development. The implications extend to teachers, schools, and policymakers in advancing holistic physical education aligned with 21st-century educational goals.
PENGEMBANGAN APLIKASI PERTANDINGAN KARATE BERBASIS ONLINE Fitromel, Decky; Boy Indrayana; Wawan Junresti Daya; Atri Widowati; Ugi Nugraha; Alek Oktadinata; Agus Parman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.43161

Abstract

The rapid advancement of digital technology has significantly transformed sports management systems, including competition organization and scoring mechanisms. However, karate tournaments in many regions of Indonesia are still conducted using manual systems, leading to inefficiencies, scoring inaccuracies, and limited transparency. This study aimed to develop an online-based karate competition application called Digimatch using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research employed a Research and Development (R&D) approach involving needs analysis, expert validation, small-scale trials, and user response evaluation. The subjects consisted of 3 IT experts, 3 karate referees, and 30 users (committee members and coaches). Data were collected using validation sheets and user response questionnaires. Data analysis utilized descriptive percentage techniques to determine product feasibility and effectiveness. The results showed that the application achieved a feasibility score of 91.4% from IT experts (very valid), 88.7% from karate referees (very appropriate), and 89.6% from users (very practical). Implementation testing demonstrated improved efficiency in match administration (32% faster), reduced scoring errors, and real-time result transparency. The findings indicate that Digimatch is valid, practical, and effective in supporting karate competition management. It can be concluded that the Digimatch application provides an innovative solution to modernize karate tournaments, enhance transparency, and support sports digitalization in Indonesia.