Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Ekstrak Theobromin Dari Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dengan Variasi Ukuran Partikel Dan Waktu Ekstraksi Fadhilla Surya Utomo; Gusti Putu Ganda Putra; Luh Putu Wrasiati
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 12 No 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2024.v12.i01.p06

Abstract

Cocoa bean shells contain theobromine, which includes methylxanthine besides caffeine and theophylline. This study aims to know the effect of particle size and time of extraction on the characteristic of theobromine extract from cocoa bean shells and determine the best variation treatments to produce theobromine extract from cocoa bean shells. This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors, that is particle size (40, 60, and 80 mesh) and time of extraction (24, 36, and 48 hours). The data were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) and continued with the Tukey test. The results showed that particle size and time of extraction had a very significant effect on the yield, theobromine content, and color intensity (L*, a*, b*). Interaction between treatments had a very significant effect on the redness level (a*) and yellowish level (b*) but had no significant effect on the yield, theobromine content, and brightness level (L*). Based on the effectiveness index test, particle size 80 mesh and time of extraction 48 hours were the best treatment with the following characteristics of theobromine extract: yield 21,40±1,67 percents; theobromine content 4,91±0,10 percents; brightness level (L*) 30,30±1,84; redness level (a*) 15,75±1,48; and yellowish level (b*) 17,55±0,78. Keywords : Cocoa bean shell, extraction, theobromine Kulit biji kakao mengandung senyawa theobromin, dimana termasuk salah satu dari senyawa metilxantin selain kafein dan teofilin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan waktu ekstraksi terhadap karakteristik ekstrak theobromin dari kulit biji kakao serta menentukan variasi perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak theobromin dari kulit biji kakao. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu ukuran partikel (40, 60, dan 80 mesh) dan waktu ekstraksi (24, 36, 48 jam). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel dan waktu ekstraksi berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kadar theobromin, dan intensitas warna (L*, a*, b*). Interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat kemerahan (a*) dan tingkat kekuningan (b*), namun tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar theobromin, dan tingkat kecerahan (L*). Berdasarkan uji indeks efektivitas, ukuran partikel 80 mesh dan waktu ekstraksi 48 jam merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik ekstrak theobromin sebagai berikut: rendemen 21,40±1,67 persen; kadar theobromin 4,91±0,10 persen; tingkat kecerahan (L*) 30,30±1,84; tingkat kemerahan (a*) 15,75±1,48; dan tingkat kekuningan (b*) 17,55±0,78. Kata kunci : Kulit biji kakao, ekstraksi, theobromin
KARAKTERSITIK FISIKOKIMIA EKSTRAK BEKATUL BERAS HITAM ASAL DESA CENGOLO - TABANAN SEBAGAI SUMBER PEWARNA FUNGSIONAL Widnyani, Ida Ayu Putu Ary; Wartini, Ni Made; Wrasiati, Ni Luh Putu
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 10 No 2 (2023): Scientific Journal of Food Technology (September)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITP.2023.v10.i02.p68-74

Abstract

Bekatul beras hitam merupakan hasil samping pada proses penyosohan beras hitam yang berpotensi untuk dijadikan bahan pewarna fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk, Menentukan pengaruh perbandingan bahan dengan pelarut dan pH terhadap karakteristik ekstrak pewarna bekatul beras hitam serta menentukan perbandingan bahan dengan pelarut dan pH terbaik untuk menghasilkan ekstrak pewarna bekatul beras hitam yang dapat diaplikasikan pada produk pangan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor 3 kelompok. Proses ekstraksi sampel menggunakan metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan perbandingan bahan dengan pelarut dan pH pelarut serta interaksinya berpengaruh terhadap parameter uji rendemen, total antosianin, Warna (L*, a*, dan b*). Perlakuan perbandingan bahan dengan pelarut 1:10 dan pH 1 merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan ekstrak bekatul beras hitam dengan karakteristik, rendemen 0,0089%, total antosianin 596,944 mg/l, nilai L* 51,533, nilai a* 26,933, nilai b* 32,133.
Karakteristik Sabun Padat Pada Perlakuan Penambahan Penstabil Tween 80 Viani, Sofia Charlotie; Putranti, Jessica Ayuningtyas; Jelau, Kaprianto; Wrasiati, Luh Putu
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 12 No 2 (2024): Juni
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2024.v12.i02.p10

Abstract

The research conducted sought to determine the impact of the addition and amount of tween 80 to obtain the best solid soap characteristics. This research is a one-factor experimental study, namely the percentage of tween 80 addition (0%, 0.25%, 0.5%, 0.75%, and 1%). The results showed that the addition of tween 80 had a significant effect on the hardness, pH, foam, moisture, firmness, brightness (L*), and yellowness (b*) of solid soap, but had no significant effect on redness (a*) and foam stability. Increasing the level of tween in the mixture will cause the moisture of the foam to increase, resulting in a firmer, higher pH, brighter and more yellow color intensity. The conclusion based on the data encountered by the author is that the solid soap added with tween 80 as much as 0.75% has the best characteristics, referring to the physicochemical data which shows the results of foam with a pH of 10.45 ± 0.49, foam stability of 85.67 ± 3.30, texture of 22.38 ± 0.70, level of brightness (L*) 86.35 ± 0.354, level of redness (a*) 0.95 ± 0.636, and level of yellowness (b*) 2.7 ± 0.141. As for the organoleptic test (scoring and hedonic), panelists prefer soap with the treatment of adding 1% tween 80 showing the highest value, namely the foam is rated 4.75 ± 0.44, the stickiness is 4.45 ± 0.89, the humidity is 4.45 ± 0.69, and the overall acceptance is 5.95 ± 0.83. Keywords : tween 80, characteristics, solid soap Penelitian yang dilakukan berupaya menentukan dampak penambahan dan jumlah tween 80 untuk mendapatkan karakteristik sabun padat terbaik. Penelitian ini adalah studi eksperimental satu faktor, yaitu persentase penambahan tween 80 (0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1%). Adapun beberapa bahan dalam penelitian pembuatan sabun padat ini diantaranya yakni air, NaOH, coconut oil, serta tween 80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tween 80 memiliki pengaruh signifikan terhadap kekerasan, pH, busa, kelembaban, kekesatan, kecerahan (L*), dan kekuningan (b*) sabun padat, tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemerahan (a*) dan stabilitas busa. Peningkatan kadar tween didalam campuran akan menyebabkan kelembapan busa meningkat, sehingga hasilnya lebih kesat, pH lebih tinggi, intensitas warna lebih cerah dan lebih kuning. Kesimpulan berdasarkan data yang ditemui penulis yakni sabun padat yang ditambahkan tween 80 sebanyak 0,75% memiliki karakteristik paling baik, mengacu pada data fisikokimianya yang menunjukkan hasil busa dengan pH 10,45±0,49, stabilitas busa 85,67±3,30, tekstur 22,38±0,70, tingkat kecerahan (L*) 86,35±0,354, tingkat kemerahan (a*) 0,95±0,636, serta tingkat kekuningan (b*) 2,7±0,141. Adapun untuk uji organoleptik (skoring dan hedonik), panelis lebih memilih sabun dengan perlakuan ditambahkannya tween 80 1% menunjukkan nilai paling tinggi yakni busanya dinilai 4,75±0,44, kekesatan sebesar 4,45±0,89, kelembaban 4,45±0,69, dan penerimaan keseluruhan sebesar 5,95±0,83. Kata kunci : tween 80, karakteristik, sabun padat
Karakteristik Sensori Dan Warna Sate Lilit Ayam Dengan Perlakuan Penambahan Gula Kelapa Shaskara, I Made Ananda Merta; Mertayasa, I Made; Wrasiati, Luh Putu
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 12 No 2 (2024): Juni
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2024.v12.i02.p11

Abstract

Satay lilit is a traditional Balinese food that is popular with locals and tourists alike. Satay Lilit is usually made from chicken, beef and pork. Almost all traditional restaurants serve satay lilit as their mainstay menu. The processing of satay lilit is quite complicated with complete spices so that the serving process often takes a long time. Frozen sate lilit, satay lilit that has been cooked, vacuum-packed and frozen, is now being introduced. The shelf life of this satay is relatively long at around 2-3 months. The treatment in this study was the addition of coconut sugar 0%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, and 15% of the satay dough used. This study aims to determine the effect of coconut sugar addition on the sensory and color characteristics of satay lilit. The second objective was to determine the amount of added sugar to get the best characteristics of satay lilit. The results showed that all treatments of coconut sugar addition had a significant effect on the sensory and color characteristics of satay lilit. The more sugar added, the darker and redder the satay color. The best characteristic of the satay lilit was the addition of 10 percent coconut sugar. This satay lilit has taste characteristics with an average value of 4.6 (slightly sweet to sweet), texture with an average value of 4.45 (normal to slightly hard), overall acceptance with a value of 5.85 (somewhat like to like), then color intensity L of 54.45, a of 2.95 and b of 19.10. Keyword : satay lilit, coconut sugar, sensory characteristics, and color Sate lilit merupakan makanan tradisional Bali yang digemari oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Sate Lilit biasanya terbuat dari daging ayam, sapi, dan babi. Hampir semua restoran tradisional menyajikan sate lilit sebagai menu andalan mereka. Pengolahan sate lilit cukup rumit dengan bumbu yang lengkap sehingga proses penyajiannya seringkali memakan waktu yang lama. Saat ini mulai diperkenalkan sate lilit beku, sate lilit yang telah dimasak, dikemas vakum dan dibekukan. Umur simpan sate ini relatif lama sekitar 2-3 bulan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu penambahan gula kelapa 0%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, dan 15% dari adonan sate yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula kelapa terhadap karakteristik sensorik dan warna sate lilit. Tujuan kedua adalah menentukan jumlah gula tambahan untuk mendapatkan karakteristik sate lilit terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan penambahan gula kelapa memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik sensorik dan warna sate lilit. Makin banyak penambahan gula, warna sate menjadi makin gelap dan makin merah. Ciri terbaik dari sate lilit adalah penambahan gula kelapa sebanyak 10 persen. Sate lilit ini mempunyai karakteristik rasa dengan nilai rata-rata 4,6 (sedikit manis hingga manis), tekstur dengan nilai rata-rata 4,45 (normal hingga agak keras), penerimaan keseluruhan dengan nilai 5,85 (agak suka hingga suka), kemudian intensitas warna L sebesar 54,45, a sebesar 2,95 dan b sebesar 19,10. Kata Kunci : sate lilit, gula kelapa, sifat sensoris, dan warna
Next-Generation Pasta: Trends and Challenges in Plant-Based and Protein-Enriched Formulation Pranayasa, Wayan Angga; Luh Putu Wrasiati; Ni Made Wartini; I Wayan Arnata
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 4 No. 05 (2025): August - September, International Journal of Economics, Business and Innovatio
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijebir.v4i05.2177

Abstract

The high demand for healthier food is contributing to the innovation in pasta formulations, traditionally based on durum wheat semolina. In this context, recent reformulation has focused on the addition of plant-based and protein-rich ingredients, such as legumes, pseudocereals, fish protein, and dietary fiber, to enhance nutritional value and functional properties of pasta product. The reformulations cause an increase in protein, fiber content, amino acid, antioxidant capacity, glycemic control, and prebiotic activity. However, ingredient substitutions pose technological challenges, including changes in texture and high losses during the cooking process. Therefore, this study aims to optimize functional pasta product and address technological challenges by applying different processing methods such as fermentation, extrusion, and enzymatic treatments. The results showed that pasta fortification provided substantial nutritional benefits, although the impact on sensory characteristics posed a significant concern. This was because physicochemical properties of functional ingredients could alter the texture, color, and flavor of product, directly impacting consumer acceptance.
THE POTENTIAL OF Enhalus acoroides AS A BIOSTIMULANT TO ENHANCE MAIZE GROWTH AND DROUGHT TOLERANCE Pharmawati, Made; Wrasiati, Luh Putu; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Siddique, Kadambot.H.M.
BIOTROPIA Vol. 32 No. 2 (2025): BIOTROPIA Vol. 32 No. 2 August 2025
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2025.32.2.2487

Abstract

HIGHLIGHTS- Biostimulant Potential of Enhalus acoroides- Positive Effects of E. acoroides on Maize Growth- Reduction in H2O2 (Oxidative Stress) by Enhalus acoroides extractABSTRACTDrought poses a significant challenge to crop productivity, with maize particularly vulnerable. Enhancing maize tolerance to drought stress is crucial, and one promising approach involves using biostimulants derived from natural sources. The seagrass Enhalus acoroides is a potential biostimulant due to its rich phytochemical composition, including phenols, tannins, flavonoids, and pigments such as chlorophyll, lutein, pheophytin, and beta-carotene. These compounds exhibit antioxidant activity, suggesting their potential role in enhancing plant resilience to drought stress. This study evaluated the effects of E. acoroides extract on maize growth under drought conditions during the seedling phase and analyzed biochemical changes in maize plants treated with the extract. The extract was prepared using 10% dried E. acoroides leaves with a chloroform-to-ethanol solvent ratio of 9:1 (v/v) and subsequently dissolved in distilled water for final concentrations of 0.05%, 0.1%, 0.15%, 0.2%, and 0.25%. The results demonstrated that E. acoroides extract enhanced plant height, increased shoot and root fresh and dry weights. Additionally, plants sprayed with E. acoroides extract exhibited higher total sugar and protein content in the shoots as compared to non-sprayed plants. Under 20% polyethylene glycol (PEG)-induced drought stress, control plants showed severe leaf wilting, whereas extract-treated plants only had mild wilting. The chlorophyll, reducing sugar, total N, and tocopherol contents were also higher in extract-treated plants under PEG stress than in untreated controls. These findings indicate the potential of E. acoroides extract as a biostimulant for improving drought tolerance in maize.
KAJIAN PERBANDINGAN ALGINAT DAN KITOSAN PADA MIKROKAPSUL LEMON LOKAL (Citrus Limon (L.) Burm.f.) SEBAGAI PERISA ALAMI SERTA STABILITASNYA TERHADAP SUHU DAN WAKTU PEMANASAN Ezra Agitian; Luh Putu Wrasiati; Ni Made Wartini
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/bp0apg62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas kombinasi antibakteri alami yaitu minyak sereh dan ekstrak bawang putih dengan NaCl, dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan rancangan eksperimental laboratorium dengan perlakuan kombinasi 0%,1%, 2% dan 3% antara minyak sereh dan NaCl serta bawang putih dengan NaCl. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai setiap perlakuan, kemudian ditafsirkan secara kualitatif untuk melihat tren efektivitas antibakteri terhadap masing-masing bakteri. Hasil analisis pH menunjukkan penurunan seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai pH terendah dihasilkan pada konsentrasi 3% yaitu 4,8 untuk bawang putih–NaCl dan 5,7 untuk kombinasi minyak serehNaCl. Daya hambat tertinggi terhadap E. coli (1,60 mm) dan S. aureus (2,00 mm) diperoleh dari kombinasi bawang putihNaCl pada konsentrasi 3%, sedangkan kombinasi minyak sereh–NaCl menghasilkan zona hambat lebih kecil pada konsentrasi yang sama (E. coli 0,70 mm; S. aureus 0,92 mm). Secara keseluruhan, efektivitas antibakteri dari kedua kombinasi masih tergolong sangat lemah, namun menunjukkan potensi lebih besar terhadap S. aureus dibanding E. coli, yang diduga terkait dengan perbedaan struktur dinding sel bakteri. 
Strategi Pemasaran Produk Minuman Serai (Cymbopogon Citratus) Herbal di CV. Nadis Herbal, Badung, Bali Evarini, Ni Kadek; Wiranatha, Anak Agung Putu Agung Suryawan; Wrasiati, Luh Putu
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 13 No 2 (2025): Juni
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2025.v13.i02.p04

Abstract

CV. Nadis Herbal is a company that produces serai (Cymbopogon citratus) herbal drink products in the Badung area. This research aims to analyze the conditions of internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) of herbal drink products by CV. Nadis Herbal, to formulate alternative strategies that can be used in herbal drink products by CV. Nadis Herbal and to determine priorty alternatives to increase sales at CV. Nadis Herbal. The business development strategy uses SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunities and Threats) and is supported by quantitative analysis using the IFE, EFE, IE and QSPM matrices. The number of respondents in this study was 6 experts. Based on the research that has been carried out, the SWOT analysis formed the IFE and EFE matrices with scores of 2.73 and 2.60, indicating that the herbal drink company is in quadrant cell V (Hold and Maintain) in the IE matrix, then the SWOT matrix obtained six alternative strategies which were analyzed using the QSPM matrix as a decision. formulation of appropriate marketing strategies. So that a priority strategy is obtained based on the analysis, namely that Nadis Herbal can take advantage of its strengths in making high-quality herbal drink products to take advantage of the trend of healthy and natural drinks in increasing market potential with a total TAS score of 6.70.
Karakteristik Bubuk Biji Buah Salak Bali : Kajian Suhu dan Waktu Penyangraian I Gusti Ngurah Pratama Putra; Luh Putu Wrasiati; Ni Made Wartini
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p05

Abstract

Biji salak adalah salah satu hasil samping perkebunan salak yang jarang dimanfaatkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui karakteristik mutu dan sensoris bubuk biji buah salak Bali. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial digunakan pada penelitian ini. Terdapat dua faktor perlakuan yakni suhu dan waktu penyangraian dengan tiga level suhu penyangraian (190 ± 2°C, 200 ± 2°C dan 210 ± 2°C) dan waktu penyangraian (10 menit, 20 menit dan 30 menit). Variabel yang diamati antara lain uji kadar sari larut air, kandungan tanin, total fenol, kadar abu, kadar air, uji intensitas warna, uji skoring dan uji hedonik (parameter aroma, warna dan rasa), serta identifikasi senyawa citarasa. Analisis ragam digunakan dalam penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perlakuan yang memberikan pengaruh nyata atau sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level suhu, waktu penyangraian berpengaruh nyata (P < 0,05), akan tetapi interaksi antara kedua perlakuan tersebut berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan penyangraian pada suhu 210oC dan waktu penyangraian selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik menurut tingkat kesukaan panelis tertinggi dengan karakteristik kadar air 3,68%, kadar abu 3,34%, kadar kafein 0,0145%, kadar tanin 5,07g TAE/g, total fenol 20,07mg GAE/g, kadar sari larut air 13,51%, intensitas warna dengan nilai L* 57,05, a* 4,96, b* 17,88 dan warna yang didapat adalah French beige. Teridentifikasi beberapa senyawa dengan tingkat kemiripan diatas 90 % diantaranya asam palmitat dengan tingkat kemiripan 93% pada waktu retensi 15,136 menit, asam linoleat dengan tingkat kemiripan 96% pada waktu retensi 16,993 menit dan (tetrahydroxycyclopentadienone) tricarbonyliron dengan tingkat kemiripan 93% pada waktu retensi 17,197 menit.
Karakteristik Kapsul Ekstrak Pewarna Buah Pandan (Pandanus tectorius) Menggunakan Penyalut Maltodekstrin dan Karaginan Ardhinata Antares; Ni Made Wartini; Luh Putu Wrasiati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2017.v02.i02.p04

Abstract

Tanaman pandan tersebar di kawasan pantai dan kepulauan di Asia Timur dan Selatan sampai di Polynesia. Buah tanaman pandan mengandung karoten yang biasa digunakan sebagai bahan pewarna melalui proses ekstraksi dan enkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu efek dari perbandingan maltodekstrin dan karagenan sebagai bahan pengkapsul dari ekstrak buah tanaman pandan. Perlakuan dalam penelitian ini menggunakan rancangan blok teracak satu faktor yaitu rasio bahan maltodekstrin dan karagenan, yaitu maltodekstrin : karagenan masing-masing 10% : 0%, 9,5% : 0,5%, 9% : 1%, 8,5% : 1,5%, 8% : 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kedua bahan pengkapsul tersebut berpengaruh sangat nyata (P< 0.01) terhadap kandungan air, total karoten, kelarutan, permukaan karoten, serta efesiensi pengkapsulan. Adapun parameter tersebut masing-masing adalah kandungan air 9.11-12.19%, total karoten 502.53-970.91 mg/ 100g, kelarutan 72.44-85.04%, permukaan karoten 281.76-361.83mg/100g, efesiensi pengkapsulan 27.99-70.98%.
Co-Authors A A Gede Ary Gunada A.A.P. Agung Suyawan Wiranatha Adhe Sri Nanda Puspita Amenra Ramzi Naz AMNA HARTATI Amna Hartiati Anak Agung Made Dewi Anggreni Anak Agung Made Dewi Anggreni Anak Agung Putu Agung Suryawan W Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha Anak Agung Sagung Mirah Mahadewi Anggreni, Ni Made Dian Ardhinata Antares Binsar Hamonangan Manurung Bulkaini Bulkaini Deddy Setiadi Kadir Madjid DEWA AYU ANOM YUARINI Dwi Fitriyanti Eka Nur Diana Elissa Priscilla Emita Dwi Cahyana Erna Sri Rahayu Evarini, Ni Kadek Ezra Agitian Fadhilla Surya Utomo Fakhrudin - G.P. Ganda Putra Gede Windu Wirajaya Gek Ulan Sukma gusti agung ayu kade saraswati Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati Gusti Putu Ganda Putra I Dewa Gde Mayun Permana I Dewa Gede Agung Sastra Wiartha I Gede Arie Mahendra Putra I Gede Arya Sukadana Putra I GEDE PUTU WIRAWAN I Gusti Ayu Agung Putri Utami I Gusti Ayu Krisna Dewi I Gusti Ayu Lani Triani I Gusti Ayu Meia Dewi I Gusti Gde Satria Anggakara Putra I Gusti Made Dwi Sapta Nugraha I Gusti Ngurah Pratama Putra I Gusti Ngurah Pratama Putra I Kadek Dwi Jenana I Kadek Surya Wirawan I Kadek Widhiana Putra I Ketut Gede Putra Adiyasa I Ketut Satriawan I Ketut Suada I Ketut Sumadi I Ketut Suter I Made Andre Cucumandalin I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Aries Susetia Mahdi I Made Bagus Wisesa Yogiswara I Made Dwipayana I Made Indra Pratista I Made Kartana I Made Mahaputra Wijaya I Made Suardana I MADE SUPARTHA UTAMA I N. T. ARIANA I Nengah Kencana Putra I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Sumerta Miwada I NYOMAN SUTARPA SUTAMA I Putu Fajardhiputra Hernes I Putu Hendra Adi Prasanta I W.G. SEDANA YOGA I Wayan Agus Satriadi I Wayan Agus Wijaya Adi Kesuma I Wayan Arnata I Wayan Eggy Perdana Putra I Wayan Eko Fridayana I Wayan Ferry Artha Yoga I Wayan Gde Angga Prasetya I Wayan Suarta I Wayan Weta I.A. L. Dewi I.M. Mega I.M.A.S. Wijaya I.W.G.S. Yoga Ida Ayu Gede Satwika Candra Praba Sari Ida Ayu Komang Tricahyani Ida Ayu Putu Arik Cahayanti Ida Ayu Sinta Citra Pertiwi Ida Bagus Bas Baskara Ida Bagus Gede Awidyanata Ida Bagus Ketut Mantra Ida Bagus Ketut Widnyana Yoga Ida Bagus Putu Gunadnya Ida Bagus Wayan Gunam Ida Bagus Wiryasuta Yudiantara Ida Bagus Wisnu Matra Atmaja Ida Bagus Yogaswara IPutu Gde Budisanjaya Jelau, Kaprianto Kadek Mei Ahadianti Kadek Thiar Prahitadani Karina Novita Dewi Keisa Az-zahra Kesia Teodora Br Ginting Komang Adi Darmawan Lianatus Sholeha Luh Kurnia Dwi Indriyani Luh Putu Ayu Evitasari Cesarini Lutfi Suhendra MADE PHARMAWATI Made Ria Defiani Manika Santhi Mertayasa, I Made Mira Ardhaning Swari Miwada Sumirtha Ngurah Intan Wiratmini Ni Kadek Megayanti SJ Ni Kadek Ummy Indiyani Ni Ketut Gitariastuti Ni Ketut Seminari Ni Ketut Titi Triastuti Ni Luh Gede Dina Yunita NI LUH MADE PRADNYAWATHI Ni Luh Putu Devi Savitri Ni Luh Putu Diyan Utami Dewi Ni Luh Putu Ravi Cakswindryandani Ni Luh Wayan Ari Sukarmini Ni Made Leny Mustikasari Ni Made Purindah Sari Ni Made Sri Wahyuni Ni Made Sri Wahyuni Ni Made Wartini Ni Made Wartini Ni Made Wartini Ni Nengah Soniari Ni Nyoman Desi Trisna Dewi Ni Nyoman Desi Trisnadewi Ni Nyoman Dian Luswiantini Ni Nyoman Sri Yulianthi Ni Nyoman Wirasiti Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Diah JuliantariD Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Putu Hertika Dewi Ni Putu Kiki Vrashinta Dewi Ni Putu Suwariani Ni Wayan Titin Kartika Sari NiMade Wartini Novi Dwiningrum Nyoman Agus Bagiada NYOMAN SEMADI ANTARA Odilia Keron Panji Hasbi Muhammad Pranayasa, Wayan Angga Putranti, Jessica Ayuningtyas Putu Agung Sujud Rama Krishna Putu Ayu Gaudiya Waisnawi Putu Dwi Ariyanti Lestari Putu Mutia Septiyaningsih Putu Shangrila Revia Parameswari Prascita Rahel Br Ginting Rani Situmorang Rian Hakim Riza Febriyani Riza Ibnu Fajar Sadyasmara, Cokorda Anom Bayu Sagung Ayu Bulan Julia Saraswati Samapta Manggala Aditya Sang Ayu Sri Eka Oktari Shaskara, I Made Ananda Merta Siddique, Kadambot.H.M. Siska Elisabet Silalahi Sri Mulyani Sri Mulyani Sutama Sutama Tati Budi Kusmiyarti Tiara Ayu Khairunnisa Viani, Sofia Charlotie Viona Valentine Br Ginting Vonny Tanone Widnyani, Ida Ayu Putu Ary Wiranatha, Anak Agung Putu Agung Suryawan Wito Setioko Yenni Ciawi Zainul Fikri