Juhairiyah Juhairiyah
Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kementerian Kesehatan RI, Kawasan Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Manajemen Peningkatan Mutu Kurikulum Melalui K13 Dan Kurikulum Merdeka Umi Khoiroh, Anisya; Toyyibatin Nisak, Siti; Nur Aini, Intan; Juhairiyah, Juhairiyah; Nurhadi, Ali
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 24 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v24i2.1723

Abstract

This article aims to examine in depth the management in improving the quality of the curriculum through the approach of the 2013 Curriculum (K13) and the Independent Curriculum. The method used in this study is a literature review (library research) by examining various academic sources, such as journals, books, and relevant education policy documents. The analysis focuses on how curriculum management is applied in the two curricula to answer the challenges of education quality in the global era. K13 offers a scientific learning approach and the strengthening of authentic assessments, while the Merdeka Curriculum gives freedom to educational units in designing contextual and student-centred learning. The results of the study show that the effectiveness of improving curriculum quality is highly dependent on strategic planning, adaptive implementation, and continuous evaluation in the curriculum management framework. Thus, strengthening managerial capacity at the level of educational institutions is a key factor in realizing a transformation of a quality curriculum that is relevant to the needs of the times.
BUDAYA PEMBUATAN GARAM MELALUI METODE PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA Khoiria, Siti; juhairiyah, juhairiyah; Putri , Nadia; Siswoyo , Andika Adinanda
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.3285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong  peserta didik belajar secara aktif melalui praktikum. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN Burneh 3 yang berjumlah 32. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan teknik analisis data pendekatan kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui hasil wawancara, observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode praktik dengan mengintegrasikan budaya pembuatan garam dapat meningkatkan kognitif peserta didik pada materi perubahan wujud zat. Dibuktikan pada hasil belajar peserta didik sebelum siklus nilai rata-rata 70,75 dengan persentase 43,75% tuntas dan 56,25% tidak tuntas meningkat pada siklus I sebesar 15,5% dengan persentase 59,25% tuntas dan 40,75% tidak tuntas, nilai rata-rata 72,96. Pada siklus I ke siklus II meningkat sebesar 25,93% dengan persentase 85,18% tuntas, 14,825 tidak tuntas dan nilai rata-rata 82,22.    
Eksplorasi Nilai Moderasi Beragama dalam Pelaksanaan Hari Besar Keagamaan: Studi pada Taman Pendidikan al-Qur’an Kamila, Ika Fiisyatil; Juhairiyah, Juhairiyah; Kamilia, Dina
Moderasi : Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/moderasi.v5i2.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui perayaan hari besar keagamaan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) MADATA, Pamekasan. Nilai moderasi yang ditelaah meliputi tawassuth (keseimbangan), tasamuh (toleransi), i’tidal (keadilan), dan musawah (kesetaraan). Kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an, Idul Fitri, dan Idul Adha menjadi media utama pembentukan karakter moderat pada santri, guru, dan masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus naturalistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola, guru, santri, serta wali murid, disertai observasi non-partisipatif dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan teknik member checking, audit trail, dan deskripsi konteks penelitian secara rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tawassuth tercermin dalam keseimbangan antara aspek ritual dan sosial yang ditekankan guru dalam setiap kegiatan hari besar. Nilai tasamuh muncul melalui penghargaan terhadap perbedaan latar belakang santri serta keterlibatan masyarakat yang beragam. Nilai i’tidal tampak dalam pembagian peran yang proporsional dan kesempatan yang adil bagi seluruh santri untuk berpartisipasi dalam kegiatan. Sementara nilai musawah terlihat dari kesetaraan antara santri laki-laki dan perempuan, serta kolaborasi setara antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam setiap kegiatan keagamaan.
Problems of Islamic Religious Education in a Multicultural Environment: Analysis of Challenges and Learning Strategies Juhairiyah, Juhairiyah; Saiful Hadi; Dina Kamilia; Fenny Erdiyani
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v3i1.143

Abstract

The problems of Islamic Religious Education are various obstacles that hinder the optimal achievement of the goals of Islamic Religious Education. This study discusses the problems of Islamic Religious Education (PAI) in a multicultural environment and relevant learning strategies to address the challenges of diversity. Islamic Religious Education plays a strategic role in shaping the religious character and tolerant attitudes of students. However, heterogeneous social realities, including differences in culture, language, ethnicity, and even religious practices, often create obstacles in the learning process. This study uses a literature review method with a qualitative descriptive approach through an analysis of various literature related to Islamic education, multiculturalism, and Islamic Religious Education (PAI) learning strategies. The results of the study indicate that the main problems in Islamic Religious Education (PAI) learning in a multicultural environment lie in the learning approach that is still normative and textual, the lack of teacher competency in implementing inclusive learning models, and a curriculum that does not explicitly accommodate multicultural values. This study offers several learning strategies, including the use of a dialogic approach, project-based learning, social case studies, and the integration of digital technology as a learning medium that strengthens the values of tolerance, empathy, and cooperation.