Ni Luh Putu Eva Yanti
Program Studi Sarjana Keperawatan Dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Tingkat Kecemasan pada Keluarga Pasien I Gusti Agung Dian Sundari Arwati; Meril Valentine Manangkot; Ni Luh Putu Eva Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.709 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu dampak psikologis yang dialami keluarga pasien kritis dan dapat mempengaruhi perawatan pasien. Ketika keluarga pasien kritis mengalami kecemasan, akan mencari kenyamanan dan kekuatan dari Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan tingkat kecemasan pada keluarga pasien di ruang intensif RSUD Wangaya Denpasar. Penelitian ini merupakan non-experimental design dengan rancangan cross-sectional dengan teknik consecutive sampling. Responden penelitian adalah 40 keluarga pasien di ICU dan ICCU RSUD Wangaya. Uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat spiritualitas dengan tingkat kecemasan pada keluarga pasien di ruang intensif dengan nilai p=0,015<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas keluarga maka semakin rendah potensi mengalami kecemasan. Keluarga pasien diharapkan lebih berpasrah pada Tuhan, rutin melakukan persembahyangan, dan selalu optimis agar tingkat spiritualitasnya meningkat, dapat mengarahkan mekanisme koping kearah adaptif sehingga tingkat kecemasan yang dialami dapat menurun. Kata kunci: kecemasan, keluarga, ruang intensif, spiritualitas ABSTRACT Anxiety is a common psychological impact experience by family members of Intensive Care Unit (ICU) patient and could affect patient’s care. Family members of ICU patients usually find strengths and comfort through God to cope with the anxiety. The aim of this study was to know the correlation between spirituality level and anxiety level on family members of ICU patient in Wangaya Hospital, Denpasar. This was a non-experimental study with cross-sectional design and consecutive sampling technique. Participants were 40 family members of ICU and Intensive Coronary Care Unit (ICCU) patient in Wangaya Hospital. Chi Square Test shows that there is a significant correlation between spirituality level and anxiety level on family members of ICU patient with p=0.015, p<0.05. This result indicates that the higher level of spirituality associates with the lower level of anxiety. The family members of ICU patient suggested to be more faithful to the God, worship routinely, and always feel positive and confident about the future. These acts could lead to higher spirituality level, adaptive coping mechanism, and lower level of anxiety. Keywords: anxiety, family, intensive care unit, spirituality
PENGENDALIAN KASUS TUBERKULOSIS MELALUI KELOMPOK KADER PEDULI TB (KKP-TB) Ni Luh Putu Eva Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 4 No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.117 KB)

Abstract

The tuberculosis control program can be done through support groups. Support group is a group of social people or professional to support TB patients and family to adhere of treatment and prevention of TB transmission. Support groups tuberculosis involving health volunteer in community is called Kelompok Kader Peduli TB (KKP-TB). The purpose of research is to identify the ability of knowledge, attitudes, and skills of KKP-TB in TB control program. The results showed an increase in knowledge, attitudes, and skills of KKP-TB in controlling TB. Kelompok Kader Peduli TB can strengthen TB control programs in the community.
GAMBARAN TINGKAT NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD WANGAYA Ni Putu Ari Wahyuni; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Luh Putu Eva Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.425 KB) | DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i02.p09

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease caused by an increase in blood sugar levels in the blood which will lead complication. Peripheral neuropathy is one of the most common chronic complication in T2DM patients. Chronic hyperglycemia in T2DM causes damage to the peripheral nerves, namely autonomic, sensory, and motor nerves, and then triggers neuropathy. The purpose of this study was to determine the level of peripheral neuropathy in type 2 diabetes mellitus patients in Wangaya District Hospital. This research is a descriptive explorative quantitative with a cross-sectional design. As many as 73 respondents were obtained through a purposive sampling technique. Data were analyzed using univariate analysis. The majority of respondents ages ranged from 56-65 years (53,4%), most are female (56.2%), their last education was elementary school (27.4%),. and most of their occupations were in other categories, namely housewives, farmers, and laborers (58.9%). Most of the respondents have T2DM for more than 5 years (45.2%) and have GDS levels of 201-300 mg/dL (60,3%). The majority of respondents have concomitant hypertension (39.7%) and consumed OHO (67.1%). The results show as many 4,1% did not experience neuropathy, experienced mild neuropathy 61.6%, moderate neuropathy 31.5%, and severe neuropathy 2.7%. Therefore, the results of this study provide an overview of the need for strategic efforts to prevent the progression of neuropathy.
GAMBARAN KEJADIAN LUKA BAKAR DAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR PADA ANAK USIA TODDLER DI DESA PADANGSAMBIAN KLOD Ni Made Krisna Dewi Widya Permata Adi; I Kadek Saputra; Ni Luh Putu Eva Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.778 KB) | DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i03.p08

Abstract

Incidence of burns is a fairly common occurrence in toddler age, and mostly occur at home. Mothers who have close relationships with children have a very important role in providing physical, psychological and emotional protection for children. Action that mothers can give when child has a burn is giving first aid to prevent disability in children. This study aimed to describe the incidence of burns and knowledge level of mothers about first aid burns among toddlers in Padangsambian Klod Village. This research was a quantitative research methods with sample was 62 mothers. The sampling technique was probability sampling with a simple random sampling method. Data on the incidence of burns and knowledge level of mothers were collected using a questionnaire that compiled by the researchers. The result shows that the respondents in age 26-35 years were 42 people and last education were high school or equivalent were 31 people. Meanwhile, children in age range of 2 - 3 years with the number of 31 respondent for each boy and girls. Percentage of burn incidents in this study was 3.2% and knowledge level of mothers was in the sufficient category. Some mothers have a missunderstanding of first aid burns because they consider ice cubes, ice water compresses, and toothpaste to be used to heal wounds. Further researchers are expected to be able to increase the number of samples and develop a questionnaire so they can assess more about the incidence of burns and knowledge level of mothers about first aid.
PENGETAHUAN PEMANDU WISATA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA AIR DI WILAYAH TANJUNG BENOA Ni Luh Ari Sriwandayani; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ida Arimurti Sanjiwani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.486 KB) | DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i06.p14

Abstract

Wisata watersport adalah kegiatan wisata di bawah atau di dalam air dengan menggunakan sarana dan prasarana wisata. Wisata watersport termasuk wisata yang bersifat ekstrim dan berbahaya karena dapat menimbulkan bahaya fisik. Pengetahuan pertolongan pertama yang tepat diperlukan oleh pemandu wisata air untuk mengurangi mortalitas dan morbilitas korban kecelakaan karena tingkat pengetahuan akan berpengaruh terhadap teknik penanganan korban kecelakaan sebelum dibawa ke Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan pemandu wisata tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di watersport Tanjung Benoa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional dengan model pendekatan cross sectional. Banyak responden sejumlah 127 orang, dipilih dengan teknik stratified random sampling. Analisis data bivariat dilakukan dengan uji Gamma. Hasil Penelitan didapatkan bahwa lama bekerja (p =0,000, r = 0,51) dan pengalaman pelatihan (p=0,006. R=0,42) memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan pertolongan pertama. Sedangkan usia, tingkat pendidikan dan sumber informasi tidak berhubungaon secara signifikan terhadap pengetahuan pertolongan pertama (p>0,05). Peneliti merekomendasikan agar pihak perusahaan watersport melakukan pelatihan mengenai teknik pertolongan pertama secara berkala bagi pemandu wisata air.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA POSTER DAN VIDEO MELALUI WHATSAPP TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI STUNTING Pande Luh Made Diah Kharisma Yanti; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Luh Putu Eva Yanti
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.444

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi kegagalan tumbuh yang dialami anak balita disebabkan karena kekurangan gizi kronis, sehingga anak mengalami tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Stunting yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan penurunan intelektual serta peningkatan penyakit degeneratif. Faktor yang dapat membantu dalam mencegah kejadian stunting adalah pengetahuan ibu yang baik terkait stunting. Peningkatan pengetahuan pada ibu melalui edukasi kesehatan dapat membantu dalam pencegahan stunting. WhatsApp merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi kesehatan tentang stunting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media poster dan video melalui WhatsApp terhadap pengetahuan ibu mengenai stunting di Tegallalang. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel yang dipilih menggunakan simple random sampling sebanyak 43 orang. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, didapatkan nilai p=0,004 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan dengan media poster dan video melalui WhatsApp terhadap pengetahuan ibu mengenai stunting di Desa Pupuan. Kata Kunci: Ibu, Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Stunting, Whatsapp.
PERBEDAAN COMPUTER VISION SYNDROME BERDASARKAN SCREEN TIME DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MAHASISWA PSSIKPN FK UNIVERSITAS UDAYANA Ni Komang Devi Andini; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p15

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 terhadap pendidikan menyebabkan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring. Pembelajaran daring dilakukan oleh seluruh mahasiswa di berbagai instansi pendidikan termasuk mahasiswa keperawatan. Mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring dapat menghabiskan waktu selama berjam-jam di depan laptop, komputer, atau gadget sehingga berisiko mengalami masalah kesehatan mata seperti Computer Vision Syndrome (CVS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan CVS berdasarkan screen time dalam pembelajaran daring pada mahasiswa keperawatan Udayana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pengukuran berulang sebanyak tiga kali pada variabel CVS. Data dikumpulkan dengan kuesioner screen time dan keluhan CVS dengan pengukuran selama dua minggu. Responden dalam penelitian ini adalah 161 mahasiswa keperawatan yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara bermakna CVS hari pada ke-1, ke-5, dan ke-10 dengan p = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini ada perbedaan secara bermakna CVS pada hari ke-1, ke-5, dan ke-10 dimana terjadi peningkatan skor pada CVS hari ke-1, ke-5, dan ke-10.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF OLEH IBU BEKERJA DI KOTA DENPASAR Made Ayu Puspa Dewi; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Eva Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i02.p08

Abstract

Ibu yang aktif bekerja sebagian besar mengalami hambatan dalam menyusui bayinya. Beberapa hambatan dalam pemberian ASI oleh ibu bekerja yaitu durasi bekerja yang terlalu lama, kesempatan memerah ASI di tempat kerja yang minim akibat tidak tersedianya fasilitas menyusui seperti bilik laktasi, serta pengetahuan ibu bekerja yang kurang mengenai manajemen laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional dan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada 97 responden yang berkunjung di Puskesmas 1 Denpasar Utara, Puskesmas 1 Denpasar Timur, Puskesmas 2 Denpasar Barat, dan Puskesmas 2 Denpasar Selatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, ketersediaan fasilitas laktasi di tempat kerja, dan dukungan suami. Analisis data menggunakan uji eta dan coefficient contingency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan usia (p=0,08), jumlah paritas (p=0,132), jenis kelamin bayi (p=0,501), status sosial ekonomi (p=0,111), jenis pekerjaan ibu (p=0,70), pengetahuan (p=0,338), ketersediaan fasilitas laktasi (p=0,3), dukungan suami (0,180) dengan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan jarak (0,019) dan durasi kerja (0,044) berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Kesimpulannya terdapat hubungan antara jarak dan durasi bekerja dengan pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja di Kota Denpasar. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu bekerja mengenai manajemen ASI perah sehingga pemberian ASI eksklusif berhasil dicapai.
GAMBARAN POLA KONSUMSI DAN STATUS GIZI BALITA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 JEMBRANA Wulandari, Ni Putu Diah; Sawitri, Ni Komang Ari; Yanti, Ni Luh Putu Eva
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p05

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan pangan sehingga mempengaruhi pola konsumsi dan status gizi terutama balita yang menjadi kelompok rentan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola konsumsi dan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas 1 Jembrana pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 75 orang yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengambilan data penelitian ini dilakukan pada bulan April 2022. Food Frequency Questionnaire (FFQ) merupakan instrumen yang digunakan dalam pengambilan data pola konsumsi dan berat badan menurut umur merupakan metode yang digunakan untuk menilai status gizi balita. Balita yang terlibat dalam penelitian ini sebagain besar berjenis kelamin laki-laki (54,7%), dengan rentang usia balita 12-36 bulan (61,3%). Pola konsumsi balita sebagian besar berada pada konsumsi kurang (78,7%). Walaupun pola konsumsi sebagian besar kurang, namun status gizi balita mayoritas masih dalam kategori berat badan normal (78,7%). Informasi mengenai orang tua, sebagian besar ayah balita (92%) memiliki pekerjaan, dan hanya 50,7% ibu balita yang bekerja. Penghasilan ayah dan ibu sebagian besar masih di bawah UMR (< 2.500.000), yaitu dengan persentase masing-masing 56,0% dan 93,3%. Peneliti berharap data penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi perawat untuk mengembangkan program kesehatan mengenai pola konsumsi dan status gizi balita.
Description of School-Age Children's Knowledge about Tuberculosis Yanti, Ni Luh Putu Eva
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.4012

Abstract

Tuberculosis in children cases continues to increase. School-age children are a risk group for contracting tuberculosis from family and school. The study aimed to describe school children's knowledge about tuberculosis and its prevention. This research uses a descriptive quantitative research method using a cross-sectional approach. The sampling technique was purposive sampling with 53 respondents. The results showed that students' knowledge about tuberculosis was 58,5% in the good category. Students' knowledge about tuberculosis was still lacking in terms of the symptoms of tuberculosis and tuberculosis treatment. Students did not know about the symptoms of tuberculosis when their weight did not increase for several months. Students did not know the treatment of tuberculosis for six months. Students' knowledge of tuberculosis is good but needs improvement in knowledge of symptoms, transmission, and treatment. Suggestions can be given through health education for school children.