Ni Luh Putu Eva Yanti
Program Studi Sarjana Keperawatan Dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN MASA, DURASI, DAN POSISI KERJA PADA BURUH TANI DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN Risnawati, Anak Agung Istri Galuh; Sawitri, Ni Komang Ari; Yanti, Ni Luh Putu Eva; Saputra, I Kadek
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p13

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi nyeri atau rasa tidak nyaman yang terlokalisasi pada daerah punggung bawah dan dapat menjalar ke tungkai bawah. Keluhan LBP sering dialami oleh pekerja di bidang pertanian dan perkebunan, hal ini dikarenakan aktivitas yang dilakukan mengharuskan untuk mengeluarkan tenaga dan gerakan dengan posisi yang tidak tepat dalam jangka waktu yang lama. Apabila tidak diatasi, LBP dapat mengganggu aktivitas fungsional penderitanya dan berdampak pada menurunnya produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa, durasi, dan posisi kerja dengan keluhan LBP pada pekerja buruh tani di Desa Ulian. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross-sectional. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner The Pain and Distress Scale dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Sampel pada penelitian ini berjumlah 58 orang buruh tani di Desa Ulian dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan Spearman’s Rank menggunakan program komputer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 31 (53,4%) memiliki masa kerja >10 tahun, sebanyak 46 (79,3%) responden bekerja dengan durasi kerja >8 jam, sebanyak 41 (70,7) responden memiliki penilaian posisi kerja kategori risiko sedang dan sebanyak 34 (58,6%) responden mengalami LBP kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,000 < 0,05), durasi kerja (p = 0,048 < 0,05), dan posisi kerja (p = 0,000 < 0,05) dengan keluhan LBP. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara masa, durasi, dan posisi kerja dengan keluhan LBP pada buruh tani di Desa Ulian. Buruh tani diharapkan dapat memperhatikan posisi kerja agar terhindar dari risiko keluhan LBP.
“A Ray of Hope” A Phenomenological Study of Family Caregiver Experiences in Caring for Patients with Parkinson’s Disease Ekananda Sugandi; Ni Komang Ari Sawitri; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Luh Putu Eva Yanti
Media Keperawatan Indonesia Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.9.2.2026.115-127

Abstract

Patients with Parkinson's disease require long-term care, and family members provide most of this care. This study aims to explore the experiences, feelings, and significance of family members caring for patients with parkinson's disease. This study utilized a qualitative research design with a descriptive phenomenological approach, conducted in Bali in 2025. Semi-structured interviews were performed with six participants, selected through purposive and snowball sampling methods. The data analysis process incorporated interactive analysis, which comprised data collection, condensation, data display, and the formulation of conclusions. The results consist of five main interrelated themes. These themes are family burden vs responsibility, adaptation to a new life, surrender, many roads to Rome, and life expectancy. As the main caregiver, the family experiences many trials, obstacles, emotional changes, financial difficulties, fatigue, and increasing burdens; however, they were able to recover and did not give up on continuing their lives. Medical personnel and local health facilities are expected to collaborate in conducting physical and psychological health assessments for families and providing information about available resources, such as health services and Parkinson's community groups. Healthcare workers are expected to understand, implement preventive measures, and provide solutions to reduce caregiver burden and improve the quality of life for patients with Parkinson's disease and their families.
FLOOD PREPAREDNESS OF ELDERLY LIVING IN WATERSHED, PENYARINGANVILLAGE, JEMBRANA, BALI Pande Komang Sudiantika; Putu Ayu Sani Utami; Ni Luh Putu Eva Yanti
NurseLine Journal Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v10i2.60274

Abstract

Background: Preparedness is key to reducing post-disaster damage. The Elderly residing in watersheds are particularly vulnerable to floods. Objective: This study aimed to examine the demographic characteristics of older adults and their level of flood preparedness in the Banjar Anyar Kelod watershed. Methods: A descriptive quantitative design was used involving 161 older adults selected through purposive sampling. Participants completed 20 questions from the preparedness questionnaire. Data analysis used descriptive statistics (mean, minimum, maximum, and percentage) to describe the characteristics of the respondents. This study also conducted a bivariate analysis using the Chi-square test to determine the relationship between demographic variables (age, gender, education level, and occupation) and the preparedness level of older people. The relationship between variables was measured using Cramer's V to determine the strength of the relationship between variables. Results: The Preparedness of the elderly living in the watershed of Banjar Anyar Kelod was categorized as less prepared (55.10%). Education level showed a moderate and significant relationship with preparedness (x²(10) = 28.24, p = 0.0017; Cramer's V = 0.30),indicating that higher education is associated with better preparedness among older people. Occupation also showed a significant moderate relationship (x²(14) = 37.58, p = 0.0006; Cramer's V = 0.34). Conclusion: The village government, community health center (Puskesmas) officers, and the Regional Disaster Management Agency (BPBD) officers are expected to collaborate in facilitating flood preparedness training for the elderly.
HUBUNGAN STATUS KERJA DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU BALITA TERHADAP KUNJUNGAN KE POSYANDU Ni Kadek Dian Prabawati; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Komang Ari Sawitri; Francisca Shanti Kusumaningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p03

Abstract

Kesibukan ibu bekerja berdampak pada rendahnya partisipasi balita ke posyandu. Hal ini mengakibatkan pemantauan tumbuh kembang balita tidak optimal, sehingga berpotensi pada permasalahan status gizi balita seperti stunting, gizi kurang, dan gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status kerja ibu dan pengetahuan ibu tentang posyandu balita terhadap kunjungan ke posyandu di Desa Landih Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini berupa simple random sampling dengan total 72 ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2025. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner pengetahuan tentang pelayanan kesehatan di posyandu yang telah dimodifikasi dan data kunjungan diperoleh dari buku KMS. Hasil penelitian menggunakan uji analisis non-parametrik Chi-Square didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status kerja ibu dengan kunjungan ke posyandu balita (p-value=0,000). Ibu yang tidak bekerja cenderung lebih rutin mengunjungi posyandu. Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kunjungan ke posyandu balita (p-value=0,000), dengan ibu yang memiliki pengetahuan baik lebih sering melakukan kunjungan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan dapat mendorong ibu untuk meluangkan waktu menghadiri Posyandu balita secara rutin serta meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya Posyandu sebagai sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Selain itu, pemerintah desa diharapkan terus mendukung pelaksanaan Posyandu melalui upaya yang berkelanjutan. Perawat puskesmas bersama kader Posyandu juga diharapkan secara aktif memberikan motivasi dan meningkatkan kesadaran ibu balita agar rutin mengikuti kegiatan Posyandu. Peningkatan kesadaran tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi pada rapat bulanan desa, penyuluhan kesehatan, serta pemanfaatan media komunikasi antaribu di desa.