Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KESIAPAN ANAK MENJELANG MENJELANG MENARCHE DI SD NEGERI 1 DAN 3 KERAMBITAN A.A Sagung Dewi Nurwulan Putra; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p11

Abstract

Menarche merupakan suatu tanda yang menunjukan adanya produksi hormon yang normal. Menarche terjadi pada usia 10-16 tahun. Menarche yang dialami pertama kali tanpa adanya informasi yang lebih banyak dapat menimbulkan ketegangan fisik dan cemas. Anak sekolah memiliki pandangan bahwa menarche dapat menyebabkan kesakitan dan ketidaknyamanan pada diri mereka. Salah satu dampak dari menarche pada usia sekolah dasar yaitu kecemasan. Kecemasan apabila tidak diatasi akan berdampak pada kesiapan seseorang dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kesiapan anak menjelang menarche. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional korelatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang digunakan yaitu 32 siswa yang diperoleh melalui teknik non probability sampling. Data diambil menggunakan kuesioner tingkat kecemasan (Z-SAS) serta kuesioner tingkat kesiapan. Berdasarkan analisa didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat kesiapan anak menjelang menarche dengan nilai signifikansi (p-value) 0,041 dan nilai korelasi (r) = -0,510 yang menunjukan arah negatif dengan kekuatan sedang. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi yang menunjukkan arah negatif yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, maka semakin rendah tingkat kesiapan anak menjelang menarche.
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA SISWI YANG MENGALAMI DISMINOREA DI SMA SANTA MADALENA DE CANOSSA HAS-LARAN COMORO DILI Marilia Francisca Soares; Gusti Ayu Ary Antari; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p03

Abstract

Disminorea adalah keluhan yang kerap dilaporkan oleh remaja putri ketika mengalami menstruasi. Disminorea ini seringkali mengganggu dan dapat memicu terjadinya stres pada remaja putri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan tingkat stres remaja putri SMA yang mengalami disminorea. Penelitian ini memakai metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 180 siswi SMA terlibat dalam penelitian yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Depression Anxiety and Stress Scale dipakai untuk mengukur tingkat stres responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres responden, yaitu normal sejumlah 10 orang (5,6%), ringan sejumlah 6 orang (3,3%), sedang sejumlah 12 orang (6,7%), parah sejumlah 45 orang (25%) dan sangat parah 107 orang (59,4%). Ini menunjukkan bahwa ketika mengalami disminorea, siswa perempuan merasa stres tinggi. Implikasi keperawatan yang dapat dilakukan yaitu, pengembangan program edukasi kesehatan, pencegahan dan deteksi dini, serta kolaborasi dengan tenaga pengajar dan orang tua.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN STATUS PSIKOLOGIS PADA PASIEN KANKER PAYUDARA POST KEMOTERAPI Putu Krisna Candra Yoga; Putu Oka Yuli Nurhesti; Ida Arimurti Sanjiwani; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p08

Abstract

Kanker payudara merupakan suatu penyakit kanker dimana terjadi perkembangan tidak terkendali atau pertumbuhan secara berlebih dari sel-sel atau jaringan payudara. Status psikologis merupakan suatu istilah yang mengarah pada kondisi mental, emosional, dan psikologis seseorang pada suatu hal tertentu. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis yaitu kelompok perilaku kognitif, terapi atau konseling, dukungan kelompok sebaya, dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga merupakan suatu perilaku dari anggota keluarga yang selalu memberikan dukungan, perhatian, pendidikan dengan penuh kasih sayang, bimbingan serta bantuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan status psikologis pada pasien kanker payudara post kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan cross sectional yang dilaksanakan bulan Februari hingga Mei 2024. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling (n=30). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan status psikologis pada pasien kanker payudara post kemoterapi dengan p-value yaitu 0,007, r= -0,481, R= 23,1%. Arah korelasi negatif berada dalam kategori sedang. Korelasi negatif berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin rendah status psikologisnya, sebaliknya semakin rendah dukungan keluarga maka semakin tinggi pula status psikologisnya. Keluarga harus peka dan menyadari apabila dukungan yang diberikan optimal memberikan dampak baik bagi pasien kanker payudara dalam mengatasi masalah psikologis.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA MENGGUNAKAN TIKTOK TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWI DI SMAN 5 DENPASAR Putu Ayu Windu Saridewi; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p06

Abstract

Anemia pada remaja putri menjadi salah satu penyebab komplikasi pada periode perinatal yang berdampak pada kematian ibu. Pemberian tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu program pemerintah untuk mencegah anemia pada remaja putri, namun terdapat banyak hambatan dalam pelaksanaannya. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya angka kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri. Pemberian pendidikan kesehatan tentang anemia merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah (TTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan TikTok terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada siswi di SMAN 5 Denpasar. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 64 siswi kelas XI. Pengambilan data menggunakan kuesioner kepatuhan. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan TikTok terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi di SMAN 5 Denpasar (p-value 0,000 < 0,05). Diharapkan remaja putri dapat secara rutin untuk mengkonsumsi TTD dan metode pendidikan kesehatan anemia ini dapat diterapkan di sekolah sehingga mampu menurunkan prevalensi kejadian anemia pada remaja putri.