Sanjiwani, Ida Arimurti
Universitas Udayana

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN STATUS PSIKOLOGIS PADA PASIEN KANKER PAYUDARA POST KEMOTERAPI Putu Krisna Candra Yoga; Putu Oka Yuli Nurhesti; Ida Arimurti Sanjiwani; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p08

Abstract

Kanker payudara merupakan suatu penyakit kanker dimana terjadi perkembangan tidak terkendali atau pertumbuhan secara berlebih dari sel-sel atau jaringan payudara. Status psikologis merupakan suatu istilah yang mengarah pada kondisi mental, emosional, dan psikologis seseorang pada suatu hal tertentu. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis yaitu kelompok perilaku kognitif, terapi atau konseling, dukungan kelompok sebaya, dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga merupakan suatu perilaku dari anggota keluarga yang selalu memberikan dukungan, perhatian, pendidikan dengan penuh kasih sayang, bimbingan serta bantuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan status psikologis pada pasien kanker payudara post kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan cross sectional yang dilaksanakan bulan Februari hingga Mei 2024. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling (n=30). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan status psikologis pada pasien kanker payudara post kemoterapi dengan p-value yaitu 0,007, r= -0,481, R= 23,1%. Arah korelasi negatif berada dalam kategori sedang. Korelasi negatif berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin rendah status psikologisnya, sebaliknya semakin rendah dukungan keluarga maka semakin tinggi pula status psikologisnya. Keluarga harus peka dan menyadari apabila dukungan yang diberikan optimal memberikan dampak baik bagi pasien kanker payudara dalam mengatasi masalah psikologis.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA MENGGUNAKAN TIKTOK TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWI DI SMAN 5 DENPASAR Putu Ayu Windu Saridewi; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p06

Abstract

Anemia pada remaja putri menjadi salah satu penyebab komplikasi pada periode perinatal yang berdampak pada kematian ibu. Pemberian tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu program pemerintah untuk mencegah anemia pada remaja putri, namun terdapat banyak hambatan dalam pelaksanaannya. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya angka kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri. Pemberian pendidikan kesehatan tentang anemia merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah (TTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan TikTok terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada siswi di SMAN 5 Denpasar. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 64 siswi kelas XI. Pengambilan data menggunakan kuesioner kepatuhan. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan TikTok terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi di SMAN 5 Denpasar (p-value 0,000 < 0,05). Diharapkan remaja putri dapat secara rutin untuk mengkonsumsi TTD dan metode pendidikan kesehatan anemia ini dapat diterapkan di sekolah sehingga mampu menurunkan prevalensi kejadian anemia pada remaja putri.
HUBUNGAN BREASTFEEDING FATHER DENGAN KESIAPAN IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI 1 Putri, Luh Gede Tiara Pramudita; Sanjiwani, Ida Arimurti; Astuti, Ika Widi; Kusumaningsih, Francisca Shanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p10

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kesehatan bayi. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif salah satunya dipengaruhi oleh kesiapan ibu dalam menyusui, yang dapat ditingkatkan melalui dukungan suami atau peran sebagai Breastfeeding Father. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Breastfeeding Father dengan kesiapan menyusui pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Mengwi 1. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelatif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 30 pasangan ibu primipara dan suami yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Breastfeeding Father dan kesiapan menyusui ibu primipara. Hasil analisis menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,018 (< 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara peran Breastfeeding Father dan kesiapan menyusui pada ibu primipara. Simpulan dari penelitian ini adalah semakin baik peran suami sebagai Breastfeeding Father, maka semakin tinggi kesiapan ibu primipara dalam menyusui. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan keterlibatan aktif suami guna mendukung keberhasilan proses menyusui secara optimal.
GAMBARAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUP PROF. Dr. I. G. N. G. NGOERAH PADA TAHUN 2020-2022 Puspasari, Luh Putu Ayu; Astuti, Ika Widi; Puspita, Luh Mira; Sanjiwani, Ida Arimurti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p06

Abstract

Perdarahan postpartum adalah hilangnya darah sebanyak 500 ml setelah bayi lahir akibat persalinan pervaginam atau kehilangan darah lebih dari 1000 ml akibat persalinan caesar. Faktor - faktor yang mempengaruhi terjadinya perdarahan postpartum yaitu umur, paritas, lama kala, kadar Hb, jarak kehamilan, dan riwayat persalinan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran atas kasus perdarahan postpartum di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah. Sementara itu, jenis studi ini ialah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi riset ini yaitu rekam medis pasien rawat inap yang mengalami perdarahan postpartum di RSUP Prof Ngoerah tahun 2020-2022 sebanyak 37 kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ibu lebih banyak terjadi perdarahan postpartum primer (early HPP) yaitu  (81,1%), sisa plasenta sebanyak (35,1%),  usia 20-35 tahun (75,7%),  paritas multipara (P2-P4) (70,3%), lama kala II normal (< 2 jam) (67,6%), anemia (73%), jarak kelahiran > 2 tahun (64,9%), persalinan normal (67,6%), dan mayoritas ibu yang mengalami perdarahan postpartum di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah tidak diberikan penatalaksanaan berupa transfusi darah (54,15%). Diharapkan puskesmas dan tenaga kesehatan dapat mengoptimalkan penyuluhan pada ibu hamil untuk mendeteksi dini faktor-faktor yang mempengaruhi perdarahan postpartum dan meningkatkan manajemen aktif kala III.
HUBUNGAN PENGETAHUAN VAGINAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 SELAT Antari, Ni Kadek Yuni; Sanjiwani, Ida Arimurti; Astuti, Ika Widi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p08

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kesejahteraan fisik, mental, dan juga sosial yang utuh, tidak ada penyakit ataupun masalah yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsinya. Keputihan ialah satu diantara masalah kesehatan reproduksi. Keputihan dibagi menjadi dua jenis, yakni keputihan fisiologis dan keputihan patologis, keputihan fisiologis terjadi karena proses alami tubuh sedangkan patologis dipicu oleh adanya virus, bakteri, dan jamur yang berkembang pada vagina. Tujuan penelitian ini ialah untuk melakukan analisis hubungan pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Selat.  Penelitian observasional dengan desain cross sectional, sampel yang terlibat pada penelitian ini sejumlah 97 siswi perempuan yang dipilih menggunakan teknik quota random sampling. Variabel penelitian ini yakni pengetahuan vaginal hygiene dan kejadian keputihan pada remaja, pengumpulan data memakai kuesioner.  Analisis yang dipakai yakni analisis univariat dan bivariat memakai uji spearman rank. Diperoleh angka signifikansi atau angka probabilitas (0,000) lebih rendah dari 0,05 atau (p<a), maka H0 ditolak yang berarti ada korelasi antara pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja di SMA Negeri 1 Selat. Implikasi penelitian ini yaitu sekolah dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan pada siswa untuk meningkatkan wawasan terkait pentingnya kesehatan reproduksi untuk mencegah terjadinya keputihan melalui vaginal hygiene. 
EDUKASI TENTANG ANEMIA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL MENINGKATKAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL Intan Lestari Shelvyandira; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p09

Abstract

Anemia pada wanita dalam masa kehamilan masih merupakan permasalahan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui konsumsi rutin tablet suplemen zat besi (TTD) sebanyak 90 tablet selama kehamilan. Namun, tingkat komitmen dalam mengikuti anjuran konsumsi masih rendah. Salah satu pendekatan yang diyakini efektif dalam memperkuat komitmen dalam mengikuti anjuran adalah melalui penyampaian informasi kesehatan kesehatan. Kajian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui dampak penyampaian informasi kesehatan mengenai anemia menggunakan perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar terhadap tingkat komitmen dalam mengikuti anjuran wanita dalam masa kehamilan dalam mengonsumsi TTD. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan pendekatan one group pretest-posttest. Lokasi penelitian di Puskesmas IV Denpasar Selatan, melibatkan 33 wanita dalam masa kehamilan usia kehamilan 16–34 minggu yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang telah dimodifikasi. Temuan studi ini menunjukkan kenaikan komitmen dalam mengikuti anjuran setelah penyampaian informasi kesehatan, dari sebelumnya sebagian besar dengan komitmen dalam mengikuti anjuran rendah (45,5%) menjadi mayoritas dengan komitmen dalam mengikuti anjuran tinggi (63,36%). Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,000), yang menandakan bahwa penyampaian informasi kesehatan melalui perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar berdampak positif terhadap komitmen dalam mengikuti anjuran wanita dalam masa kehamilan dalam mengonsumsi TTD. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan memanfaatkan perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar dalam memberikan penyampaian informasi kesehatan agar komitmen dalam mengikuti anjuran konsumsi TTD meningkat.
TERAPI MUSIK KLASIK MOZART MENGURANGI KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS DENPASAR BALI Ni Putu Manik Budantari; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p05

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil trimester III dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik klasik mozart dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design (eksperimen semu) dengan one-group pretest-posttest formulir yang berisi kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Sampel sebanyak 30 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan ringan-sedang dan dipilih melalui teknik consecutive sampling selama 1 bulan. Intervensi berupa terapi musik klasik mozart selama 20-30 menit selama 4x pemberian. Uji yang digunakan adalah wilcoxon signed rank. Hasil dari sebelum diberikan terapi musik klasik mozart mayoritas mengalami kecemasan sedang sebanyak 17 orang (56,7%) dan minoritas mengalami kecemasan ringan sebanyak 13 orang (43,3%). Setelah diberikan terapi mengalami penurunan kecemasan menjadi tidak ada kecemasan sebanyak 12 orang (40,0%), mengalami kecemasan ringan sebanyak 9 orang (30,0%), dan mengalami kecemasan sedang sebanyak 9 orang (30,0%). Hasil uji wilcoxon signed rank menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi yang signifikan nilai sig.(2-tailed) = (0,000) < (0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi musik klasik Mozart efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III dan terapi musik klasik Mozart dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologis untuk ibu hamil dan dapat diterapkan di pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE ANAK SINDROM DOWN DI PIK POTADS BALI Ni Komang Adi Budi Asih; Kadek Cahya Utami; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p04

Abstract

Keterbatasan fisik, keterbelakangan mental, dan rendahnya IQ pada anak Sindrom Down dapat menyebabkan keterbatasan dalam kemandirian personal hygiene. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa personal hygiene anak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua yang sesuai sangat penting dalam membentuk kemandirian pada anak Sindrom Down. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian personal hygiene anak Sindrom Down di PIK POTADS Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan besar sampel 30 orang yang merupakan orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak Sindrom Down usia prasekolah (3-6 tahun). Instrumen penelitian yang digunakan adalah Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ) dan kuesioner kemandirian personal hygiene anak usia prasekolah. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,085 (α = 0,05), yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene anak Sindrom Down di PIK POTADS Bali. Dalam pola asuh demokratis, sebanyak 53,8% anak memiliki tingkat kemandirian personal hygiene yang kurang mandiri, dan 46,2% memiliki tingkat kemandirian yang mandiri. Sedangkan 100% anak yang mendapat pola asuh otoriter maupun permisif memiliki tingkat kemandirian personal hygiene yang kurang mandiri. Peneliti menyarankan agar orang tua meningkatkan sikap positif dalam upaya menumbuhkan kemandirian personal hygiene pada anak Sindrom Down.