Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES KREATIF GURU PAUD DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL Ma'rifah, Nurul; Palupi, Warananingtyas; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 1 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i1.59790

Abstract

Proses kreatif yaitu proses dalam menciptakan suatu karya, guru dalam menciptakan media pembelajaran harus melewati proses kreatif terlebih dahulu. Melewati tahapan proses kreatif menjadikan media yang dibuat guru lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) proses kreatif guru PAUD dalam merancang media pembelajaran visual, (2) kendala dalam merancang media pembelajaran visual. Penelitian ini dilaksanakan di TK Al Huda Kerten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif metode studi kasus, dengan menggunakan teknik pengambilan berupa wawancara semiterstruktur, observasi partisipatif dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sumber data pada penelitian ini adalah guru kelas B2. Penelitian ini menggunakan indikator proses kreatif dari Wallas yang terdiri dari 4 tahapan diantaranya tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap iluminasi, tahap verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sudah melalui empat tahap proses kreatif dari Wallas sesuai dengan indikator tahapan proses kreatif. Hasil proses kreatif yang dilakukan guru kelas B2 dalam merancang media pembelajaran visual terdiri dari tahap persiapan, guru mengamati masalah yang akan diselesaikan dan mengumpulkan referensi media pembelajaran, tahap inkubasi guru melakukan pertimbangan media visual yang akan digunakan dan mempersiapkan bahan juga melakukan modifikasi ide, tahap illuminasi guru melakukan modifikasi media yang telah dirancang dan melakukan proses menciptakan produk, Tahap verifikasi guru melakukan pengujian media kepada siswa dan mendapat respon positif. Kendala guru dalam merancang media beragam sesuai tingkat kesulitan media, waktu, dan kemampuan guru. adapun solusi dalam menghadapi kendala tersebut beragam sesuai dengan media yang dibuat.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN ORANG TUA wahyuni, Sri Umi Ayu; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.59791

Abstract

Kemandirian pada anak yaitu keterampilan anak untuk memiliki inisiatif dalam merencanakan dan mengatur perilaku dalam melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan perkembangannya.  Anak yang mandiri dapat membantu dirinya untuk tidak banyak bergantung dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kemandirian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua. Status pekerjaan orang tua diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian anak. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Peneliti membatasi masalah pada perbedaan kemandiriian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua. Kategori orang yang bekerja sendiri yaitu melakukan pekerjaan selama 1 jam berturut-turut selama satu minggu untuk memperoleh pendapatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Sebanyak 40 anak dengan ayah dan ibu bekerja serta 52 anak dengan ayah bekerja dan ibu tidak bekerja sehingga total sampel yang digunakan sebanyak 92 anak. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan uji prasyarat analisis. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov  dan uji homogenitas menggunakan Levene test. Perhitungan uji tersebut dilakukan dengan bantuan SPSS 25 for windows. Hasil hipostesis menunjukkan bahwa nilai signifikan menunjukkan angka 0,034. Nilai signifikan 0,034 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan kemandirian anak usia 4-5 tahun ditinjau dari status pekerjaan orang tua.
IMPLEMENTASI METODE HOME VISIT SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 PADA ANAK KELOMPOK A (STUDI KASUS DI TK KRISTEN KERTEN TAHUN AJARAN 2021/2022) Saputro, Alberto Awan; Wahyuningsih, Siti; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.62745

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode home visit yang dilaksanakan oleh TK Kristen Kerten pada anak kelompok A selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semiterstruktur, observasi partisipasif, dan studi dokumen. Teknik uji validitas data yang dilakukan menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian ini adalah dalam mengimplementasikan home visit terdapat tahapan yang perlu dilakukan mulai dari perencanaan seperti mengelompokan anak, menyusun jadwal, merancang kegiatan belajar. Kemudian pelaksanaan home visit dibagi menjadi kegiatan pembuka, inti dan penutup. Kegiatan lanjutan home visit dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh, dan terakhir monitoring  evaluasi dilakukan untuk memantau kegiatan belajar anak serta melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Pelatihan Manajemen Pemasaran Lembaga PAUD berbasis Web di TK Surakarta Wahyuningsih, Siti; Rasmani, Upik Elok Endang; Nurjanah, Novita Eka; Jumiatmoko, Jumiatmoko; Zuhro, Nurul Shofiatin; Fitrianingtyas, Anjar; Winarji, Bambang
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 5, No 1 (2023): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v5i1.64926

Abstract

Early Childhood Education is an essential foundation to support further education. In reality, many institutions provide services to early childhood, both from the private sector and the government. However, only some of these institutions can compete amid competition for PAUD services in the digital era. Many institutions had to be merged and even closed because they did not have students, especially with the impact of covid 19, which made parents reluctant to send their students to PAUD. One of these phenomena experienced by institutions at LKMD Marsudisiwi Kindergarten in Surakarta and Aisyiah 20 Pajang Kindergarten in Surakarta is that it is undeniable that the impact of the COVID-19 pandemic and the lack of digital-based promotional management has reduced students entering the institution. Based on the results of the initial FGD between the service team and the TK LKMD Marsudisiwi Surakarta and TK Aisyiah 20 Pajang Surakarta, it was decided to hold a training in optimizing marketing management for web-based.
Peningkatan Kompetensi Komunikasi Digital Guru PAUD untuk Memperkuat Kolaborasi dengan Orang Tua Milenial dan Gen Z Upik Elok Endang Rasmani; Bambang Winarji; Jumiatmoko Jumiatmoko; Novita Eka Nurjanah; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1635

Abstract

Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi, termasuk dalam layanan pendidikan anak usia dini. Orang tua dari generasi milenial dan Generasi Z semakin aktif memanfaatkan berbagai platform digital untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi mengenai perkembangan anak. Namun, belum adanya standar baku komunikasi digital di lembaga PAUD sering menimbulkan ketidakkonsistenan dalam penyampaian informasi kepada orang tua, yang diperparah oleh keterbatasan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi digital guru PAUD dalam menjalin hubungan yang efektif dengan orang tua generasi milenial dan Gen Z, serta membantu penyusunan standar operasional prosedur (SOP) komunikasi digital di sekolah. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan pola kolaboratif yang melibatkan mitra dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pelatihan dilaksanakan melalui metode pemaparan materi oleh ahli, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Melalui kegiatan ini diharapkan guru mampu menerapkan keterampilan komunikasi digital secara konsisten dalam interaksi sehari-hari dengan orang tua, sehingga tercipta komunikasi yang lebih efektif, transparan, dan profesional dalam mendukung layanan pendidikan anak usia dini.
PHBS dalam Tinjauan Pedagogi Bermain dan Internalisasi Moral Anak Usia Dini Jumiatmoko Jumiatmoko; Upik Elok Endang Rasmani; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas; Novita Eka Nurjanah
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4825

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan keterampilan hidup mendasar bagi anak usia dini, namun implementasi pembelajarannya masih sering berfokus pada kepatuhan dan mengabaikan proses internalisasi moral. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bagaimana pedagogi berbasis bermain dapat menstimulasi PHBS sekaligus menumbuhkan nilai-nilai moral pada anak usia dini. Penelitian dilaksanakan dengan mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Data disintesis dari berbagai studi yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dari berbagai laman indeksasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pedagogi berbasis bermain yang bersifat simulatif, gamifikasi, dan konstruktif secara signifikan meningkatkan literasi kesehatan sekaligus menstimulasi perkembangan moral anak. Studi ini juga menemukan bahwa hidden curriculum dalam aktivitas bermain mampu mentransformasikan instruksi yang bersifat eksternal menjadi kesadaran moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedagogi berbasis bermain merupakan sarana penting bagi stimulasi perkembangan anak secara holistik. Oleh karena itu, pendidik perlu mengintegrasikan stimulasi perkembangan moral dalam berbagai aktivitas bermain guna mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan.
CERIA: Gagasan Pedagogi Bermain untuk Stimulasi Perkembangan Moral Anak Usia Dini Jumiatmoko Jumiatmoko; Harun Harun; Amir Syamsudin
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.105396

Abstract

Belum ada stimulasi perkembangan moral berbasis kegiatan bermain dengan tahapan yang sistematis dalam konteks PAUD di Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi teori dan praktik stimulasi perkembangan moral pada anak usia dini berbasis kajian pustaka. Penelitian ini mengadaptasi prosedur penelitian yang terdiri dari identifikasi, analisis, strukturalisasi, dan penyimpulan. Analisis tematik digunakan untuk mengonstruksi tema-tema yang relevan dengan hasil identifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teori yang relevan dalam stimulasi perkembangan moral anak usia dini antara lain: socio-cultural constructivism, social learning, moral stage development, dialogic scaffolding, cooperative play, ecological system, dan parental involvement. Stimulasi yang relevan dengan perkembangan moral anak usia dini antara lain melalui kegiatan bercerita, bermain kooperatif, dukungan guru, dan dukungan orang tua. Proses strukturalisasi menghasilkan gagasan pedagogi berupa tahapan kegiatan bermain untuk stimulasi perkembangan moral anak usia dini yang terdiri dari Cerita, Eksplorasi, Refleksi, Inferensi, dan Adaptasi (CERIA). Gagasan pedagogi bermain ini relevan dengan karakteristik perkembangan moral anak usia dini. Diperlukan pengembangan lebih lanjut ke dalam model pembelajaran, pengujian teoretis, dan pengujian praktis untuk stimulasi perkembangan moral anak usia dini.
IMPLEMENTASI DEVELOPMENTALLY APPROPRIATE PRACTICE (DAP) PADA STIMULASI KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK Tasya Tsamara Dhida; Ruli Hafidah; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.67871

Abstract

Kemampuan menulis permulaan anak usia dini merupakan wadah mengeksplorasikan pengetahuan dan pengalaman anak yang ditandai dengan tingkah laku mencoret-coret dan menggambar bebas. Salah satu pendekatan yang dapat diimplementasikan untuk mengembangkan kemampuan menulis permulaan adalah Developmentally Appropriate Practice (DAP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi DAP pada stimulasi kemampuan menulis permulaan anak usia 4-5 tahun di PAUD Nurul Hidayah Program Khusus. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini meliputi kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan stimulasi kemampuan menulis permulaan anak, guru kelas kelompok A sebagai informan, hasil dan proses anak kelompok A melakukan indikator kemampuan menulis permulaan, dan dokumen (RPPM, RPPH, dokumentasi pembelajaran, penilaian, dan dokumen hasil karya). Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, dalam mengimplementasikan DAP untuk menstimulasi kemampuan menulis permulaan anak melalui tiga tahapan yaitu pra implementasi, implementasi, dan pasca implementasi. Pertama, pra implementasi mencakup pembahasan dan perencanaan kegiatan yang dituangkan dalam dokumen perangkat pembelajaran. Kedua, implementasi mencakup pelaksanaan kegiatan stimulasi dan pembelajaran. Ketiga, pasca implementasi mencakup penilaian, evaluasi, dan refleksi. Implementasi DAP dalam menstimulasi kemampuan menulis permulaan sangat sesuai diterapkan karena ramah anak, menyesuaikan capaian, dan tahapan perkembangan anak.
STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PENERAPAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DARING ANAK USIA 5-6 TAHUN Putri Hidayah Lestari; Ruli Hafidah; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.60459

Abstract

Saat ini pandemi Covid-19 masih melanda hampir seluruh negara di dunia. Pandemi ini berpengaruh terhadap setiap aspek kehidupan tidak terkecuali dalam aspek pendidikan. Dengan adanya pandemi ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada kelompok B di TK Islam Al-Azhar 6 yang dianggap unik karena memiliki durasi waktu belajar daring yang cukup panjang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Creswell. Hasil penelitian mendeskripikan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan dalam penerapan pembelajaran daring anak usia 5-6 tahun merupakan gabungan dari beberapa strategi yang ada. Sistem pembelajaran daring yang terapkan adalah dengan penerapan metode pembelajaran campuran yaitu pembelajaran langsung, study tour, dan media video. Strategi ini dirasa berhasil untuk dapat diterapkan pada pembelajaran daring untuk anak usia dini khususnya anak usia 5-6 tahun.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Ulkainge Prajmukti; Warananingtyas Palupi; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.64815

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif sangatlah penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Kemampuan tersebut dianggap sebagai kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh anak di era digital seperti saat ini. Oleh karenanya, pengembangan kemampuan berpikir kreatif perlu dilakukan. Penelitian dilakukan guna mengetahui pengaruh model pembelajaran kewirausahaan terhadap kemampuan berpikir kreatif pada anak usia 5-6 tahun. Subjek pada penelitian sebanyak 30 anak, pada kelompok eksperimen sebanyak 15 anak dan kelompok kontrol sebanyak 15 anak di BA Aisyiyah Jamalan. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental berbentuk Non Equivalen Control Group Design. Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah adanya treatment. Pengujian diawali dengan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dengan Shapiro Wilk Levene dan uji homogenitas menggunakan Test For Equality Of Variance, kemudian dilanjutkan pada tahap uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Tes pada nilai hasil pretest dan posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai rata-rata posttest pada kelompok eksperimen sebesar 20.33 dan pada kelompok kontrol memiliki rata-rata sebesar 17.20, yang kemudian didapat besar signifikansi 0.000 dimana nilai signifikansi tersebut kurang dari 0.05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut terhadap kemampuan berpikir kreatif pada anak usia 5-6 tahun.