Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Barometer

PENGARUH KOMPOSISI KIMIA PADUAN Al – Si – Cu PADA PROSES HIGH PRESSURE DIE CASTING DALAM PEMBUATAN CRANKCASE Ratna Dewi Anjani, Heriyanto
BAROMETER Vol 3 No 1 (2018): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.814 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v3i1.1258

Abstract

Salah satu proses pengecoran secara non konvesional adalah High Pressure Die Casting. Pembuatan produk dengan proses High Pressure Die Casting, tidak terlepas dari masalah cacat yang ditimbulkan. Cacat pada proses pencetakan ini pun merupakan indikator dari kesalahan pada proses pengecoran tersebut. Analisa cacat pada proses ini dilakukan dari proses perancangan, proses peleburan dan pada proses penuangan. Pada proses pengecoran High Pressure Die Casting  dengan material paduan Al-Si- Cu sering terjadi cacat berupa cacat porositas shrinkage dan turbulensi. Cacat ini menyebabkan bocor setelah proses machining. Cacat yang terbentuk salah satunya disebabkan karena unsur paduan, karena unsur paduan dapat mempengaruhi temperature penuangan.  Analisa cacat porositas shrinkage  pada pengecoran High Pressure Die Casting   dengan aluminium paduan Al-Si-Cu dilakukan dengan membuat 12 spesimen dari masing-masing sample aluminium cair yang memiliki kadar cacat rendah (tipe YW) dan kadar cacat tinggi (tipe YI). Tujuan dilakukan pembubutan agar permukaan rata sebelum dilakukan uji spektro untuk menganalisa komposisi kimia. Hasil pengamatan ditemukan perbedaan komposisi yang cukup jauh diantara kedua tipe YI dan Tipe YW. Aluminium yang digunakan pada tipe YI kandungannya lebih sedikit dari tipe YW walaupun masih dalam kondisi standar. Pada aluminium cair untuk tipe YI rata-rata kandungan Al 86,0308% ; Si 10,1580% ; Cu 1,8287% ; Fe 0,9079%. Sedangkan pada aluminium cair untuk tipe YW rata-rata kandungan Al 85,5788% ; Si 10,1580% ; Cu 1,8194% ; Fe 0,7948%. 
PERENCANAAN ALAT PENUKAR KALOR UNTUK PENGERING KAIN DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI PANAS DARI GAS BUANG MESIN DIESEL Jojo Sumarjo, Ratna Dewi Anjani, Aa Santosa
BAROMETER Vol 3 No 1 (2018): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.415 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v3i1.1285

Abstract

Mesin diesel yang ada di di PT. XXX Industri Textil Bandung fungsi utamanya untuk memproduksi daya listrik, selama prosesnya, mesin ini mengeluarkan gas buang yang dibuang ke lingkungan pada temperatur 400oC dengan laju aliran massa sebesar 3,03 kg/s pada tekanan 2 bar, hal ini merupakan potensi energi panas yang cukup tinggi dan jika tidak dimanfaatkan maka akan terbuang sia-sia. Untuk memanfaat energi panas tersebut, telah direncanakan sebuah Heat Exchanger (HE) atau APK (Alat Penukar Kalor) untuk memproduksi uap yang akan ditransfer ke unit  pengering kain, sehingga unit pengering kain tersebut kebutuhan steamnya tidak disupply lagi dari unit boiler. HE/APK yang direncanakan tersebut adalah jenis shell and tube, dengan air pada sisi tube dan gas panas (gas buang dari mesin diesel) pada sisi shell. Pada sisi tube, laju aliran air yang masuk HE/APK adalah 0,02 kg/s pada temperature 28oC dan tekanan 1,5 MPa dengan temperatur keluar direncanakan pada 200oC. Pada sisi shell, laju aliran gas panas (gas buang dari mesin diesel) adalah sebesar 3,03 kg/s pada tekanan 2 bar. Jika HE/APK yang direncanakan ini dipasang dan dioperasikan dengan kapasitas produksi uap atau laju aliran air tersebut diatas, maka konsumsi solar untuk steam generator (boiler) hanya sebesar 1000 liter/hari. Jadi dengan adanya alat ini, kebutuhan bahan bakar solar untuk boiler diharapkan bisa dihemat sebesar 33,33 %, sehingga bisa menurunkan ongkos produksi..