Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI TEKNOLOGI MOREA PLUS DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SAPI BALI DI DESA BEBANDEM KARANGASEM NI M. WITARIADI; P. ARI ASTAWA DAN NI
Buletin Udayana Mengabdi Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.316 KB)

Abstract

ABSTRACT. The activity of this community service aimed to introduce the principles and practice of using morea plus for increase the productivity of Bali cattle. The community service was carried out at Balai Banjar Tiingan Tengah, Bebandem, Karangasem on 2 Septembre 2007. The method used in this activity were discussion and demontration base on using morea plus for productivity increase of Bali cattle. It can be concluded that the response of the farmers to this activity was very high. All of the 30 members of the Gerembeng group of farmers who have been invited were come to the conducted meeting. The response of the farmers during demontration as well as during discussion was also high enough which indicated by the member and the quality of the questions from the farmers during the times being.
TEKNOLOGI BIOFERMENTASI BERBASIS IMO (INDOGENOUS MICROORGANISM) UNTUK MEMBUAT PUPUK ORGANIK DI UD TIMAN AGUNG KELATING TABANAN N.W. Siti; N.M. Witariadi; N.N. Soniari; N. K. Seminari
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.099 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i01.p02

Abstract

Pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan UD Timan Agung tentang Teknologi Biofermentasi berbasis IMO (Indogenous Microorganism) untuk membuat pupuk organik padat dan cair. Pengabdian telah dilaksanakan mulai bulan mei sampai bulan September 2018. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan demonstrasi tentang teknologi biofermentasi berbasis IMO. Teknologi yang didemonstrasikan adalah teknologi sederhana yang sudah biasa dilakukan oleh karyawan UD Timan Agung. Hasil dari pengabdian adalah : (1) satu paket Bioreaktor; (2) SOP inokulan dari mikroorganisme lokal, (3) SOP pupuk organik padat, dan (4) hasil analisapupuk organik padat. Kesimpulan dari pengabdian adalah terwujudnya satu paket bioreaktor untuk membuat inokulan berbasis IMO, karyawan CV Timan Agung mampu membuat inokulan berbasis IMO (Indogenous Mikroorganism)dan sudah mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memproduksi pupuk organik menuju SNI. Kata kunci : bioreaktor, inokulan,pupuk organik,UD Timan Agung, desa Klating
IMPACT OF UREA AND BIOURINE FERTILIZATION ON THE PRODUCTIVITY OF Panicum maximum CV. TRICHOGLUME Witariadi N. M.; N. N. C. Kusumawati
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i02.p02

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui dampak pemupukan urea dan biourin terhadap produktivitas rumput Panicum maximum cv.Trichoglume. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan delapan perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang enam kali. Perlakuan tersebut yaitu: Do (0 kg urea/ha); D1 (75 kg urea/ha); D2 (50 kg urea/ha); D3 (25 kg urea/ha); D4 (7.500 l biourin/ha); D5 (75 kg urea/ha+7.500 l biourin/ha); D6 (50 kg urea/ha+7.500 l biourin/ha); dan D7 (25 kg urea/ha+7.500 l biourin/ha). Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah cabang, jumlah daun, luas daun per pot, berat kering daun, berat kering batang, berat kering total hijauan, berat kering akar, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, dan nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kombinasi antara urea dan biourin pada rumput Panicum maximum cv. Trichoglume memberikan pertumbuhan lebih baik dibandingkan hanya dipupuk dengan salah satu jenis pupuk tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pemupukan kombinasi antara urea dan biourin dapat meningkatkan pertumbuhan rumput Panicum maximum cv. Trichoglume, hasil terbaik pada dosis 75 kg urea/ha+7.500 l biourin/ha.
PRODUKTIVITAS KACANG PINTO (Arachis pintoi) YANG DIPUPUK DENGAN JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK BERBEDA Witariadi N. M.; N. N. Candraasih K.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.292 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i02.p08

Abstract

The study aims to determine the productivity of pinto beans (Arachis pintoi) which is fertilized with differenttypes of organic fertilizer including its dosage. The study was conducted by using a completely randomized design(CRD) within two patterns of factors. Firstly, organic fertilizers are cow dung (S) and chicken manure (A). Secondly,dosages without fertilizer (D0), 15 tons/ha dosages (D1), 20 tons/ha dosages (D2), dosage of 25 tons/ha (D3); anddosage of 30 tons/ ha (D4) of organic fertilizers. The variables observed were plant height, number of branches,number of leaves, leaf dry weight, stem dry weight, total forage dry weight, leaf areat and leaf dry weight ratio withstem dry weight. The results showed no interaction between the type and dosage of fertilizer in which the growthand production of pinto beans (Arachis pintoi) gave the same results by fertilizing with 25-30 tons/ha dosagesof chicken manure. It can be concluded that increasing the productivity of pinto beans (Arachis pintoi) can befertilized with 25-30 tons/ha dosages of chicken manure
PERTUMBUHAN KACANG PINTO (Arachis pintoi) YANG DIBERI PUPUK KANDANG SAPI DAN MIKORIZA Roni N. G. K.; N. N. Candraasih; N. M. Witariadi; N. W. Siti
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.046 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i01.p07

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kacang pinto (Arachis pintoi) yang diberi pupukkandang sapi dan mikoriza serta kombinasinya, dan mendapatkan taraf/level pupuk yang dapat meningkatkanpertumbuhan kacang pinto. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dua faktor. Faktorpertama adalah dosis pupuk kandang sapi yaitu tanpa (S0), 10 ton/ha, (S1), 20 ton/ha (S2) dan 30 ton/ha (S3).Faktor kedua adalah dosis mikoriza yaitu tanpa (M0), 10 g/pot, (M1), 20 g/pot (M2) dan 30 g/pot (M3), dengantiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang sapi dan mikoriza.Perlakuan pupuk kandang sapi mampu meningkatkan jumlah cabang, jumlah daun, diameter batang, jumlahbunga, jumlah bintil akar, dan luas daun per pot tanaman kacang pinto dibandingkan dengan kontrol, dan leveloptimal pada dosis 20 ton/ha (S2) terjadi pada peubah diameter batang. Perlakuan mikoriza mampu meningkatkanjumlah daun kacang pinto dengan level optimal pada dosis 20 g/pot (M2). Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang sapi dan mikoriza. Perlakuan pupuk kandang sapidan mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan kacang pinto. Kata kunci: pupuk kandang sapi, pupuk hayati mikoriza, kacang pinto (Arachis pintoi)
PRODUCTIVITY OF SEVERAL TYPES FORAGE WITH DIFFERENT PATTERNS OF PLANTING AND BIOSLURRY DOSAGE WITARIADI N. M.; N. N. C. KUSUMAWATI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i03.p01

Abstract

Percobaan untuk mengetahui produktivitas beberapa jenis tanaman pakan dengan pola tanam dan dosis bioslurry berbeda. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca dan berlangsung selama 3 bulan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot dengan empat ulangan. Petak utama adalah pola tanam yaitu: Panicum maximum cv. Trichoglume (P), Clitoria ternatea (C) dan Panicum maximum cv. Trichoglume+Clitoria ternatea (PC), anak petak (subplot ) adalah dosis pupuk bioslury yaitu: 0 ton/ha (D0); 10 ton/ha (D1); 20 ton/ha (D2); dan 30 ton/ha (D3). Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah cabang, jumlah daun, berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun per pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pola tanam dengan dosis bioslurry berbeda dalam meningkatkan produktivitas beberapa jenis tanaman pakan. Pola tanam campuran antara rumput Panicum maximum cv Trichoglume dan leguminosa Clitoria ternatea (PC) dapat meningkatkan produksi berat kering hijauan pakan. Pemberian pupuk bioslury dosis 10-30 ton/ha mampu meningkatkan produktivitas tanaman, dimana pertumbuhan dan hasil terbaik bila dipupuk dengan dosis 30 ton/ha. Dapat disimpulkan bahwa pola tanam campuran rumput dan leguminosa mampu meningkatkan produksi berat kering hijauan pakan, dimana hasil terbaik diperoleh dengan pemupukan bioslury 30 ton/ha.
EFEK SUBSITUSI PUPUK UREA DENGAN PUPUK BIO SLURRY TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum cv. Trichoglume) Witariadi N. M.; N. N. C. Kusumawati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 2 (2019): Pastura Vol. 8 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.282 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v08.i02.p05

Abstract

This experiment to determine the effect of substitution of urea fertilizer with bio slurry fertilizer on productivity of Panicum maximum cv. Trichoglume grass. The experiment was conducted in a greenhouse for 3 months. The design was used completely randomized design (CRD), with seven treatments and each treatment repeated five times. The treatment was dosage of 200 urea kg/ha (A); 150 kg urea/ha + 10 tons cow bio slurry /ha (B); 100 kg urea/ha + 20 tons cow bio slurry/ha (C); 50 kg urea/ha + 30 tons cow bio slurry/ha (D); 150 kg urea/ha + 10 tons pig bio slurry/ha (E); 100 kg urea/ha + 20 tons pig bio slurry/ha (F); 50 kg urea/ha + 30 tons pig bio slurry/ha (G). Variables observed were plant height, number of tillers, number of branches, number of leaves, leaf dry weight, stem dry weight, total forage dry weight, leaf area per pot, and leaf dry weight ratio with stem dry weight. The results showed that the effectiveness of urea fertilizer substitution with pig bio slurry gave the best growth and production of grass Panicum maximum cv. Trichoglume, where treatment (G) with substitution of 50 kg urea/ha + 30 tons pig bio slurry/ha gave the highest yield. It can be concluded increasng of growth and production of grass Panicum maximum cv. Trichoglume can be substituted with 50 kg urea/ha + 30 tons pig bio slurry/ha. Keywords: substitution, urea, bio slurry, productivity, Panicum maximum
GROWTH AND YIELD OF Indigofera zollingeriana AND Moringa oleifera Lam ON DIFFERENT BIOURINE FERTILIZER DOSAGES Huge Fajri Al - Fath; Ni Made Witariadi; Ni Nyoman Candraasih Kusumawati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 1 (2021): Pastura Vol. 11 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v11.i01.p10

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapat informasi tentang pertumbuhan dan hasil tanaman indigofera(Indigofera zollingeriana) dan kelor (Moringa oleifera Lam) pada dosis pupuk biourin berbeda. Penelitiandilaksanakan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayanaselama 12 minggu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) polasplit plot. Main plot/petak utama yaitu jenis tanaman terdiri dari tanaman indigofera (Indigofera zollingeriana) dan kelor (Moringa oleifera Lam). Subplot/anak petak yaitu dosis pupuk biourin terdiri dari: 0 l ha-1 (D0), 2.500 l ha-1 (D1), 5.000 l ha-1 (D2), 7.500 l ha-1 (D3) dan 10.000 l ha-1 (D4). Terdapat 10 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 30 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah cabang, berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar (top root ratio) dan luas daun per pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara jenis tanaman dengan dosis pupuk biourin terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, dan berat kering batang. Jenis tanaman indigofera (Indigofera zollingeriana) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelor (Moringa oleifera Lam). Pemberian pupuk biourin dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada kedua jenis tanaman. Pemupukan biourin dengan dosis 10.000 l ha-1 menghasilkan pertumbuhan dan hasil lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara jenis tanaman dengan dosis pupuk biourin terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, dan berat kering batang dan dosis 10.000 l ha-1 menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Kata kunci: biourin, hasil, Indigofera zollingeriana, Moringa oleifera Lam, pertumbuhan
GROWTH AND PRODUCTION OF WARU (HIBISCUS TILLIACEUS L.) POST-CLONING PLANTED ON DIFFERENT SOIL TEXTURES I W. Wirawan; N. N. Candraasih Kusumawati; N. M. Witariadi; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.571 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p07

Abstract

Sebuah percobaan telah dilaksanakan di Stasiun Penelitian Sesetan Denpasar selama 12 minggu yangbertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi waru (Hibiscus tilliaceus L.) pasca kloning yangditanam pada tekstur tanah berbeda. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri ataslima perlakuan dan enam ulangan sehingga didapatkan 30 unit percobaan. Kelima perlakuan adalah A (lempungberdebudengankadarpasir 43,82%), B(lempung berpasirdengan kadarpasir 63,43%), C(lempungberpasirdengankadarpasir80,36%),D(pasirdengankadarpasir88,22%),danE(pasirdengankadar pasir90,98%).Peubahyang diamati yaitu diameterbatang, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun per pot,tinggitanaman,beratkeringdaun, batang, total hijauan,akar, nisbahberat keringdaun denganbatang dan top root ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05)terhadap diameter batang, tinggi tanaman, berat kering daun, batang, total hijauan, dan berat kering akar.Tetapi berbeda tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah batang, nisbah berat kering daun dengan batang,dan top root ratio. Diameter batang, jumlah cabang, jumlah daun, berat kering daun, total hijauan, akardan top root ratio tertinggi diperoleh pada perlakuan B (tekstur tanah lempung berpasir dengan kadarpasir 63,43%). Hasil tertinggi terhadap luas daun, berat kering batang dan jumlah cabang diperoleh padaperlakuan A (tekstur lempung berdebu dengan kadar pasir 43,82%), namun tidak berbeda nyata (P>0,05)dengan perlakuan B. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tekstur tanah lempung berpasir dengankadar pasir 63,43% (perlakuan B) dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi waru (Hibiscus tilliaceusL.) pasca kloning yang lebih baik daripada perlakuan lainnya.Kata kunci: Hibiscus tilliaceus L., kloning, tekstur tanah
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LEGUMINOSA PADA PEMOTONGAN KEDUA YANG DIPUPUK DENGAN BIO SLURRY Witariadi N.M.; Candraasih K.
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 1 (2018): Pastura Vol. 8 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.452 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v08.i01.p10

Abstract

This study aims at determine the growth and production of legume on the second regrowth fertilized with bio slurry. The study was conducted by using a completely Randomized Design (CRD) with two factors. Legume plants are Centrocema pubescens and Clitoria ternatea are the first factor, and the second factor are dosage of bioslurry fertilizer: 10 tons / ha of bio slurry; 20 tons/ha of bio slurry; and 30 tons/ ha of bio slurry. Variables observed were: plant height, number of branches, number of leaves, leaf area, leaf dry weight, dry weight of stem, leaf stem ratio, and total dry weight of forage. The results showed that there was interaction between fertilizer dosage and legume plant species on variables: number of branches, number of leaves, leaf dry weight, total dry weight of production, and leaf stem ratio. Interaction shows that the growth and production of forage legumes can be influenced by both bio slurry fertilizer and legume species either jointly or individually. Increasing of bio slurry dosage can increase growth and production of legume. It can be concluded that the best results were obtained on Clitoria ternatea with 30 tons/ha dosage of bio slurry. Keywords: growth, production, leguminous, bio slurry