Claim Missing Document
Check
Articles

Produktivitas Rumput Panicum maximum Cv. Trichoglume sebagai Dampak Substitusi Pupuk Organik terhadap Pupuk Urea pada Pemotongan Kedua Vino A; N. M. Witariadi; N. N. Candraasih
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.576 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas rumput Panicum maximum cv.Trichoglume sebagai dampak substitusi pupuk organik terhadap pupuk urea pada pemotongan kedua. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini berlangsung selama 8 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tujuh perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi : A = urea dosis 200 kg/ha; B = urea dosis 150 kg/ha +10 ton/ha bio slurry sapi; C = urea Dosis 100 kg/ha + 20 ton/ha bio slurry sapi; D = urea dosis 50 kg/ha + 30 ton/ha bio slurry sapi; E = urea dosis 150 kg/ha + 10 ton/ha bio slurry babi F = urea dosis 100 kg/ha + 20 ton/ha bio slurry babi G = urea dosis 50 kg/ha + 30 ton/ha bio slurry babi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi aspek pertumbuhan, aspek produksi, dan aspek karakteristik. Hasil penelitian pada variabel pertumbuhan menunjukkan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05) tetapi pada jumlah anakan pada perlakuan A menunjukkan berbeda nyata (P<0,05), pada variabel produksi secara statistic menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan D, pada variabel karakteristik tumbuh menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan F dan pada luas daun menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan D. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa subtitusi pupuk urea 50 kg/ha ditambah dengan 30 ton/ha bio slurry babi memberikan hasil produktivitas rumput Panicum maximum cvTrichoglume terbaik. Kata kunci: Bio slurry, bio slurry babi, jenis pupuk, dosis pupuk, rumput benggala
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN PEPAYA TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP ORGAN DALAM ITIK BALI Wiliyanti N. K.; N. W. Siti; N. M. Witariadi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was to determine the effect of fermented papaya leafs in the ration to internal organs bali female ducks. Duck been used were 45 bali female ducks. The design used was randomized completely design, which consists of three treatment and five replication so there are 15 experimental units, each treatment used three bali female duck. Three treatments such as of A (control ration not containing fermented papaya leafs), B (ration containing 5% fermented papaya leafs), C (ration containing 10% fermented papaya leafs). Variables observed were liver, heart, gall bladder, spleen, gizzard, small intestine and large intestine. The results showed that the addition of fermented papaya leaf in the ration given significant effect (P<0,05) to liver weight, heart weight, length small intestine and length large intestine bali female duck and given not significant affect (P>0,05) to spleen, gaal bladder, and gizzard weight bali female duck. The result of study showed that treatments 5% has significant affect to internal organs. Internal organs such as heart weight, length small intestine and length large intestine have higher weight than control. Treatments 10%, on the other hand, only affect heart and liver weight compare to control. In addition to those, this study also found that both treatments (5% and 10%) not influence gizzard, spleen and gaal bladder weight.
Produktivitas Tanaman Indigofera zollingeriana yang Diberi Beberapa Jenis dan Dosis Air Cucian Beras Sena, J. O.; N. M. Witariadi; N G. K. Roni
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.33 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas tanaman Indigofera zollingeriana yang diberi jenis dan dosis air cucian beras. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana, jalan raya Sesetan gang Markisa Denpasar, selama 3 bulan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis air cucian beras terdiri atas C?: air cucian beras segar dan C?: air cucian beras fermentasi, sedangkan faktor kedua adalah dosis air cucian beras terdiri atas D?: tanpa air cucian beras/kontrol, D?: 50 kg N/ha, D?: 100 kg N/ha, D?: 150 kg N/ha, D?: 200 kg N/ha, D?: 250 kg N/ha. Dari rancangan tersebut didapat 12 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga didapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah cabang, berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan, luas daun per pot, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang dan nisbah berat kering total hijauan, dengan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jenis air cucian beras secara statistik berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan dan luas daun perpot, sedangkan faktor dosis air cucian beras secara statistik berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang, berat kering daun dan luas daun perpot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produktivitas tanaman Indigofera zollingeriana yang diberi air cucian beras segar lebih baik dibandingkan air cucian beras fermentasi. Peningkatan dosis air cucian beras menurunkan produktivitas tanaman Indigofera zollingeriana. Pada dosis D? memberikan hasil yang terbaik kecuali pada jumlah bintil akar, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang dan nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar. Terjadi interaksi antara jenis dan dosis air cucian beras terhadap variabel tinggi tanaman, berat kering daun dan luas daun perpot. Kata kunci: produktivitas, Indigofera zollingeriana, air cucian beras
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum cv. Trichoglume) YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DENGAN DOSIS BERBEDA Arnawa IW.; Budiasa IK.M.; Witariadi NM.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 2 (2014): Elektronikal Jurnal Ilmu Peternakan tropis
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui jenis dan dosis pupuk organik yang paling baik untuk pertumbuhan dan produksi rumput benggala (Panicum maximum cv.  Trichoglume).  Penelitian dilaksanakan selama 10 minggu, di Rumah Kaca Laboratorium Tumbuhan Pakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, dengan menggunakan sobekan (pols) rumput benggala (Panicum maximum cv.  Trichogleme) sebagai bibit.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor pertama adalah jenis pupuk: kotoran kambing (K), kotoran sapi (S), limbah biogas (B), dan faktor kedua adalah dosis pupuk: tanpa pupuk (D0), dosis l0 ton/ha (D1), dosis 20 ton/ha (D2) dan dosis 30 ton/ha (D3).  Dari kedua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 48 pot penelitian. Variabel yang diamati yaitu: variabel pertumbuhan, produksi, dan karakteristik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis dan dosis pupuk organik  memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi rumput benggala (P>0,05).  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian jenis pupuk organik kotoran kambing, kotoran sapi, dan limbah biogas pada dosis 10-30 ton/ha memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan produksi rumput benggala (Panicum maximum cv.  Trichoglume).
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Indigofera zollingeriana YANG DIPUPUK DENGAN KOTORAN SAPI LIMOUSIN PADA DOSIS BERBEDA Jesus E. S. D.; N. M. Witariadi; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 1 (2022): Vol. 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the growth and yield of Indigofera zollingeriana plants fertilized with limousin cow manure at different dosage. This research was carried out in the Sesetan Laboratory Greenhouse, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, starting from February to April 2021. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with five treatments and six replications. The five treatments were dosage of 0 tons ha-1 (D0), 10 tons ha-1 (D10), 20 tons ha-1 (D20), 30 tons ha-1 (D30), and 40 tons ha-1 (D40). The variables observed in the study were growth variables, production variables, and growth characteristics variables. The results showed that the application of limousin cow manure fertilizer could increase the total dry weight variable for Indigofera zollingeriana plants but did not have an effect on other variables. The conclusion of this study was that the yeilds of Indigofera zollingeriana was increased by giving dosage of limousin cow manure fertilizer. The application of limousine cow manure fertilizer at the level of 20 tons ha-1 gave the best results. Key words: Growth, Indigofera zollingeriana, limousin cow manure fertilizer, yield
Populasi Bakteri Pengikat Nitrogen pada Rhizosfir Rumput Bahia (Paspalum notatum cv. competidor) yang Diberi Berbagai Level Kombinasi Pupuk Nitrogen, Fosfor, dan Kalsium Juliarta I K.; N. M. Witariadi; N. N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.269 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the population of nitrogen-binding bacteria to bahia grass (Paspalum notatum Cv. Competidor) rhizosphere with various level of nitrogen, phosphor, and calcium fertilizer. The study was conducted for 15 weeks. The design used was Completely Randomized Design with three replicates and ten treatments so that there were 30 pots and soil samples with various level of N, P, and Ca fertilizer combinations, i.e., without fertilization or control, 100; 150; 200 kg/ha N, 50; 100 kg/ha P, and 50; 100 kg/ha Ca combined with prescribed treatment. The variables observed were TPC, total N fixing bacteria, nitrogen content, root dry weight, and root volume. According to the results of this research showed that in P0 treatment for TPC and total N fixing bacteria with an average of 5.27 x 106 cfu / g and 4.07 x 106 cfu / g have the most bacteria involved, so does for N content in P0 treatment with an average of 0.14 ppm is giving the highest N of value. Variable characteristics of the growth of Pasmalum notatum Cv. Competidor grass respectively have optimal results on treatment N150 P50 Ca50, among others, dry weight of kroots with an average of 3.50 g, root length with an average of 88.37 cm and root volume with an average of 15.93 g. Based on this research, it could be conclude that increasing in distribution of N fertilizer will reduce the total activity of bacteria population and the total population of N binding bacteria, however, the distribution of N fertilizer could be regenerate by distribution of P and Ca fertilizer. The N volume will lower in the combination of N, P and Ca fertilizers compared with no fertilization. The best growth characteristics of bahia grass will be gain by using N150 P50 Ca50 fertilizer. Keywords: Nitrogen-Binding Bacteria, Rhizosphere, Fertilizer Combination, Growth Charateristic
EEFK SUBSTITUSI PUPUK UREA DENGAN PUPUK BIOSLURRY DAN SLURRY KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT Heteropogon contortus Tifani A. A.; I W. Suarna; N. M. witariadi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.205 KB)

Abstract

The effort to increase the productivity of Heteropogon contortus grass in particular can be done by giving organic fertilizer, one of which is fertilizer or waste result from the process of manufacture of biogas often referred as slurry and bio-slurry. The research aimed to find out the effect of substitution of urea fertilizer with bio-slurry and cow slurry towards growth and production Heterpogon contortus grass. The experiment using Completely Randomized Design (RAL) consisted of seven treatments and four replicates, therefore there were 28 units of experiments with doses; urea dose 200 kg/ha (A); urea dose 150 kg/ha + 5 tons/ha bio-slurry (B); urea dose 100 kg/ha + 10 tons/ha bio-slurry (C); urea dose 50 kg/ha + 15 tons/ha bio-slurry (D); urea dose 150 kg/ha + 5 tons/ha slurry (E); urea dose 100 kg/ha + 10 tons/ha slurry (F); urea dose 50 kg/ha + 15 tons/ha slurry (G). The observed variables include: plant height, number of leaves, number of branches, leaf dry weight, stem dry weight, root dry weight, total dry weight of forage, ratio with dry weight of stem, total dry weight ratio of forage with root dry weight (top root ratio), leaf areaand the amount of chlorophyll. The results showedthat the substitution of urea fertilizer with bio-slurry and cow slurry can increase the growth and production of Heteropogon contortus grass. The use of urea dose ??200 kg/ha can be substitutewith urea dose 50 kg/ha in addition to 15 tons/ha of slurry fertilizer (G). Keywords: Urea, Bio-Slurry Of Cow, Sludge Slurry ,Growth, Production, Heteropogon contortus
PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum cv.Trichoglume) YANG DITANAM BERSAMA LEGUM Alysicarpus vaginalis PADA DOSIS PUPUK N, P DAN K BERBEDA Rahmatullah F. A.; N. M. Witariadi; M. A. P. Duarsa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ejpt.2019.v07.i03.p04

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapat informasi tentang pertumbuhan dan produksi rumput Benggala (Panicum maximum cv. Trichoglume) yang ditanam bersama legum Alysicarpus vaginalis pada dosis pupukN, P dan K berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca stasiun penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 8 minggu, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola split splot terdiri atas mainplot/petak utama yaitu jumlah legum Alysicarpus vaginalis: tanpa legum Alysicarpus vaginalis (PA0), 1 legum Alysicarpus vaginalis (PA1), 2 legum Alysicarpus vaginalis (PA2) dan 3 legum Alysicarpus vaginalis (PA3), dan subplot/anak petak yaitu dosis pupuk: tanpa pupuk (D0), 50 kg/ha N + 25 kg/ha P2O5 + 25 kg/ha K2O (D1), 100 kg/ha N + 50 kg/ha P2O5 + 50 kg/ha K2O (D2). Terdapat 12 kombinasi dan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pertanaman campuran dan dosis pupuk N, P dan K pada semua variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh. Pertumbuhan rumput Panicum maximum yang ditanam bersama legum Alysicarpus vaginalis secara statistik memberikan hasil berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh. Perlakuan dosis pupuk NPK secara statistik memberikan hasil berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan dan hasil rumput Panicum maximum cenderung menurun dengan peningkatan jumlah legum Alysicarpus vaginalis. Pertumbuhan dan hasil rumput Panicum maximum cenderung menurun dengan meningkatnya dosis pupuk. Tidak terjadi interaksi antara jumlah legum dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Panicum maximum. Kata kunci: asosiasi rumput-legum, Panicum maximum, Alsycarpus vaginalis, pupuk NPK
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN Stylosanthes guianensis PADA BERBAGAI LEVEL APLIKASI PUPUK Bio-Slurry Susanti N P.R.N.; A.A.A.S Trisnadewi; N M. Witariadi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.212 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bio-slurry terhadap pertumbuhan dan produksi hijauan Stylosanthes guianensis. Penelitian dilaksanakan selama 10 minggu di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yaitu : tanpa pupuk (S0), 5 ton/ha (S5), 10 ton/ha (S10), dan 15 ton/ha (S15).  dan empat blok sebagai ulangan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang), variabel produksi (berat kering daun, berat kering batang dan berat kering total hjauan), dan variabel karakteristik tumbuh (luas daun per tanaman, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk bio-slurry 5 ton/ha (S5), 10 ton/ha (S10), dan 15 ton/ha (S15) tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan, variabel produksi, dan variabel karakteristik. Pemberian perlakuan 5 ton/ha (S5) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi Stylosanthes guianensis dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
KEGIATAN MENANAM TANAMAN UPAKARA UNTUK MENUNJANG WISATA RELEGI DI PURA TAMBAWARAS TABANAN Ni Made Witariadi; Tati Budi Kusmiyarti; I Made Adhika; I Nyoman Sujana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.629 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p14

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk menciptakan destinasi wisata religi melalui penataan kawasan pura Tambawaras dengan arboretum tanaman upakara. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari Program Kemitraan Wilayah (PKW) Desa Sangketan Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pendekatan, yaitu: (1) Model analisis kebutuhan, yaitu kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat; (2) Model Partisipatory Rural Appraisal (PRA), yaitu dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai aspek mulai dari perencanaan, pelaksanaaan hingga evaluasi; (3) model Entrepreneurship Capacity Building (ECB), yaitu meningkatkan kapasitas masyarakat berwirausaha; (4) model Teknologi Transfer (TT), yaitu aplikasi teknologi tepat guna; dan (5) model Informasi Teknologi (IT), yaitu memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran. Kegiatan yang dilakukan meliputi: sosialisasi, koordinasi, penetapan target sasaran, penataan landscape pura Tambawaras dan penanaman tanaman upakara sebagai daya tarik wisata religi yang dilengkapi dengan koleksi tanaman upakara. Hasil penataan kawasan pura Tamba Waras sebagai daya tarik wisata religi, yaitu penyusunan desain taman yang berisi tentang koleksi taman berisikan tanaman upakara sesuai desain yang telah dibuat. Dapat disimpulkan melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan kawasan pura Tambawaras menjadi pusat arboretum tanaman upakara untuk mendukung destinasi wisata religi.