Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT SETARIA (Setaria splendida) YANG DIPUPUK DENGAN DOSIS PUPUK KOTORAN KAMBING DAN WAKTU DEKOMPOSISI BERBEDA Gunantika P. M. A.; N. M. Witariadi; W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 2 (2023): Vol. 11 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan waktu dekomposisi pupuk kotoran kambing terbaik serta interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil rumput setaria (Setaria splendida). Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah waktu dekomposisi: tanpa dekomposisi (W0), 2 minggu (W2) dan 4 minggu (W4). Faktor kedua terdiri atas dosis pupuk yaitu D0: 0 ton ha-1, D1: 5 ton ha-1, D2 :10 ton ha-1, D3: 15 ton ha-1 dan D4: 20 ton ha-1. Terdapat 15 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 45 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun), variabel hasil (berat kering daun, berat kering batang, berat kering total hujauan, dan berat kering akar), dan variabel karakteristik tumbuh tanaman (nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total dengan berat kering akar dan luas daun/pot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan dosis dan waktu dekompoisi pada variabel berat kering batang. Perlakuan dosis berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman, sedangkan pada perlakuan waktu dekomposisi berpengaruh terhadap variabel berat kering batang, dan variabel luas daun per pot. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan waktu dekomposisi 2 minggu dan dosis 20 ton ha-1 memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil rumput setaria (Setaria splendida).Kata kunci: dekomposisi, hasil, pupuk kotoran kambing, pertumbuhan, Setaria splendida
PENGARUH DOSIS PUPUK KOTORAN KAMBING DAN KOMBINASINYA DENGAN ARANG AKTIF TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea L.) Sumarjana I K. A.; N. G. K. Roni; N. M. Witariadi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 2 (2023): Vol. 11 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of goat manure fertilizer combined with actived charcoal on growth and yield of kembang telang (Clitoria ternatea L.). The research was conducted at the Greenhouse, Sesetan Research Station, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. The study lasted for 8 weeks, using a completely randomized design (CDR) with 7 treatments and each treatment was repeated four times, so there were 28 experimental units. The treatmens were goat manure fertilizer (KK) and actived charcoal (AA) were D0: 0 ton ha-1, D1: 10 ton ha-1 KK, D2: 20 ton ha-1 KK, D3: 30 ton ha-1 KK, D4: 5 ton ha-1 KK + 5 ton ha-1 AA, D5: 10 ton ha-1 KK + 10 ton ha-1 AA, D6: 15 ton ha-1 KK + 15 ton ha-1 AA. Variables measured in this experiment were growth, yield, and plant growth characteristic variables. The treatment of 15 ton ha-1 KK + 15 ton ha-1 AA dosage (D6) increased all variables except number of leaves and growth characteristic of Clitoria ternatea L. It can be concluded that combination 15 ton ha-1 of goat manure fertilizer with 15 ton ha-1 activated charcoal dosage treatment given best growth and yield of Clitoria ternatea L.Key words: activated charcoal, clitoria ternatea, Goat manure fertilizer, growth, yield
PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT GAJAH KATE (Pennisetum purpureum cv. Mott) YANG DIPUPUK DENGAN PUPUK CAIR LIMBAH BUAH NAGA TERFERMENTASI PADA TANAH YANG DITAMBAHKAN KAPUR Zaki M. D. I.; N. M. Witariadi; N. N. C. Kusumawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil rumput Pennisetum purpureum cv. Mott yang dipupuk dengan pupuk cair limbah buah naga terfermentasi pada tanah yang ditambahkan kapur, telah dilakukan di rumah kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian berlangsung selama 12 minggu terhitung dari persiapan sampai pengambilan data, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah D0 : 0 l ha-1, D1 : 2.500 l ha-1, D2 : 5.000 l ha-1, D3 : 7.500 l ha-1, D4 : 10.000 l ha-1, dan D5 : 12.500 l ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan; tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, lingkar rumpun, variabel hasil; berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan dan variabel karakteristik tumbuh; nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun per pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair limbah buah naga terfermentasi pada tanah yang ditambahkan kapur belum menghasilkan peningkatkan pertumbuhan dan hasil kecuali pada lingkar rumpun rumput Pennisetum purpureum cv. Mott. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk cair limbah buah naga terfermentasi pada tanah yang ditambahkan kapur belum menghasilkan peningkatkan pertumbuhan dan hasil kecuali pada lingkar rumpun rumput Pennisetum purpureum cv. Mott.
Regrowth and Yield of Asystasia gangetica Subsp. Micrantha Feeded Organic Fertilizer Solid Waste of Virgin Coconut Oil with Different Dosage and Decomposition Time Efraim Primsa Tarigan; M. Anuraga Putra Duarsa; N. M. Witariadi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 2 (2023): Pastura Vol. 12 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2023.v12.i02.p05

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis pupuk organik limbah padat virgin coconut oil (VCO) terhadap pertumbuhan kembali dan hasil Asystasia gangetica subsp. Micrantha. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian berlangsung selama 2 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah waktu dekomposisi: 4 minggu (W4), 2 minggu (W2), dan 0 minggu (W0) dan faktor kedua terdiri atas dosis pupuk organik limbah padat VCO yaitu: 0 ton ha-1 (D0), 10 ton ha-1 (D10), 20 ton ha-1 (D20), dan 30 ton ha-1 (D30). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil, dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis terhadap semua variabel kecuali variabel tinggi tanaman dan jumlah daun. Waktu dekomposisi 4 minggu dan 0 minggu memberikan respon lebih baik dibandingkan waktu dekomposisi 2 minggu. Dosis terbaik terhadap pertumbuhan kembali dan hasil A. gangetica yaitu 20 ton ha-1. Disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis serta perlakuan waktu dekomposisi 4 minggu dan dosis 20 ton ha-1 memberikan respon terbaik pada pertumbuhan kembali dan hasil A. gangetica subsp. Micrantha. Kata kunci: Asystasia gangetica, dekomposisi, dosis, hasil, limbah padat VCO, pertumbuhan kembali
PEMANFAATAN TEPUNG DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Walp), DAUN PEPAYA (Carica papaya), ATAU DAUN KATUK( Sauropus androgynus) DALAM RANSUM YANG DISUPLEMENTASI STARPIG UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KARKAS ITIK BALI AFKIR Belawa Yadnya, Tjokorda Gede; Witariadi, Ni Made; Trisnadewi, A. A. A. Sri
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.828 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tepung daun salam (Syzygium polyanthum Walp), daun pepaya (Carica papaya), atau daun katuk ( Sauropus androgynus) dalam ransum yang disuplementasi Starpig untuk meningkatkan kualitas daging itik bali afkir. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan dan setiap ulangan berisi tiga ekor itik bali afkir dengan umur dan berat yang homogen. Keempat perlakuan tersebut adalah: Ransum tanpa daun pepaya, daun salam, daun katuk, dan Starpig (perlakuan A), ransum yang mengandung daun pepaya 10% dan Starpig 1% (perlakuan B), ransum yang mengandung daun salam 10% dan Starpig 1% (perlakuan C), ransum yang mengandung daun katuk 10% dan Starpig 1% (perlakuan D). Variabel yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas persentase karkas, dan komposisi fisik karkas (persentase daging, tulang dan lemak termasuk kulit). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum yang mengandung daun salam, daun papaya, atau daun katuk yang disuplementasi Starpig dapat memperbaiki kualitaskarkas itik Bali afkir.