Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS BIO-URIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT Panicum maximum PADA PEMOTONGAN KETIGA Kusumawati N.N.C.; N.M. Witariadi; I K.M. Budiasa; I G. Suranjaya; N.G.K. Roni
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 2 (2017): Pastura Vol. 6 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.083 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v06.i02.p05

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadi interaksi antara perlakuan jarak tanam dan dosis bio urin pada pemotongan ketiga serta, bagaimana pertumbuhan rumput dan hasil hijauan rumput Panicum maximum pada pemotongan ketiga.Percobaan ini, dirancang dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dua faktor dengan tiga ulangan. Dosis pupuk bio urin yaitu 0, 3.750 l ha-1, 7.500 l ha-1 dan 11.250 l ha-1 adalah faktor pertama, sedangkan jarak tanam 10 cm x 20 cm, 20 cm x 20 cm, 40 cm x 20 cm adalah faktor kedua. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi jarak tanam dan dosis bio urin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan rumput Panicum maximum pada variabel tinggi tanaman dan jumlah anakan. Jarak tanam dan dosis pupuk bio urin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap hasil rumput Panicum maximum pada variabel berat kering stabel, daun, batang, bunga, nisbah daun batang dan berat kering total hijauan. Hasil berat kering hijauan yang paling baik pada jarak tanam J1 (10 cm x 20 cm) dengan dosis bio urin D2 (7.500 l ha-1) pada pemotongan ketiga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Terjadi interaksi antara jarak tanam dengan dosis bio urin terhadap pertumbuhan dan hasil rumput Panicum maximum pada pemotongan ketiga dengan hasil paling baik pada jarak tanam J1 dengan dosis bio urin D2 dengan total hasil hijauan 7,90 ton ha-1 pada pemotongan ketiga. Kata kunci: jarak tanam, bio urin, Panicum maximum
PERTUMBUHAN KEMBALI DAN PRODUKSI BEBERAPA JENIS RUMPUT YANG DIBERI PUPUK ORGANIK N.G.K. Roni; N.M. Witariadi; N.W. Siti; I.G. Suranjaya
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.343 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p05

Abstract

Production, quality and availability of forage one of which is determined by soil fertility and soil health. The use of chemical fertilizers (inorganic) in a period of time is one of the causes of land degradation (Kartini, 2007), application of organic fertilizers is the right step in maintaining soil fertility and soil health, and reduce the negative impact of the use of inorganic fertilizers. The study aimed to evaluate the response of regrowth and production of several species of grass to organic fertilizer conducted in a greenhouse using a completely randomized design split plot pattern 3 x 4 with three replications. The first factor (main plot / main plot) is a type of grass is Panicum maximum var. trichoglume (R1), Setaria splendida (R2), and Pennisetum purpureum (R3); The second factor (sub-plot / subplot) is a type of organic fertilizer that is without fertilizer (P0), manure (P1), compost (P2), and vermicompost (P3). The results showed that there was no interaction effect between type of grass with the type of organic fertilizer on the regrowth and production of grass Panicum maximum var. trichoglume, Setaria splendida, and Pennisetum purpureum. Treatment types of grass significant (P <0.05) on all observed variables, while the treatment of organic fertilizers only significant (P <0.05) in the variable number of tillers, number of leaves, stem dry weight, total dry weight of forage and leaf area per pot. Based on the results of this study concluded that there was no interaction effect between type of grass with organic fertilizer. The three types of grass have different productivity, highest growth in grass with vermicompost fertilizer and highest production in grass with compost fertilizer.Key words: Organic fertilizers, panicum grass, Setaria grass, elephant grass
PEMANFAATAN BAKTERI PELARUT FOSFAT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KUDZU TROPIKA (Pueraria phaseoloides Benth.) N. G. K Roni; N.M. Witariadi; N.N Candraasih K.; N. W Siti
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.397 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v03.i01.p04

Abstract

Phosphorus (P) is one of the essential nutrients for plants that availability is strongly influenced by soil pH. In acid soils, most of the P is given will form insoluble compounds and is not available to plants. Phosphate solubilizing bacteria is a soil microorganism that can improve the provision ofP in acid soils. The study aimed to determine the effect of Phosphate solubilizing bacteria on the productivity of tropical kudzu was conducted using a completely randomized design with four treatments ie without isolate (I0), standard isolate (I1), isolate B.80.1649-1 (I2) and isolate B.80.1649-8 (I3), each treatment was repeated four times. The results showed that both isolates were isolated and selection were able to increase the length of the plants, number of leaves, shoot dry weight, root dry weight, shoot P content,  N uptake, P uptake, and production of crude protein of tropical kudzu (Pueraria phaseoloides Benth.). The ability of isolates B.80.1649-1 higher than isolates B.80.1649-8, and comparable with standard isolate.
GROWTH AND YIELD OF DWARF ELEPHANT GRASS (Pennisetum purpureum cv. Mott) FERTILEZED WITH DRAGON FRUIT WASTE LIQUID FERTILIZER WITH DIFFERENT DOSAGE D. E. Dwipa Prasadana; N. M. Witariadi; I K. Mangku Budiasa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 1 (2021): Pastura Vol. 11 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v11.i01.p12

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureumcv. Mott) yang dipupuk dengan pupuk cair limbah buah naga dengan dosis berbeda. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian berlangsung selama 8 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam level dosis dan lima ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas dosis pupuk cair limbah buah naga yang terdiri atas: 0 l ha-1, 2.500 l ha-1, 5.000 l ha-1, 7.500 l ha-1, 10.000 l ha-1, dan 12.500 l ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair limbah buah naga pada dosis 7.500 l ha-1 dapat meningkatkan jumlah daun, sedangkan pada tinggi tanaman dan jumlah anakan menunjukkan hasil yang sama. Pemberian pupuk cair limbah buah naga juga meningkatkan hasil berat kering daun, berat kering batang, dan berat kering total hijauan, namun pada berat kering akar menunjukkan hasil sama. Karakteristik tumbuh tanaman memberikan hasil sama pada variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun per pot. Dapat disimpulkan bahwa rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang dipupuk dengan pupuk cair limbah buah naga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil rumput dan dosis 7.500 l ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) paling baik. Kata kunci: hasil, Pennisetum purpureum cv. Mott, pertumbuhan, pupuk cair limbah buah naga
GROWTH AND YIELD OF ELEUSINE INDICA (L) GAERTN. GRASS FERTILIZED WITH DIFFERENT TYPES AND DOSAGE OF BIOURINE I Kadek Suradnyana; Ni Made Witariadi; I Wayan Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 2 (2021): Pastura Vol. 10 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v10.i02.p12

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan hasil hijauan rumput Eleusine indica (L) gaertn.)yang diberi pupuk biourin dengan jenis dan dosis berbeda, serta mengetahui interaksi antara jenis dan dosis biourin terhadap pertumbuhan dan hasil rumput E. Indica (L) gaertn.). Penelitian dilakukan di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana dan berlangsung selama 8 minggu. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama, jenis biourin: biourin sapi (S) dan kambing (K) dan faktor kedua dosis biourin: 0 l ha-1(D0), 2.500 l ha-1 (D2), 7.500 l ha-1 (D3) 10.000 l ha-1 (D4). Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi pada semua variabel pengamatan. Perbedaan jenis dan dosis pupuk biourin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil rumput E. indica (L) gaertn.) kecuali pada variabel berat kering akar diperoleh tertinggi pada dosis 5.000 l ha-1. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk biourin dengan jenis dan dosis berbeda tidak dapat memberikan pertumbuhan dan hasil hijauan E. indica (L) gaertn.) yang berbeda. Kata kunci: biourin, dosis, hasil, Eleusin indica, pertumbuhan
PRODUKSI DAN KARAKTERISTIK KACANG PINTO YANG DIBERI PUPUK KANDANG SAPI DAN MIKORIZA Roni N.G.K.; N.N.C. Kusumawati; N.M. Witariadi; S.A. Lindawati; N.W. Siti
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 2 (2017): Pastura Vol. 6 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.617 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v06.i02.p11

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui produksi dan karakteristik kacang pinto (Arachis pintoi) yang diberi pupuk kandang sapi dan mikoriza serta kombinasinya dilakukan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola factorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (tanpa,10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha). Faktor kedua adalah dosis mikoriza yaitu (tanpa, 10 g/pot, 20 g/pot dan 30 g/pot), dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh nyata (P<0,05) interaksi antara pupuk kandang sapi dan mikoriza pada peubah kolonisasi akar. Perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata (P<0,05) pada peubah berat kering batang, berat kering daun, berat kering akar, berat kering tajuk, dan jumlah bintil akar. Perlakuan mikoriza berpengaruh nyata (P<0,05) pada peubah kolonisasi akar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi antara perlakuan pupuk hayati mikoriza dengan pupuk kandang sapi berpengaruh pada peubah kolonisasi akar, perlakuan pupuk kandang sapi dosis 20 ton/ha meningkatkan berat kering daun, batang, tajuk, akar dan jumlah bintil akar sama dengan dosis 30 ton/ha, dan perlakuan pupuk hayati mikoriza dosis 20 g/pot menghasilkan kolonisasi akar paling tinggi. Kata kunci: Pupuk kandang sapi, mikoriza, kacang pinto (Arachis pintoi)
PRODUCTION AND IN VITRO DIGESTIBILITY OF INTEGRATION Stenophrum secundatum GRASS WITH VARIOUS LEGUMINOSA IN COCONUT FARM N. N. C. Kusumawati; T. G. O. Susila; N. M. Witariadi; N. G. K. Roni; N. N. Yastini
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.702 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p05

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan kombinasi terbaik Penanaman rumput Stenotaphrumsecundatum dengan beberapa leguminosa di perkebunan kelapa Pekutatan Jembrana. Rancangan yangdipakai adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima kombinasi perlakuan yaitu leguminosa Arachispintoi cv. Amarillo, Arachis sp. 93483, Desmodium ovalipolium CIAT 13089, Desmodium heterocarponCIAT 1311 dan Teramnus labialis masing-masing diintegrasikan dengan rumput S. secundatum Vanuatudengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan produksi bahan kering hijauan pada pemotongan ketigatertinggi pada kombinasi S. secundatum Vanuatu dengan A. pintoi cv. Amarillo yaitu 51,36 g/m nyata lebihtinggi (P<0,05) dari perlakuan lainnya. Produksi hijauan terendah pada campuran S. secundatum Vanuatudengan T. labialis yaitu 29,39 g/m2. Komposisi botani didominasi oleh rumput dan mengalami pluktuasimeningkat pada pemotongan kedua dan menurun pada pemotongan ketiga. Imbangan rumput leguminosayang proporsional adalah campuran S. secundatum Vanuatu dengan Arachis sp. 93483 dan dengan Arachispintoi cv. Amarillo masing-masing 79,45% : 17,69% dan 82,53% : 15, 59% pada pemotongan ketiga. Hasilkoefisien cerna bahan kering dan bahan organik pada pemotongan ketiga tertinggi pada kombinasi S.secundatum Vanuatu dengan A. pintoi cv. Amarillo yaitu 63.56% dan 70,65%. Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa tanaman kombinasi S. secundatum Vanuatu dengan leguminosa yang mempunyairhizoma dan stolon kuat (tumbuh merayap) mempunyai produksi dan kecernaan lebih tinggi dari padakombinasi dengan perakarannya dangkal dan tumbuh melilit (keatas). Kombinasi rumput S. SecundatumVanuatu dan leguminosa A. pintoi cv. Amarillo dan Arachis sp. 93483 cocok dikembangkan di kebun kelapa. Kata kunci: asosiasi, rumput, leguminosa, perkebunan kelapa
PRODUKTIVITAS RUMPUT Panicum maximum YANG DIPUPUK DENGAN JENIS DAN DOSIS BIO SLURRY BERBEDA Witariadi N.M.; N.N. Candraasih, K.
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 2 (2018): Pastura Vol. 7 No. 2 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.565 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v07.i02.p09

Abstract

This experiment to determine the productivity of Panicum maximum with different types and doses of bio slurry. The experiment was conducted in a greenhouse for 3 months. The design was complete Randomized Design (RAL), factorial pattern . The factor were firstly the types of bio slurry; these types consisted of cow dung bio slurry (BS) and pig manure bio slurry (BB). The second factors was bio slurry fertilizer dosage , which were as a control without any fertelizer (D0); fertilizer dosage of 10 tons / ha (D1); 20 tons / ha (D2); and 30 tons / ha (D3). Variables Observed include plant growth, production, and growth characteristics. The results showed that there was interaction between different types and dosage of bio slurry fertilizer on plant height variables, and total leaves of Panicum maximum cv. Trichoglume. Pig manure bio slurry at 30 tons/ha dose gave the best growth and production of Panicum maximum cv. Trichoglume. It can be concluded that both types of bio slurry were able to increase growth and production of the grass and in this study pig manure bioslurry (BB) with 30 tons/ha dosage gave the best result. Keywords: growth, production, panicum maximum, bio slurry
GROWTH AND YIELD OF PENNISETUM PURPUREUM CV. MOTT THAT GIVEN SOME TYPES AND DOSAGE OF MANURE Leni Noralita; N. M. Witariadi; I W. Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 1 (2020): Pastura Vol 10 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v10.i01.p08

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureumcv. Mott) yang diberi beberapa jenis dan dosis pupuk kandang, serta untuk mengetahui interaksi antara jenisdan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv.Mott). Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, UniversitasUdayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian berlangsung selama 8 minggu, menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama terdiri atas jenis pupuk yaitu: Pupuk kandangsapi (S), Pupuk kandang ayam (A), pupuk kandang sapi dan ayam (SA), faktor kedua terdiri atas dosis pupukyaitu: 0 ton/ha (D0), 10 ton/ha (D10), 20 ton/ha (D20), 30 ton/ha (D30) dan setiap perlakuan diulangsebanyak tiga kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan,variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadiinteraksi antara jenis dan dosis pupuk kandang terhadap variabel jumlah anakan. Perlakuan jenis pupukkotoran ayam berpengaruh nyata pada variabel jumlah daun, jumlah anakan, lingkar rumpun, berat keringbatang,dan berat kering total hijauan, sedangkan perlakuan dosis 20 ton/ha memberikan pengaruh nyata padatinggi tanaman, jumlah daun,jumlah anakan, lingkar rumpun, berat kering daun berat kering total hijauan,nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun. Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara jenis dan dosis pupuk kandang terhadap variabel jumlahanakan, dan perlakuan jenis pupuk kotoran ayam dan dosis 20 ton/ha memberikan respon terbaik padapertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott).Kata kunci: pertumbuhaan, hasil, rumput gajah kate, jenis, dosis, pupuk
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) pada Jenis Tanah dengan Dosis Pupuk TSP dan Urea Berbeda Adhi I M. P.; N. N. C. Kusumawati; N. M. Witariadi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.439 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kelor serta adanya interaksi antara jenis tanah dengan dosis pupuk TSP dan urea berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 minggu di Desa Sading, Kec. Mengwi, Kab. Badung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah jenis tanah (regosol, latosol dan mediteran), dan faktor kedua adalah dosis pupuk yaitu D1 (urea 100 kg/ha); D2 (urea 50 kg/ha + TSP 50 kg/ha), dan D3 (TSP 100 kg/ha). Pada penelitian ini terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 36 pot penelitian. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi interaksi antara jenis tanah dengan dosis pupuk TSP dan urea berbeda, pada semua variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh. Pertumbuhan dan hasil tanaman kelor yang ditanam pada jenis tanah regosol, latosol dan mediteran memberikan hasil berbeda tidak nyata pada semua variabel pertumbuhan, hasil dan, karakteristik tumbuh. Pemberian dosis pupuk TSP dan urea berbeda, menunjukan hasil berbeda tidak nyata pada semua variabel pertumbuhan, hasil, dan karakteristik tumbuh tanaman kelor. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman kelor cenderung terbaik pada jenis tanah regosol, sedangkan pada perlakuan dosis pupuk 50 kg TSP/ha + 50 kg urea/ha cenderung memberikan hasil tanaman kelor terbaik. Tidak terjadi interaksi antara jenis tanah dengan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kelor Kata Kunci : tanaman kelor, pertumbuhan, hasil, jenis tanah, TSP, urea