Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Chemurgy

PROSES PENGOMPOSAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN POME DAN LIMBAH CAIR TAHU Kahar, Abdul; Karmila, Karmila mil; Ramadan, Achmad; Sanjaya, Ari Susandy
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Chemurgy-Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i1.6959

Abstract

Proses pengomposan dapat dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti nutrisi, rasio C/N, ukuran bahan kompos, suhu, pH, kadar air, dan frekuensi pembalikan. Untuk mempercepat waktu pengomposan digunakan bahan-bahan yang kaya akan nitrogen bertujuan untuk menurunkan rasio C/N pada pengomposan. Limbah cair tahu memliki kandungan kadar nitrogen yang tinggi sehingga dapat menurunkan rasio C/N pada pengomposan dan dapat mempercepat waktu pengomposan. Rasio C/N yang matang sekitar 20-30. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara yang tepat untuk mepercepat proses pembuatan pupuk kompos dari tandan kosong kelapa sawit. Kemudian untuk mengetahui cara menurunkan kadar rasio C/N pada proses pengomposan
DAUR ULANG MINYAK PELUMAS BEKAS DENGAN METODE PENAMBAHAN ASAM SULFAT, KARBON AKTIF DAN CLAY Kahar, Abdul; Fatimah, Nimas Ucik; Prasetyawan, Alfa Bondi
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Chemurgy-Desember 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i2.6974

Abstract

Seiring dengan berkembangnya revolusi industri, banyak kegiatan sehari-hari yang tak lepas dari pengunaan mesin. Dimana permintaan kendaraan bermotor meningkat, hal ini berbanding lurus dengan limbah pelumas yang dihasilkan. Minyak pelumas bekas merupakan minyak yang dihasilkan dari kegiatan yang mengalami berbagai macam gesekan dan tercampur dengan kotoran dari komponen mesin, sisa pembakaran maupun debu. Pelumas bekas yang berbahaya bagi lingkungan ini dapat dimanfaatkan atau dijernihkan kembali dengan metode penjerapan untuk menghilangkan zat pengotor dalam minyak pelumas bekas.  Daur ulang oli bekas dilakukan dengan penambahan asam sulfat (Acid Treatment) untuk menghilangkan logam-logam berat pengotor  dalam minyak pelumas bekas, kemudian dilanjutkan dengan tahap carbon and clay treatment untuk menghilangkan kandungan anion dan kation logam  yang menyebabkan minyak pelumas bekas menjadi keruh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sifat fisika minyak pelumas daur ulang dari variasi proses tersebut. Dari percobaan dengan variasi asam dan penjerapan diperoleh nilai sifat fisika minyak terbaik ada pada A100H43, yakni pada penambahan asam sulfat 100 ml serta pada hari ke-43 dengan nilai viskositas 9,8847 cP, densitas 0,9090 g/ml, dengan warna minyak coklat terang/jernih. Variasi percobaan A100H43 memiliki nilai viskositas yang mendekati dengan standar SAE J300 25W. Kata Kunci: Minyak Pelumas Bekas, Penjerapan, Clay dan Karbon Aktif 
Kajian Neraca Massa dan Penentuan Kehilangan Minyak (Oil losses) pada Bak Kondensat Unit Perebusan Alat Screw Pressing Pabrik Kelapa Sawit Saputri, Juniar Agil; Hidayat, Nur; Riduan, Muhammad; Ayu, Yessika Putri; Kahar, Abdul
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Chemurgy-Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i1.10858

Abstract

Oil losses merupakan kehilangan jumlah minyak yang seharusnya diperoleh dari hasil suatu proses namun minyak tersebut tidak dapat diperoleh atau hilang. Pada pengujian oil losses menggunakan metode ekstraksi soklet. Oil losses pada mesin sterilizer pabrik xyz sebesar 76,84% Sedangkan pada screw press sebesar 10,44%,  dimana angka tersebut melebihi angka standar oil losses pabrik kelapa sawit pada umumnya. Penyebab tingginya oil losses pada pabrik xyz ialah kurang maksimalnya kinerja sterilizer dan screw press pada pabrik xyz, dan beberapa faktor lain.  Untuk menekan angka oil losses yang ada pada pabrik xyz dibutuhkan perawatan dengan maksimal, dikarenakan alat tersebut bekerja secara terus menerus dan rentan terhadap kelelahan.
ANALISA PENGARUH PEMBENTUKAN BIOGAS TERHADAP PENCAMPURAN LIMBAH SEKAM PADI PADA KOTORAN SAPI Wahyudin, Muhammad Aditya; Mustofik, Feri; Nur, Ahmad Moh; Huda, Hairul; Kahar, Abdul
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Chemurgy-Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i1.9325

Abstract

Biogas adalah salah satu jenis energi terbarukan yang diproduksi melalui proses anaerobic bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pencampuran limbah sekam padi pada kotoran sapi terhadap tekanan dan volume biogas yang terbentuk. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pembentukan biogas antara biogas dengan 100% kotoran sapi dan biogas dengan 50% kotoran sapi + 50% limbah sekam padi. Data yang dijadikan parameter pada penelitian ini adalah tekanan gas dan volume gas dengan interval waktu 1 hari yang dilakukan selama 7 hari. Tekanan biogas tertinggi terjadi pada hari ke-5 yaitu pada 100% kotoran sapi didapatkan tekanan 1,25 atm sementara pada 50% kotoran sapi + 50% limbah sekam padi didapatkan tekanan 1,18 atm. Sementara volume biogas tertinggi terjadi pada hari ke-5 yaitu pada 100% kotoran sapi didapatkan volume 0,501 m3 sementara pada 50% kotoran sapi + 50% limbah sekam padi didapatkan volume 0,474 m3. Jadi dapat disimpulkan bahwa proses fermentasi maksimal pembentukan biogas antara 100% kotoran sapi dan biogas dengan 50% kotoran sapi + 50% limbah sekam padi terjadi pada hari kelima karena setelah beberapa hari proses anaerob berlangsung, bakteri metanogen berangsur-angsur semakin aktif sampai tercapai pH optimal untuk produksi biogas serta biogas yang terbentuk juga lebih tinggi pada 100% kotoran sapi hal ini dapat terjadi karena tekstur sekam padi yang kasar dan sulit untuk terurai selain itu kotoran sapi mengalami adaptasi dengan substrat baru yaitu sekam padi, sehingga kenaikan pH membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan substrat yang hanya mengandung kotoran sapi Kata kunci: biodigester, biogas, kotoran sapi, pengaruh sekam padi
Pembuatan Edible Film dari Pati Eceng Gondok dan Kitosan Jamur Tiram (Pleuorotus Ostreatus) Wulandari, Retno; Kahar, Abdul; Heryadi, Eko; Huda, Hairul; Prihatiningtyas, Indah; Danijubal, Muhammad Vikar; Sinaga, Jovita; Stevani, Joyce
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.17831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edible film berbasis pati eceng gondok dan kitosan yang diekstrak dari jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dengan fokus pada karakterisasi sifat fisikokimia film yang dihasilkan. Kitosan diekstrak dari jamur tiram melalui proses deproteinasi, ekstraksi, dan pemutihan, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR. Hasil analisis FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi karakteristik kitosan pada pita serapan 3400-3200 cm⁻¹ (-OH dan -NH₂) dan 2920-2870 cm⁻¹ (C-H), mengkonfirmasi keberhasilan ekstraksi. Edible film dibuat dengan memvariasikan konsentrasi gliserol (1%, 2%, dan 3%) sebagai plasticizer. Hasil karakterisasi menunjukkan ketebalan film berkisar 0,15-0,19 mm, dengan peningkatan ketebalan seiring pertambahan konsentrasi gliserol. Kadar air film meningkat dari 9,0% pada konsentrasi gliserol 1% menjadi 24,0% pada konsentrasi 3%, sementara ketahanan air menurun dari 70% menjadi 58%. Formulasi optimal diperoleh pada konsentrasi gliserol 2% dengan karakteristik ketebalan 0,16 mm, kadar air 12%, dan ketahanan air 69%, memenuhi standar industri untuk aplikasi kemasan makanan. Penelitian ini mendemonstrasikan potensi pemanfaatan pati eceng gondok dan kitosan jamur tiram dalam pengembangan material kemasan biodegradable, memberikan alternatif berkelanjutan untuk kemasan konvensional sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah. Kata kunci: edible film, pati eceng gondok, kitosan jamur tiram, gliserol, kemasan biodegradable
PROSES PEMBUATAN DAN UJI KARAKTERISTIK BIOETANOL DARI KULIT NANAS (ANANAS COMOSUS) Kahar, Abdul; Fathoni, Rif'an; Ardiah, Rida; Mulyani, Nunuk
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.16350

Abstract

Bioethanol is one solution to reduce the exploitation of fossil energy produced from biomass fermentation. Bioethanol production can be done from starchy plants or those containing carbohydrates, glucose and cellulose. One of them is pineapple skin, pineapple skin is fruit waste which has quite high sugar and carbohydrate content. The Central Statistics Agency (BPS) reports that pineapple production in Indonesia will reach 2.89 million tons in 2021. This number grew 17.89% compared to the previous year which amounted to 2.45 million tons. The process of making bioethanol begins with preparation, hydrolysis, fermentation, distillation and FTIR analysis. The hydrolysis process uses acid hydrolysis using hydrochloric acid (HCL) and the best hydrolysis is obtained at a temperature of 100 C to produce the highest sugar content, namely 17% Brix. The fermentation process using saccaromyces cerevisiae yeast for 14 days with pH control under acidic conditions, namely 4-5 yeast gnats used can work optimally. The alcohol content after distillation was found to be >80. The FTIR test showed that there was ethanol in the bioethanol sample from pineapple skin.
Co-Authors .Lababa, Lababa Abdul Pattawe Abdul Wahid Safar Abdullah, Muhammad Ikbal Achmad Ramadan Aida Farida Alim, Saskia S Amir, Andi Mattulada Anatasya, Anatasya Andi Ainil Mufidah Tanra Andi Chairil Furqan Andi Mattulada Ardiah, Rida Arfan Arfan Ari Susandy Sanjaya, Ari Susandy AYU LESTARI Ayu, Yessika Putri Azhari, Rudi Azzahra, Iftitah Bahar, Nur Fajrah Bantilan, Moh. Ma’ruf betty betty Daniati Hi Arsyad Daniel Happy Putra Danijubal, Muhammad Vikar Dewa Made Adi Dharma Eka De Patmonsela Liow eko heryadi, eko Ernawaty Usman Fathan, Muhammad Fathoni, Rif'an Fatimah, Nimas Ucik Femilia Zahra Fikry Karim FITRI, RUHIL Furqan, Andi Chairil Gafar, Masrin Gunawan, Yuli Hairul Huda Halwi, Muhammad Darma Hanani, Hulfiatun Handoko, Habib Hasanuddin Hasanuddin Hikmawati Hikmawati HM, Syarifuddin Indah Prihatiningtyas Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jannah, Aulia Miftahul Jayawarsa, A.A. Ketut Juniarti Juniarti Karmila, Karmila mil Khoiroh, Ianatul Komalasari, Ulvi Intan Kustianingsih, Nurafni Lail, Husnul Latifah Sukmawati Yuniar M, Usman Machfudz, Machfudz Maharani Maharani, Maharani Maharani, Adinda Makmur, Syarif Mappanyukki, Andi Masruddin Meldawati, Lucyana Miftahul Jannah Mile, Yuldi Miluana, Miluana Mohammad Sawir Monareh, Desya Marcella Mongi, Aprilia Cristin Yansen Muh. Darma Halwi Muhammad Asdar Muhammad Bakri Muhammad Busyairi, Muhammad Muhammad Din Muhammad fauzan Muhammad Ilham Pakawaru Muhammad Nasir Muhammad Riduan, Muhammad Muhammad Takdir, Muhammad Muliati Muliati Muliati Muliati, Muliati Mulyani, Nunuk Muslimin Muslimin Mustamin Mustamin Mustamin Mustamin Mustamin Mustamin Mustamin Mustamin Mustika Mustika Mustofik, Feri Nabilah Nabilah Naspia Nur Hidayat Nur, Ahmad Moh Nuraini Nuraini Nuraini, Andi Nurdin, Jurana Nurleni Rahman Nursam Nursam Nursifa Nursifa NURWAHIDAH NURWAHIDAH Oktaviani Sultan, Resky Palampanga, Anhulaila M. Parwati, Ni Made Suwitri Prasetyawan, Alfa Bondi Pratama, Yogie Reza Pujianti, Erna Purwanti, Dewi Junita Putri, Dwi Thia Rahma Masdar Retno Wulandari Ridwan, Arif Rizwan, Mohamad Rido Salman, Adinda Sam Hermansyah Saputri, Juniar Agil Selmita Paranoan Sewakotama, Restra Sihombing, Marista Sinaga, Jovita Sintiani, Tina Siti Nur Anisa Stevani, Joyce Suci Rahmadani, Indah Sugianto Sugianto Sugianto Sulthon Parinduri Suriyadewi, Suriyadewi Syarifuddin Yusmar Tenripada, Tenripada Urfan, M. Yahdi Usman, Ernawati Vinny Anggitresia, Thalia Wahyudin, Aan Wahyudin, Muhammad Aditya Wilian, Sudirman Yuliana Yuliana Yusriyani, Yusriyani Herawaty Kurnia Zuly Qodir ⁠Erviandy, ⁠Erviandy