Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Meaningful Participation Dalam Pembentukan Perundang-Undangan Sebagai Upaya Membangun Open Governance Karsono, Bambang; Syauket, Amalia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.921 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i3.11469

Abstract

Meaningful participation kembali hangat dibicarakan akhir-akhir ini terkait dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Meaningful participation ditandai dengan melekatnya kewajiban bagi pembentuk undang-undang untuk mempertimbangkan dan menanggapi masukan atau saran masyarakat,. Karena peraturan perundang-undangan yang berlaku dewasa ini dianggap tidak memenuhi kebutuhan masyarakat. tidak memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat secara maksimal. Hal tersebut ditandai dengan ketidakpuasan beberapa pihak yang berupaya menangguhkan keberlakuannya melalui Judicial Review. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yakni mengapa meaningful participation begitu signifikan pengaruhnya dalam pembentukan perundang-undangan ? penelitian ini masuk dalam ranah ilmu pemerintahan sebagai upaya membangun Open Governance. Dengan mengutamakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku dan jurnal ilmiah, serta data faktual yang sesuai dengan topik yang diangkat.Hasil penelitian ini menerangkan bahwa meaningful participation begitu signifikan pengaruhnya dalam pembentukan perundang-undangan karena dengan dilakukannya partisipasi secara maksimal bermakna bahwa produk peraturan perundang-undangan memenuhi kualitas secara formil maupun materil serta diawasi oleh public dalam tata kelola pemerintahannya- transparansi dalam proses pembentukan perundang-undangan dan mendapatkan legitimasi masyarakat serta manifestasi penegakkan kedaulatan rakyat.
Transformational Leadership: Hard Working, Smart Working, Qualified Working, Sincere Working and Completed Work Karsono, Bambang
Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting Vol. 4 No. 2 (2023): Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (May - June 20
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijefa.v4i2.1883

Abstract

Transformational Leadership: Hard Working, Smart Working, Qualified Working, Sincere Working and Completed Work is a literature review article within the scope of leadership science. The purpose of this article is to build a role hypothesis between variables that will be used in further research on the concept of leadership. Research objects in online libraries, Google Scholar, Mendeley and other academic online media. The Article writing method is library research, from e-books and open access e-journals. The results: 1) Hard working plays a role in transformational leadership; 2) Smart working plays a role in transformational leadership; 3) Qualified working plays a role in transformational leadership; 4) Sincere working plays a role in transformational leadership; 5) Completed work plays a role in transformational leadership. Other factors that affect Transformational Leadership including: work culture, motivation and work environment.
Kemanfaatan Ruang Salat Utama pada Masjid Al-Hikmah Cunda, Lhokseumawe Karsono, Bambang; Pulungan, Dara Nabila; A, Hendra; Azmah Fithri, Cut
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i3.75

Abstract

Secara etimologi, masjid memiliki arti sebagai tempat sujud yang penuh ketaatan dan kepatuhan. Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat memberi contoh hakikat fungsi masjid bukan hanya dijadikan sebagai tempat ibadah salat saja, namun juga digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan yang mencerminkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Pada masa itu, masjid berfungsi sebagai pusat kegiatan umat Islam, seperti: pendidikan, dakwah, politik, ekonomi, moral dan sosial, tempat berkumpul dan berdiskusi. Beragam kegiatan dilakukan di dalam masjid sehingga memiliki kemanfaatan ruang yang baik dan tidak terdapat ruang yang mubazir. Pada masa kini, fenomena desain ruang salat utama pada masjid cenderung bergeser menjadi lebih eksklusif dan berfungsi tunggal. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kemanfaatan ruang pada Masjid Al-Hikmah Cunda, Lhokseumawe, guna mengetahui tingkat dan pola penggunaan ruang salat utama pada waktu salat dan kegiatan diluar waktu salat terkait dengan isu kemubaziran ruang. Penelitian menggunakan metode studi kasus normatif, Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama untuk menelaah hakikat kemanfaatan ruang salat masjid. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan teknik kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan cara menggambar ulang denah masjid kemudian melakukan pengamatan dengan menghitung jumlah pengguna ruang untuk memperoleh tingkat kemanfaatan ruang. Sedangkan data kualititatif digunakan untuk mengidentifikasi kegiatan selain ibadah salat yang terjadi di ruang salat utama masjid, dengan cara mengamati dan mencatat kegiatan yang terjadi. Penelitian mengungkap rata-rata kemanfaatan ruang salat utama tidak lebih dari 35%. Pada sisi lain kegiatan selain salat jamaah dilakukan di ruang utama meliputi kegiatan belajar Quran, berbuka puasa dan tempat masyarakat bercengkerama setelah salat jamaah.
Fenomena Pedagang Kaki Lima pada Kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh Karsono, Bambang; Maghfira; Fidyati; Olivia, Sisca
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.78

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) merupakan salah satu fenomena di perkotaan yang selalu menarik menjadi topik diskusi dan diteliti. Kesempatan kerja di sektor formal di kota yang terbatas menjadikan PKL sebagai alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan. Aktivitas PKL dikategorikan sebagai informal, tumbuh secara spontan, mudah cara pengoperasian dan kadang kala tidak ada prosedur standar yang mengaturnya. Ada kalangan yang mendukung bahwa keberadaan PKL di ruang perkotaan karena dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan kehidupan perkotaan (livability). Namun ada juga yang mempermasalahkan keberadaannya dengan alasan ruang kota menjadi tidak teratur. Di Kota Banda Aceh, PKL tumbuh menyebar dan mendominasi ruang publik di sepanjang koridor jalan. Kajian ini bertujuan mengungkapkan faktor penyebab, cara pemanfaatan koridor jalan yang didominasi oleh pedagang kaki lima serta dampak positifnya terhadap livability dan keberlanjutan kota. Penelitian memilih PKL pada satu koridor jalan di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh sebagai studi kasus. Pendekatan penelitian metode campuran diterapkan dalam penelitian ini, data kuantitatif dan kualitatif diperoleh melalui observasi, pemetaan, photo-trekking, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara triangulasi deskriptif, guna mengungkap keterkaitan antar fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena PKL pada kawasan studi kasus memberi kontribusi kepada keberlangsungan kehidupan kota dan menjadi generator kegiatan pada siang dan malam hari. Di sisi lain, tempat tersebut menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan tempat bagi PKL untuk memperoleh pendapatan.
Transformational vs Transactional Leadership and Organizational Ambidexterity for Innovation : A Systematic Literature Review: Kepemimpinan Transformasional vs Transaksional dan Ambidexteritas Organisasi untuk Inovasi : Tinjauan Literatur Sistematis Manurung, Gerson; Karsono, Bambang; Widyastuti, Tri
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Bisnis dan Ekonomi
Publisher : OGZ Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61597/jbe-ogzrp.v4i1.171

Abstract

Objective : This study aims to analyze and compare the influence of Transformational Leadership (TL) and Transactional Leadership (TR) on organizational innovation and ambidexterity (exploration and exploitation) in the digital era.   Methods : Using a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA 2020 framework, this research reviewed 42 scholarly articles published between 2015 and 2025 from databases including Scopus, Web of Science, SAGE, and ScienceDirect. Results : The results indicate that transformational leadership supports explorative innovation, while transactional leadership strengthens exploitative innovation. Together, they create organizational ambidexterity that enables sustainable innovation and adaptability in the digital era.
Servant Leadership: A Systematic Literature Review of Definitions, Measurement, and Its Effects on Employee Performance and Well-Being (2010–2025): Kepemimpinan Pelayan: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Definisi, Pengukuran, dan Pengaruhnya terhadap Kinerja dan Kesejahteraan Karyawan (2010–2025) Rachman, Faizal; Karsono, Bambang; Widyastuti, Tri
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Bisnis dan Ekonomi
Publisher : OGZ Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61597/jbe-ogzrp.v4i1.176

Abstract

Abstract : Servant leadership emphasizes prioritizing followers’ needs, moral values, and the development of individuals within organizations.   Objective: This systematic literature review explores theoretical advancements, measurement instruments, and empirical evidence of servant leadership from 2010 to 2025.   Methods: The analysis covers antecedents, mediating mechanisms, and organizational outcomes, including performance, well-being, and innovation.   Results: The review finds consistent evidence of positive relationships between servant leadership and job satisfaction, trust, and organizational citizenship behavior, mediated by psychological safety and meaningfulness. Practical and theoretical implications are discussed.