Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kelas Online Ibu Balita Untuk Pengetahuan Dan Keterampilan Ibu Dalam Mendeteksi Dan Menstimulasi Perkembangan Balita Pada Masa Covid-19 Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Aswitami, Ni Gusti Ayu Pramita; Pratiwi, Putu Irma
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v8i3.34367

Abstract

Anak merupakan asset berharga bangsa sebagai penerus bangsa. Upaya mewujudkannya diperlukan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan yang berkualitas sejak dini. Salah satu program pemerintah yaitu dibentuknya kelas ibu balita. Namun pada masa pandemic COVID-19 pelaksanaan kelas ibu balita ditunda sampai kondisi bebas dari pandemic COVID-19. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pelaksanaan kelas ibu balita secara online atau sering disebut kelasonline ibu balita.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kelas online ibu balita dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan rancangan Pra Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini membandingkan pengetahuan dan keterampilan responden sebelum dan setelah perlakukan. Perlakuan yang diberikan yaitu berupa Kelas online ibu balita dengan media pembelajaran menggunakan aplikasi zoom dan Whatsapp Group. Jumlah responden yang digunakan yaitu yaitu 46 responden. Hasil penelitian diperoleh nilai p value 0,000 atau < 0,05 yang artinya bahwa kelas online ibu balita efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi  perkembangan Balita 0-5 tahun. Simpulan: kelas online ibu balita dapat meningkatakn pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi perkembangan balita.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN (HDK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA I Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putu Irma Pratiwi; Anjar Triastuti
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i1.52252

Abstract

HDK merupakan hipertensi yang dapat terjadi pada masa kehamilan. HDK sangat berdampak kepada kesehatan ibu dan jani. Berbagai faktor resiko dapat menyebabkan HDK salah satunya peran kader. Kader merupakan anggota masyarakat yang paling dekat dengan ibu hamil, sehingga diharapkan daer dapat melaksankan pencegahan terhadap kejadian HDK. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dalam melaksanakan pencegahan HDK. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu pada tahap pelatihan kader diberikan materi dan diajarkan keterampilan mengukur tekanan darah dengan tensi mater digital. Hasil Prettes dan posttes yang telah dilakukan terdapat rata-rata peningkatan pengetahuan sejumlah 30 poin. Berdasarkan data tersebut juga dapat dilihat bahwa Sebagian besar 9 (60%) peserta memiliki pengetahuan baik. Pada tahap pendampingan seluruh kader telah melaksanakan penyuluhan dan pengukuran tensi pada ibu hamil dalam upaya pencegahan HDK. Diharapkan kader posyandu secara rutin dan berkelanjutan melaksakan penyuluhan terkait HDK dan mengukur tekanan darah pada ibu hamil saat kegiatan posyandu berlangsung
Digitalisasi UMKM melalui Pembuatan Website: Strategi Pengembangan Usaha Sambal Ikan di UMKM Loka Muda Nusa Penida Pratiwi, Putu Irma; Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu; Dewi, Nyoman Ayu Wulan Trisna; Pradnyana, I Ketut Andika; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putra, I Komang Apriyatama Sukarma; Prasetya, I Putu Gede Agung
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.85202

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, termasuk di Desa Suana, Nusa Penida, yang terkenal dengan produk sambal ikan berbahan dasar ikan tongkol dan cangkalang. Namun, pemasaran produk sambal ikan di desa tersebut masih terbatas pada metode konvensional, sehingga diperlukan inovasi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM Loka Muda Desa Suana dalam menggunakan website sebagai media promosi dan penjualan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan, di mana anggota UMKM diajarkan mengoperasikan website promosi sambal ikan. Metode kegiatan pengabdian ini adalah dengan pelatihan dan pendampingan menggunakan desain pretest dan posttest. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dari 60% kategori pengetahuan kurang pada pretest menjadi 80% kategori baik pada posttest. Seluruh peserta juga berhasil mengoperasikan website untuk mempromosikan dan menjual produk mereka secara digital. Kesimpulan pelatihan dan pendampingan ini berhasil meningkatkan keterampilan digital anggota UMKM Loka Muda dalam memanfaatkan website sebagai sarana promosi dan penjualan, yang diharapkan dapat mendukung perkembangan usaha di era digitalisasi.
Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Regarding Triple Elimination Screening in Buleleng Regency, Bali, Indonesia Sulyastini, Ni Komang; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Wilandari, Made Ririn Sri; Pratiwi, Putu Irma
Bali Medical and Wellness Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Bali Medical and Wellness Journal
Publisher : PT BMW Journal Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71341/bmwj.v2i2.39

Abstract

Background: Triple elimination screening (for HIV, syphilis, and hepatitis) is a routine part of antenatal care, aimed at preventing transmission from mother to child. Objectives: This study investigated the relationship between pregnant women's knowledge and attitudes and their participation in triple elimination screening in Buleleng Regency, Bali. Methods: A cross-sectional, quantitative study was conducted with 371 pregnant women recruited from 36 midwife practices using cluster random sampling. Data on knowledge, attitudes, and screening participation were collected using a questionnaire. Chi-square tests were used to analyze the data. Results: Most participants were between 20 and 35 years old (84.6%), had a secondary education (60.1%), were multigravida (73.9%), and were in their third trimester (46.4%). Chi-square tests showed no significant relationship between knowledge and participation in screening for HIV (p = 0.25), syphilis (p = 0.10), or hepatitis (p = 0.06). However, a significant association was found between positive attitudes and screening participation for HIV (p = 0.04), syphilis (p = 0.05), and hepatitis (p = 0.04). Specifically, over 97% of women with positive attitudes underwent screening for HIV, syphilis and hepatitis. Conclusion: Positive attitudes are significantly associated with increased participation in triple elimination screening among pregnant women. Continued education from healthcare providers is important to improve screening rates.
Prevalensi dan Faktor-Faktor Terkait Depresi Postpartum di Kabupaten Buleleng: Prevalence and Associated Factors of Postpartum Depression in Buleleng Regency Pratiwi, Putu Irma; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Erlian, Ida Ayu
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4468

Abstract

Postpartum depression (PPD) comprises a cluster of depressive symptoms experienced by women within the first year after childbirth and represents a significant public mental health issue. The objective to determine the prevalence of, and factors associated with, PPD in Buleleng Regency in 2024. A cross-sectional study was conducted among postpartum women within 12 months of delivery between January and August 2024. A total of 317 participants were recruited using purposive sampling based on predefined inclusion and exclusion criteria. The Indonesian version of the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) was used to assess depressive symptoms. Data were analyzed in SPSS. Univariate analyses summarized respondent characteristics and PPD prevalence, while bivariate associations were examined using Chi-square tests and expressed as crude odds ratios (cOR) with 95% confidence intervals (CI). The Results are The highest prevalence of depressive symptoms occurred among women aged >35 years (39.1%), followed by those aged <20 years (22.2%), and was lowest in the 20–35-year group (5.3%). Preterm delivery was strongly associated with PPD compared with term delivery (cOR 61.87; 95% CI 21.25–180.11; p<0.001). Lack of partner support was also associated with higher odds of PPD (cOR 5.49; 95% CI 1.78–16.90; p<0.01). The findings highlight the need for routine EPDS screening, strengthening partner support, and closer monitoring of mothers with obstetric risk factors.   Abstrak Depresi Postpartum (DPP) mengikutsertakan beberapa gejala depresi umum yang terjadi pada perempuan ditahun pertama setelah melahirkan dan menjadi masalah kesehatan mental yang signifikan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor terkait Depresi Postpartum di Kabupaten Buleleng Tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional dengan populasi ibu nifas dalam 12 bulan terakhir di Kabupaten Buleleng, dilakukan pada Januari sampai Agustus 2024. Jumlah sampel 317 dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Indonesia. Analisa data dilakukan menggunakan program analisis statistik SPSS. Analisis univariat menghitung statistik deskriptif seperti frekuensi dan persentase untuk karakteristik responden dan menentukan prevalensi gejala DPP. Uji bivariat dengan Chisquare dengan hasil prevalensi depresi tertinggi terdapat pada kelompok usia >35 tahun (39,1%), diikuti kelompok usia <20 tahun (22,2%), dan terendah pada kelompok usia 20-35 tahun (5,3%). Ibu dengan preterm memiliki peluang depresi yang jauh lebih tinggi dibanding aterm (cOR 61,87 dengan 95%CI 21-25-180.11; p<0,001). Ketiadaan dukungan pasangan juga berhubungan dengan peluang depresi yang lebih tinggi (cOR 5,49 dengan 95%CI 1,78–16,90; p<0,01). Temuan pada penelitian ini menunjukkan pentingnya skrining rutin (EPDS), penguatan dukungan pasangan, dan pemantauan lebih ketat pada ibu dengan risiko obstetrik.
Kebutuhan Psikososial Ibu Hamil dalam Mencegah Hipertensi Kehamilan: Studi Eksploratif : Psychosocial Needs of Pregnant Women for the Prevention of Hypertensive Disorders of Pregnancy (HDP): An Exploratory Study Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putu Irma Pratiwi; Hendra Setiawan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4489

Abstract

Hypertension in pregnancy is a major contributor to maternal and neonatal morbidity and mortality. Beyond clinical risk factors, psychosocial conditions—such as stress, anxiety, and social support—are increasingly recognized as influencing pregnancy health and potentially elevating the risk of hypertension. This study explored the psychosocial needs of pregnant women served by the Sukasada I Community Health Center (Puskesmas Sukasada I) in relation to preventing hypertension during pregnancy. A qualitative exploratory design was employed. Using purposive sampling, seven pregnant women aged 20–34 years who attended antenatal care at Puskesmas Sukasada I were recruited. Data were collected through semi-structured, in-depth interviews conducted by the principal investigator and/or trained team members using an interview guide, complemented by field observations in the waiting area and antenatal examination rooms to capture interactions with health workers and the service environment. Data were analyzed using thematic analysis: verbatim transcription, data reduction, coding, clustering, theme identification, and interpretation. Trustworthiness was enhanced through source triangulation (interviews–observations) and member checking. Twenty subthemes emerged and were organized into four overarching themes: (1) emotional and psychological needs (stress and anxiety management, emotion regulation, and planned pregnancy); (2) support needs (husband, family, and coworkers); (3) service-facility–related needs (access, room comfort, privacy, and service delivery); and (4) health-information needs (clear, consistent, and contextual materials on risks and prevention of hypertension). A key finding highlights that support—particularly from husbands and family—is the most decisive psychosocial need in preventing hypertension in pregnancy. Meeting psychosocial needs is an essential component of antenatal care. Health centers should integrate routine psychosocial screening, brief counseling, strengthened partner/family engagement, peer support groups, improved comfort and privacy of services, and user-friendly educational materials with clear referral pathways for psychological care. Future studies should test family- or partner-based interventions with larger samples to strengthen and generalize these findings.   Abstrak Hipertensi dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan serius yang berkontribusi pada tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Selain faktor klinis, kondisi psikososial—seperti stres, kecemasan, dan dukungan sosial—kian diakui berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan dan berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan psikososial ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I dalam kaitannya dengan upaya pencegahan hipertensi pada kehamilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi eksploratif. Partisipan dipilih secara purposive, terdiri dari 7 ibu hamil berusia 20–34 tahun yang melakukan pemeriksaan antenatal di Puskesmas Sukasada I. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur yang dilakukan peneliti utama/anggota tim terlatih berdasarkan panduan, serta observasi lapangan di ruang tunggu dan ruang pemeriksaan untuk menangkap interaksi ibu hamil dengan petugas dan lingkungan layanan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik: transkripsi verbatim, reduksi data, pengodean, pengelompokan, penentuan tema, dan interpretasi. Keabsahan data ditingkatkan melalui triangulasi sumber (wawancara–observasi) dan member checking. Hasil menunjukkan terbentuknya 20 subtema yang terhimpun dalam empat tema utama: (1) kebutuhan emosional dan psikologis (pengelolaan stres, kecemasan, regulasi emosi, kehamilan yang direncanakan); (2) kebutuhan dukungan (suami, keluarga, dan teman kerja); (3) kebutuhan terkait fasilitas layanan (akses, kenyamanan ruang, privasi, pelayanan); dan (4) kebutuhan informasi kesehatan (materi yang jelas, konsisten, dan kontekstual terkait risiko dan pencegahan hipertensi). Temuan kunci menggaris bawahi bahwa dukungan khususnya dari suami  dan keluarga merupakan kebutuhan psikososial yang paling menentukan dalam mencegah hipertensi pada kehamilan. Pemenuhan kebutuhan psikososial merupakan komponen esensial perawatan antenatal. Puskesmas disarankan mengintegrasikan skrining psikososial rutin, konseling singkat, penguatan peran pasangan/keluarga, kelompok dukungan sebaya, peningkatan kenyamanan dan privasi layanan, serta penyediaan materi edukasi yang mudah dipahami beserta alur rujukan psikologis. Penelitian lanjutan perlu menguji intervensi berbasis dukungan keluarga/pasangan dan melibatkan sampel lebih besar untuk menguatkan temuan ini.
PENGUATAN PROGRAM ASI EKSKLUSIF DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERIAN INFORMASI DAN PELATIHAN PIJAT OKSITOSIN BAGI IBU HAMIL DI DESA PANJI, KABUPATEN BULELENG Pratiwi, Putu Irma; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Linda, Irma Nurma; Astuti, Anjar Tri; Wulandari, Made Ririn Sri; Ilmy, Shofi Khaqul; Widiarta, Made Bayu Oka; Jayanti, Made Anggita Abdi; Lionita, Ni Luh Erlya
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: WHO merekomendasikan ASI eksklusif sebagai satu-satunya sumber nutrisi untuk bayi hingga usia 6 tahun. ASI eksklusif menjadi salah satu faktor penting dalam menurunkan tingkat kematian bayi. Peningkatan jumlah ibu yang menyusui dapat menyelamatkan 820.000 anak di bawah usia lima tahun, termasuk 87% bayi berusia enam bulan. Meskipun demikian, angka pemberian ASI secara keseluruhan masih di bawah target yang ditetapkan secara internasional. Mencapai target dalam pemberian ASI sulit dilakukan karena terganggunya proses pemberian ASI. Kekurangan dan ketidaklancaran produksi ASI dapat mengakibatkan pasokan ASI yang tidak mencukupi bagi bayi. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk Penguatan Program ASI Eksklusif Dan Pencegahan Stunting Melalui Pemberian Informasi Dan Pelatihan Pijat Oksitosin Bagi Ibu Hamil Di Desa Panji, Kabupaten Buleleng. Metode Metode kegiatan ini adalah pelatihan terhadap 15 ibu hamil di desa panji. Pelatihan dimulai dari pretest, penyampaian materi, praktek pijat oksitosin, diakhiri dengan posttest. Hasil pengabdian ini didapatkan peningkatan pengetahuan dari awalnya tidak ada pada kategori pengetahuan baik (0%) menjadi 80% memiliki pengetahuan baik diakhir pelatihan serta seluruh ibu hamil mampu melakukan pijat oksitosin yang mendukung terwujudnya program ASI Eksklusif guna mencegah terjadinya stunting sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas di desa tersebut. Kata Kunci: Asi Eksklusif, Pijat Oksitosin, Pelatihan, Ibu Hamil
Nutrisi Antenatal Sebagai Pilar Utama Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Ibu Hamil Yanti, SST., M.Keb, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1405

Abstract

Stunting is a global health problem, including in Indonesia, caused by chronic malnutrition, recurrent infections, and inadequate stimulation during the first 1,000 days of life. Although the prevalence of stunting in Indonesia decreased from 24.4% in 2021 to 21.6% in 2022, it remains far from the national target of 14% by 2024. In Banyumas Regency, the prevalence has fluctuated, declining from 21.6% in 2021 to 16.6% in 2022, but rising again to 20.9% in 2023. The main contributing factors include limited maternal knowledge about optimal nutrition, low family income, and persistent pregnancy-related myths. The identified problem was the high prevalence of stunting and the absence of sufficient socialization or education programs for pregnant women regarding stunting prevention. The aim of this activity was to improve pregnant women’s knowledge about stunting prevention through the optimization of nutritional intake during pregnancy. The methods included the measurement of pre-pregnancy Body Mass Index (BMI), administration of a pretest questionnaire, delivery of health education on antenatal nutrition, stunting and its prevention, interactive discussions, and a posttest for evaluation. The program was attended by 28 pregnant women in Tamansari Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The results showed that 46.42% of participants had an underweight pre-pregnancy BMI. At baseline, most participants (82.14%) were categorized as having low knowledge, with an average score of 46.43. After the intervention, knowledge improved significantly, with 71.42% of participants categorized as having good knowledge, and the mean score increased to 79.64. In conclusion, antenatal nutrition education was proven effective in improving pregnant women’s knowledge and should be implemented continuously to support stunting prevention efforts from the early stages of pregnancy.
Hubungan Stres Akademik dengan Derajat Sindrom Pramenstruasi pada Mahasiswi Kebidanan: The Relationship between Academic Stress and the Severity of Premenstrual Syndrome among Midwifery Students Ariyantini, Kadek Desy; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Pratiwi, Putu Irma
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.703

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) is a common condition experienced by women of reproductive age, including university students, characterized by a combination of physical, psychological, and emotional symptoms that occur during the luteal phase of the menstrual cycle. Psychological stress is recognized as one of the factors that may exacerbate PMS symptoms, particularly among students facing academic demands. This study aimed to determine the relationship between stress levels and the incidence of Premenstrual Syndrome among midwifery students at the Faculty of Medicine, Universitas Pendidikan Ganesha. This research employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all active midwifery students at the Faculty of Medicine, Universitas Pendidikan Ganesha. A total of 159 respondents were included using a total sampling technique. Data were collected using the Perceived Stress Scale (PSS) to assess stress levels and the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) to measure the incidence and severity of PMS. Data analysis included univariate analysis to describe respondent characteristics and bivariate analysis using the Spearman Rank correlation test with SPSS software. The results showed that most respondents experienced moderate stress levels (81.1%), while 13.8% experienced high stress and 5.0% experienced low stress. Regarding PMS, the majority of respondents experienced PMS of moderate severity (36.5%) and severe severity (31.4%), while only a small proportion did not experience PMS (3.1%). Statistical analysis revealed a significant relationship between stress levels and the incidence of Premenstrual Syndrome, with a p-value of 0.001 (p < 0.05). Higher stress levels were associated with increased severity of PMS symptoms. In conclusion, there is a significant relationship between stress levels and the incidence of Premenstrual Syndrome among midwifery students. These findings indicate that psychological stress plays an important role in the occurrence and severity of PMS. Therefore, stress management interventions and reproductive health education are essential to improve the well-being and academic performance of midwifery students.   ABSTRAK Premenstrual Syndrome (PMS) adalah gangguan yang sering terjadi pada perempuan dalam usia subur, termasuk mahasiswi, yang ditandai dengan munculnya berbagai keluhan fisik, emosional, dan psikologis pada fase luteal siklus menstruasi. Mahasiswi kebidanan termasuk kelompok yang berisiko mengalami stres akibat tekanan akademik dan praktik klinik yang berkelanjutan. Tingginya prevalensi sindrom pramenstruasi yang berpotensi dapat mengganggu fungsi akademik dan psikososial mahasiswi. Apabila faktor yang berhubungan dengan PMS, khususnya stres psikologis, tidak diidentifikasi, maka penanganan yang diberikan cenderung bersifat simptomatik dan tidak menyentuh faktor predisposisi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perburukan gejala, penurunan kualitas hidup, serta gangguan performa akademik. Oleh karena itu, penelitian ini penting sebagai dasar dalam penyusunan program manajemen stres dan promosi kesehatan reproduksi di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Seluruh mahasiswi program studi D3 dan S1 Kebidanan angkatan 2023–2025 dijadikan populasi, dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 159 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS) untuk menilai tingkat stres dan Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) untuk mengukur kejadian serta tingkat keparahan PMS. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan bantuan SPSS. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (81,1%), dengan 13,8% mengalami stres tinggi dan 5,0% mengalami stres rendah. Berdasarkan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS), sebagian besar responden mengalami PMS dengan derajat sedang (36,5%) dan berat (31,4%), sedangkan 3,1% tidak mengalami PMS. Hasil uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian PMS. Semakin tinggi tingkat stres, semakin berat derajat PMS yang dialami. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat sindrom pramenstruasi pada mahasiswi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Stres psikologis berperan dalam meningkatkan keparahan gejala PMS, sehingga diperlukan upaya manajemen stres serta edukasi kesehatan reproduksi guna meningkatkan kualitas hidup dan kesiapan akademik mahasiswi.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Kebidanan: The Relationship Between Body Mass Index (BMI) and Menstrual Cycle Regularity in Midwifery Students Dewi, I Gusti Ayu Agung Intan; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Pratiwi, Putu Irma
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.705

Abstract

The menstrual cycle is an important component in assessing women's reproductive health, reflecting the balance of the hormonal system. Irregular menstrual cycles can be an indication of metabolic or hormonal disorders, one of which is related to Body Mass Index (BMI). A BMI that is below or above the normal range has the potential to disrupt estrogen hormone regulation, thereby increasing the risk of menstrual cycle disorders, especially among female students. This study aims to analyze the relationship between Body Mass Index (BMI) and menstrual cycle patterns among midwifery students at the Faculty of Medicine, Ganesha University of Education (Undiksha). This study used a cross-sectional design with a total sampling method, involving 158 active students who completed a questionnaire. Data collection was carried out by distributing questionnaires online through Google Forms. The data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents had a normal BMI (69.6%) and a normal menstrual cycle (75.9%). Statistical analysis showed that respondents with abnormal BMI (underweight or overweight) had a higher tendency to experience irregular menstrual cycles compared to respondents with normal BMI. Statistical tests showed a p-value of 0.040 (p <0.05), indicating a significant relationship between   ABSTRAK Siklus menstruasi merupakan salah satu komponen penting dalam menilai kesehatan reproduksi perempuan yang mencerminkan keseimbangan sistem hormonal. Ketidakteraturan siklus menstruasi dapat menjadi indikasi adanya gangguan metabolik atau hormonal, yang salah satunya berkaitan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Status IMT yang berada di bawah maupun di atas batas normal berpotensi mengganggu regulasi hormon estrogen sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan siklus menstruasi, khususnya pada kelompok mahasiswi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode pengambilan sampel yakni total sampling, melibatkan 158 mahasiswi aktif yang mengisi kuesioner. Proses pengumpulan data dilaksanakan dengan membagikan kuesioner secara daring melalui Google Form. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki IMT dalam kategori normal (69,6%) dan siklus menstruasi normal (75,9%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa responden dengan IMT tidak normal (kurus maupun overweigth) memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dibandingkan dengan responden yang memiliki IMT normal. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,040 (p <0,05), sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dan keteraturan siklus menstruasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa IMT berhubungan dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Kebidanan FK Undiksha. Oleh karena itu, disarankan untuk mempertahankan IMT dalam rentang normal sebagai upaya menjaga kesehatan reproduksi.