Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kelas Online Ibu Balita Untuk Pengetahuan Dan Keterampilan Ibu Dalam Mendeteksi Dan Menstimulasi Perkembangan Balita Pada Masa Covid-19 Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Aswitami, Ni Gusti Ayu Pramita; Pratiwi, Putu Irma
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v8i3.34367

Abstract

Anak merupakan asset berharga bangsa sebagai penerus bangsa. Upaya mewujudkannya diperlukan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan yang berkualitas sejak dini. Salah satu program pemerintah yaitu dibentuknya kelas ibu balita. Namun pada masa pandemic COVID-19 pelaksanaan kelas ibu balita ditunda sampai kondisi bebas dari pandemic COVID-19. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pelaksanaan kelas ibu balita secara online atau sering disebut kelasonline ibu balita.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kelas online ibu balita dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan rancangan Pra Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini membandingkan pengetahuan dan keterampilan responden sebelum dan setelah perlakukan. Perlakuan yang diberikan yaitu berupa Kelas online ibu balita dengan media pembelajaran menggunakan aplikasi zoom dan Whatsapp Group. Jumlah responden yang digunakan yaitu yaitu 46 responden. Hasil penelitian diperoleh nilai p value 0,000 atau < 0,05 yang artinya bahwa kelas online ibu balita efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi  perkembangan Balita 0-5 tahun. Simpulan: kelas online ibu balita dapat meningkatakn pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi perkembangan balita.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN (HDK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA I Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putu Irma Pratiwi; Anjar Triastuti
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i1.52252

Abstract

HDK merupakan hipertensi yang dapat terjadi pada masa kehamilan. HDK sangat berdampak kepada kesehatan ibu dan jani. Berbagai faktor resiko dapat menyebabkan HDK salah satunya peran kader. Kader merupakan anggota masyarakat yang paling dekat dengan ibu hamil, sehingga diharapkan daer dapat melaksankan pencegahan terhadap kejadian HDK. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dalam melaksanakan pencegahan HDK. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu pada tahap pelatihan kader diberikan materi dan diajarkan keterampilan mengukur tekanan darah dengan tensi mater digital. Hasil Prettes dan posttes yang telah dilakukan terdapat rata-rata peningkatan pengetahuan sejumlah 30 poin. Berdasarkan data tersebut juga dapat dilihat bahwa Sebagian besar 9 (60%) peserta memiliki pengetahuan baik. Pada tahap pendampingan seluruh kader telah melaksanakan penyuluhan dan pengukuran tensi pada ibu hamil dalam upaya pencegahan HDK. Diharapkan kader posyandu secara rutin dan berkelanjutan melaksakan penyuluhan terkait HDK dan mengukur tekanan darah pada ibu hamil saat kegiatan posyandu berlangsung
Digitalisasi UMKM melalui Pembuatan Website: Strategi Pengembangan Usaha Sambal Ikan di UMKM Loka Muda Nusa Penida Pratiwi, Putu Irma; Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu; Dewi, Nyoman Ayu Wulan Trisna; Pradnyana, I Ketut Andika; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putra, I Komang Apriyatama Sukarma; Prasetya, I Putu Gede Agung
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.85202

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, termasuk di Desa Suana, Nusa Penida, yang terkenal dengan produk sambal ikan berbahan dasar ikan tongkol dan cangkalang. Namun, pemasaran produk sambal ikan di desa tersebut masih terbatas pada metode konvensional, sehingga diperlukan inovasi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM Loka Muda Desa Suana dalam menggunakan website sebagai media promosi dan penjualan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan, di mana anggota UMKM diajarkan mengoperasikan website promosi sambal ikan. Metode kegiatan pengabdian ini adalah dengan pelatihan dan pendampingan menggunakan desain pretest dan posttest. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dari 60% kategori pengetahuan kurang pada pretest menjadi 80% kategori baik pada posttest. Seluruh peserta juga berhasil mengoperasikan website untuk mempromosikan dan menjual produk mereka secara digital. Kesimpulan pelatihan dan pendampingan ini berhasil meningkatkan keterampilan digital anggota UMKM Loka Muda dalam memanfaatkan website sebagai sarana promosi dan penjualan, yang diharapkan dapat mendukung perkembangan usaha di era digitalisasi.
Prevalensi dan Faktor-Faktor Terkait Depresi Postpartum di Kabupaten Buleleng: Prevalence and Associated Factors of Postpartum Depression in Buleleng Regency Pratiwi, Putu Irma; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Erlian, Ida Ayu
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4468

Abstract

Postpartum depression (PPD) comprises a cluster of depressive symptoms experienced by women within the first year after childbirth and represents a significant public mental health issue. The objective to determine the prevalence of, and factors associated with, PPD in Buleleng Regency in 2024. A cross-sectional study was conducted among postpartum women within 12 months of delivery between January and August 2024. A total of 317 participants were recruited using purposive sampling based on predefined inclusion and exclusion criteria. The Indonesian version of the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) was used to assess depressive symptoms. Data were analyzed in SPSS. Univariate analyses summarized respondent characteristics and PPD prevalence, while bivariate associations were examined using Chi-square tests and expressed as crude odds ratios (cOR) with 95% confidence intervals (CI). The Results are The highest prevalence of depressive symptoms occurred among women aged >35 years (39.1%), followed by those aged <20 years (22.2%), and was lowest in the 20–35-year group (5.3%). Preterm delivery was strongly associated with PPD compared with term delivery (cOR 61.87; 95% CI 21.25–180.11; p<0.001). Lack of partner support was also associated with higher odds of PPD (cOR 5.49; 95% CI 1.78–16.90; p<0.01). The findings highlight the need for routine EPDS screening, strengthening partner support, and closer monitoring of mothers with obstetric risk factors.   Abstrak Depresi Postpartum (DPP) mengikutsertakan beberapa gejala depresi umum yang terjadi pada perempuan ditahun pertama setelah melahirkan dan menjadi masalah kesehatan mental yang signifikan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor terkait Depresi Postpartum di Kabupaten Buleleng Tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional dengan populasi ibu nifas dalam 12 bulan terakhir di Kabupaten Buleleng, dilakukan pada Januari sampai Agustus 2024. Jumlah sampel 317 dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Indonesia. Analisa data dilakukan menggunakan program analisis statistik SPSS. Analisis univariat menghitung statistik deskriptif seperti frekuensi dan persentase untuk karakteristik responden dan menentukan prevalensi gejala DPP. Uji bivariat dengan Chisquare dengan hasil prevalensi depresi tertinggi terdapat pada kelompok usia >35 tahun (39,1%), diikuti kelompok usia <20 tahun (22,2%), dan terendah pada kelompok usia 20-35 tahun (5,3%). Ibu dengan preterm memiliki peluang depresi yang jauh lebih tinggi dibanding aterm (cOR 61,87 dengan 95%CI 21-25-180.11; p<0,001). Ketiadaan dukungan pasangan juga berhubungan dengan peluang depresi yang lebih tinggi (cOR 5,49 dengan 95%CI 1,78–16,90; p<0,01). Temuan pada penelitian ini menunjukkan pentingnya skrining rutin (EPDS), penguatan dukungan pasangan, dan pemantauan lebih ketat pada ibu dengan risiko obstetrik.
Kebutuhan Psikososial Ibu Hamil dalam Mencegah Hipertensi Kehamilan: Studi Eksploratif : Psychosocial Needs of Pregnant Women for the Prevention of Hypertensive Disorders of Pregnancy (HDP): An Exploratory Study Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putu Irma Pratiwi; Hendra Setiawan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4489

Abstract

Hypertension in pregnancy is a major contributor to maternal and neonatal morbidity and mortality. Beyond clinical risk factors, psychosocial conditions—such as stress, anxiety, and social support—are increasingly recognized as influencing pregnancy health and potentially elevating the risk of hypertension. This study explored the psychosocial needs of pregnant women served by the Sukasada I Community Health Center (Puskesmas Sukasada I) in relation to preventing hypertension during pregnancy. A qualitative exploratory design was employed. Using purposive sampling, seven pregnant women aged 20–34 years who attended antenatal care at Puskesmas Sukasada I were recruited. Data were collected through semi-structured, in-depth interviews conducted by the principal investigator and/or trained team members using an interview guide, complemented by field observations in the waiting area and antenatal examination rooms to capture interactions with health workers and the service environment. Data were analyzed using thematic analysis: verbatim transcription, data reduction, coding, clustering, theme identification, and interpretation. Trustworthiness was enhanced through source triangulation (interviews–observations) and member checking. Twenty subthemes emerged and were organized into four overarching themes: (1) emotional and psychological needs (stress and anxiety management, emotion regulation, and planned pregnancy); (2) support needs (husband, family, and coworkers); (3) service-facility–related needs (access, room comfort, privacy, and service delivery); and (4) health-information needs (clear, consistent, and contextual materials on risks and prevention of hypertension). A key finding highlights that support—particularly from husbands and family—is the most decisive psychosocial need in preventing hypertension in pregnancy. Meeting psychosocial needs is an essential component of antenatal care. Health centers should integrate routine psychosocial screening, brief counseling, strengthened partner/family engagement, peer support groups, improved comfort and privacy of services, and user-friendly educational materials with clear referral pathways for psychological care. Future studies should test family- or partner-based interventions with larger samples to strengthen and generalize these findings.   Abstrak Hipertensi dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan serius yang berkontribusi pada tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Selain faktor klinis, kondisi psikososial—seperti stres, kecemasan, dan dukungan sosial—kian diakui berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan dan berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan psikososial ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I dalam kaitannya dengan upaya pencegahan hipertensi pada kehamilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi eksploratif. Partisipan dipilih secara purposive, terdiri dari 7 ibu hamil berusia 20–34 tahun yang melakukan pemeriksaan antenatal di Puskesmas Sukasada I. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur yang dilakukan peneliti utama/anggota tim terlatih berdasarkan panduan, serta observasi lapangan di ruang tunggu dan ruang pemeriksaan untuk menangkap interaksi ibu hamil dengan petugas dan lingkungan layanan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik: transkripsi verbatim, reduksi data, pengodean, pengelompokan, penentuan tema, dan interpretasi. Keabsahan data ditingkatkan melalui triangulasi sumber (wawancara–observasi) dan member checking. Hasil menunjukkan terbentuknya 20 subtema yang terhimpun dalam empat tema utama: (1) kebutuhan emosional dan psikologis (pengelolaan stres, kecemasan, regulasi emosi, kehamilan yang direncanakan); (2) kebutuhan dukungan (suami, keluarga, dan teman kerja); (3) kebutuhan terkait fasilitas layanan (akses, kenyamanan ruang, privasi, pelayanan); dan (4) kebutuhan informasi kesehatan (materi yang jelas, konsisten, dan kontekstual terkait risiko dan pencegahan hipertensi). Temuan kunci menggaris bawahi bahwa dukungan khususnya dari suami  dan keluarga merupakan kebutuhan psikososial yang paling menentukan dalam mencegah hipertensi pada kehamilan. Pemenuhan kebutuhan psikososial merupakan komponen esensial perawatan antenatal. Puskesmas disarankan mengintegrasikan skrining psikososial rutin, konseling singkat, penguatan peran pasangan/keluarga, kelompok dukungan sebaya, peningkatan kenyamanan dan privasi layanan, serta penyediaan materi edukasi yang mudah dipahami beserta alur rujukan psikologis. Penelitian lanjutan perlu menguji intervensi berbasis dukungan keluarga/pasangan dan melibatkan sampel lebih besar untuk menguatkan temuan ini.
PENGUATAN PROGRAM ASI EKSKLUSIF DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERIAN INFORMASI DAN PELATIHAN PIJAT OKSITOSIN BAGI IBU HAMIL DI DESA PANJI, KABUPATEN BULELENG Pratiwi, Putu Irma; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Linda, Irma Nurma; Astuti, Anjar Tri; Wulandari, Made Ririn Sri; Ilmy, Shofi Khaqul; Widiarta, Made Bayu Oka; Jayanti, Made Anggita Abdi; Lionita, Ni Luh Erlya
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: WHO merekomendasikan ASI eksklusif sebagai satu-satunya sumber nutrisi untuk bayi hingga usia 6 tahun. ASI eksklusif menjadi salah satu faktor penting dalam menurunkan tingkat kematian bayi. Peningkatan jumlah ibu yang menyusui dapat menyelamatkan 820.000 anak di bawah usia lima tahun, termasuk 87% bayi berusia enam bulan. Meskipun demikian, angka pemberian ASI secara keseluruhan masih di bawah target yang ditetapkan secara internasional. Mencapai target dalam pemberian ASI sulit dilakukan karena terganggunya proses pemberian ASI. Kekurangan dan ketidaklancaran produksi ASI dapat mengakibatkan pasokan ASI yang tidak mencukupi bagi bayi. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk Penguatan Program ASI Eksklusif Dan Pencegahan Stunting Melalui Pemberian Informasi Dan Pelatihan Pijat Oksitosin Bagi Ibu Hamil Di Desa Panji, Kabupaten Buleleng. Metode Metode kegiatan ini adalah pelatihan terhadap 15 ibu hamil di desa panji. Pelatihan dimulai dari pretest, penyampaian materi, praktek pijat oksitosin, diakhiri dengan posttest. Hasil pengabdian ini didapatkan peningkatan pengetahuan dari awalnya tidak ada pada kategori pengetahuan baik (0%) menjadi 80% memiliki pengetahuan baik diakhir pelatihan serta seluruh ibu hamil mampu melakukan pijat oksitosin yang mendukung terwujudnya program ASI Eksklusif guna mencegah terjadinya stunting sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas di desa tersebut. Kata Kunci: Asi Eksklusif, Pijat Oksitosin, Pelatihan, Ibu Hamil
Nutrisi Antenatal Sebagai Pilar Utama Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Ibu Hamil Yanti, SST., M.Keb, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1405

Abstract

Stunting is a global health problem, including in Indonesia, caused by chronic malnutrition, recurrent infections, and inadequate stimulation during the first 1,000 days of life. Although the prevalence of stunting in Indonesia decreased from 24.4% in 2021 to 21.6% in 2022, it remains far from the national target of 14% by 2024. In Banyumas Regency, the prevalence has fluctuated, declining from 21.6% in 2021 to 16.6% in 2022, but rising again to 20.9% in 2023. The main contributing factors include limited maternal knowledge about optimal nutrition, low family income, and persistent pregnancy-related myths. The identified problem was the high prevalence of stunting and the absence of sufficient socialization or education programs for pregnant women regarding stunting prevention. The aim of this activity was to improve pregnant women’s knowledge about stunting prevention through the optimization of nutritional intake during pregnancy. The methods included the measurement of pre-pregnancy Body Mass Index (BMI), administration of a pretest questionnaire, delivery of health education on antenatal nutrition, stunting and its prevention, interactive discussions, and a posttest for evaluation. The program was attended by 28 pregnant women in Tamansari Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The results showed that 46.42% of participants had an underweight pre-pregnancy BMI. At baseline, most participants (82.14%) were categorized as having low knowledge, with an average score of 46.43. After the intervention, knowledge improved significantly, with 71.42% of participants categorized as having good knowledge, and the mean score increased to 79.64. In conclusion, antenatal nutrition education was proven effective in improving pregnant women’s knowledge and should be implemented continuously to support stunting prevention efforts from the early stages of pregnancy.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Hipertensi pada Ibu Hamil di TPMB “LM” Tahun 2024-2025: The Association of Body Mass Index (BMI) with Hypertension in Pregnant Women in TPMB “LM” during 2024-2025 Period Nyoman Gita Laksmi Maharani; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Luh Mertasari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4958

Abstract

Hypertensive disorders during pregnancy remain one of the leading obstetric complications contributing significantly to the high Maternal Mortality Rate (MMR). Maternal nutritional status, commonly assessed using Body Mass Index (BMI) measurement, has been recognized as a significant risk factor for the development of hypertension during pregnancy. Monitoring BMI from early pregnancy constitutes an essential component of antenatal care to support early detection and prevention of hypertensive disorders in pregnancy. This research aimed to determine the association between BMI and the incidence of hypertension among pregnant women. A quantitative descriptive study with cross-sectional design was conducted using secondary data obtained from medical records and maternal registers at the Independent Midwife Practice “LM” during the 2024-2025 period. This study sample consisted of 188 pregnant women selected through a total sampling technique based on predefined inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate and bivariate approaches with the Chi-Square test at a significant level of ≤0,05. The findings indicated that the majority of respondents had a normal BMI (52,1%) and did not experience hypertension (66,5%). Statistical analysis indicated a significant association between BMI and the incidence of hypertension in pregnancy, with p-value of 0,000 (p≤0,05). A higher proportion of hypertension was observed among pregnant women classified as overweight and obese BMI compared to those with underweight or normal BMI. Therefore, optimizing BMI monitoring and nutritional status management from early pregnancy is necessary as part of preventive efforts against hypertension in pregnant women.   Abstrak Gangguan hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Status gizi ibu hamil yang dinilai melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) diketahui berperan besar sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi pada ibu hamil. Pemantauan IMT sejak awal kehamilan menjadi komponen penting dalam pelayanan antenatal untuk mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan hipertensi dalam kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis dan buku register ibu hamil di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) “LM” tahun 2024-2025. Sampel penelitian berjumlah 188 ibu hamil yang ditentukan melalui teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT normal (52,1) dan tidak mengalami hipertensi (66,5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara IMT dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan p-value 0,000 (p≤0,05). Proporsi kejadian hipertensi lebih tinggi ditemukan pada ibu hamil dengan IMT gemuk dan obesitas dibandingkan dengan ibu hamil dengan IMT kurus atau normal. Sehingga, optimalisasi pemantauan IMT dan pengendalian status gizi sejak awal kehamilan perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan hipertensi pada ibu hamil.
Apakah Tingkat Stres Berhubungan dengan Siklus Menstruasi pada Dewasa Muda : Is Stress Levels Related to Menstrual Cycles in Young Adults Ni Kadek Dwi Nanda Restiani; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4959

Abstract

Regular menstruation is an important indicator of reproductive health because it reflects the balance of the hormonal system. Stress is one of the determinants that can affect the menstrual cycle. Midwifery students are a vulnerable group to experience stress due to academic demands and clinical practice. This study was conducted using a quantitative method using a cross-sectional approach. The study population consisted of female students of the D3 and S1 Midwifery study programs in the 2023-2025 intake. The study sample consisted of 158 respondents taken using a total sampling technique. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire, while menstrual cycles were categorized as normal and abnormal. Data analysis was performed using the chi-square test. The majority of respondents were in a state of moderate stress levels (80.4%) and had normal menstrual cycles (75.9%). The chi-square test results obtained a p-value of 0.489 (p > 0.05), which means there is no relationship between stress levels and menstrual cycles in midwifery students.. The stress levels experienced by most respondents were still within adaptive limits so they did not have a significant impact on the menstrual cycle. In addition, other factors such as body mass index (BMI), fatigue, lifestyle, and individual coping skills are confounding factors in influencing menstrual regularity. Stress levels are not significantly associated with menstrual regularity in midwifery students and are not the sole factor influencing menstrual regularity.   Abstrak Menstruasi yang teratur merupakan indikator penting dalam kesehatan reproduksi karena menggambarkan keseimbangan sistem hormonal. Stres menjadi salah satu determinan yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Mahasiswa kebidanan menjadi kelompok rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan praktik klinik. Studi ini dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswi program studi D3 dan S1 Kebidanan angkatan 2023-2025. Sampel penelitian berjumlah 158 responden yang diambil menggunakan tenik total sampling. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan siklus menstruasi dikategorikan menjadi normal dan tidak normal. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Mayoritas responden berada dalam kondisi tingkat stres sedang (80,4%) dan memiliki siklus menstruasi normal (75,9%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value yaitu 0,489 (p > 0,05), yang artinya tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan. Tingkat stres yang dialami responden sebagian besar masih berada dalam batas adaptif sehingga belum berdampak signifikan terhadap siklus menstruasi. selain itu, terdapat faktor lain seperti indeks massa tubuh (IMT), kelelahan, pola hidup dan kemampuan coping individu yang menjadi faktor perancu dalam mempengaruhi keteraturan menstruasi. Tingkat stres tidak berhubungan secara signifikan dengan keteraturan menstruasi pada mahasiswa kebidanan dan bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi keteraturan menstruasi.
Hubungan Paritas dan Umur Kehamilan Terhadap Kejadian Anemia pada Ibu Hamil: The Relationship Between Parity and Gestational Age with the Incidence of Anemia in Pregnant Women Ni Kadek Gina Pramitayani; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4960

Abstract

Anemia during pregnancy remains a public health problem that carries the risk of increasing maternal and neonatal morbidity, including preterm birth, low birth weight, and other obstetric complications. Parity and gestational age are thought to contribute to the incidence of anemia, but previous studies have shown inconsistent findings. This study aims to analyze the relationship between parity and gestational age with the incidence of anemia in pregnant women. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach and utilized secondary data from the antenatal care (ANC) service register. The study population was all pregnant women registered at the TPMB "PA" in 2025. The sample was determined using a total sampling technique with 124 respondents who met the inclusion criteria. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The Chi-Square test was initially applied, and when the assumptions were not met (expected count <5), Fisher’s Exact Test was used with a significance level of  p<0.05. The results showed no significant relationship between parity and the incidence of anemia in pregnant women (Fisher’s Exact test, p = 0.457). Similarly, gestational age was not significantly associated with the incidence of anemia (Fisher’s Exact test, p = 0.598). Parity and gestational age were not significantly associated with the incidence of anemia in pregnant women. These findings indicate that anemia in pregnancy is multifactorial and may be influenced by other factors such as nutritional status, adherence to iron tablet consumption, and regular antenatal care (ANC) checkups. Therefore, anemia prevention efforts need to focus on optimizing nutritional needs, adherence to iron supplementation, and improving the quality of antenatal care.   Abstrak Anemia selama kehamilan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berisiko meningkatkan morbiditas maternal dan neonatal, termasuk persalinan prematur, berat badan lahir rendah, serta komplikasi obstetri lainnya. Paritas dan umur kehamilan diduga berkontribusi terhadap kejadian anemia, namun hasil penelitian sebelumnya menujukkan temuan yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paritas dan umur kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil.  Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan memanfaatkan data sekunder dari register pelayanan antenatal care (ANC). Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di TPMB “PA” tahun 2025. Sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 124 orang yang memenuhi kriteria inklusi.  Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji Chi Square  digunakan pada tahap awal, dan apabila asumsi tidak terpenuhi (frekuensi harapan <5) maka digunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan (Fisher’s Exact test, p = 0.457). Demikian pula, umur kehamilan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia (Fisher’s Exact test, p = 0.598). Paritas dan umur kehamilan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Temuan ini mengindikasikan bahwa anemia pada kehamilan bersifat multifaktorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti status gizi, kepatuhan konsumsi tablet Fe, serta keteraturan pemeriksaan ANC. Oleh karena itu, upaya pencegahan anemia perlu difokuskan pada optimalisasi pemenuhan gizi, kepatuhan suplementasi zat besi, dan peningkatan kualitas pelayanan antenatal.