p-Index From 2021 - 2026
8.344
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography ASPIRATOR Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Preventif Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Faletehan Health Journal NERSMID: Jurnal Keperwatan dan Kebidanan JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Medical Technology and Public Health Journal JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Journal of Applied Health Management and Technology PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Cahaya Mandalika J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Indonesian Journal of Cancer Berita Kedokteran Masyarakat SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Jurnal manajemen informasi kesehatan Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Unnes Journal of Public Health Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUP Fatmawati Tahun 2020 Dhamayanti, Grahyta; Rahmaniati, Martya
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital saat ini rumah sakit dituntut untuk memanfaatkan teknologi informasi yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Teknologi informasi juga digunakan untuk memperbaiki mutu rekam medis rawat inap yang sering menghasilkan informasi yang tidak efektif bagi rumah sakit. Informasi yang tidak efektif sering disebabkan oleh adanya rekam medis rawat inap yang tidak lengkap dan terlambat dikembalikan. Di RSUP Fatmawati Jakarta terdapat peningkatan prosentase keterlambatan pengembalian dan ketidaklengkapan dokumen rekam medis rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi alur, kebutuhan sistem informasi yang akan dikembangkan, serta merancang sistem informasi monitoring dokumen rekam medis rawat inap di RSUP Fatmawati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dilakukan secara bertahap sesuai tahapan SDLC, serta menggunakan pendekatan metode prototipe. Sistem informasi monitoring dokumen rekam medis rawat inap dirancang melalui penyusunan alur sistem, perancangan basis data, tampilan antarmuka (userinterface), standar prosedur operasi (SPO), dan manualbook. Sistem informasi yang baru dapat mengatasi permasalahan yang terjadi, mempercepat dan mempermudah pekerjaan petugas, serta menghasilkan laporan yang bermutu. Sehingga capaian SPM rumah sakit dan indikator mutu IRMIK meningkat. Sebaiknya ada dukungan penyediaan sarana dan prasarana dari rumah sakit untuk pengembangan sistem informasi monitoring dokumen rekam medis rawat inap, perlu adanya sosialisasi SPO dan manualbook, proses uji coba sistem kepada user, serta sebaiknya dilakukan upaya perawatan basis data secara berkala.
Autokorelasi Spasial Prevalensi Stunting di Jawa Barat Tahun 2021 Riznawati, Aldila; Yudhistira, Deny; Rahmaniati, Martya; Sipahutar, Tiopan; Eryando, Tris
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka prevalensi stunting Provinsi Jawa Barat tahun 2021 sebesar 24,5% dan menjadi salah satu provinsi dengan kategori stunting kronis-akut di Indonesia. Analisis spasial digunakan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi secara spasial antar wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat berdasarkan prevalensi stunting. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif dan terdapat korelasi secara spasial yang artinya prevalensi stunting di satu wilayah kabupaten/kota berkaitan dengan wilayah disekitarnya. Wilayah yang menjadi hotspot stunting di Jawa Barat tahun 2021 berdasarkan pola kluster yang terbentuk adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung. Ketiga wilayah ini menjadi prioritas utama dalam melakukan intervensi penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat.
Pengaruh Komorbid Terhadap Tingkat Survival Pasien dengan Diabetes Tipe II: Analisis Data Sampel BPJS 2015-2021 Abimayu, Anggi Tria; Rahmaniati, Martya
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2021 Indonesia menempati peringkat ke-6 di dunia dengan kasus kematian akibat diabetes terbanyak. Tingginya angka kematian diabetes disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah komorbiditas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh komorbid terhadap tingkat survival penderita diabetes tipe II di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sampel kontekstual diabetes melitus BPJS tahun 2015-2021 dengan desain kohort retrospektif dan didapatkan jumlah sampel 96.379 terbobot. Dilakukan analisis statistik univariat, bivariat dengan kurva Kaplan-Meier dan Uji Log-Rank, dan multivariat dengan uji cox proportional hazard. Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita diabetes tipe II yang memiliki komorbid mempunyai cumulative survival probability (CSP) yang lebih rendah dan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki komorbid, terutama pada penderita yang memiliki komorbid tidak sesuai (CSP=85,6%; 95% CI=84,4-86,7%; aHR=1,64; 95%; CI=1,150–1,390). Maka dari itu, penting untuk memperhatikan perawatan yang diberikan kepada penderita diabetes tipe II yang memiliki komorbid tidak sesuai agar perawatan yang diberikan tidak memperburuk kondisi salah satu penyakit.
Determinan Kematian Balita di Provinsi Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat: Analisis Data SDKI 2017 Mutaqin, Jilan Salshabilla; Rahmaniati, Martya; Hastono, Sutanto Priyo; Sipahutar, Tiopan
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat memiliki angka kematian balita tertinggi berdasarkan wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur. Tingginya kematian balita terkait langsung dengan keberlanjutan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosio-ekonomi, lingkungan tempat tinggal, serta pemeliharaan kesehatan anak. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki determinan kematian balita menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Analisis dilakukan pada 1056 sampel dengan uji potong lintang dan regresi logistik untuk melihat faktor kematian balita yang signifikan serta besar risiko masing-masing faktor pada determinan sosio-ekonomi dan proksi. Jumlah kelahirkan, jenis kelamin anak, ibu yang tidak memberikan ASI, pendidikan ibu, dan umur ibu saat melahirkan menjadi faktor risiko kematian balita. Faktor-faktor pada kedua determinan sosio-ekonomi maupun proksi merupakan faktor penting terhadap kematian balita di Provinsi Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat sehingga interversi yang mengarah pada program perencanaan keluarga, khususnya terkait jumlah kelahiran perlu dilakukan untuk menurunkan angka kematian balita.
Pemodelan Statistik Hubungan Pemenuhan Standar Pelayanan Kesehatan Ibu dengan Penggunaan Metode KB Pascapersalinan di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku Hanafi, Nurrachda; Rahmaniati, Martya; Siregar, Kemal N; Falupi, Lilik Aryani
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pemenuhan standar pelayanan Kesehatan ibu terhadap penggunaan metode KB Pascapersalinan dengan tujuan mengetahui hubungan antara pemenuhan standar pelayanan Kesehatan ibu terhadap penggunaan metode KB pascapersalinan di NTT, Sulawesi Barat, Maluku. Desain studi cross-sectional dengan analisis multivariabel regresi logistik menggunakan data sekunder SDKI 2017. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 404 sampel dengan rincian NTT (151), Sulawesi Barat (115), Maluku (138) pada WUS yang pernah melahirkan anak hidup dalam periode satu tahun terakhir dan menggunakan metode KB pascapersalinan periode 42 hari setelah melahirkan. Proporsi penggunaan metode KB pascapersalinan di NTT 32,5%, Sulawesi Barat 33% dan Maluku 39,9%. Hasil penelitian bivariat menunjukkan pemenuhan standar pelayanan kesehatan ibu memiliki hubungan terhadap penggunaan metode KB pascapersalinan. Setelah dilakukan analisis pemodelan, ketiga provinsi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemenuhan standar pelayanan kesehatan ibu dengan penggunaan metode KB pascapersalinan setelah dikontrol oleh variabel kovariat (NTT: AOR=2,228 dengan 95% CI=1,006-4,935; Sulawesi Barat: AOR=3,537 dengan 95% CI=1,300-9,620; Maluku: AOR=2,329 dengan 95% CI=1,114-4,870). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode KB pascapersalinan akan meningkat secara subtansial jika lebih banyak WUS hamil yang melakukan pelayanan kesehatan (pelayanan antenatal, pelayanan persalinan, pelayanan nifas) sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Kematian Akibat Penyakit Kardiovaskular Jemaah Haji Indonesia Tahun 2023 Rahman, Muhammad Aulia; Rahmaniati, Martya; Angesti, Raissa Lingga
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah haji adalah ibadah yang dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan, yang pada tahun 2023 lalu dilakukan oleh 1.845.045 jiwa dari seluruh dunia. Sebagian besar dari kegiatan ibadah haji merupakan kegiatan fisik, ditambah stresor eksternal seperti cuaca, udara yang panas dan teriknya matahari, membuat faktor kesehatan menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran seluruh proses ibadah haji, adapun kriteria sehat tersebut ditentukan berdasarkan istithaah kesehatan jemaah haji. Kematian jemaah haji di tahun 2023 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, angkanya mencapai 798 jiwa, dan 42%nya merupakan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu dilakukan penelitian cross-sectional dengan mengambil data sekunder dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (SISKOHATKES), untuk mengetahui pengaruh faktor risiko yang berkaitan terhadap kematian jemaah haji Indonesia akibat penyakit kardiovaskular. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa usia (nilai P
Analisis Spasial Autokorelasi Tuberkulosis di Pulau Jawa Tahun 2021 Pamadi, Nayaka Nayottama; Siregar, Kemal N; Rahmaniati, Martya; Atmiroseva, Atmiroseva
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Terlebih, adanya pandemi COVID-19 berimbas kepada berkurangnya progress dan penanganan TB di tahun 2021, maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengetahui situasi TB dan melihat hubungan spasial pada kasus TB dengan faktor-faktor risikonya di salah satu wilayah dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia; Pulau Jawa, di tingkat kabupaten/kota. Faktor risiko dibagi menjadi dua kelompok, yaitu faktor geografis seperti rata-rata ketinggian, suhu tahunan, dan kelembaban tahunan; serta faktor sosiodemografi yang mencakup kepadatan penduduk/densitas, jumlah fasilitas kesehatan, dan rata-rata usia diagnosis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola mengelompok di seluruh variabel; proporsi TB, jumlah fasilitas kesehatan, rata-rata umur diagnosis, kepadatan penduduk, ketinggian rata-rata, suhu, dan kelembaban tahunan. Hasil uji signifikansi menemukan adanya hubungan spasial pada rata-rata umur diagnosis, kepadatan penduduk, ketinggian rata-rata, suhu, dan kelembaban tahunan, sedangkan jumlah fasilitas kesehatan dengan proporsi TB tidak ditemukan adanya hubungan spasial. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi dalam alokasi sumber daya penanganan TB dan sebagai kesempatan bagi penelitian selanjutnya untuk menggali lebih jauh mengenai hubungan kompleks antara TB dengan faktor-faktor risikonya.
ANALISIS SPASIAL PRIORITAS PENANGANAN STUNTING DI PROVINSI ACEH TAHUN 2021 Sakti, Eka Satriani; Makful, Martya Rahmaniati; Dewi, Romariana
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v8i1.3856

Abstract

Stunting adalah kondisi tubuh pendek yang tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan tinggi/panjang badan berdasarkan usia yang disebabkan oleh gangguan gizi kronis. Prevalensi stunting tahun 2021 di Indonesia adalah 24,4%, belum mencapai target penurunan yang ditetapkan WHO yaitu 20%. Prevalensi stunting di Provinsi Aceh masih tergolong tinggi yaitu 33,2%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan memetakan faktor-faktor yang berkorelasi dengan stunting sehingga dapat ditentukan daerah prioritas penanganan stunting di Provinsi Aceh. Penelitian merupakan studi deskriptif ekologi dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Sumber data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 dan Profil Kesehatan Aceh tahun 2021. Klasifikasi berdasarkan standar WHO untuk prevalensi stunting dan metode natural breaks (jenks) untuk variabel faktor-faktor yang berkorelasi dengan stunting. Penentuan daerah prioritas dilakukan dengan akumulasi hasil skoring seluruh variabel untuk masing-masing kabupaten/kota. Hasil analisis diketahui kabupaten/kota prioritas 1 adalah Kabupaten Pidie, Bireun, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Besar, dan Aceh Utara. Saran dilakukan intervensi penanganan stunting pada wilayah prioritas 1 dan diperlukan analisis lanjutan penentuan daerah prioritas penanganan stunting tidak hanya berdasarkan variabel di penelitian ini, tetapi juga variabel yang berkaitan dengan intervensi gizi sensitif sehingga penentuan daerah prioritas dapat lebih tepat.
Analisis Spasial Cakupan Imunisasi di Kabupaten Serang, Indonesia di Tahun 2021 Fitri, Laelatul; Makful, Martya Rahmaniati
Faletehan Health Journal Vol 11 No 03 (2024): Faletehan Health Journal, November 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i03.744

Abstract

The incidence of deaths of children under five years of age in low- and middle-income countries due to imperfect immune system was estimated to increase, which actually can be prevented and reduced by immunization. In 2021, Banten Province received the highest immunization rating in Indonesia with coverage of 94.8%. However, in its Serang Regency, complete basic immunization coverage was only 89.2%. The aim of this study was to find out the spatial distribution of complete immunization coverage in Serang Regency, Banten Province, Indonesia in 2021. This research used an ecological study design with spatial analysis to estimate and analyze the distribution of immunization coverage in 29 districts in Serang Regency by looking at the number of integrated health post (Ina. posyandu) and the number of midwives spread across them. The analysis results showed a negative spatial autocorrelation of immunization coverage in Serang Regency in 2021. There was 1 district included in quadrant II (low-high), namely Bandung District and 1 district included in quadrant IV (high-low), namely Padarincang District.
EVALUATING THE QUALITY OF UNINTENDED PREGNANCY SERVICES AT PKBI CLINIC DKI JAKARTA Yunanda, Rista; Rahmaniati, Martya; Prasetyo, Sabarinah
Journal of Applied Health Management and Technology Vol 6, No 2 (2024): October 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v6i2.11595

Abstract

Based on WHO estimates, the unintended pregnancy rate in Indonesia is 40/1,000 women aged 15-49 years. PKBI clinic recorded 210 cases of unintended pregnancy from 2022 to 2024. These cases pose significant risks to maternal and child health. The high incidence of these cases necessitates the provision of high-quality services by health facilities. This is crucial to enhance patient satisfaction and improve service access. The objective of this study is to give an overview of the quality services evaluation for unintended pregnancy at PKBI Clinic. This study is a descriptive study using secondary data from the PKBI clinic based on monthly patient visits from 2022 to 2024.  The analysis uses a Run Chart and Control Chart. The results of the Run Chart analysis indicate the presence of common causes that remain under system control, whereas further analysis using Control Charts reveals the presence of special causes. These special causes are associated with patient surges at certain times and the impact of health education programs. However, to anticipate patient surges, the PKBI clinic is still lacking in human resources. This study concludes that Control Charts are more sensitive in detecting special causes due to the presence of control limits that can identify out-of-control data and detect small changes. The evaluation of service quality for unintended pregnancies at the PKBI clinic demonstrates good quality, but a lack of human resources can reduce this quality. Therefore, there is a need for additional staff, training, and better management of work schedules.
Co-Authors Abimayu, Anggi Tria Adella, Tiara Ahmad Khumaidi Annaja Aldila Riznawati Aldila Riznawati Andrean, Jessie Angesti, Raissa Lingga Anggi Tria Abimayu Apriantini, Inna Artha Prabawa Atmiroseva, Atmiroseva Besral . Deny Yudhistira Deny Yudhistira Deny Yudhistira Deny Yudhistira Desya Mulyaningrum Dewi Susanna Dewi, Romariana Dhamayanti, Grahyta Dian Fajar Hapsari Dian Mulya Sari Dian Pratiwi Dion Zein Nurizin Dwisaputro, Sigit Dwitasari, Indah Emilia Pandin Madao Fajar Nugraha Fajar Nugraha Falupi, Lilik Aryani Fentia Budiman Fifi Dwijayanti Fitri, Laelatul Gea Puteri Utami Grahyta Dhamayanti Gustina, Ira Hanafi, Nurrachda Handayani, Yolanda Hariastuti, Dwi Ristiani Hendi Setiadi Hermawati, Ema Huda Rahmawati Ina Rahayu Ginting Indah Sri Wahyuni Indang Trihandini Indriyani Inggarputri, Yuanita Rizky Inna Apriantini Intansari Intansari Jesa Nuhgroho Jilan Salshabilla Mutaqin Kemal N. Siregar Kholifatul Mardiah Kusumadewi, Ni Nengah Sri Laelatul Fitri Lestari, Andini Ayu Lestiantoro, Sebalt Liza Meutia Manendra Muhtar Mario Ekoriano Meutia, Liza Milla Herdayati, Milla Mochamad Anwarid Ardans Pratama Muhammad Aulia Rahman Mulyaningrum, Desya Mutaqin, Jilan Salshabilla Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Nabila Vebiana Soviadi Nashriyah, Siti Fadhilatun Ni Nengah Sri Kusumadewi Nia Watri Wahyuni Novitasari, Prihatini Dini Nugroho, R Nasrullah Nur Nuhgroho, Jesa Nuridzin, Dion Zein Nurizin, Dion Zein Nurvita Ruwandasari Nurzahara Bagus Okfriani, Coraima Pamadi, Nayaka Nayottama Popy Yuniar Popy Yuniar Putri, Nur A’isyah Amalia Putu Dian Karmana Putu Dian Karmana R Sutiawan Rahmawati Jalih Ratih Trivalni Regita Septiani Regita Septiani Retnowati Retnowati Risma Risma Rita Damayanti Riznawati, Aldila Robet Triarjunet Roma Yuliana Sabarinah Prasetyo safitri widayanti Sakti, Eka Satriani Simanjuntak, Saidah Fatimah Sari Sipahutar, Tiopan Sofiyulloh, Sofiyulloh Sofwatun Nida Srimayarti, Berly Nisa Suharyo Adijoyo Nugroho Sutanto Priyo Hastono Sutanto Priyo Hastono Sutiawan, R Tampubolon, Romariana Dewi Teti Tejayanti Teti Tejayanti Tiara Adella Tiopan Sipahutar Tri Wahyudi Triarjunet, Robet Tris Eryando Trisari Anggondowati Verry Adrian Wiyanti, Zulvi Yohana Septianty Isabel Yolanda Handayani Yudhistira, Deny Yuli Puspita Devi Yuli Puspita Devi Yuli Puspita Devi Yunanda, Rista Yuni Laferani Zainul Khaqiqi Nantabah