p-Index From 2021 - 2026
4.749
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDY ON MARKET PROCESS OF TUNA POLE-AND-LINE FISHERY IN EASTERN INDONESIA: A STUDY CASE IN SORONG, PAPUA BARAT PROVINCE Alexander M.A Khan; Lantun P. Dewanti; Izza M. Apriliani; Dedi Supriadi; Anta M. Nasution; Tim S. Gray; Aileen C. Mill; Nicholas V. C. Polunin
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 26, No 1 (2020): (June) 2020
Publisher : Research Center for Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.728 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.26.1.2020.33-39

Abstract

This research is a study of the way the small-scale pole-and-line tuna fishery in Sorong, Indonesia by examining official records of supply chains; key informant and fishers’ perceptions of marketing; and personal observations of landings and selling. The main finding of the study is that the pole-and-line fishers in Sorong have made strenuous efforts to escape the constrictions of middlemen by direct selling to processors. 
Potensi wisata olahraga air sungai Ciherang: Kayak X Hartifiany Praisra; Cipta Endyana; Alexander Muhammad Akbar Khan; Asep Mulyana
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2021): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v10i1.13532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penilaian atas potensi wisata olahraga air yang dimiliki oleh Kayak X di Sungai Ciherang, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Kayak sendiri merupakan olahraga air bernuansa ekstrem yang belum memiliki pamor baik di industri pariwisata khususnya wisata olahraga air. Wisata olahraga air dianggap sebagai alternatif pariwisata agar wisatawan bisa merasakan kegiatan baru yang tidak bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pelarian serta memberi kepuasan tersendiri. Kayak X dikelola dengan sistem Community-based tourism oleh pemuda sekitar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan data kemudian dimanfaatkan melalui analisa MSPDM (Marketibility, Sustainibility, Participatory, and Disaster Mitigation) melalui self-assessment yang dilihat dari indikator dari keempat aspek tersebut sehingga menghasilkan nilai dan sebutan yang sesuai. Hasil penelitian ini adalah Kayak X termasuk dalam destinasi wisata rintisan sesuai dengan hasil hitungan nilai akhir destinasi wisata. Meski hasilnya tidak begitu baik, namun Kayak X memiliki potensi lebih agar kedepannya bisa menjadi destinasi wisata mandiri dengan memenuhi indikator yang ada.
KEPADATAN STOK IKAN DEMERSAL MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP DOGOL DI KABUPATEN PANGANDARAN Lantun Paradhita Dewanti; Haidar Fathurrahman; Alexander Khan; Izza Mahdiana Apriliani; Heti Herawati
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 3 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.624 KB) | DOI: 10.29244/core.3.3.241-248

Abstract

Keberadaan dogol dianggap berkontribusi terhadap menurunnya kondisi sumberdaya perikanan di Pangandaran, khususnya ikan demersal. Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya ikan dapat dilakukan apabila adanya ketersediaan dan distribusi sumberdaya telah diketahui dengan baik sehingga langkah kebijakan eksploitasi dapat dilakukan dengan tepat tanpa membahayakan kelestariannya. Tujuan dari riset ini adalah untuk menganalisis laju tangkap dan kepadatan stok ikan demersal berdasarkan luas area sapuan alat tangkap dogol yang dioperasikan di perairan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Riset dilaksakan mulai bulan Agustus 2018-Juli 2019 di wilayah timur perairan Pangandaran. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun (Desa Sagara Anakan, Bagolo, dan Babakan) dengan masing-masing 8 kali ulangan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan sampel ikan demersal diambil secara langsung dengan metode sapuan wilayah menggunakan alat tangkap dogol. Hasil tangkapan utama alat tangkap dogol di Pangandaran terdiri dari udang dogol (Metapenaeus ensis) dengan presentase 2%, udang rebon (Acetes indicus) dengan presentase 81%, dan udang krosok (Parapenaopsis sp.) dengan presentase 14%. Kondisi oseanografis di wilayah penelitian memiliki substrat lumpur dan lumpur berpasir dengan kedalaman berkisar antara 8-120 meter. Hasil riset menunjukkan alat tangkap dogol yang digunakan di stasiun 3 memiliki nilai laju tangkap terbesar yaitu sebesar 21,08 kg/jam, sedangkan kepadatan stok tertinggi ada pada stasiun 2 dengan nilai densitas 423,7 kg/km2. Kata kunci: dogol, ikan demersal, laju tangkap, kepadatan stok
SELEKTIVITAS GILLNET YANG MENANGKAP SUMBERDAYA IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus) DI KABUPATEN PANGANDARAN Lantun Paradhita Dewanti; Yafi Ibnu Sienna; Alexander Khan; Izza Mahdiana Apriliani; Heti Herawati
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 3 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.899 KB) | DOI: 10.29244/core.3.3.273-281

Abstract

Ikan layur (Trichiurus lepturus) merupakan komoditas utama yang bernilai ekonomis tinggi di Pangandaran. Penelitian ini bertujuan menentukan perbandingan selektivitas alat tangkap gillnet dengan hasil tangkapan ikan layur berdasarkan frekuensi panjang, proporsi hasil tangkapan utama dan sampingan, serta kurva selektivitas di Kabupaten Pangandaran. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer merupakan data hasil tangkapan dan panjang ukuran ikan. Data sekunder yang dikumpulkan adalah data produksi perikanan tangkap di Kabupaten Pangandaran. Analisis data dilakukan dengan bantuan software Microsoft Excel. Ikan layur di Kabupaten Pangandaran ditangkap menggunakan alat tangkap gillnet dan pukat pantai, walaupun didominasi oleh gillnet. Hasil penelitian menunjukkan gillnet berukuran mata jaring 3 inci dengan nilai L75 = 73,2 cm dan S3l = 0,64 lebih selektif dibanding gillnet ukuran mata jaring 2 inci dengan nilai L75 = 69,2 cm dan S2l = 0,62. Alat tangkap gillnet ukuran mata jaring 3 inci lebih selektif menangkap ikan layur yang sudah layak tangkap di Kabupaten Pangandaran dibandingkan dengan gillnet ukuran mata jaring 2 inci. Kata kunci: gillnet, selektivitas, Trichiurus lepturus, Pangandaran
KARAKTERISTIK DESAIN KAPAL BANTUAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DI KABUPATEN SUBANG Izza M Apriliani; Alexander MA Khan; Pringgo KDNY Putra; Pipit Fitriyani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 3 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.3.243-249

Abstract

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki program pemberian kapal bantuan penangkapan ikan kepada nelayan. Untuk mengetahui keberhasilan program pemberian kapal bantuan salah satunya dengan menganalisis karakteristik desain kapal tersebut. Tujuan dari riset ini yaitu menganalisis karakteristik desain kapal berdasarkan rasio dimensi, general arrangement dan bentuk badan kapal. Riset dilakukan dengan metode deskriptif untuk menggambarkan karakteristik desain. Pengambilan data selama bulan Februari-Mei 2021 dengan objek 6 kapal bantuan yang berbasis di Kabupaten Subang. Berdasarkan hasil riset kapal bantuan memiliki rasio dimensi yang sesuai dengan rasio dimensi kapal perikanan di Indonesia. General arrangement pada setiap jenis ukuran kapal memiliki kesamaan dalam mendukung operasi penangkapan ikan. Bentuk kasko kapal bagian depan berbentuk V-bottom, sedangkan bagian midship sampai buritan memiliki bentuk kasko kapal U-bottom, dan bentuk transom di bagian buritan. Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan dalam mengoperasikan alat tangkap statis khususnya gillnet. Kata kunci: bentuk kasko, dimensi utama, general arrangement, rasio dimensi
KENDALA PENGEMBANGAN GEOSITE TEBAT RASAU SEBAGAI KAWASAN GEOWISATA BERKELANJUTAN DI GEOPARK BELITONG Aliyatun Nurul Hasanah; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Alexander M.A Khan
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6273

Abstract

Abstrak: Tebat Rasau adalah salah satu situs geowisata yang terbentuk dari aliran sungai purba yang masih alami. Geosite Tebat Rasau juga memiliki potensi untuk dikembangkan, situs ini berada di Kawasan Geopark Belitong. Geosite Tebat Rasau memiliki 2 unsur yang menjadi daya tarik pengembangan yaitu potensi keanekaragaam hayati dan keragaman budaya. Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur turut andil dalam pengembangan objek wisata ini dengan menetapkannya sebagai destinasi prioritas, namun karena minimnya SDM, pengembangan daya tarik wisata ini kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana interaksi dan peran dari semua unsur stakeholder dalam pengembangan Geosite Tebat Rasau di Geopark Belitong sebagai daya tarik geowisata serta apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan geowisata di lokasi Geosite Tebat Rasau. Dan secara berkelanjutan masyarakat. Penelitian dilakukan secara mixmetode. Kerangka kerja geowisata berkelanjutan mengacu kepada penggunaan metode survei melalui pengumpulan data geologi dan data interaktif wawancara kepada responden Kata Kunci: Berkelanjutan; Belitung Timur; Geowisata; Tebat Rasau Abstract: The Tebat Rasau is one of the geotourism sites formed from an unspoiled ancient river flow. The Tebat Rasau Geosite also has the potential to be developed, this site is located in the Belitong Geopark Area. The Tebat Rasau Geosite has 2 elements that are attractive for development, namely the potential for biodiversity and cultural diversity. The Regional Government of East Belitung Regency took part in the development of this tourist attraction by setting it as a priority destination, but due to the lack of human resources, the development of this tourist attraction is less than optimal. The purpose of this study is to describe how the interactions and roles of all stakeholders in the development of the Tebat Rasau Geosite in the Belitong Geopark as a geotourism attraction and what factors influence the development of geotourism at the Tebat Rasau Geosite location. And in a sustainable community. The research was conducted using a mix method. The sustainable geotourism framework refers to the use of survey methods through the collection of geological data and interactive data interviews with respondents Keywords: Sustainable; Belitung Timur; Tourism; Tebat Rasau
STRATEGI PENGEMBANGAN ISTANA MAIMOON, KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Ulfah Azzahra Harahap; Cipta Endyana; Alexander M.A Khan
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6289

Abstract

Abstrak: Istana Maimoon kini menjadi salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) bersejarah di Kota Medan, di dalam terdapat arsitektur unik khas Melayu, barang peninggalan sejarah kerajaan, foto-foto dari Sultan Kerajaan Deli, atraksi sewa baju Adat Melayu, penampilan live music melayu, serta penjualan souvenir. Istana Maimoon pada realita masih belum memenuhi standar dari aspek atraksi secara keseluruhan, hanya ada beberapa atraksi yang dapat di nikmati Istana Maimoon sebagai salah satu Cagar Budaya di Kota Medan harus di lestarikan, dirawat, dan dijaga, oleh sebab itu penulis melihat adanya permasalahan pada kurangnya pengembangan pada Istana Maimoon guna menarik wisatawan berkunjung dan memberikan manfaat kepada penghidupan masyarakat sekitar, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul Strategi Pengembangan Istana Maimoon Kota Medan Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan survey. Strategi pengembangan dilakukan dengan melibatkan Pemerintah, Pengelola, serta Masyarakat. Diduga dengan strategi pengembangan yang dilaksanakan disana maka timbul peluang bagi mereka untuk memaksimalkan diri dan potensi mereka. Sehingga, menjadi satu pembelajaran bagi masyarakat untuk menerima dan turut serta mendukung perkembangan Istana Maimoon. Kata Kunci: Pengembangan; Istana Maimoon; SWOT Abstract: Maimoon Palace is one of the historic Tourist Attractions in Medan City, inside there is unique Malay architecture, royal historical relics, photos of the Sultan of the Deli Kingdom, attractions for renting Malay Traditional clothes, live Malay music performances, and souvenirs. Maimoon Palace in reality still does not reach the standards of the overall attraction aspect, there are only a few attractions that can be enjoyed Maimoon Palace as one of the Cultural Heritage in Medan City must be preserved, cared for, and maintained, therefore the author sees a problem in the lack of the development of the Maimoon Palace in order to attract tourists to visit and provide benefits to the livelihoods of the surrounding community, the authors are interested in conducting research with the title Maimoon Palace Development Strategy, Medan City, North Sumatra. This study uses a descriptive qualitative method with a survey approach method. The development strategy is carried out by involving the Government, Management, and the Community. Allegedly with the development strategy implemented there, there will be opportunities for them to maximize themselves and their potential. Thus, it becomes a lesson for the community to accept and participate in supporting the development of Maimoon Palace. Keywords: Development; Istana Maimoon; SWOT
Productivity and Environmental Friendliness Evaluation of Circular Net Fishing Gear in West Java Rita Rostika; Lantun Paraditha Dewanthy; Alexander M. Khan
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 7 (2023): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v2i7.488

Abstract

Based on the mission of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries (MMAF), namely about sustainability where one of the focuses of realization efforts carried out is to improve the sustainability of capture and aquaculture businesses. The potential of ??ng waters can be developed including ?d?l?h d? freshwater waters (rivers, lakes, ponds), brackish waters (ponds) and marine waters (beaches and high seas). The noble mission is also outlined in the implementation of the 6th nawacita, namely fisheries resource management directed through sub-agendas: Acceleration of national economic growth through increasing fishery products, namely through improving the quality, added value and innovation of fisheries technology, improving the quality of fishery facilities and infrastructure, improving fisheries governance and sustainable fisheries management.  This study aims to analyze  the diversity of the types of circular net fishing equipment in West Java Province, especially the marine waters of the North West Java region, the productivity value of ring nets based on the type and classification of fishing vessel sizes authorized by the Provincial Government, and  productivity and level of environmental friendliness of ring nets used in West Java Province, especially the sea waters of the northern region of West Java.  The study areas studied were the northern coastal areas in West Java, namely Bekasi Regency, Karawang Regency, Subang Regency, Indramayu Regency, and Cirebon Regency. This activity was carried out for one month, namely July 2022.
Efektivitas alat tangkap ikan lemuru di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan Dulmi’ad Iriana; Alexander M. A. Khan; Rita Rostika; Sriati Simpati; Sunarto S
Depik Vol 1, No 3 (2012): December 2012
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.825 KB) | DOI: 10.13170/depik.1.3.282

Abstract

Abstract. This research was conducted on the east coast of Kotabaru District, South Kalimantan on October  to November 2011 using survey methods and literatures review. Primary data obtained by direct observation at research location and performing direct interview with various parties; like fishermen, ship owner, TPI officials and other stakeholders in Kotabaru. The result of direct interview obtained that fishing gear to Tembang Fish (including Lemuru) are lift net and mini purse seine. Based on Standardization Efforts formula the most effective fishing gear for catching Lemuru in Kotabaru District is Purse Seine. Socialization needed to fishers that the recommended tool for catching lemuru in Kotabaru District is the purse seine with fishing fleet size 3 GT – 10 GT.Keywords: fishing gear, lemuru fish, Kotabaru, purse seine
Biological Aspects and Feeding Habits of Spinetail Devil Ray (Mobula mobular) landed in the Palabuhanratu Nusantara Fishing Port Fahira Anggi Novyanti; Selvia Oktaviyani; Moch. Rudyansyah Ismail; Yuniarti M.S.; Alexander M.A Khan
Jurnal Kelautan Tropis Vol 26, No 2 (2023): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v26i2.16068

Abstract

Optimal management of aquatic resources requires a good understanding of the biological aspects and other information related to these resources. This study was conducted to determine the biological aspects and feeding habits of Mobula mobular landed in the Palabuhanratu Nusantara Fishing Port. The research was conducted from September 2021 to May 2022. Data collected through a direct survey that included aspects of biology, stomach contents and information on fishing grounds. It was recorded that 21 individuals of M. mobular landed in the area during the study period. According to the Chi-Square test, the sex ratio between females and males is balanced with the growth pattern of M. mobular was negatively allometric. The male of M. mobular was generally found as immature individuals. The prey items identified in the stomachs belong to five groups: decapods, copepods, gastropods, Polychaeta, and others. Decapods were the most important prey (Index of Relative Importance 99,54%), while the other prey groups were only as complementary food. M. mobular is categorized as a plankton feeder. The fullness index value was 23.8%, while the vacuity index was 76.2% and categorized as relatively low fed. M. mobular is classified as an omnivorous animal that tends to be carnivorous with an animal preference with a trophic value of level 3.
Co-Authors Achmad Rizal Aileen C. Mill Ajeng Wulandari Ajeng Wulandari Ajeng Wulandari Aldi Hakim Alfinna Yebelanti Aliyatun Nurul Hasanah Aliyatun Nurul Hasanah Alsauqi, Rayhan Ambarita, Yolando Ankiq Taofiqurohman S Anta M. Nasution Antares, Pandu Akhbar Arya Maulana Kurniawan Asep Mulyana Bambang Hermanto Cipta Endyana Darmadi - Dede Rudini Dedi Supriadi Dedi Supriadi Dhea Islamiyati Diki Gita Purnama Diki Gita Purnama, Diki Gita Donny Nurhamsyah Dulmi’ad Iriana Dulmi’ad Iriana Eflysa Aprilia Elza Dwi Juniar Evi Novianti Evi Novianti Fahira Anggi Novyanti Fitri Handayani Fitri Handayani Fitri Handayani Gerhaneu, Nineu Yayu Haidar Fathurrahman Handaka, Asep Agus Harahap, Ulfah Azzahra Hariyana, Yolanda Putri Hartifiany Praisra Hendra Yusran Siry Herman Hamdani Heti Herawati Ibnu Faizal Iis Rostini Imam Musthofa Imam Musthofa Imam Musthofa Indallah, Nadwah Purnada Indarwati Aminuddin Indarwati Aminuddin Indarwati Aminuddin Ine Maulina Islamiyati, Dhea Iwang Gumilar Izza M Apriliani Izza M. Apriliani Izza Mahdiana Apriliani Junianto Junianto Juniar, Elza Dwi Lantun Paradhita Dewanti Lantun Paraditha Dewanthy Lucky Kusuma Yuda Ludfi Dwi Rahadian M. Sapari Dwi Hadian M. Wahyudin Lewaru Marya, Nenden Nur Asriyani Maziyya, Nur Mega Laksmini Syamsuddin Moch. Rudyansyah Ismail Mochamad Rudyansyah Ismail Mohamad Sapari Dwi Hadian Muh Rafli Andika Muh. Darwis Muhammad Darwis Mustika Merdeka Riyanti Mustika, Elviana Dian Nicholas V. C. Polunin Nirmalasari, Delinda Noir Primadona Purba Nurani Khoerunnisa Pasaribu, Buntora Pipit Fitriyani Praisra, Hartifiany Pramesti, Defta Ninggar Pringgo KDNY Putra Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Ratna N Kuswara Ratna N. Kuswara Ratna Ningsih Kuswara Rita Rostika Rusky Intan Pratama Saputra, Yudi Ardiansyah Saputri, Deby Aini Selvia Oktaviyani Setiawan Setiawan Shabrina, Nabilla Siti Nurholisah Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Sriati Simpati Sunarto S Surahmat, Reanita Juhaeriah Teguh Satrio Nugraha Tim S. Gray Ulfah Azzahra Harahap Ute Lies Siti Khadijah Vani Julia Wulandari Wabang, Imanuel Lamma Wahyudi, Uud Wahyuningdiah Trisari Harsanti Putri Wulandari, Vani Julia Yafi Ibnu Sienna Yuniarti M.S.