Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Television and film studies in Indonesia: A bibliometric analysis Ratnasari, Eny; Mahameruaji, Jimi Narotama; Bantugan, Brian; Adi, Achwan Noorlistyo
ProTVF Vol 9, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v9i1.60404

Abstract

Background: Television and film research must be continuously updated due to media convergence. Moreover, Indonesia experienced an analog switch-off event that changed how television viewers consume television shows. Furthermore, the pattern of Indonesian film consumption has also changed since the existence of over-the-top streaming platforms, which have continued to grow. Purpose: This study aims to conduct bibliometric research on articles in the ProTVF Journal published from 2017 to 2024. Methods: This study analyzes 107 articles in the ProTVF Journal from the Google Scholar and Dimension database between 2017 and 2024. This study uses VOSviewer, Dimension, and Litmaps to assist in visualization and analysis. Results: Articles in the ProTVF journal were dominated by qualitative methods, followed by quantitative and mixed methods. Among the qualitative methods, qualitative descriptive techniques are the most frequently used, followed by semiotic and discourse analysis. Then, there are five main topics: television studies, media convergence, analysis of television shows in the Indonesian context, audience research, and the young generation as viewers in the digital era. Conclusion: The publication trend in the ProTVF Journal increased from 2017 to 2024. Based on the focus on television or film, research focusing on films is higher than research related to television. Implications: This study is the first bibliometric study to comprehensively describe articles published in the ProTVF Journal since its establishment. The results can help film, television, and media researchers understand research trends, find research collaborators, and optimize the choice of research topics. Further research will likely involve scientific collaboration between authors from various institutions, especially policymakers in Indonesia's broadcasting, advertising, and film industries.
Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Kusmayadi, Ika Merdekawati; Rosfiantika, Evi; Aunillah, Rinda; Mahameruaji, Jimi Narotama
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i1.4794

Abstract

AbstrakAktivitas pengurangan risiko bencana di Kawasan Sesar Lembang saat ini banyak dilakukan oleh organisasi berbasis komunitas (CBO) kebencanaan, yang beroperasi di tingkat akar rumput dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satu CBO yang aktif dalam aktivitas ini adalah Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL). Sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas komunitas, RPBL mengembangkan literasi pengurangan risiko bencana di kawasan tersebut. Produksi konten video menjadi salah satu bentuk literasi yang potensial untuk dikembangkan, namun masih terdapat keterbatasan dalam aspek teknis, konsep produksi, dan fasilitas pendukung. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas video yang dihasilkan. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan penguatan kapasitas CBO melalui peningkatan kesadaran peran komunitas dalam pengurangan risiko bencana serta pengembangan keterampilan produksi video dokumentasi dan edukasi. Atas dasar ini, dirancanglah program pelatihan jurnalisme warga dengan format video warga, yang dipilih karena kesederhanaannya dan relevansi dengan kebutuhan dokumentasi dan edukasi kebencanaan. Program ini meliputi dua komponen utama, yaitu peningkatan kesadaran anggota CBO dan pelatihan produksi video. Peserta kegiatan adalah anggota RPBL, yang mewakili 12 CBO aktif dalam pengurangan risiko bencana di kawasan Sesar Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan mencakup pelatihan, pendampingan produksi, evaluasi, dan monitoring keberlanjutan produksi video warga. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas CBO dalam upaya pengurangan risiko bencana.AbstractDisaster risk reduction activities in the Lembang Fault Zone are currently carried out extensively by community-based disaster organizations (CBOs) operating at the grassroots level and interacting directly with local communities. One of the active CBOs in this effort is the Lembang Disaster Care Volunteers (RPBL). As part of strengthening community identity, RPBL has developed disaster risk reduction literacy in the area. Video content production has emerged as a promising form of literacy to be further developed; however, limitations exist in technical aspects, production concepts, and supporting facilities, resulting in low-quality video outputs. To address these challenges, capacity building for CBOs is necessary through raising awareness of the community’s role in disaster risk reduction and enhancing skills in documentary and educational video production. Based on this, a citizen journalism training program using a citizen video format was designed, chosen for its simplicity and relevance to disaster documentation and education needs. The program consists of two main components: increasing CBO members’ awareness and providing video production training. Participants included RPBL members representing 12 active CBOs engaged in disaster risk reduction in the Lembang Fault Zone, West Bandung Regency. Activities encompassed training sessions, production mentoring, evaluation, and monitoring of the sustainability of citizen video production. The expected outcome of this program is an enhanced capacity of CBOs in disaster risk reduction efforts.
TEATER KEBUDAYAAN SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA KECAMATAN JATIGEDE, SUMEDANG Susanti, Santi; Saputra, Sandi Jaya; Indriani, Sri Seti; Mahameruaji, Jimi Narotama; Puspitasari, Lilis; Rosfiantika, Evi; Alam, Pandu Watu
KABUYUTAN Vol 4 No 2 (2025): Kabuyutan, Juli 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i2.349

Abstract

Gagasan pembangunan Teater Kebudayaan Kecamatan Jatigede (TKKJ) sebagai ruang kreatif dan media promosi wisata berbasis budaya lokal merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Prodi Televisi dan Film FIKOM Unpad. TKKJ dirancang sebagai pusat kolaborasi antara komunitas budaya, akademisi, dan pelaku industri kreatif, dengan fungsi utama menyajikan narasi lokal melalui pertunjukan teater dan konten multimedia. Meskipun belum direalisasikan, konsep ini menawarkan pendekatan inovatif dalam pengembangan pariwisata berbasis pengalaman dan partisipasi masyarakat.Metode yang digunakan meliputi produksi konten kreatif berupa video dan foto promosi, serta perencanaan pembangunan fisik Jatigede Display Room di sekitar Masjid Al-Kamil. Konten audiovisual dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya lokal, seperti mitos, sejarah, dan ekspresi seni kontemporer, dengan prinsip multimedia learning untuk meningkatkan daya tarik dan retensi informasi wisatawan. TKKJ diharapkan menjadi creative hub yang memperkuat branding Jatigede sebagai destinasi budaya dan edukatif.Tantangan seperti keterbatasan SDM, pendanaan, dan keberlanjutan program diantisipasi melalui sinergi lintas sektor dan dukungan kebijakan. Dengan perencanaan yang matang dan pelibatan komunitas, TKKJ berpotensi menjadi model promosi wisata budaya yang berkelanjutan dan berdampak sosial.
PENERAPAN STRUKTUR TIGA BABAK DALAM PENULISAN NASKAH PADA PRODUKSI VIDEO FEATURE “PENJAGA NAPAS SENI WAYANG GOLEK” Salsabila, Aisyah Cryshanty; Sugito, Toto; Mahameruaji, Jimi Narotama
AT-TAWASUL Vol 4 No 2 (2025): At Tawasul
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/ja.v4i2.1659

Abstract

Scriptwriting plays a role in designing stories, scenarios, and narratives that form the basis for the production of various media, including video features. As the main guide for the production team, the script must be structured so that it can be easily understood. The purpose of this research is to analyze the three-act structure in writing the script of the video feature “Keeping the Breath of Wayang Golek Art” with the theme of Padepokan Giri Harja's efforts to maintain the existence of wayang golek in the midst of modernization. The method used is a three-act structure, which consists of Act I (Introduction) introducing the history of wayang golek and Padepokan Giri Harja, Act II (Conflict) describing the various challenges faced, and Act III (Resolution) showing solutions to maintain the sustainability of this art. The production process of this video feature goes through pre-production, production, and post-production stages. The application of this structure helps to build a systematic flow, maintain the continuity of the narrative, and strengthen the message to be conveyed. With a fact-based writing approach and effective storytelling strategies, it is hoped that this video feature can increase public awareness of the importance of preserving wayang golek as a cultural heritage that has historical and philosophical value for Indonesia
Penerapan Teknik Sinematografi oleh Director of Photography Pada Produksi Video Feature “Penjaga Napas Seni Wayang Golek” Sulistiani, Iis; Sugito, Toto; Mahameruaji, Jimi Narotama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18487

Abstract

As the Director of Photography in the production of the video feature “Penjaga Napas Seni Wayang Golek”, the author is responsible for all elements related to the visual aspects of this work. This research aims to analyze the application of cinematography techniques, namely camera angle, camera movement, shot size, image composition, and lighting in making video features. The method used focuses on the implementation of qualitative descriptions with data collection techniques through observation and literature study. The results of these findings show that the application of good cinematographic techniques will produce visuals that are interesting and not monotonous so that they can strengthen the message to be conveyed from a work. This video feature is expected to show that wayang golek is not just an art performance, but also a cultural heritage that has high historical value and needs to be preserved. By using interesting cinematography techniques and evocative narration, this video feature is expected to increase public awareness, especially the younger generation, about the importance of preserving traditional arts.
Hubungan Pencarian Informasi Pada Akun Instagram @Placetogobandung Dengan Minat Berkunjung Followers Aktif Ke Destinasi Kuliner Di Bandung: Indonesia Ramadhani, Fadli Muhammad; Suryana, Asep; Mahameruaji, Jimi Narotama
Journal of Digital Communication Science Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Digital Communication Science
Publisher : Universitas Indonesia Membangun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/jdcs.v1i2.224

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mencari tahu seberapa kuat hubungan antara pencarian informasi yang dilakukan oleh followers aktif akun Instagram @placetogobandung dengan minat berkunjung ke destinasi kuliner di Bandung. Teori yang digunakan sebagai landasan dalam riset ini adalah Information Search Process (ISP) yang dicetuskan oleh Carrol C. Kuhlthau dengan enam (6) tahapan pencarian informasi, yaitu: tahap inisiasi, seleksi, eksplorasi, formulasi, koleksi, serta presentasi, dan kaitannya dengan penggunaan informasi yang didapat dalam munculnya minat untuk berkunjung. Metode riset yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif dan analisis korelasional. Sampel penelitian adalah followers aktif akun Instagram @placetogobandung yang berjumlah 138 orang, dengan sampel didapatkan melalui Simple Random Sampling. Pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner, observasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan yang signifikan antara pencarian informasi yang dilakukan oleh followers aktif akun Instagram @placetogobandung dengan minat berkunjung ke destinasi kuliner di Bandung. Terdapat hubungan yang kuat dari sub variabel tahap seleksi, eksplorasi, koleksi, dan presentasi dalam pencarian informasi, serta hubungan yang cukup kuat dari sub variabel tahap inisiasi dan tahap formulasi dengan minat berkunjung ke destinasi kuliner di Bandung.
STUDI KASUS IKLAN POLITIK PASANGAN AHER-DEDDY PADA MASA PEMILU GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 DI TELEVISI NASIONAL INDONESIA: STUDI KASUS IKLAN POLITIK PASANGAN AHER-DEDDY PADA MASA PEMILU GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 DI TELEVISI NASIONAL INDONESIA Mohamad Permana, Rangga Saptya; Abdullah, Aceng; Mahameruaji, Jimi Narotama
KABUYUTAN Vol 1 No 2 (2022): Kabuyutan, Juli 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v1i2.35

Abstract

Dalam konteks komunikasi politik, iklan merupakan salah satu upaya untuk “memasarkan” diri dan pesan-pesan politik dari para calon pemegang kekuasaan atau bahkan pihak yang berkuasa untuk mendapatkan dan/atau mempertahankan kekuasaan. Sebagai seorang incumbent pada saat itu, Ahmad Heryawan (Aher) beriklan kembali dengan tujuan untuk melanggengkan kekuasaannya di Jawa Barat. Untuk mempertahankan kekuasaannya, ia juga menggaet Deddy Mizwar (Deddy)—yang notabene seorang aktor kawakan Indonesia—untuk mendampinginya sebagai wakil gubernur pada saat itu. Tujuan dari kajian dalam artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana iklan-iklan politik pasangan Aher-Deddy yang ditayangkan di televisi-televisi nasional Indonesia pada masa pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2013 berhasil menjadi salah satu “senjata ampuh” dalam misi mereka meraih kursi kepemimpinan di Jawa Barat pada saat itu. Kajian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dengan memfokuskan riset pada iklan-iklan televisi pasangan Aher-Deddy disertai analisis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi politik. Hasil menunjukkan bahwa iklan politik yang disebarkan oleh Aher dan Deddy bertujuan untuk membentuk citra positif di tengah masyarakat Jawa Barat. Dengan iklan politik, mereka menggugah kesadaran khalayak akan eksistensi mereka di dunia politik. Selain itu, iklan politik Aher-Deddy juga bertujuan untuk mempertebal kesetiaan anggota dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap diri mereka sekaligus mengajak masyarakat non-partai untuk memilih mereka. Iklan politik yang mereka sebarkan secara intensif pada tahap primary dalam The Communicative Functions Model bertujuan untuk bersaing secara langsung dengan empat pasangan kandidat cagub dan cawagub Jabar dalam merebut perhatian masyarakat Jabar.