Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA MITRA USAHA BAKPIA DESA BALESARI Nani Mulyaningsih; Trisma Jaya Saputra; Xander Salahudin; Ranny Puspita Dewi
Civitas Ministerium Vol 2, No 01 (2018): Civitas Ministerium
Publisher : Civitas Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini proses pelunakan kacang hijau sebagai isian bakpia di UKM Bakpia Balesari masih dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana. Hal ini menyebabkan kelelahan, waktu kurang efektif dan kacang hijau yang dihasilkan keras / kurang empuk. Dalam rangka meningkatkan produktivitas produk bakpia, perlu adanya sinergi antara Perguruan Tinggi dan Mitra dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan hasil pengembangan iptek. Metode program ini adalah dengan mendesain, menyediakan bahan, membuat alat, mendemonstrasikan alat dan memberi alat oleh tim. Keluaran dari pengabdian masyarakat ini adalah menyediakan teknologi tepat guna berupa mesin penggilingan kacang hijau sehingga dapat menambah nilai produksi dari segi waktu dan kecepatan produksi massal. Dengan teknologi ini dapat meningkatkan kuantitas produk. Selain itu, permintaan produk juga mengalami peningkatan dari 5-6 kg per hari menjadi 20 kg menjadi 30 kg per hari. Mesin penggilingan kacang hijau untuk produk bakpia ini terbukti dapat membantu mengatasi permasalahan pada mitra kerja.
PENGARUH VARIASI WAKTU PROSES ANODIZING TERHADAP KARAKTERISTIK VELG RACING MERK SPRINT Rachman Satya Pamungkas; Xander Salahudin; Nani Mulyaningsih
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.374

Abstract

Minat masyarakat untuk melakukan modifikasi kendaraan, terutama pada penggantian velg ruji ke velg racing memicu munculnya berbagai merk velg racing non OEM (Original Equipment Manufacturer). Sprint adalah salah satu merek roda non-OEM yang memiliki tampilan kurang atraktif dan mendapat berbagai keluhan karena resistannya yang buruk. Anodizing adalah teknik pelapisan yang sesuai untuk bahan berbasis aluminium. Proses ini akan memperbaiki sifat fisik material karena lapisan aluminium oksida yang terbentuk selama proses anodisasi. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis meneliti efek proses anodizing pada karakteristik velg racing merek Sprint dengan variasi waktu yang digunakan 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Spesimen yang diambil dari roda balap Sprint setelah uji komposisi kimia, sampel termasuk seri aluminium 4xx.x dengan elemen Si dominan 8,41% yang mendekati spesifikasi aluminium seri 408.2 (x). Nilai rata-rata kekerasan Vickers (VHN) meningkat dengan proses anodisasi dengan waktu anodisasi sebesar 70,2 VHN, waktu anodisasi 5 menit sebesar 75,16 VHN, waktu anodisasi 10 menit sebesar 86,49 VHN, dan waktu anodisasi 15 menit sebesar 100,82 VHN. Nilai rata-rata ketebalan lapisan oksida yang terbentuk meningkat dengan proses anodisasi dengan waktu anodisasi 5 menit menghasilkan ketebalan 30,6 mikron, waktu anodisasi 10 menit menghasilkan ketebalan 39 mikron, dan waktu anodisasi 15 menit menghasilkan ketebalan 43,41 mikron.Kata kunci: anodisasi, velg merek Sprint, waktu, ketebalan, kekerasan
ANALISIS QUENCHING MATERIAL DISC BRAKE DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEAUSAN SPESIFIK Gilang Fitra Sanubari; Xander Salahudin; Nani Mulyaningsih
Journal of Mechanical Engineering Vol 3, No 1 (2019): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v3i1.1524

Abstract

Disc brakes are part of disc brakes which are generally circular in diameter and usually have small holes as heat release. Braking occurs because of the friction produced between the disc brake and the pad. Therefore, along with the usage time and distance of motorcycle disc brake, the wear will gradually experience wear due to the poor material properties. The purpose of the quenching process is to minimize wear that often occurs with disc brake material with analyze wear values disc brake before and after quenching treatment. This treatment is also solely used to obtain better wear-resistant properties. The wear resistance that can be achieved depends on the carbon content in the steel, the heating temperature, and the cooling media. The method used in this study is quenching at a temperature of 800°C and then held for 15 minutes and cooled using a variety of well water cooling media, salt solution and SAE 20 oil. The stages of the method include: research preparation, equipment and materials needed , testing process, data analysis. From the results of the wear test with a load of 2.12 kg for 60 seconds for each sample the results were obtained salt solutions have an average specific wear value decrease of 0.73 %.
ANALISIS MESIN MIXER HORIZONTAL DENGAN VARIASI PUTARAN DAN WAKTU PENGADUKAN Abdul Rahman Wahid; Nani Mulyaningsih; Xander Salahudin
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.361

Abstract

Saat ini banyak di jumpai pembuat kerupuk pangsit yang umumnya dikerjakan di rumah-rumah sebagai industri rumahan. Pada umumnya mereka masih menggunakan tenaga manusia untuk membuat adonan kerupuk pangsit, sehingga dalam membuat adonan kerupuk pangsit dibutuhkan tenaga yang besar, waktu yang cukup lama dan memerlukan biaya yang cukup mahal. Tujuan penelitian ini adalah membuat mesin pengaduk adonan kerupuk pangsit dengan variasi kecepatan putar pengaduk 64 rpm, 97 rpm, dan 195 rpm serta variasi waktu pengadukan 4 menit, 6 menit, dan 8 menit dengan motor listrik ¼ HP. Hal yang perlu dianalisis dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kecepatan putar dan waktu pengadukan terhadap hasil adonan. Hasil massa rata-rata yang di peroleh berupa adonan kerupuk pangsit yang tercampur dengan waktu pengadukan 4 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3542,3 gram (88,5%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3308,2 gram (82,7%) dan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3178,2 gram (79,5%), sedangkan dengan waktu pengadukan 6 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3610,0 gram (90,2%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3417,3 gram (85,4%), dan dengan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3236,8 gram (80,9%), dan dengan waktu pengadukan 8 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3773,9 gram (94,3%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3572,0 gram (89,3%) dan dengan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3316,9 gram (82,9%).Kata kunci : kerupuk pangsit, mesin mixer horizontal, pulley, waktu
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LISTRIK PADA PROSES ANODIZING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PERMUKAAN ALUMINIUM Xander Salahudin; Hendri Setiawan; Kun Suharno
Journal of Mechanical Engineering Vol 3, No 2 (2019): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v3i2.3363

Abstract

Penggunaan aluminium sebagai bahan baku pembuatan jendela dan juga kerangka pintu perlu dilakukan proses lagi agar dapat memperbaiki sifat mekanik dan juga menambah nilai estetik. Salah satu cara perbaikan sifat mekanik dan menambah nilai estetik adalah anodizing. Anodizing merupakan suatu proses elektrolisis dengan prinsip dasar pembentukan lapisan oksida aluminium secara terkontrol melalui proses aerasi sehingga terbentuk lapisan oksida yang berpori. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kenaikan dan juga penurunan kekerasan Vickers dan struktur mikro permukaan aluminium pada proses anodizing dengan variasi arus listrik. Proses anodizing menggunakan variasi kuat arus listrik yaitu 0.5 ampere, 1 ampere, 1.5 ampere, 2 ampere, dan 2.5 ampere, waktu 20 menit dan konsentrasi asam sulfat sebesar 20%. Pengujian yang dilakukan yaitu uji komposisi kimia, uji kekerasan Vickers  dan uji struktur mikro permukaan. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa unsur Al yang dominan yaitu 99.30% yang masuk dalam spesifikasi aluminium seri 1XXX. Hasil pengujian kekerasan Vickers setelah proses anodizing didapatkan nilai yang terbaik pada penggunaan kuat arus 1.5 ampere yaitu sebesar  81.99 VHN.
ANALISIS PENGARUH WAKTU PENAHANAN PADA PR OSES PACK CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN MEDIA ARANG TEMPURUNG KELAPA Ibnu Suseno; Catur Pramono; Xander Salahudin
Journal of Mechanical Engineering Vol 3, No 2 (2019): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v3i2.3374

Abstract

Dalam perkembangan teknologi yang semakin maju, kebutuhan akan logam menjadi sangat tinggi. Hal ini berdampak pada peningkatan jumlah limbah logam. Pemanfaatan limbah drum bekas oli dapat dimanfaatkan untuk pembuatan mata pisau melalui proses pack carburizing. Metode penelitian yang digunakan dengan variasi waktu penahanan 1 jam, 2 jam, dan 3 jam pada temperatur 900° C. Pengujian yang dilakukan yaitu uji komposisi kimia, uji kekerasan vickers, dan uji struktur mikro. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa drum bekas oli termasuk baja karbon rendah dengan kandungan karbon sebesar 0,0554%. Pada hasil uji kekerasan vickes menunjukkan bahwa nilai rata-rata kekerasan pada raw material sebesar 103 VHN. Setelah dilakukan pack carburizing dengan waktu penahanan 1 jam, 2 jam, dan 3 jam nilai rata-rata kekerasan berturut-turut sebesar 280,04 VHN, 262,20 VHN, dan 242,38 VHN. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa spesimen uji sebelum dilakukan pack carburizing tersusun atas struktur ferrit, dan setelah dilakukan pack carburizing terbentuk struktur pearlit dan martensit.
ANALISIS KEKUATAN TARIK BAJA KARBON RENDAH HASIL PENGELASAN SMAW DENGAN VARIASI BENTUK KAMPUH LAS Xander Salahudin; Yusril Ihza; Catur Pramono; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 5, No 1 (2021): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v5i1.3941

Abstract

ABSTRAKHasil las harus mempunyai kekuatan sambung yang kuat, ini dikarenakan konstruksi las biasanya digunakan untuk menahan beban. Pemilihan bentuk kampuh las yang tepat merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan, karena akan mempengaruhi kualitas hasil sambungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil dari pengelasan dengan variasi kampuh X, V dan U terhadap kekuatan tarik dan struktur makro. Spesimen penelitian yang digunakan adalah baja karbon rendah dengan ukuran sesuai standar ASTM-E8 yaitu 5 mm x 20 mm x 200 mm. Pengelasan SMAW dilakukan dengan elektroda E6013 diameter 3,2 mm, arus 80A. Hasil uji kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada kampuh V yaitu 455,68 MPa dan yang terendah pada kampuh X yaitu 382 MPa. Berdasarkan hasil pengujian makro, daerah HAZ yang paling lebar adalah pada kampuh X sebesar 23,05 mm, dan daerah HAZ terkecil pada kampuh V yaitu 20,08 mm. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk kampuh las paling ideal adalah kampuh V.Kata kunci: baja, kampuh, pengelasan, SMAW ABSTRACTThe result of the weld must have a strong joint strength, this is because the weld construction is usually used to withstand loads. The choice of weld seam shape is one of the things that must be considered, because it will affect the quality of the joint. The purpose of this study was to analyze the results of welding with variations of the X, V and U seams on the tensile strength and macro structure. The research specimen is low carbon steel with a size of 5 mm x 20 mm x 200 mm. SMAW welding was carried out with an E6013 electrode with a diameter of 3.2 mm, and a current of 80A. The highest tensile strength test results were obtained at seam V with a value of 455.68 MPa and the lowest at seam X with a value of 382 MPa. Based on the results of macro testing, the widest HAZ area was at seam X of 23.05 mm, and the smallest HAZ was at seam V of 20.08 mm. Based on the research results, the most ideal shape of the weld seam is seam V. Keyword: steel, seam, welding, SMAW
PENGARUH PANJANG SERAT BATANG KECOMBRANG SEBAGAI PENGUAT KOMPOSIT PAPAN PARTIKEL TERHADAP KEKUATAN IMPAK Catur Pramono; Tegar Adi Prabowo; Xander Salahudin; Fuad Hilmy
Journal of Mechanical Engineering Vol 3, No 2 (2019): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v3i2.3364

Abstract

Papan partikel merupakan papan buatan yang terbuat dari panil kayu, namun produksi kayu di jawa tengah pada tahun 2014 sampai 2016 mengalami penurunan, sehingga perlu dicari bahan alternatif lain yang dapat mengganti kayu salah satunya adalah serat kecombrang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh panjang serat batang kecombrang sebagai penguat komposit papan partikel terhadap kekuatan impak. Perlakuan serat batang kecombrang direndam dengan larutan alkali (NaOH) 5 % selama 2 jam, metode pencetakan dengan hand lay up dengan variasi panjang serat 30 mm, 50 mm dan 70 mm dengan fraksi volume 65 % matrik epoxy dan 35 % serat batang kecombrang. Sifat mekanik yang diuji yaitu kekuatan impak dengan ukuran spesimen sesuai standar ASTM D256-04. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga impak terbesar terdapat pada panjang serat 70 mm sebesar 24995,46 J/m2 dan harga impak terendah terdapat pada panjang serat 30 mm sebesar 16395,25 J/m2.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN PENGUPAS KACANG TANAH TIPE RUJI VERTIKAL TERHADAP KUPASAN Danang Henri Wibowo; Xander Salahudin; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.368

Abstract

Salah satu proses penting dalam rangkaian penanganan pascapanen kacang tanah, yaitu pengupasan kulit luar kacang tanah yang tujuan untuk memisahkan biji dari limbah kulitnya. Proses tersebut jika dilakukan dengan cara manual akan memerlukan waktu yang lama, maka diperlukan alat mekanis untuk mengurangi beban kerja. Berdasarkan permasalah tersebut, penulis merancang mesin pengupas kulit luar kacang tanah tipe ruji vertikal guna meningkatkan kualitas dan kapasitas pengupasan. Tujuan dari penelitian tersebut yaitu menganalisis pengaruh kecepetakan putar poros ruji terhadap hasil pengupasan. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan putar 73 rpm, 97 rpm, 121 rpm, dan 145 rpm. Hasil dari penelitian ini kualitas terbaik pada kecepatan putar 97 rpm diperoleh biji kacang tanah terkupas utuh 540 gram. Hal ini dikarenakan idealnya gaya sentrifugal saat proses pengupasan sehingga momentum interaksi atau bertemunya antara kacang tanah satu dengan yang lain dan kacang tanah dengan ruji-ruji pengupas dengan momen yang ideal, sedangkan kapasitas terbaik pada kecepatan putar 145 rpm diperoleh kapasitas pengupasan sebesar 34,14 kg/jam. Hal ini terjadi karena kecepatan putar saat proses pengupasan di dalam piringan kerucut yang berisi ruji-ruji mempengaruhi jumlah dan waktu pengupasan kacang tanah untuk keluar dari piringan ruji.Kata kunci: kacang tanah, ruji vertikal, kecepatan putar
PENGARUH JARAK RUJI MESIN PENGUPAS KACANG TANAH TERHADAP KUALITAS HASIL KUPASAN Xander Salahudin; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 2, No 2 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v2i2.1087

Abstract

The land area of peanut plantations reached 314 Ha, making Tegalrejo District a peanut center in Magelang Regency. As a center for producing peanuts, the demand for peanuts in Tegalrejo District is also high. The high demand makes the need for the application of technology in producing peeling peanuts. Based on the problems faced and the existing literature review, it is necessary to develop a peanut stripper that is good in stripping capacity and the quality of the peel. The purpose of this study was to analyze the effect of the distance between peanut peeling machine on the quality of the peel. The study was conducted with 3 repetitions with 1 kg of peanuts per data collection. The results obtained from the study are variations in the distance of 15 mm of test yielding the highest percentage of peanut peanut value of 80.96%. Whereas the highest capacity is obtained by varying the 20 mm peanut peeling distance, which is 28.48 kg/hour.
Co-Authors Abdul Rahman Wahid Aris Priyatmoko Aris Priyatmoko Aris Priyatmoko Azam Akmal Nur Irsan Azhari, Fadhlan Azhari, Fadlan Aziz , Syahrul Fatchul Bagas Dwi Prakoso Bagus Saputra Bintoro, Sefrian Rizki Catur Pramono Crodita Bangkit Wiranegara Danang Henri Wibowo Danang Henri Wibowo Dullah, Muhammad Firdaus Ubai Edi Handoyo Eko Saputra Eko Saputra El Vionna Laellyn Nurul Fatich El Vionna Laellyn Nurul Fatich Endang Mawarsih Erics Kharisma Danang Perdana Fathoni, Achmad Luthfian Fuad Hilmy Gilang Fitra Sanubari Gito Sugiyanto Hasugian, Panca Putra Hendri Setiawan Hidayat, Ilyas Ibnu Suseno Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan Hadi Nugroho Ikhsan, Ivan Hardi Nurul Indrawati, Ragil Tri Isro Nurul Hadi Kun Suharno Kun Suharno Laksono Trisnantoro M Rozak Ardiyanto Mahdi, Jausyan Al Margi Luhur, Galih Maulana Miftahkul Khoir Miftahkul Khoir Moh. Ibah Alfauzi Muhamad Agung Prasetyo Muhammad Cahya Wicaksana Muhammad Hasan Zuhdi Nani dkk. Mulyaningsih Naufal Widiyatama Aslam Nurdin, Akhmad Paryanto Paryanto Pratama, Hidayat Putri, Ericha Dwi Wahyu Syah Putri, Farika Tono Rachman Satya Pamungkas Rachman Satya Pamungkas Rahayu, Yunita Raka Mahendra Sulistiyo Ranny Puspita Dewi Ridwan Afandi Rizki Dwi Ardika Ryantika Dyah Safitri Salim, Muhammad Faiz Samodro, Tegar Solly Aryza Sri Hastuti Sri Hastuti Sri Widodo Sri Widodo Sri Widodo Sri Widodo Sri Widodo Sri Widodo Sulistyo, Raka Mahendra Taufik, Ikhwan Tegar Adi Prabowo Tegar Armanto Trisma Jaya Saputra Wahyu Isti Nugroho Yudhistira, Dida Ardito Yusril Ihza Yusuf Satrio Wibowo Zainab Luxfi’i