Claim Missing Document
Check
Articles

Komposisi Dan Sruktur Mikro Material Pipa PDAM Hasil Pengendalian Korosi Dengan Metode Proteksi Katodik Yudhistira, Dida Ardito; Mulyaningsih, Nani; Salahudin, Xander
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3709

Abstract

Penggunaan air bersih di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat, air didistribusikan menggunakan sistem perpipaan bawah tanah. Pipa PDAM yang digunakan dari bahan besi yang menyebabkan mudah terkorosi. Proteksi katodik merupakan salah satu metode dengan mengorbankan anoda korban untuk mengalami korosi sehingga katoda terhindar dari korosi. Penelitian proteksi katodik ini menggunakan variasi jenis anoda korban yaitu magnesium, aluminium, dan seng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis anoda korban terhadap komposisi kimia dan struktur mikro pipa PDAM di lingkungan tanah regosol. Hasil terhadap uji komposisi menunjukan penambahan kandungan magnesium pada sebelum dan setelah dilakukan proteksi, peningkatannya kandungan magnesium sebesar 0,00002%. Hasil terhadap struktur mikro, dimana dengan menggunakan anoda magnesium memiliki struktur ferit yang mulai berkurang karena tertutup oleh struktur perlit yang berasal dari oksidasi magnesium yang menembus subtrat pipa PDAM yang berarti nilai laju korosi berkurang drastis dibandingkan dengan anoda lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu anoda korban yang cocok digunakan untuk memproteksi pipa PDAM di lingkunagan tanah regosol adalah anoda magnesium kemudian disusul oleh anoda seng dan anoda aluminium.
Analysis of Adhesion Strength and Surface Hardness of 6061 Aluminum Alloy Resulting from Powder Coating with Variations in Sandblasting Process Time Hasugian, Panca Putra; Salahudin, Xander; Mulyaningsih, Nani
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v14i2.32946

Abstract

The success of powder coating is highly dependent on specimen preparation, one of which is sandblasting. This study aims to analyze the effect of variations in sandblasting time on surface roughness, adhesion strength, and surface hardness of powder coated 6061 aluminum alloy. The research method used was quantitative experimental. Specimens measuring 50 mm × 50 mm × 3 mm were sandblasted with time variations of 15 seconds, 35 seconds, and 55 seconds, and their surface roughness was measured. Furthermore, the specimens that have undergone the sandblasting process will be continued for the powder coating process and tested for adhesion strength and surface hardness. The results showed that the highest roughness, adhesion strength, and surface hardness were found in the 55-second variation with a roughness value of 6.18 µm, an adhesion strength value of 5.63 MPa, and a surface hardness value of 14.45 VHN. This shows that the longer the sandblasting time, the higher the surface roughness, the higher the adhesion strength and the surface hardness.The success of powder coating is highly dependent on specimen preparation, one of which is sandblasting. This study aims to analyze the effect of variations in sandblasting time on surface roughness, adhesion strength, and surface hardness of powder coated 6061 aluminum alloy. The research method used was quantitative experimental. Specimens measuring 50 mm × 50 mm × 3 mm were sandblasted with time variations of 15 seconds, 35 seconds, and 55 seconds, and their surface roughness was measured. Furthermore, the specimens that have undergone the sandblasting process will be continued for the powder coating process and tested for adhesion strength and surface hardness. The results showed that the highest roughness, adhesion strength, and surface hardness were found in the 55-second variation with a roughness value of 6.18 µm, an adhesion strength value of 5.63 MPa, and a surface hardness value of 14.45 VHN. This shows that the longer the sandblasting time, the higher the surface roughness, the higher the adhesion strength and the surface hardness.
Studi Pemanfaatan Campuran Serbuk Tempurung Kelapa dan Serat Bambu untuk Material Alternatif Kampas Rem Sepeda Motor Muhammad Cahya Wicaksana; Xander Salahudin; Fuad Hilmy
Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober: Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mars.v3i5.1110

Abstract

The manufacturing industry in Indonesia has experienced significant growth. This increase has also impacted the demand for motorcycle spare parts. Currently, brake pads are composed of asbestos, which makes them prone to overheating and failure when reaching high friction temperatures. Therefore, an alternative brake pad material is an organic material mixed with coconut shell powder and bamboo fiber. This study aims to analyze the wear and hardness levels of motorcycle brake pads made from coconut shell powder and bamboo fiber. The study used varying ratios of coconut shell powder, bamboo fiber, and epoxy resin: 40:30:30, 35:35:30, and 30:40:30. Eighteen specimens were tested. Wear testing was performed using an Ogoshi Wear Tester, while hardness testing was performed using a Brinell hardness tester. The test results showed that the smallest wear rate on brake pads with variations of 40% coconut shell powder, 30% bamboo fiber and 30% epoxy resin was 0.001107984 mm3/kg.m. The highest hardness level was also in the variation of 40% coconut shell powder, 30% bamboo fiber and 30% epoxy resin at 63,0024 kg/. So it can be concluded that the greater the percentage of coconut shell powder and the smaller the percentage of bamboo fiber, the lower the wear rate. If the greater the percentage of coconut shell powder and the smaller the percentage of bamboo fiber, the higher the hardness level. So it can be concluded that a good brake pad variation is a variation of 40% coconut shell powder, 30% bamboo fiber and 30% epoxy resin.
Analisis Pengaruh Perekat Campuran SikaHyflex-Epoksi terhadap Kekuatan Tarik Geser pada Single Lap Joint Aluminium 5083 - Komposit Cocofiber Hastuti, Sri; Salahudin, Xander; Azhari, Fadlan; Mahdi, Jausyan Al; Afandi, Ridwan; Ardika, Rizki Dwi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v18i3.4950

Abstract

Kendaran transportasi dituntut dengan spesifikasi produk yang ringan, kuat, dan ramah terhadap lingkungan, sehingga dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi CO2. Inovasi pada konstruksi sambungan tanpa proses permesinan menjadi terobosan baru dalam proses penyambungan beda material seperti aluminium-komposit. Material adherend komposit digunakan jenis penguat serat alam cocofiber yang memiliki sifat ramah lingkungan dan material aluminium memiliki sifat tahan korosi yang baik dan bobot ringan, sehingga cocok untuk digunakan pada panel dinding transportasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan perekat campuran sikahyflex (SF) - epoksi (EP) terhadap kekuatan tarik geser pada sambungan material aluminium 5083”“komposit cocofiber. Selain itu, penelitian ini sebagai inovasi baru dan pengembangan penggunaan material perekat campuran dan material adherend yang tahan korosi dan ramah lingkungan dengan penggunaan komposit serat alam cocofiber. Manfaat penelitian ini secara langsung dapat meningkatkan penggunaan dan nilai ekonomis cocofiber yang murah. Selain itu, dapat menghasilkan material maju yang kuat, murah, ringan, dan tahan terhadap lingkungan. Material perekat menggunakan variasi perekat campuran 10% SF : 90% EP, 20% SF : 80% EP, 30% SF : 70% EP, dan 40% SF : 60% EP dengan ketebalan perekat 0,2 mm. Material adherend menggunakan aluminium 5083 dan komposit cocofiber dengan perlakuan kekasaran sandpapering grade #60, #80, dan #150. Komposit cocofiber dibuat mengacu pada standar ASTM D790 dan sambungan SLJ mengacu pada standar ASTM D1002. Hasil pengujian tarik geser pada SLJ terjadi peningkatan dengan penambahan perekat sikahyflex dan perlakuan kekasaran sandpapering grade #150 . Kekuatan tarik geser tertinggi pada variasi 40% SF : 60% EP sebesar 2,42 MPa. Peningkatan grade sandpapering menurunkan surface roughness yang membentuk pola irregularities pada permukaan adherend, sehingga meningkatakan mechanical interlocking adherend dengan perekat campuran. Mode kegagalan terjadi adhesive dan thin layer cohesive failure mode. Pengamatan scanning electron microscope menunjukkan terjadinya void menyebabkan cracking adhesive dan terlepasnya fiber yang menempel pada perekat campuran.
Pengaruh Variasi Panjang Serat pada Komposit Serat Rami dengan Matriks UHMWPE Terhadap Kekuatan Tarik Sebagai Potensi Biomaterial Ikhsan, Ivan Hardi Nurul; Salahudin, Xander; Hastuti, Sri; Saputra, Eko; Nugroho, Wahyu Isti; Putri, Farika Tono; Indrawati, Ragil Tri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v20i1.6110

Abstract

Serat rami dipilih karena memiliki sifat mekanik yang baik dan ramah lingkungan, sementara UHMWPE memiliki ketahanan yang tinggi terhadap abrasi dan benturan, serta sifat biokompatibilitas yang baik. Penggunaan kedua material ini diharapkan mampu menghasilkan komposit yang kuat, ringan, dan murah sebagai alternatif implan tulang. Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variasi panjang serat rami yang diperkuat dengan matriks UHMWPE terhadap sifat mekanik dan fisik komposit sebagai potensi biomaterial untuk aplikasi bone implan. Material yang digunakan yaitu serat rami dan serbuk UHMWPE. Menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan serat rami yang direndam dengan cairan natrium hidroksida 5% dengan waktu perndaman selama 1 jam dengam panjang serat rami 3 mm, 5 mm, dan 7 mm dan perbandingan komposisi yang digunkan serat rami 5% dan UHMWPE 95%. Komposit dibuat menggunakan proses hot press pada suhu 215°C dan tekanan 370 kgf. Pengujian yang dilakukan meliputi uji tarik dan foto makro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang serat memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik. Panjang serat 7 mm menyatakan nilai tegangan tarik tertinggi sebesar 17,53 Mpa, regangan tarik tertinggi sebesar 0,411, dan  Modulus elastisitas tertinggi diperoleh pada variasi panjang serat 3 mm sebesar 61,86 MPa. Dari pengamatan foto makro tersebut dapat diketahui kegagalan yang terjadi pada patahan uji tarik yaitu adanya serat yang terlepas (fiber pull out), terdapat retakan kecil yang di sebabkan tegangan rendah saat diuji tarik (microcracking), terdapat rongga yang di sebabkan adhesi antara serat dan matriks tidak cukup kuat sehingga komponen tersebut terpisah  (debonding).
Pelatihan Rancang Bangun Mini Vacuum Cleaner Robot untuk Mendukung Program “Santri Berdikari, Mandiri Teknologi” di Desa Kalirejo Magelang Ikhwan Taufik; Fuad Hilmy; Xander Salahudin; El Vionna Laellyn Nurul Fatich
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1756

Abstract

Salah satu kemajuan teknologi dalam robotika rumah tangga adalah robot penyedot debu. Meskipun terjadi peningkatan penjualan yang signifikan, harga robot ini masih relatif mahal. Robot penyedot debu ini dirancang untuk membersihkan ruangan dari debu atau kotoran kecil, bahkan sampai ke sudut-sudut ruangan. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan mendasar robot: untuk menggantikan tugas manusia yang berulang dan membosankan. Melihat beberapa contoh kemajuan teknologi robot, kegiatan sosialisasi ini dilakukan melalui metode pelatihan yang berfokus pada perancangan dan konstruksi robot penyedot debu mini untuk keperluan rumah tangga. Perancangan robot didasarkan pada platform tricycle dan Arduino Uno. Hasilnya, peserta mendapat tambahan pemahaman dan pengetahuan mengenai teknologi robotika. Terjadi transfer knowledge antara tim sosialisasi dengan para pemuda masjid. Pelatihan tersebut juga diikuti oleh anggota IPNU dan IPPNU di Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.
Optimasi Produktivitas Mesin Microfeed melalui Pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE): Studi Kasus di Industri Manufaktur Ihsan Hadi Nugroho; Xander Salahudin; Fuad Hilmy
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.542

Abstract

Perkembangan industri manufaktur yang pesat menuntut peningkatan produktivitas, salah satunya melalui penerapan sistem pemeliharaan mesin yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interval waktu perawatan mesin, yaitu perawatan bulanan (tahun 2022) dan mingguan (tahun 2023), terhadap nilai availability, performance, quality, dan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin produksi Microfeed. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dan pengumpulan data aktual, mencakup waktu kerja mesin, waktu henti, hasil produksi, serta jumlah produk cacat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2022, rata-rata nilai availability sebesar 61,68%, performance 75,50%, quality 100%, dan OEE 45,23%. Sedangkan pada tahun 2023, nilai availability meningkat menjadi 81,28%, performance 83,41%, quality tetap 100%, dan OEE meningkat menjadi 67,83%. Temuan ini menunjukkan bahwa perawatan dengan interval mingguan lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas mesin produksi.
Pengaruh Ketebalan Perekat Epoksi-Lateks terhadap Single Lap Joint Aluminium-Komposit Mahdi, Jausyan Al; Hastuti, Sri; Salahudin, Xander; Ardika, Rizki Dwi; Bintoro, Sefrian Rizki
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.12116

Abstract

Sambungan perekat saat ini telah banyak digunakan di berbagai industri seperti otomotif, penerbangan dan industri produksi lainnya. Hal ini terjadi karena sambungan perekat memberikan kemudahan dalam pengaplikasiannya dibanding dengan sambungan tradisional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan ketebalan perekat campuran epoksi-getah karet terhadap kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal antara aluminium dan komposit berpenguat serat sabut kelapa. Sambungan tumpang tunggal dibuat dengan menyambungkan aluminium 5083 dan komposit berukuran 100 x 25 x 2 mm dengan menggunakan perekat campuran epoksi-getah karet dengan variasi komposisi 94% EP: 6% GK. Ketebalan perekat yang divariasikan adalah 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm. Kekasaran permukaan akan menggunakan amplas #150. Single lap joint kemudian diuji kekuatan tarik gesernya dengan acuan ASTM D1002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan perekat epoksi-lateks dapat meningkatkan kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal aluminium-komposit. Kekuatan tarik tertinggi dicapai pada variasi tebal perekat 0,6, yaitu sebesar 2,37 MPa. Elongasi juga meningkat seiring dengan penambahan ketebalan perekat. Modulus elastisitas telihat mencapai puncak pada variasi tebal perekat 0,4 mm dan menurun pada penggunaan variasi tebal pereka 0,6 mm. Hasil pengamatan makro mode kegagalan yang dialami sambungan tumpang tunggal yaitu, thin layer cohesive failure, two stage failure mode dan stock break failure. 
Pengaruh Perekat Campuran Epoksi-Lateks terhadap Kekuatan Tarik Geser Sambungan Aluminium-Komposit Azhari, Fadhlan; Hastuti, Sri; Salahudin, Xander; Ardika, Rizki Dwi; Putri, Ericha Dwi Wahyu Syah
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.12112

Abstract

 Sambungan antar material dengan menggunakan perekat telah terbukti dapat menggantikan sambungan konvensional yang layak diberbagai industri misalnya, otomotif, penerbangan, kelautan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan perekat campuran epoksi-lateks terhadap kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal antara aluminium dan komposit berpenguat serat sabut kelapa. Sambungan tumpang tunggal dibuat dengan menyambungkan aluminium 5083 dan komposit berukuran 100 x 25 x 2 mm dengan menggunakan perekat campuran epoksi-getah karet dengan variasi komposisi 92% EP: 8% GK, 88% EP: 12% GK, dan 84% EP: 16% GK (berat). Ketebalan perekat yang diaplikasikan adalah 0,2 mm. Kekasaran permukaan akan menggunakan amplas #60. Sambungan tumpang tunggal kemudian diuji kekuatan tarik gesernya dengan acuan ASTM D1002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perekat campuran epoksi-getah karet dapat meningkatkan kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal aluminium-komposit. Kekuatan tarik tertinggi dicapai pada komposisi perekat campuran 84% EP: 16% GK, yaitu sebesar 0,89 MPa. Elongasi dan modulus elastisitas juga meningkat seiring dengan penambahan komposisi getah karet. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan keuletan dan penurunan kerapuhan dari perekat campuran epoksi-getah karet. Hasil pengamatan makro mode kegagalan yang dialami sambungan tumpang tunggal yaitu, thin layer cohesive failure dan two stage failure mode.
ANALYSIS OF TENSILE STRENGTH AND MACRO STRUCTURE OF 6061 ALUMINUM ALLOY RESULTING FROM GMAW AND GTAW WELDING Salahudin, Xander; Waluyo, Edi; Hastuti, Sri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Aluminium 6061 material is often used in the shipbuilding industry, especially as a construction frame on ships. GMAW (Gas Metal Arc Welding) and GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) are widely used in welding aluminium alloy materials. This research aims to determine and analyse the effect of V, X, and U groove variations welded using GMAW and GTAW on tensile strength of a 6061 aluminium alloy. The results of this study obtained the highest tensile stress value from the X groove GMAW welding of 149.22 MPa with a strain of 8.60%. The lowest tensile stress value was obtained from the U groove GTAW welding of 105.09 MPa with a strain of 3.18%. In general, the tensile strength value of GMAW welding is better than GTAW welding. Macro photo observations of GMAW welding show a small amount of porosity welding defects at the base of the weld, while GTAW welding shows a more amount of porosity welding defects at the base of the weld.
Co-Authors Abdul Rahman Wahid Aris Priyatmoko Aris Priyatmoko Aris Priyatmoko Azam Akmal Nur Irsan Azhari, Fadhlan Azhari, Fadlan Aziz , Syahrul Fatchul Bagas Dwi Prakoso Bagus Saputra Bintoro, Sefrian Rizki Catur Pramono Crodita Bangkit Wiranegara Danang Henri Wibowo Danang Henri Wibowo Dullah, Muhammad Firdaus Ubai Edi Handoyo Edi Waluyo Eko Saputra Eko Saputra El Vionna Laellyn Nurul Fatich El Vionna Laellyn Nurul Fatich Endang Mawarsih Erics Kharisma Danang Perdana Fadlan Azhari Faiz Listyanda Farika Tono Putri Fathoni, Achmad Luthfian Fuad Hilmy Gilang Fitra Sanubari Gito Sugiyanto Hasugian, Panca Putra Hendri Setiawan Hidayat, Ilyas Ibnu Suseno Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan Hadi Nugroho Ikhsan, Ivan Hardi Nurul Indrawati, Ragil Tri Isro Nurul Hadi Kun Suharno Kun Suharno Laksono Trisnantoro M Rozak Ardiyanto M. Yogi Riyantama Isjoni Mahdi, Jausyan Al Margi Luhur, Galih Maulana Michael Yossia Gultom Miftahkul Khoir Miftahkul Khoir Moh. Ibah Alfauzi Muhamad Agung Prasetyo Muhammad Cahya Wicaksana Muhammad Hasan Zuhdi Nani dkk. Mulyaningsih Naufal Widiyatama Aslam Nurdin, Akhmad Paryanto Paryanto Pratama, Hidayat Putri, Ericha Dwi Wahyu Syah Putri, Farika Tono Rachman Satya Pamungkas Rachman Satya Pamungkas Ragil Tri Indrawati Rahayu, Yunita Raka Mahendra Sulistiyo Ranny Puspita Dewi Ridwan Afandi Ridwan Afandi Rizki Dwi Ardika Ryantika Dyah Safitri Salim, Muhammad Faiz Samodro, Tegar Sri Hastuti Sri Hastuti Sri Hastuti , S.T., M.T. IPP. Sri Widodo Sri Widodo Sri Widodo Sri Widodo Sri Widodo Sri Widodo Sulistyo, Raka Mahendra Taufik, Ikhwan Tegar Adi Prabowo Tegar Armanto Trisma Jaya Saputra Wahyu Isti Nugroho Yudhistira, Dida Ardito Yusril Ihza Yusuf Satrio Wibowo Zainab Luxfi’i