Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengajaran Bahasa Asing Bagi Pelaku Pariwisata di Pantai Melasti, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Jendra, I Wayan; Harisal, Harisal; Kanah, Kanah; Astuti, Ni Wayan Wahyu
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v9i1.59-66

Abstract

Untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia pada bidang Pariwisata khususnya, maka bahasa untuk berkomunikasi sangat dibutuhkan. Peran masyarakat sebagai pelaku pariwisata sangat penting khususnya pada saat melakukan pelayanan terhadap tamu yang berkunjung ke pantai Melasti. Bahasa asing perlu dikuasai agar tercipta pelayanan yang maksimal dan kesan orang Indonesia sebagai masyarakat yang penuh sopan santun tetap terjaga di kalangan wisatawan.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya bahasa asing bagi staf di pantai Melasti untuk meningkatkan kompetensi dalam menunjang pelayanan terbaik pada para wisatawan yang datang berkunjung ke tempat tersebut. Kegiatan ini memilih Daerah tujuan Wisata pantai Melasti karena selain kegiatan pelatihan bahasa akan diselenggarakan juga pembersihan area pantai yang sesuai fenomena masih membutuhkan edukasi mengenai pentingnya kebersihan area pariwisata dan tentu saja pentingnya bahasa asing. Oleh karena itu, dengan adanya pengabdian melalui pelatihan dan pendampingan ini diharapkan staf di Pantai Melasti dapat menambah pengetahuan mengenai pentingnya etika pariwisata dan bahasa asing dan meningkatkan kompetensi dalam bidang pariwisata agar dapat melmberikan pelayanan yang lebih baik
Digital Branding untuk Penguatan Pemasaran Produk Dodol Khas Desa Selat Karangasem sebagai Kearifan Lokal Bali Astuti, Ni Wayan Wahyu; Sarja, Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari; Adiaksa, I Made Anom; Pamularsih, Tyas Raharjeng; Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri; Dwijuliasri, Kadek Ayu; Puspita, Ni Made Ayu Maya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/etx3w337

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemasaran produk Dodol Bhuana Sari sebagai makanan khas Desa Selat, Karangasem, melalui penerapan strategi digital branding. Permasalahan utama mitra adalah sistem pemasaran yang masih konvensional, belum adanya identitas merek yang kuat, serta keterbatasan pemanfaatan media digital. Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha melalui tahapan sosialisasi, pelatihan pembuatan logo dan label kemasan, pelatihan pemasaran digital melalui media sosial, Google My Business, dan website, serta pendampingan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis catatan penjualan untuk memastikan validitas hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan permintaan produk dari 100 kg menjadi 280 kg dalam dua bulan kegiatan serta peningkatan kemampuan mitra dalam pengelolaan promosi digital. Temuan awal menunjukkan adanya dampak positif terhadap kapasitas promosi dan permintaan produk, meskipun evaluasi lanjutan dibutuhkan untuk mengukur dampak jangka panjang. Digital Branding to Strengthen the Marketing of Selat Village’s Traditional Dodol as Balinese Local Wisdom Abstract This community service activity aims to strengthen the marketing capacity of Dodol Bhuana Sari products as a typical food of Selat Village, Karangasem, through the implementation of digital branding strategies. The main problems faced by partners are the marketing system which is still conventional, the absence of a strong brand identity, and the limited use of digital media. The activity was carried out using a participatory method involving lecturers, students, and business actors through stages of socialization, logo and packaging label creation training, digital marketing training through social media, Google My Business, and websites, as well as mentoring and evaluation. Evaluation is conducted through observation, interviews, and analysis of sales records to ensure the validity of the results. The results of the activity showed an increase in product demand from 100 kg to 280 kg in two months of activity as well as an increase in partners' capabilities in managing digital promotions. Initial findings indicate a positive impact on promotional capacity and product demand, although further evaluation is needed to measure the long-term impact.
Zero Dollar Tourist: Analisis Kritis Diskursus Segmen Pasar Wisatawan Tiongkok dalam Pariwisata Bali Gede Ginaya; Made Ruki; Ni Wayan Wahyu Astuti
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 9 No. 1 (2019): WACANA KRITIS BUDAYA BALI
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2019.v09.i01.p07

Abstract

As an icon of national tourism, Bali has become a world-top tourist destination. In 2018, Bali gained an award from Trip Advisor as the world’s best tourist destination. It has helped Bali to boost the number of foreign tourist arrival including Chinese. However, the increase visitor of Chinese tourist has caused a dilemma between the quantity and quality tourists as it is shown by the current issue of zero-dollar tour. This article critically analyses discourse on Chinese tourist market segment and its challenges to realise tourism sustainable in Bali. Data were obtained by observation and in-depth interviews with stakeholders and from literature review. Discourse of power/knowledge, deconstruction, and communicative action theories were applied eclectically to undertake this study. The results revealed that a space of discussion to find solution for the problem faced on the discourse of Chinese tourist market segment are needed as this could contribute to realise sustainable tourism development in Bali.
Penguatan Praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada UMKM Dodol Bhuana Sari di Desa Selat, Karangasem, Bali Dwijuliasri, Kadek Ayu; Astuti, Ni Wayan Wahyu; Sarja, Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari; Adiaksa, I Made Anom; Pamularsih, Tyas Raharjeng; Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri; Puspita, Ni Made Ayu Maya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5040

Abstract

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan memiliki peran penting dalam melindungi pekerja serta mendukung keamanan pangan dan kelancaran proses produksi. Namun, penerapan K3 pada sebagian besar UMKM masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM Dodol Bhuana Sari dalam menerapkan prinsip K3. Kegiatan diikuti oleh 12 peserta yang terdiri atas 1 pemilik usaha, 1 pengelola, dan 10 pekerja produksi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui edukasi K3, pelatihan penggunaan alat pelindung diri (APD), edukasi higiene dan sanitasi pangan, serta pendampingan ergonomi kerja selama proses produksi dodol. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur terhadap pemilik usaha dan pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pekerja terkait K3, penggunaan APD yang lebih konsisten, praktik higiene dan sanitasi yang lebih baik, serta penataan area kerja yang lebih teratur. Selain itu, pekerja menyampaikan adanya peningkatan kenyamanan kerja setelah pendampingan ergonomi dilakukan. Program ini menunjukkan bahwa pendampingan K3 berbasis partisipatif dapat menjadi upaya awal dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman pada UMKM pangan. Strengthening Occupational Safety and Health (OSH) Practices in the Dodol Bhuana Sari MSME in Selat Village, Karangasem, Bali Abstract Occupational health and safety (OHS) implementation in food-based Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) plays an important role in protecting workers while supporting food safety and production processes. However, OHS practices in many MSMEs remain suboptimal. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of workers at Dodol Bhuana Sari MSME in applying OHS principles. The activity involved 12 participants consisting of one business owner, one manager, and ten production workers. The program applied a participatory approach through OHS education, personal protective equipment (PPE) training, food hygiene and sanitation education, and ergonomic assistance during the dodol production process. Evaluation was conducted using participatory observation and semi-structured interviews with the owner and workers. The results showed increased worker understanding of OHS, more consistent PPE use, improved hygiene and sanitation practices, and better workplace organization. In addition, workers reported greater comfort during work after ergonomic adjustments were implemented. This program demonstrates that participatory OHS assistance can serve as an initial effort to support a safer and more comfortable working environment in food-based MSMEs.
Digitalisasi Manajemen Bank Sampah Berbasis Sistem Informasi untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Adat Dlod Tukad, Kecamatan Sukawati Gianyar Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri; Saptarini, Ni Gusti Ayu Putu Harry; Astuti, Ni Wayan Wahyu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6002

Abstract

Desa Adat Dlod Tukad telah membentuk tujuh unit bank sampah sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan mitra, pengelolaan bank sampah masih menghadapi beberapa kendala, yaitu proses administrasi yang masih dilakukan secara manual sehingga pengelolaan data nasabah, transaksi, dan pelaporan belum berjalan secara efektif, serta masih rendahnya pemahaman masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan bank sampah melalui pengembangan dan implementasi Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah berbasis web, pelatihan penggunaan sistem bagi pengelola, pelatihan pemilahan sampah, serta pemberian bantuan berupa tong sampah sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah. Pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan pada 29 Mei 2026, pelatihan pemilahan sampah dan penyerahan tong sampah pada 4 Juni 2026, serta pelatihan penggunaan sistem informasi pada 13 Juni 2026. Hasil monitoring dan evaluasi menggunakan metode observasi dan wawancara menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta telah mampu mengoperasikan Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah dan sekitar 85% peserta telah memahami teknik pemilahan sampah, sehingga target utama kegiatan telah tercapai. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan bank sampah serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Digitalization of Waste Bank Management for Sustainable Waste Management in Dlod Tukad Customary Village, Sukawati District, Gianyar  Abstract Dlod Tukad Traditional Village has established seven waste bank units as an effort to improve community-based waste management. However, based on observations and interviews with partners, several challenges were identified, including manual administrative processes that resulted in ineffective management of customer data, transaction records, and reporting, as well as the limited public understanding of waste segregation at the source. This community service program aimed to enhance the effectiveness of waste bank management through the development and implementation of a web-based Waste Bank Management Information System, training on system utilization for waste bank administrators, waste segregation training for the community, and the provision of waste bins as supporting facilities for waste management. In carrying out this community service, the program activities included program socialization on May 29, 2026, waste segregation training and waste bin distribution on June 4, 2026, and training on the use of the information system on June 13, 2026. Monitoring and evaluation results using observation and interview methods indicated that around 80% of the participants were able to operate the Waste Bank Management Information System, while around 85% of the participants demonstrated an understanding of proper waste segregation techniques. These results indicate that the primary objectives of the program have been achieved. The program is expected to improve the effectiveness of waste bank management while encouraging greater community participation in sustainable waste management practices
Enhancing Students’ Green Ethic-Based Problem Solving Skills in English for Tourism Subject Course I Nyoman Kanca; Gede Ginaya; Ni Nyoman Sri Astuti; Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini; Ni Wayan Wahyu Astuti
International Journal of Green Tourism Research and Applications Vol. 3 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/ijogtra.v3i2.86-93

Abstract

This study aims to examine the development of students' core competencies in learning English for Tourism at Tourism Department Politeknik Negeri Bali, where the main product is a green ethical-based measurement instrument for Core Competencies Practices of Problem Solving Skills. Two types of instruments have been created and designed and then used to assess the level of Development in the teaching and learning process for students and lecturers. The results of the Students' Report trial show that overall the instrument is suitable for widespread use. Confirmatory factor analysis results also show the validity of the sub constructs for each main construct. The results of the level of development of Core Competencies show that the minimum development of students' Core Competencies is above 4.2. This means that the development of student Core Competencies has been achieved. For this reason, the Core Competencies development model must maintain to be developed, tested and finally implemented.