Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Efektivitas Infusa Biji Ketumbar Coriandrum sativum L. Sebagai Antikolesterol Pada Tikus Putih Rattus norvegicus Diana V. Hamel; Christel Sambou; Ferdy A. Karauwan; Margaretha Ginting
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.682 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.307

Abstract

Biji Ketumbar Coriandrum sativum L meruapakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terkandung dalam infusa biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) dan efektivitas infusa biji ketumbar sebagai antikolesterol terhadap tikus putih (Rattus norvegicus). Dalam penelitian ini dilakukan lima perlakuan, yaitu dengan konsentrasi 2.5 g, 5 g, 10 g, simvastatin dan aquades. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Hasil penelitian ini didapatkan infusa biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) menujukkan bahwa semakin tinggi dosis infusa biji ketumbar yang diberikan maka rentang penurunan kadar kolesterol darah akan lebih besar. Hasil dari perlakuan dosis 10 g (900 mg) mengalami penurunan ya g lebih baik sama dengan kontrol positif dan lebih efektif walaupun berdasarkan uji statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar perlakuan.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo Yuri Namotemo; Randy Tampa’i; Christel N. Sambou; Ferdy A. Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.05 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.310

Abstract

Pembedahan merupakan tindakan pengobatan yang menggunakan teknik invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani melalui sayatan yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Kondisi ini memungkinkan terjadinya infeksi mikroba terhadap pasien pembedahan bila infeksi tidak dicegah atau luka bekas pembedahan tidak ditangani dengan baik. Pemberian antibiotik profilaksis telah digunakan secara luas untuk menghindari dan menangani infeksi pada daerah pembedahan. Penggunaan antibiotik harus dievaluasi melalui program evaluasi penggunaan obat (EPO) untuk menjamin penggunaan obat yang sesuai. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif non-eksperimental dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada pasien bedah di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo periode Oktober 2019-Maret 2020. Hasil penelitian diperoleh profil karakteristik pasien yang menjalani operasi dengan diagnosa terbanyak yaitu pada obstetric sebanyak 172 pasien (33,20%). Dari hasil evaluasi terhadap penggunaan antibiotik profilaksis pada 518 pasien yang menjalani operasi digunakan antibiotik ceftriakson (sefalosporin generasi III) sebanyak 349 pasien (67,37%) dan Cefazolin (sefalosporin generasi I) sebanyak 69 pasien (13,32%). Ini menunjukan bahwa dalam pemilihan jenis antibiotik profilaksis belum sesuai pedoman umum penggunaan antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011. Berdasarkan dosis penggunaan, bentuk sediaan, rute pemberian, dan waktu penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sudah sesuai dengan Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011.
Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek M Manado Yanti Paula Ranti; Jeane Mongi; Christel Sambou; Ferdy Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.328 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi sistem penyimpanan Obat di apotek M Manado berdasarkan petunjuk teknis standar kefarmasian di apotik tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk melihat sistem penyimpanan obat di Apotek M Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penyimpanan obat di Apotek M Manado belum sepenuhnya sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek tahun 2019,dapat dilihat dari hasil persentase sebesar 69,57% yang sesuai . Salah satunya dapat dilihat dari penyimpanan obat LASA/NORUM yang tidak sesuai,walaupun obat terletak dalam kelompok abjad yang sama harus diselingi dengan minimal dua obat dengan kategori LASA/NORUM diantara atau tengahnya .Banyaknya nama obat membuat medication error didasarkan pada penampilan yang mirip atau suara ketika ditulis atau diucapkan atau juga telah diidentifikasi memiliki potensi yang membingungkan.
Pola Peresepan Penggunaan Obat Antihipertensi Di UPTD Puskesmas Airmadidi Yuliana Polopadang; Jeane Mongi; Wilmar Maarisit; Ferdy Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.04 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.315

Abstract

Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Salah satu cara untuk mengontrol hipertensi adalah pemberian terapi farmakologis antihipertensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan obat antihipertensi di UPTD Puskesmas Airmadidi Minahasa Utara. Data diambil secara retrospektif dan dianalisa secara deskriptif dari buku register dan rekam medis pasien periode januari – juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 559 pasien hipertensi paling banyak terjadi pada perempuan sebesar 375 ( 67,08 % ) pasien dan pada laki – laki sebesar 184 ( 32,92 % ). Penderita hipertensi terbanyak terdapat pada kelompok usia 60 – 69 tahun sebanyak 243 ( 43,47 % ) pasien, diikuti oleh kelompok usia 50 – 59 tahun sebanyak 135 ( 24,15 % ) pasien dan terendah pada kelompok usia 80 -89 tahun sebanyak 4 ( 0,72 % ) pasien. Pemberian terapi farmakologi yang paling banyak adalah monoterapi dibandingkan politerapi. Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah ACE-I yaitu captopril dan untuk politerapi golongan obat yang paling banyak digunakan adalah CCB dan ACE –I yaitu amlodipin dan captopril. . Berdasarkan derajat hipertensi, sebagian besar monoterpi diberikan pada pasien dengan hipertensi stadium I.
Evaluasi Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Program Rujuk Balik BPJS di Apotek My Life Farma Dendengan Dalam Kota Manado Olpin Tumole; Jeane Mongi; Ferdy A. Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.368 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.316

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit seumur hidup yang tidak dapat sembuh secara permanen. Pemberian obat antihipertensi diharapkan dapat mengontrol tekanan darah pasien. Oleh sebab itu dibutuhkan kepatuhan yang tinggi dari pasien untuk tidak lupa mengkonsumsi obat antihipertensi setiap hari agar tekanan darah tetap terkontrol. Namun, beberapa fakta yang ditemui beberapa pasien hipertensi sudah tidak meminum obat antihipertensi dengan alasan sudah merasa sehat. Keberhasilan pasien hipertensi dalam pengobatan dipengaruhi dari tingkat Kepatuhan pasien dalam minum obat. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kratonan Surakarta menunjukkan bahwa pasien hipertensi yang tidak patuh minum obat antihipertensi beresiko 3 kali untuk tidak mengalami penurunan tekanan darah [11]. .Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Program Rujuk Balik BPJS Di Apotek My Life Farma Dendengan Dalam Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional (non eksperimental ) dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Dilakasanakan di Apotek My Life Farma Dendengan Dalam Kota Manado bulan Februari 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63% pasien patuh, 13% kurang patuh, dan 24% tidak patuh berdasarkan hasil pengisian kuisioner MMAS-8.
Uji Daun Nusa Indah Putih (Mussaenda pubescens) Sebagai Antilitiasis Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Etrit Sabenar; Selvana S. Tulandi; Amal R. GInting; Ferdy A. Karauwan; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.861 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v4i2.336

Abstract

Ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) telah diteliti untuk mengetahui ada atau tidaknya potensi Antilitiasis dengan proses ekstraksi. Pada proses ekstraksi ada beberapa tahap yaitu maserasi, destilasi fraksinasi, dan ekstraksi cair-cair. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan. Sebanyak 20 ekor tikus jantan dewasa dengan berat rata-rata 150-200 gram dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol normal (P0), kelompok etilen glikol 0,75 % (P1), kelompokekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 150 mg/kg BB (P2) dan kelompokekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 300 mg/kg BB (P3) dengan parameter pengamatan kadar kreatinin serum darah tikus dan histopatologi ginjal pada setiap kelompokperlakuan dengan pengujian selama 28 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih berpotensi sebagai antilitiasis dimana pada dosis 150 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB tidak terdapat adanya endapan Kristal. Ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih dosis 300 mg/kg lebih baik dapat menurunkan kadar kreatinin dibandingkan dengan dosis 150 mg/kg BB. Penurunan kadar kreatinin dan hilangnya kristal, kemungkinan karena kandungan metabolit sekunder yang ada pada daun nusa indah putih yang memiliki aktivitas diuretik yang membantu pengeluaran batu ginjal secara spontan dengan cara meningkatkan volume urine, pH dan aktivitas anti kalsifikasi.
Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Di Kecamatan Tobelo Kota Kabupaten Halmahera Utara Betari Malinda Tuwongena; Ferdy A. Karauwan; Devie R. Lumy; Yappy F. Saroinsong
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.51 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.340

Abstract

Standar Pelayanan Kefarmasian sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian kepada masyarakat, maka pemerintah mengeluarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI. Nomor 35 Tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah standar pelayanan di apotek dikecamatan tobelo kota apakah baik, sedang atau buruk yang meliputih pengelolan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik.Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan memakai jenis penelitian survey dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Jumlah tenaga kefarmasian yakni apoteker 10 (dari 10 apotek). Tenaga teknis kefarmasian 7 (dari 10 apotek) dan tenaga non teknis 12 ( dari 10 apotek). sebagian besar atau 90% pemilik sarana apotek adalah milik pribadi dan hanya 10% milik BUMN/Perusahan. 20% hadir selama apotek buka, 50% hadir setiap hari pada jam tertentu, 10% hadir 2-3 seminggu dan 20% hadir 1 kali sebulan. Hasil persentase ratarata untuk skor standar pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai serta pelayanan farmasi klinik untuk 10 apotek yang menjadi sampel penelitian yang ada di Tobelo Kota adalah 71,57% atau masuk pada kategori Sedang.
Efektivitas Antilitiasis Ekstrak Etanol Daun Nusa Indah Putih (Mussaenda pubescens) Terhadap Kadar Kreatinin Serum Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Christi Devita Laoh; Ferdy A. Karauwan; Vlagia I. Paat; Douglas N. Pareta
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.271 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.359

Abstract

Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) untuk menurunkan kadar kreatinin pada tikus urolitiasis pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan. Sebanyak 20 ekor tikus jantan dewasa dengan berat rata-rata 150-200 gram dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol normal (P0), kelompok etilen glikol 0,75 % (P1), kelompok ekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 150 mg/kg BB (P2) dan kelompok ekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 300 mg/kg BB (P3) dengan parameter pengamatan kadar kreatinin serum darah tikus pada setiap kelompok perlakuan dengan pengujian selama 28 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian etilen glikol selama 14 hari pada kelompok perlakuan (P1) nilai kreatinin serum mencapai 1.13 mg/dL (p<0.05) dibandingkan dengan konrol normal (P0) 0.66 mg/dL (p<0.05) dengan kreatinin normal tikus 0,2-0,8 mg/dL. Hal ini disebabkan karena etilen glikol merupakan agen nefrotoksik yang membantu pembentukkan batu kalsium oksalat diginjal sehingga tikus menjadi urolitiasis (batu ginjal). Kesimpulannya adalah bahwa ekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) memiliki efektivitas dalam menurunkan kadar kreatinin dalam darah pada tikus urolitiasis.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galanga (L) Willd) Sebagai Analgesik Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Julia Brigita Sumonda; Jeane Mongi; Ferdy A. Karauwan; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.951 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol rimpang lengkuas putih sebagai analgesik pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan asam mefenamat sebagai pembanding.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada Bulan November 2018 – Desember 2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian ekstrak etanol rimpang lengkuas putih yang diberi dosis berbeda 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB, menunjukan adanya efek analgesik pada hewan uji. Bila dibandingkan dengan kontrol positif obat asam mefenamat efek penurunan analgesik lebih tinggi dari ekstrak rimpang lengkuas putih, sedangkan pada kontrol negatif dengan pemberian CMC1 % efek penurunan analgesik lebih rendah, dosis 100 mg/kgBB rimpang lengkuas putih lebih banyak memberikan efek analgesik. Kesimpulannya adalah ekstrak rimpang lengkuas putih memiliki efek analgesik sebagai penurun rasa nyeri.
Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Leilem (Clerodendrum minahassae) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Formalin Mita Sindy Tumiir; Gideon A. R. Tiwow; Ferdy A. Karauwan; Reky R. Palandi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.576 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dari daun Leilem (Clerodendrum minahassae) pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus), sehingga Masyarakat dapat memanfaatkan daun Leilem sebagai obat tradisional untuk mengatasi inflamasi.Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental dengan menggunakan tikus putih sebanyak 15 ekor. Metode pengujian antiinflamasi yang digunakan adalah uji edema pada telapak kaki tikus dengan induksi formalin. Hewan uji dikelompokan menjadi 5 kelompok perlakuan yang berbeda yaitu cataflam (kalium diklofenak) sebagai kontrol positif, aquadest sebagai kontrol negatif, dan ekstrak etanol daun Leilem dengan dosis 75 mg/kg BB, 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB. Hewan uji diamati dan diukur tebal edemanya selama 6 jam. Hasil penelitian menunjukan % reduksi radang pada jam ke-1 sampai jam ke-6 kelompok kontrol positif cataflam sebesar 13,9%, 41,4%, 53,4%, 61%, 73,8% dan 92,4%, ekstrak etanol daun Leilem dosis 75 mg/kg BB sebesar 2,5%, 11,3%, 5,3%, 2,8%, 1,7% dan 1,7%, dosis 150 mg/kg BB sebesar 12,2%, 36,3%, 39,5%, 40,3%, 44,8% dan 65,3%, dan dosis 300 mg/kg BB sebesar 44,9%, 50,3%, 50,6%, 51,1%, 63,6% dan 68,7%. Ekstrak etanol daun Leilem memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.
Co-Authors Alter Y. Runtu Amal R. GInting Amal R. Ginting Ana Neman Andre R. Usuman Betari Malinda Tuwongena Christi Devita Laoh dengen, Alvina maria Devie R. Lumy Diana V. Hamel Douglas N. Pareta Einstein Karundeng Einstein Z. Karundeng Einstein Z. Z. S. Karundeng Etrit Sabenar Eunike Dareda Fadly Steven Jefry Rumondor Feby L. Bala Felicia T. Rawung Ferdinand Palit Friska Mery Montolalu Gideon A. R. Tiwow Ginting, Margaretha S. Goni, Jenelitha S. Grace P. Benua Hariyadi Hariyadi Hariyadi Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hide Devid N. Sompotan Hizkia Rifka Warokka Irma Dawi Jabes Wolter Kanter Jacky Karel Simboh Jeane Mongi John Paul Rian Julia Brigita Sumonda Junita Dompas Kalalo, Michael R. C. Kalangi, Jekki J. F. Kereh, Indri J. Korua, Sammy Rommy Novie Kristian Stefano Pinatik Lengkey, Yessie Mabel, Felikson Margaretha Ginting Meisy Permata Citra Nayoan Michaela P Pauran Mita Sindy Tumiir Monica Sarra Tamunu Nerni Potolangi Oktavianus Lumakeki Olpin Tumole Olvie S. Datu Olvie S. Datu Paat, Vlagia Indira Palandi, Reky Royke Pangkei, Octry M. Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafen Ngama Randy Tampa'i Randy Tampa’i Renault Marsidi Rinny V. Sakul Royke R. Palandi Sambou, Christel N. Sheren J. Bermula Silvana L. Tumbel Sonia Irniati Rorong Sonny Untu Sony Larumpaa Sumagando, Adolfina Swingly Fidelik Manengkey Tabita R. S. Rongkonusa Tampa'i, Randy Tombuku, Joke Luis Tri Nugrahani I.M Kilis Tuda, Aletheia Tulandi, Selvana Stien Veronica Davis Widyaningrum Widyaningrum Wilmar Maarisit Yanti Paula Ranti Yappi Saroinsong Yappy F. Saroinsong Yohana I. C. Widodo Yulia Tresia Solosa Yuliana Polopadang Yuri Namotemo