Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM Serbuk Minuman Herbal Menggunakan Mesin Oven Dan Kristalisasi Dony Perdana; Lilla Puji Lestari; Muhammad Farkhan; Khoirul Ngibad; Annando Kusuma Dianto; Ahmad Dani Fahrudin
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Among Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v6i2.16812

Abstract

UMKM Queen Sae di Desa Modong Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo yang bergerak dalam pembuatan serbuk minuman herbal mempunyai permasalahan prioritas, yaitu mitra belum mempunyai mesin pengering/oven dengan kapasitas yang memadai untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Selain itu, mitra juga belum mempunyai mesin pembuat bubuk jahe instan atau mesin kristalisasi. Oleh karena itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMAHA Sidoarjo membantu mitra dengan memberikan solusi, yaitu: pengadaan TTG berupa mesin oven dan mesin kristalisasi. Metode dalam PkM ini adalah analisis situasi dan kesepakatan persoalan prioritas mitra, persiapan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi kegiatan PkM. Hasil PkM adalah mesin pengering/oven dan mesin pembuat bubuk jahe instan telah didiseminasikan kepada mitra. Penggunaan mesin oven tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 % sehingga berdampak pada peningkatan penjualan dan permintaan konsumen yang melebihi kapasitas produksi mitra juga dapat teratasi dengan baik melalui mesin oven tersebut. Selain itu, penggunaan mesin pembuat bubuk jahe instan tersebut dapat meningkatkan produktivitas menjadi 400 % lebih meningkat dan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan lebih mempermudah pekerjaan. Dengan demikian, kegiatan PkM mempunyai dampak terhadap perkembangan mitra dalam hal peningkatan kapasitas produksi sehingga dapat meningkatkan penjualan dan profit bagi mitra.
Flame Behavior During the Combustion of Premixed Kapok Oil Influenced by Oxygen and Magnetic Field Dony Perdana; Muhamad Nur Rohman; Mochammad Khoirul Rosidin; Muhaji Muhaji
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 14, No 1 (2025): February 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i1.92-98

Abstract

This study aimed to determine effect of oxygen enrichment and magnetic field direction on the flame behavior kapok oil combustion. Experiment was carried out to obtain flame evolution, temperature and height. Kapok oil (600 ml) was put in the boiler, and heated to 300°C. A burner chamber is placed for the reaction between kapok oil vapor with air from compressor and oxygen. Two permanent magnets of neodymium nickel grade N52 with intensity 1.1 Tesla were placed on side of burner tip. Results showed the magnetic field produce more transparent, slimmer flames with highest temperature of 679°C, lowest flames height of 5 mm. Magnetic fields produce a Lorentz force that breaks the fuel chemical chain and creates magnetic pulses in the flames. Oxygen contained in air around the burner coupled with oxygen enrichment create excessive oxidizing gas to separate and release electrons. Excessive oxygen results in a higher flame temperature due to faster combustion reaction. The magnetic fields around flames induces flow air which magnetically cause heat transfer around the flame, resulted variable flame height. This combustion produces different flame evolution, temperature, and height. Keywords: Flames behavior, Flames colour, Kapok oil, Magnetic field, Premixed combustion.
Penerapan Alat Pengering Cumi-Cumi Semi Otomatis Untuk Meningkatkan Produktifitas dan Kualitas Cumi-Cumi Kering Muhaji; Ismawati, Rita; Romadhoni, Ita Fatkhur; Perdana, Dony; Farkhan, M.
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v7i1.16970

Abstract

Sedayulawas suatu desa di pantai utara Kec. Brondong Kab. Lamongan Jawa Timur, merupakan pusat tempat pelelangan ikan (TPI) terbesar di Indonesia. Mata pencaharian penduduknya sebagai nelayan, pedagang, dan pengering ikan. Alat pengering ikan saat ini menggunakan para-para dengan sinar matahari, saat musim penghujan hasilnya rusak dan berjamur, sedangkan manajemenya belum dilaksanakan dengan baik. Industri kecil mitra program PKM-PU ini adalah kelompok usaha pengering cumi UMKM “Cipta Karya”. Tujuan program PKM-PU ini adalah: (1) untuk meningkatkan produktivitas pengeringan cumi-cumi, (2) meningkatkan manajemen keuangan. Metode yang digunakan dalam melaksanaan kegiatan PKM-PU melipiti wawancara, observasi dan surve lapangan, dan rancang bangun alat pengering. Hasil dari PKM-PU (1) alat pengering cumi-cumi, (2) hasil uji lama pengeringan hanya 1 hari, hal lebih cepat jika dibandingkan dengan pengeringan sinar matahari sampai 4 hari, (3) produksi pengeringan cumi besar dan sedang menghasilkan 5 kg cumi-cumi kering, dari bahan cumi basah 20 kg, (4) keuntungan UKM untuk jenis cumi-cumi besar Rp.435.000,-/pengeringan, sedangkan jenis cumi-cumi sedang Rp.310.000,-/pengeringan, (5) sedangkan dari hasil pelatihan dan pendapingan manajemen, menunnjukkan bahwa semua yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias, 16% peserta yang mengikuti kegiatan menyatan puas, dan 84% peserta yang ikut kegiatan sangat puas terhadap pelaksanaan pendampingan dan pelatihan.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA UMKM KERUPUK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI Perdana, Dony; Choifin, Mochamad; Ngibad, Khoirul; Rivaldo, M Ario; Basyori, Imam; Hakim, Lukman
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2022): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i1.1619

Abstract

Dalam program PTDM (Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat) ini, kami memilih mitra UMKM yang bergerak di bidang ekonomi produktif dalam penggorengan kerupuk upil. Permasalahan prioritas yang sudah disepakati antara tim pengusul dan mitra 1 antara lain: 1) kapasitas produksi penggorengan kerupuk yang masih rendah dikarenakan peralatan yang digunakan masih sederhana dan sudah aus, 2) mitra belum mempunyai mesin perajang kerupuk dan mesin pengering kerupuk. Adapun permasalahan prioritas mitra 2 adalah mitra memerlukan teknologi yang berupa mesin penggorengan dengan kapasitas produksi yang lebih besar dan mesin yang tidak manual sehingga bisa mengurangi penggunaan tenaga manusia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengatasi permasalahan prioritas yang sedang dihadapi mitra 1 adalah mendiseminasikan mesin penggoreng kerupuk, mesin perajang kerupuk, mesin pengering kerupuk dan untuk mengatasi permasalahan prioritas yang sedang dihadapi mitra 2 dengan mendiseminasikan mesin pengering kerupuk. Metode pelaksanaan program diseminasi teknologi untuk peningkatan kapasitas produksi pada UMKM kerupuk di Sidoarjo yang telah dilakukan meliputi: identifikasi kebutuhan mitra, perancangan mesin, pembuatan mesin, uji dan pendampingan operasional dan diseminasi teknologi kepada mitra. Hasil pelaksanaan program PTDM meliputi: 1) teknologi yang didiseminasikan ke mitra mesin perajang kerupuk, mesin pengering kerupuk, mesin penggoreng kerupuk. Para mitra UMKM mempunyai dan mampu mengoperasikan mesin penggoreng kerupuk, mesin perajang kerupuk, dan mesin pengering kerupuk dalam rangka untuk peningkatan kapasitas produksi.
Effect on saturated and unsaturated fatty acids on various vegetable oils on droplet combustion characteristic Perdana, Dony; Rohman, Muhamad Nur; Choifin, Mochamad
International Journal of Applied Power Engineering (IJAPE) Vol 14, No 4: December 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijape.v14.i4.pp980-987

Abstract

Vegetable oils have composed of triglycerides, which one consist of 3 fatty acids combined with glycerol. Each saturated and unsaturated fatty acid has a different effect on burning characteristics. This study aimed to investigated effect of fatty acids at ceiba pentandra and jatropha oils on the flame behavior of the droplet combustion process. The combustion characteristic was observed by an ignited droplet at the junction using a thermocouple and a high-speed camera (120 fps). Results showed that a higher saturated fatty acid content resulted in long-life and steady flames. This is because more oleic and linoleic acid carbon atoms leave the droplet area and react with air. Jatropha oil produces a higher temperature of 780 °C than ceiba pentandra oil. Temperature of a vegetable oils flame is influenced by number of carbon chains, double bond, and heating value. Ceiba pentandra oil has a higher burning rate of 0.185 mm/s than jatropha oil at 0.155 mm/s. The chain content of polyunsaturated fatty acids has significant effect on rate of combustion, which is due to the weak van der Waals dispersion forces, such that heat absorption is more active and energetic. The highest flame height for ceiba pentandra oil is 55.03 mm compared to for jatropha oil it is 46.82 mm. Long-chain unsaturated double bonds and glycerol cause micro-explosions. This micro-explosion caused the shape of the flame to split and expand so that evaporation occurred faster, thus increasing the size of the flame.
STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK NYALA API PEMBAKARAN PREMIX MINYAK KAPUK DENGAN BERBAGAI ORIENTASI MEDAN MAGNET Dony Perdana; Dadang Gabril Setiyawan; Mochamad Choifin
Scientific Journal of Mechanical Engineering Kinematika Vol 8 No 1 (2023): SJME Kinematika Juni 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/sjmekinematika.v8i1.249

Abstract

This study aims to determine the effect of the direction of magnetic fields and their absence on the premixed combustion of kapok oil on the flame's characteristics during the combustion process. Vegetable oils as a substitute for petroleum fuels are important for sustainable research. This research used a laboratory-scale experimental method to obtain the evolution, temperature, and flame height in premix combustion by adding magnets. Kapok oil is filled into boilers of 600 ml and heated to a temperature of 300 oC. A kapok oil vapor and air mixture is reacting in a burner chamber. Two permanent magnetic rods are placed on either side of the burner tip. This study found that the attraction of magnetic fields produces a brighter, slimmer flame with the highest temperature compared to the repulsive effect of magnetic fields without them. Lorentz force generated by magnetic fields continuously breaks off fuel's chemical chains, causing magnetic vibrations in flames. Oxygen-containing air around the burner is separating itself, causing electrons to be released, thus producing higher flame temperatures produced by rapid combustion reactions. A magnetic field around the flame induces a flow of air, which magnetically causes heat transfer around flames, resulting in varying flame heights.
PERILAKU API DAN EMISI PADA PEMBAKARAN DROPLET BIODIESEL DICAMPUR DIETHYL ETHER YANG DIPENGARUHI MEDAN MAGNET Dony Perdana; Firnanda Sumanjaya Putra
Scientific Journal of Mechanical Engineering Kinematika Vol 10 No 1 (2025): SJME Kinematika Juni 2025
Publisher : Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/sjmekinematika.v10i1.329

Abstract

This research aims to investigate flame behavior and emissions droplet combustion of blend waste cooking oil biodiesel- diethyl ether which is influenced by a magnetic field. The need for energy continues to increase, while fossil fuels are becoming increasingly depleted and non-renewable. Therefore development of renewable energy sources are a necessity, such as alternative fuels made from natural resources, namely waste cooking oil biodiesel. This study uses a direct experimental method of burning waste cooking oil biodiesel droplets with variations in mixture concentrations of 0%, 10%, 15%, and 20% diethyl ether. Two magnetic bars with an intensity of 10000 G are placed between a 0.12 mm diameter with K type thermocouple as a repulsive magnetic field in the south-south direction.. The droplet diameter of blends of waste cooking oil biodiesel and diethyl ether is around 1.2 mm. Results of the study found that the addition of variations of diethyl ether mixtures with concentrations of 0%, 10%, 15%, 20% and a repulsive magnetic field (S-S) had a significant effect on flame evolution, flame height and exhaust gas emissions. The variation of diethyl ether (20%) blends produces of shortest flame time of 592 milliseconds, the lowest flame height of 7.41 mm and NOx exhaust gas emissions with the lowest value of 137 ppm.
PENGARUH TIPE PROTOTYPE SEPEDA MOTOR TERHADAP COEFFICIENT DRAG DAN LIFT PADA OPEN CIRCUIT WIND TUNNEL Achmad Masum Nur Aini; Muhamad Hanifudin; Dony Perdana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20 No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.11190

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  koefisien drag dan  lift dengan variasi kecepatan dan benda uji prototype sepeda motor. Dalam mendesain sebuah kendaraan sangat penting untuk memperhatikan sisi aerodinamika. Seiring berjalanya waktu, besarnya hambatan angin yang tercipta juga disesuaikan dengan jenis sebuah kendaraan yang dirancang. Dalam dunia desain dan produksi kendaraan saat ini terutama sepeda motor, pengujian koefisien hambatan menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh industri. Penelitian ini menggunakan open circuit wind tunnel  dimana prototype  yang diuji sepeda motor  scooter, trail, dan sport ditempatkan kan di bagian  test section dengan variasi kecepatan 10 m/s, 12.5 m/s, dan 15 m/s. Hasil dari penelitian menunjukan koefisien drag dan lift dengan kecepatan 15m/s pada sepeda motor scooter dengan nilai 0.534 dan 0,586, sport 0.174 dan 0.485, dan trail 0.349 dan 0.449. Nilai koefisien drag dan lift yang tertinggi terjadi pada prototype scooter.
Pengaruh Variasi Campuran 2,5-Dimethylfuran–Minyak Kelapa pada Pembakaran Dropled terhadap Perilaku Nyala Api Dony Perdana; Moh Badrus Afandi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20 No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.11756

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi campuran 2,5-dimethylfuran- minyak kelapa pembakaran droplet terhadap evolusi nyala api, tinggi nyala api dan emisi hydrocarbon. Minyak nabati dan turunannya serta penambahan bioaditif 2,5-dimethylfuran sangat dibutuhkan untuk dilakukan penelitian sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bahan bakar menggunakan variasi campuran 2,5-dimethylfuran-minyak kelapa. Dilakukan penelitian secara eksperimental dengan menempatkan sebuah tetesan campuran 2,5-dimethylfuran- minyak kelapa pada thermocouple type K dengan diameter tetesan 0.3 mm. Hasil penelitian menemukan campuran 2,5-dimethylfuran 15%-minyak kelapa bahwa bahan bakar mudah menguap disebabkan nilai viskositas 2,5-dimethylfuran lebih rendah daripada minyak kelapa. Sehingga molekul bahan bakar bergerak sangat leluasa menghasilkan proses nukleasi pada droplet menjadi lebih singkat. Adanya senyawa 2,5-dimethylfuran yang menghasilkan ikatan baru itu berpotensi meningkatkan panjang karbon rantai minyak kelapa. Dampaknya jarak antar molekul bahan bakar menjadi lebih kecil, sehingga kemungkinan untuk efektif tabrakan sangat besar. Fenomena ini dapat meningkatkan reaktivitas molekul bahan bakar sehingga mudah terbakar dan laju pembakaran difusi meningkat menghasilkan nyala api bulat, tinggi nyala api rendah dan emisi hydrocarbon menurun dan lebih stabil dibandingkan dengan campuran 2,5-dimethylfuran lainnya.
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN HEAT SINK ALUMUNIUM PADA PANEL SURYA UNTUK OPTIMALISASI PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN Mochamad Choifin; Dony Perdana; Wiji Lestari Ningsih
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/mim.v21i2.12075

Abstract

Pada masa sekarang ini panel surya adalah salah satu teknologi yang popular dan terus berkembang dalam aplikasi Energi Baru Terbarukan (EBT). Panel surya berbasis silikon adalah yang paling umum digunakan pada saat ini. Karena Radiasi sinar matahari dapat kita jumpai setiap harinya. Jadi panel surya dapat menjawab terkait permasalahan energi yang ada saat ini. Namun demikian, peningkatan temperatur operasional panel surya dapat menurunkan daya dan efisiensinya. Dan sering kali panel surya akibat tingginya temperature yang ada pada permukaan panel surya sering kali sampai terbakar . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalisir panas yang terjadi pada panel surya akibat dari radiasi yang di tangkap pada permukaan panel surya, sehingga dilakukan penambahan heat sink sebagai media pendingin pada panel surya. diharapkan panel surya akan bekerja optimal  terhadap daya dan efisiensi panel surya tersebut tetap terjaga. Metode dari pada penelitian ini yaitu di tempelkanya Heat sink Alumunium pada permukaan bagian bawah panel surya untuk mengurangi panas akibat radiasi yang tinggi. Penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan mengetahui pengaruh jumlah fin aluminium  pada heat sink dengan base Alumunium terdahap unjuk kerja panel surya. Berdasarkan data dan analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan Panel surya dengan heat sink tanpa fin dan 10 fin mampu menurunkan temperatur kerja sebesar 3,3 °C, 6,7 °C  lebih rendah dibandingkan panel surya tanpa pendingin dan Panel surya dengan heat sink tanpa fin mampu meningkatkan nilai daya maksimum sebesar 4,58 W dan efisiensi sebesar 1,17% lebih tinggi dibandingkan sel surya tanpa pendingin. Pada panel surya dibandingkan sel surya tanpa pendingin. Sedangkan panel surya dengan heat sink 10 fin mampu meningkatkan nilai daya maksimum sebesar 8,56 W dan efisiensi sebesar 2,23% lebih tinggi dibandingkan sel surya tanpa pendingin.
Co-Authors Abdul Halik Achmad Masum Nur Aini Ahmad Dani Fahrudin Aldimas, Reven Anita Suprihatiningrum Annando Kusuma Dianto Ardiansyah Abdul Zalili Arrafi, David Khalik Asrori Asrori Atiqah Qothrun Nada Basyori, Imam Beni Saputra Buyung PS Choifin, Mochamad Dadang Gabril Setiyawan Dedi Hidayat Dianto, Annando Kusuma Dwi Lutfiana Eddy Gunawan Fahmi Mahardiko Fahrudin, Ahmad Dani Faizul Ahmad Jatmiko Farkhan, M. Farkhan, Muhammad Ferdinand Bagas Pratama Firnanda Sumanjaya Putra Galih Handayani Gusti Adriansyah Ika Widya Ardhyani Ika Widya Ardhyani Inaya Shofatul Qoiriyah Ita Fatkhur Romadhoni Khoirul Anam As Syukri Khoirul Anam As Syukri Khoirul Ngibad Khrisna Bayu Pratama Kurniyah Lilla Puji Lestari Lukman Hakim Lusiana Wati M. Adhi Prasnowo Mamat, Rizalman Marsya Aulia Rizkita Mauludin, Mochamad Subchan Moch. Izza Maulana Sulthon Moch. Nahrul Afan I Mochamad Choifin Mochamad Choifin Mochammad Khoirul Rosidin Moh Badrus Afandi Moh. Aris, Taufik Moh. Nurkoyim Kustanto Moh. Rijal Muzakky Mohammad Noor Hidayat Muchammad Ari Fachrudin MUHAJI Muhaji Muhaji Muhamad Hanifudin Muhamad Hanifudin Muhamad Nur Rohman Muhammad Bagus Sugiyanti Muhammad Farkhan Muhammad Ifan Trianto Muhammad Nur Sifa'udin Nasrul Ilminnafik Ngibad, Khoirul Nikma Yucha Novembrian Isam Dinata Nurul Aziza Ratna Ekasari Reghita Patiwi Rita Ismawati Rivaldo, M Ario Rizza Fatma Aulia Sherly Ardhya Garini Singgih Dwi Prasetyo Siti Rahayu Utami Sri Wahyuni Sumardi Hadi Sumarlan Uswatun Khasanah Wahyu Dwi Purnama wigo ardi winarko Wiji Lestari Ningsih Wiji Lestariningsih Wiji Lestariningsih Yosep Sanga Liwun Yuki Trisnoaji Zainal Arifin