Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Variasi Campuran 2,5-Dimethylfuran–Minyak Kelapa pada Pembakaran Dropled terhadap Perilaku Nyala Api Dony Perdana; Moh Badrus Afandi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20 No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.11756

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi campuran 2,5-dimethylfuran- minyak kelapa pembakaran droplet terhadap evolusi nyala api, tinggi nyala api dan emisi hydrocarbon. Minyak nabati dan turunannya serta penambahan bioaditif 2,5-dimethylfuran sangat dibutuhkan untuk dilakukan penelitian sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bahan bakar menggunakan variasi campuran 2,5-dimethylfuran-minyak kelapa. Dilakukan penelitian secara eksperimental dengan menempatkan sebuah tetesan campuran 2,5-dimethylfuran- minyak kelapa pada thermocouple type K dengan diameter tetesan 0.3 mm. Hasil penelitian menemukan campuran 2,5-dimethylfuran 15%-minyak kelapa bahwa bahan bakar mudah menguap disebabkan nilai viskositas 2,5-dimethylfuran lebih rendah daripada minyak kelapa. Sehingga molekul bahan bakar bergerak sangat leluasa menghasilkan proses nukleasi pada droplet menjadi lebih singkat. Adanya senyawa 2,5-dimethylfuran yang menghasilkan ikatan baru itu berpotensi meningkatkan panjang karbon rantai minyak kelapa. Dampaknya jarak antar molekul bahan bakar menjadi lebih kecil, sehingga kemungkinan untuk efektif tabrakan sangat besar. Fenomena ini dapat meningkatkan reaktivitas molekul bahan bakar sehingga mudah terbakar dan laju pembakaran difusi meningkat menghasilkan nyala api bulat, tinggi nyala api rendah dan emisi hydrocarbon menurun dan lebih stabil dibandingkan dengan campuran 2,5-dimethylfuran lainnya.
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN HEAT SINK ALUMUNIUM PADA PANEL SURYA UNTUK OPTIMALISASI PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN Mochamad Choifin; Dony Perdana; Wiji Lestari Ningsih
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/mim.v21i2.12075

Abstract

Pada masa sekarang ini panel surya adalah salah satu teknologi yang popular dan terus berkembang dalam aplikasi Energi Baru Terbarukan (EBT). Panel surya berbasis silikon adalah yang paling umum digunakan pada saat ini. Karena Radiasi sinar matahari dapat kita jumpai setiap harinya. Jadi panel surya dapat menjawab terkait permasalahan energi yang ada saat ini. Namun demikian, peningkatan temperatur operasional panel surya dapat menurunkan daya dan efisiensinya. Dan sering kali panel surya akibat tingginya temperature yang ada pada permukaan panel surya sering kali sampai terbakar . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalisir panas yang terjadi pada panel surya akibat dari radiasi yang di tangkap pada permukaan panel surya, sehingga dilakukan penambahan heat sink sebagai media pendingin pada panel surya. diharapkan panel surya akan bekerja optimal  terhadap daya dan efisiensi panel surya tersebut tetap terjaga. Metode dari pada penelitian ini yaitu di tempelkanya Heat sink Alumunium pada permukaan bagian bawah panel surya untuk mengurangi panas akibat radiasi yang tinggi. Penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan mengetahui pengaruh jumlah fin aluminium  pada heat sink dengan base Alumunium terdahap unjuk kerja panel surya. Berdasarkan data dan analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan Panel surya dengan heat sink tanpa fin dan 10 fin mampu menurunkan temperatur kerja sebesar 3,3 °C, 6,7 °C  lebih rendah dibandingkan panel surya tanpa pendingin dan Panel surya dengan heat sink tanpa fin mampu meningkatkan nilai daya maksimum sebesar 4,58 W dan efisiensi sebesar 1,17% lebih tinggi dibandingkan sel surya tanpa pendingin. Pada panel surya dibandingkan sel surya tanpa pendingin. Sedangkan panel surya dengan heat sink 10 fin mampu meningkatkan nilai daya maksimum sebesar 8,56 W dan efisiensi sebesar 2,23% lebih tinggi dibandingkan sel surya tanpa pendingin.
Studi Eksperimental Pembakaran Droplet Biodiesel Minyak Jelantah Blending Etanol yang Dipengaruhi Medan Magnet Ferdinand Bagas Pratama; Khrisna Bayu Pratama; Muhammad Nur Sifa'udin; Dony Perdana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.13918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi campuran 5%, 10%, 15% etanol pada biodiesel minyak jelantah terhadap evolusi api, emisi gas CO2, CO, HC, dan suhu api. Kecepatan kamera yang digunakan sebesar 120 fps yang diletakkan di depan droplet. Dilakukan penelitian secara eksperimental dengan menempatkan sebuah tetesan campuran 5%, 10%, 15% etanol pada thermocouple type K dengan diameter tetesan 0.3 mm dengan menambahkan medan magnet tarik N-S dan tolak S-S. Hasil penelitian menemukan bahwa campuran 15% etanol pada magnet tarik N-S menghasilkan waktu nyala api paling singkat yaitu 1408 milidetik. Campuran 5% etanol pada magnet tarik N-S menghasilkan emisi gas HC terendah yaitu 160 ppm. Campuran 10% etanol pada magnet tolak N-S menghasilkan emisi gas CO2 terbesar yaitu 167 ppm. Campuran 15% etanol pada magnet tolak S-S menghasilkan emisi gas CO terendah yaitu 104 ppm, dan campuran 5% etanol yang diberi medan magnet tolak S-S menghasilkan temperatur tertinggi yaitu 890,5 oC. Hal ini terjadi karena etanol memiliki titik nyala yang rendah dan kandungan oksigen yang besar, sehingga reaksi pembakaran berlangsung cepat. Daya tarik medan magnet N-S berperan dalam menarik oksigen di sekitar nyala api untuk masuk ke dalam reaksi pembakaran, sedangkan hasil pembakaran H2O keluar dari nyala api.
Flame Behavior During the Combustion of Premixed Kapok Oil Influenced by Oxygen and Magnetic Field Dony Perdana; Muhamad Nur Rohman; Mochammad Khoirul Rosidin; Muhaji Muhaji
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i1.92-98

Abstract

This study aimed to determine effect of oxygen enrichment and magnetic field direction on the flame behavior kapok oil combustion. Experiment was carried out to obtain flame evolution, temperature and height. Kapok oil (600 ml) was put in the boiler, and heated to 300°C. A burner chamber is placed for the reaction between kapok oil vapor with air from compressor and oxygen. Two permanent magnets of neodymium nickel grade N52 with intensity 1.1 Tesla were placed on side of burner tip. Results showed the magnetic field produce more transparent, slimmer flames with highest temperature of 679°C, lowest flames height of 5 mm. Magnetic fields produce a Lorentz force that breaks the fuel chemical chain and creates magnetic pulses in the flames. Oxygen contained in air around the burner coupled with oxygen enrichment create excessive oxidizing gas to separate and release electrons. Excessive oxygen results in a higher flame temperature due to faster combustion reaction. The magnetic fields around flames induces flow air which magnetically cause heat transfer around the flame, resulted variable flame height. This combustion produces different flame evolution, temperature, and height. Keywords: Flames behavior, Flames colour, Kapok oil, Magnetic field, Premixed combustion.
Co-Authors Abdul Halik Achmad Masum Nur Aini Ahmad Dani Fahrudin Aldimas, Reven Anita Suprihatiningrum Annando Kusuma Dianto Ardiansyah Abdul Zalili Arrafi, David Khalik Asrori Asrori Atiqah Qothrun Nada Basyori, Imam Beni Saputra Buyung PS Choifin, Mochamad Dadang Gabril Setiyawan Dedi Hidayat Dianto, Annando Kusuma Dwi Lutfiana Eddy Gunawan Fahmi Mahardiko Fahrudin, Ahmad Dani Faizul Ahmad Jatmiko Farkhan, M. Farkhan, Muhammad Ferdinand Bagas Pratama Firnanda Sumanjaya Putra Galih Handayani Gusti Adriansyah Handayani, Galih Ika Widya Ardhyani Inaya Shofatul Qoiriyah Ita Fatkhur Romadhoni Khairil Anam, Khairil Khasanah , Uswatun Khoirul Anam As Syukri Khoirul Anam As Syukri Khoirul Ngibad Khrisna Bayu Pratama Kurniyah Lilla Puji Lestari Liwun, Yosep Sanga Lukman Hakim Lusiana Wati Lutfiana, Dwi M. Adhi Prasnowo Mahardiko, Fahmi Mamat, Rizalman Mauludin, Mochamad Subchan Moch. Izza Maulana Sulthon Moch. Nahrul Afan I Mochamad Choifin Mochammad Khoirul Rosidin Moh Badrus Afandi Moh. Aris, Taufik Moh. Rijal Muzakky Mohammad Noor Hidayat Muchammad Ari Fachrudin Muh Nurkoyim Kustanto MUHAJI Muhaji Muhaji Muhamad Hanifudin Muhamad Hanifudin Muhamad Nur Rohman Muhammad Bagus Sugiyanti Muhammad Farkhan Muhammad Ifan Trianto Muhammad Nur Sifa'udin Muzakky, Moh. Rijal Nasrul Ilminnafik Ngibad, Khoirul Nikma Yucha Novembrian Isam Dinata Nur Said Nurul Aziza Patiwi, Reghita Ratna Ekasari Reghita Patiwi Rita Ismawati Rivaldo, M Ario Rizkita, Marsya Aulia Rizza Fatma Aulia Singgih Dwi Prasetyo Siti Rahayu Utami Sri Wahyuni Sumardi Hadi Sumarlan Trianto, Muhammad Ifan Trisnoaji, Yuki Uswatun Khasanah wigo ardi winarko Wiji Lestari Ningsih Wiji Lestariningsih Yosep Sanga Liwun Zainal Arifin Zalili, Ardiansyah Abdul