Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN MEDIA KAMPANYE ANTI-BULLYING DI KALANGAN PELAJAR SMA DI GRESIK MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Ega Rahmana Putra; Nova Kristiana
Desgrafia Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Desain Grafis Aplikatif
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying di lingkungan pelajar SMA menunjukkan betapa pentingnya tindakan pencegahan yang lebih nyata dan menyentuh langsung ke siswa. Perancangan ini bertujuan menciptakan media kampanye visual anti-bullying yang disampaikan melalui Instagram, media sosial yang dekat dengan keseharian remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, serta metode analisis 5W1H untuk merumuskan strategi kampanye yang tepat sasaran. Hasilnya berupa konten carousel, poster digital. Desain kampanye mengedepankan visual yang sederhana, ajakan yang empatik, serta gaya komunikasi yang sesuai dengan karakter generasi muda. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penyampaian pesan melalui visual di media sosial efektif untuk menumbuhkan kesadaran, mendorong empati, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan peduli terhadap sesama.
Design of Fashion Products with Pawestri Batik Motifs from Lamongan Shobrina Fairuzzahra; Nova Kristiana
Journal of Creative Industries and Vocational Innovation Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/visiora.v1i2.46026

Abstract

Batik is a cultural heritage of Indonesia that needs preservation, yet it is currently less favored by younger generations due to outdated perceptions and lack of modern relevance. This design project aims to develop Lamongan’s batik motifs into modern interpretations that appeal to youth. A qualitative method was employed, including observation, interviews, and literature studies of Pawestri Batik. The result was four primary motifs including milkfish, catfish, jasmine, and crab that transformed into vibrant batik fabrics. These were applied to various fashion products and supported by a catalog as promotional media. The conclusion indicates that modern visual integration without losing traditional values can increase youth interest in local batik.
Wooden Cube Puzzle as an Effort to Introduce Traditional Nusantara Clothing and Houses Patria, Asidigisianti Surya; Martadi, Martadi; Kristiana, Nova; Anggalih , Nanda Nini; Carreca, Irhamna Nirbhaya; Laksmi, Arieviana Ayu; Nurcahyanie, Yunia Dwie
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 16 No. 1 (2025): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v16i1.13167

Abstract

Indonesia is rich in cultural heritage, and introducing local culture is essential for shaping a child's identity, particularly among the younger generation. However, there is a lack of engaging educational media to introduce Indonesian cultural heritage to young students. Existing materials often fail to support the development of cognitive and motor skills, and they frequently do not utilize safe and sustainable materials. Therefore, innovation is needed to instill traditional values in future generations. The research aims to design a wooden puzzle that allows children to learn through play while gaining a deeper understanding of Indonesia's cultural heritage. The research employs research and development methods, including literature reviews and in-depth interviews. Experts validated the puzzle through interviews and questionnaires with teachers to ensure it was suitable for children. The puzzles were designed in a cheerful and simple cartoon style, focusing on traditional clothing and houses. Teachers rated the puzzle's validity at 99.28%, indicating that it meets educational standards and helps students understand cultural diversity. Students gave a validation score of 97.75% based on the questionnaire criteria. The research emphasizes the effectiveness of wooden cube puzzles as an interactive learning tool that offers advantages over other similar products for introducing Nusantara's traditional clothing and houses to elementary students. The findings suggest that this puzzle can enhance student engagement and cultural awareness. Its effectiveness can be further improved through digital integration for a greater educational impact. Overall, the research concludes that using wooden cultural puzzles can effectively enhance children's cognitive skills while fostering cultural awareness and national identity.
PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY PAWON YU’NE DI NGANJUK JAWA TIMUR Oktavia Nur' Aini; Nova Kristiana
Desgrafia Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Desgrafia
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/desgrafia.v1i1.54890

Abstract

Pawon Yu’Ne merupakan UMKM yang bergerak pada bidang makanan & minuman berlokasi di Kelurahan Ganungkidul Kab. Nganjuk Jawa Timur. Pawon Yu’Ne belum memiliki identitas khas sebagai pembeda dengan UMKM yang sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang corporate identity Pawon Yu’Ne agar masyarakat khususnya Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya dapat lebih mengenal Pawon Yu’Ne dengan identitas yang baru. Metodologi penelitian yang digunakan dalam perancangan corporate identity Pawon Yu’Ne adalah metodologi kualitatif meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk analisis menggunakan metode existing. Pawon Yu’Ne sudah memiliki logo sebelumnya dan akan dilakukan pembaruan yang lebih sesuai dengan identitas dan jati diri UMKM. Konsep berisi strategi kreatif, konsep kreatif, strategi visual,dan strategi media. Lalu pada metode visualisasi melalui tiga tahapan yaitu thumbnail, tighttissue, final, dan penerapan/mockup. Hasil perancangan ini berupa logo, kemasan dan mascot baru dengan menggunakan gaya desain semi-realistis dan menerapkan teknik gradasi pada pewarnaan kemasan, mascot dan media pendukung seperti di kartu nama, nota, stemple, mug, tas belanja, gantungan kunci, clemek. Penggunaan warna yaitu identik dengan warna pink, kuning, dan hijau. Logo baru diterapkan pada media pendukung seperti kemasan, stationary set, dan merchandise.
KATALOG SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PROMOSI PAWON YU’NE DI NGANJUK JAWATIMUR Nisa Laili Nursya'baana; Nova Kristiana
Desgrafia Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Desgrafia
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/desgrafia.v1i1.54899

Abstract

UMKM adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah merupakan salah satu kesempatan usaha yang dapat berkembang dan konsisten. Ibu Marlian sebagai pemilik UMKM Pawon Yu’Ne yang sudah didirikan sejak tahun 2020 di Kabupaten Nganjuk. Untuk meningkatkan Brand awareness dibutuhkan media promosi berupa katalog, tujuannya untuk membangun kepercayaan dan berkomunikasi secara tidak langsung dengan calon pembeli. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah kualitatif dengan melakukan pengumpulan data meliputi wawancara dan observasi langsung. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis SWOT dan USP. Perancangan konsep desain menggunakan Katalog buku menu didukung dengan Food Photography, dengan penambahan ilustrasi sederhana berupa flat desain yang disesuaikan dengan target audiens khususnya wanita dengan rentan usia 20-45. Dilanjutkan dengan metode visualisasi desain yaitu Thumbnail, Tight Tissue, Final dan Penerapan. Dan didukung dengan scan barcode, untuk mempromosikan E-Katalog melalui media digital seperti Link Google Drive, Website atau Blog. Diharapkan untuk masyarakat sekitar Nganjuk, khususnya ibu-ibu tertarik terhadap Katalog Buku Menu fisik maupun E-Catalog dan juga media promosi lainnya seperti brosur dan poster promosi, sehingga dapat meningkatkan keuntungan Pawon Yu’Ne dan memperluas jangkauan konsumennya.
PERANCANGAN E-BOOK “BATIK FASHION BUMI BLAMBANGAN” SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BATIK BANYUWANGI, JAWA TIMUR Ferdy Satya Nur Maulid; Nova Kristiana
Desgrafia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Desgrafia
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/desgrafia.v1i2.55330

Abstract

Batik Banyuwangi merupakan nama produk batik khas Kabupaten Banyuwangi. Batik Banyuwangikini mengalami penurunan eksistensi pelestarian batik. Hal tersebut terjadi karena mulai berkurangnyajumlah pengrajin batik di sekitaran kampung Temenggungan, faktor kurangnya generasi penerusmenjadikan kampung Temenggungan tidak lagi berada pada masa keemasannya. Pengumpulan datadilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Lalu dianalisis denganmenggunakan metode 5W+1H untuk menjawab kebutuhan perancangan ebook sebagai pelestarian batikagar mendapatkan data yang akurat. Konsep perancangan dikaitkan dengan kerangka teoritis, terkaitpenggunaan warna, tipografi, Teknik visualisasi, dan layout. Hasil dari perancangan ebook berjudul “Batikfashion Bumi Blambangan” yaitu sebuah bacaan sederhana, bersifat informatif, yang dipublikasikan padalaman website perpustakaan Banyuwangi dengan tujuan mendapatkan perhatian oleh target audiens yaitumasyarakat Banyuwangi dengan rentang usia 19-34 tahun dengan karakteristik memiliki ketertarikanterhadap budaya atau kesenian tradisional sehingga mampu ikut serta mengembangkan batik Banyuwangi.Selain itu, sebagai penunjang karya ebook, dibuat beberapa karya media seperti poster, sticker, gantungankunci, pembatas buku, tent card, dan perwujudan ebook menjadi buku cetak.
PERANCANGAN VISUAL BRAND ORGANICA SEBAGAI UPAYA MEMPERKENALKAN BISNIS DI BIDANG MAKANAN SEHAT Yasser Adam Syarif; Nova Kristiana
Desgrafia Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Desain Grafis Aplikatif
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/desgrafia.v3i2.62740

Abstract

Perancangan Visual Brand Organica sebagai upaya memperkenalkan usaha di bidang makanan sehat dengantujuan memberikan pengetahuan bagi calon konsumen agarmemahami perbedaan suatu bidang sebuah Brand. Dalamproses perancangan Visual Brand Organica dilakukan dengantahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis 5W1H, membuat konsep desain, dan membuat penerapannya. Hasil perancangan branding Organica adalah berupa logo dan penerapannya yang berupa x-banner, kemasan, poster, dan seragam. Perancangan Visual Brand ini membantu masyarakat dapat memahami mengenai perusahaan serta produk yang mereka jual.
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN PUDAK SARI KELAPA GRESIK Muhammad Hisyam Hidayatullah; Nova Kristiana
Desgrafia Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Desain Grafis Aplikatif
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/desgrafia.v3i2.73424

Abstract

Pudak merupakan makanan tradisional khas Gresik yang dikemas menggunakanpelepah pinang (ope) sebagai identitas budaya. Namun, kemasan tradisional ini dinilaikurang praktis dan kurang menarik bagi konsumen modern, khususnya generasimuda. Penelitian ini bertujuan merancang desain kemasan sekunder yang fungsional,modern, dan tetap mempertahankan nilai tradisional produk. Metode yang digunakanadalah dokumentasi, wawancara dengan pemilik usaha, serta penerapan pendekatanATUMICS untuk menggabungkan elemen budaya dan modernitas. Hasil perancanganberupa desain kemasan berbentuk setengah lingkaran dengan slot individual,menggunakan visual etnik seperti ilustrasi pohon pinang dan warna krem-coklat.Desain ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk sebagai oleh-oleh,memudahkan transportasi, dan memperkuat identitas lokal Pudak Gresik. Simpulandari perancangan ini adalah desain kemasan sekunder berperan penting dalammeningkatkan nilai jual serta pelestarian budaya lokal.
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL PUSAT KESEHATAN HEWAN (PUSKEWAN) KOTA SURABAYA Muhammad Fi Salsabily Haudlillah Mufarrihin; Nova Kristiana
Desgrafia Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Desain Grafis Aplikatif
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/desgrafia.v3i2.75281

Abstract

Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) Kota Surabaya merupakan lembaga pelayanan publik di bidang kesehatan hewan yang memiliki peran penting dalam melayani hewan peliharaan dan ternak. Namun, identitas visual yang dimiliki sebelumnya belum diterapkan secara konsisten sehingga citra profesional lembaga belum terbentuk secara optimal. Perancangan ini bertujuan untuk merancang sistem identitas visual Puskeswan Kota Surabaya yang representatif, konsisten, serta mampu meningkatkan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan hewan. Metode perancangan meliputi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kajian literatur, yang dianalisis menggunakan pendekatan 5W+1H. Konsep perancangan mengusung big idea Healthy Animals, Caring Community yang diwujudkan dalam sistem identitas visual berupa logo, warna, tipografi, elemen grafis, Graphic Standard Manual (GSM), serta penerapannya pada berbagai media komunikasi. Hasil perancangan diharapkan dapat memperkuat citra Puskeswan Kota Surabaya sebagai lembaga yang profesional, terpercaya, dan mudah dikenali oleh masyarakat.
Introduction to Wayang through the Design of the Pandawa Lima Characters in the Metabharata Game Nur Churul 'Ain Mahmudah; Asidigisianti Surya Patria; Nova Kristiana
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 7 No. 2 (2025): December Issue
Publisher : fakultas Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v7i2.275

Abstract

Abstract The declining interest of young generations in wayang art highlights the need for new media capable of bridging traditional cultural values with contemporary visual trends. This study aims to redesign the Pandawa Lima characters in the Metabharata game using a semi-cartoon–semi-realist visual approach as a medium for introducing wayang culture to young audiences. The research employs a descriptive qualitative method with visual design stages that include reference collection, sketching, coloring, digital rendering, and revisions based on feedback from cultural experts and teenage audiences. Primary data were obtained through semi-structured interviews with two audience groups general teenagers and design students while secondary data were derived from literature and visual references related to wayang. The results show that the redesigned Pandawa Lima characters successfully combine Javanese cultural values with a modern visual style that appeals to younger audiences. Validation by cultural experts ensured accuracy in relation to wayang conventions, while audience feedback reinforced the visual relevance within the digital media context. The implementation of the designs into 2D in-game assets demonstrates that integrating local culture through game media can serve as an effective strategy for preserving and reintroducing wayang values in the digital era. Keywords: Character design, Wayang, Digital game, Cultural preservation, Pandawa Lima