Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Tepung Kayu Apu (Pistia stratiotes L) Terfermentasi dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Gunawan, Geri; Adelina, Adelina; Suharman, Indra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kayu apu terfermentasi terhadap pertumbuhan benih ikan baung, untuk mengetahui persentase pemberian fermentasi tepung kayu apu terbaik untuk benih ikan Baung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, perlakuannya yaitu P0 (Tepung kedelai 100 %, Tepung kayu apu terfermentasi 0%), P1 (TK 95 %, TKAT 5%), P2 (TK 90 %, TKAT 10 %), P3 (TK 85%, TKAT 15%), dan P4 (TK 80%, TKAT 20%). Ikan yang digunakan berukuran panjang 5,00±1,00 cm dan bobot 1,50±0,50 g, dengan padat tebar 20 ekor/m3. Ikan dipelihara selama 56% dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian substitusi tepung kayu apu terfermentasi mampu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan baung. Dosis tepung kayu apu terfermentasi sebanyak 15% memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan ikan baung yaitu laju pertumbuhan spesifik (LPS), efisiensi pakan (EP), dan kelulushidupan masing-masing sebesar 3,93%, 46,47% dan 96,7%.
Pengaruh Tepung Daun Lemna (Lemna minor) Fermentasi pada Pakan Formulasi terhadap Pertumbuhan Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Sukran, Slamat Harianto; Suharman, Indra; Adelina, Adelina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 s/d Februari 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tepung daun lemna fermentasi dalam pakan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan gurami (Osphronemus gouramy). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, lima taraf perlakuan dan tiga ulangan. Ikan yang digunakan berukuran bobot rata-rata 1,5 g dan panjang 4 cm. Ikan dipelihara dalam keramba berukuran 1 m3 dengan padat tebar 25 ekor/m3. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian pakan dengan penggantian tepung kedelai dengan tepung daun lemna fermentasi, adapun perlakuannya adalah kontrol P0 (0:100%), P1 (10:90%), P2 (15:85%), P3 (20:80%) dan P4 (25:75%) untuk kandungan protein 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun lemna fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan dan retensi protein. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa protein bungkil daun lemna yang difermentasi dapat menggantikan hingga 10% dari tepung kedelai dalam pakan untuk pertumbuhan ikan gurami.
Pengaruh Daun Lemna (Lemna minor) Fermentasi pada Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Khairudin, Khairudin; Suharman, Indra; Adelina, Adelina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilakukan selama 56 hari dari bulan Februari sampai Maret 2020, yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah tepung daun lemna fermentasi terbaik dalam pakan untuk pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus gouramy). Ikan gurami yang digunakan memiliki bobot rata-rata 1,74-1,76 g, ikan dipelihara dalam keramba berukuran 1x1x1 m dengan padat tebar 20 ekor/m3. Pakan yang digunakan dalam percobaan menggunakan tepung kedelai yang diganti dengan tepung daun lemna fermentasi, sebanyak 0, 10, 15, 20, dan 25% dengan kandungan protein pakan sebesar 35%. Pakan diberikan tiga kali sehari sebanyak 10% dari berat badan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen satu faktor Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan daun lemna yang difermentasi dalam pakan mampu menggantikan tepung kedelai dan mempengaruhi laju pertumbuhan ikan gurami. Substitusi daun lemna fermentasi 20% merupakan perlakuan terbaik, menghasilkan kecernaan pakan 70,23%, kecernaan protein 81,41, efisiensi pakan 40,31%, retensi protein 31,05%, laju pertumbuhan spesifik 3,77%, dan kelangsungan hidup 98,33%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian adalah suhu 29-31oC, pH 5-5,6, dan oksigen terlarut 6-8 ppm.
Substitusi Tepung Kedelai dengan Tepung Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terfermentasi untuk Pertumbuhan Benih Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Putra, Febri Ridho; Suharman, Indra; Adelina, Adelina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tanaman air yang memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat dan memiliki nutrisi yang dibutuhkan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung daun eceng gondok difermentasi kombucha dalam pakan untuk pertumbuhan benih ikan mas dan dapat mengetahui dosis yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2020, persiapan bahan pakan dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Pemeliharaan ikan dilakukan di Balai Benih Ikan Sei Tibun, Kabupaten kampar, Riau, sedangkan untuk uji proksimat pakan dilakukan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan mas (Cyprinus carpio) dengan berat rata-rata 4,5±0,2g sebanyak 475 ekor. Perlakuan pada penelitian ini adalah sebagai berikut P0 (Tepung eceng gondok 0%: tepung kedelai 100%), P1 (25%:75%), P2 (50%:50%), P3 (75%:25%), dan P4 (100%:0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung eceng gondok dan tepung kedelai memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan mas (p<0,05). Hasil terbaik terdapat pada P2 (Tepung eceng gondok 50%: tepung kedelai 50%) dengan nilai kecernaan pakan (68,94%), kecernaan protein (85,01%), nilai efisiensi pakan (32,80%±2,03), retensi protein (52,45%±3,21), laju pertumbuhan spesifik (2,76 %/hari), dan Kelulushidupan 100%. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa tepung eceng gondok terfermentasi sebanyak 50% mampu menggantikan tepung kedelai dalam pemeliharaan ikan mas.
Pemanfaatan Tepung Daun Indigofera (Indigofera sp) Terfermentasi Menggunakan Kombucha dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Sembiring, Ayu Puspita; Adelina, Adelina; Suharman, Indra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) adalah spesies ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah tepung daun indigofera terfermentasi dalam pakan yang dapat menghasilkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin siam terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan, perlakuannya adalah pakan tanpa tepung daun indigofera terfermentasi (P0), pakan dengan tepung daun indigofera terfermentasi 10% (P1), 20% (P2), 30% (P3) dan 40% (P4). Pakan uji diberikan ke ikan uji yang dipelihara di dalam keramba berukuran 1x1x1 m3 dengan padat tebar 25 ekor/m3 dan diamati pertumbuhan ikan dan kecernaan pakan, dengan ukuran akuarium 60x40x40 cm dengan padat tebar 15 ekor/cm3. Pakan diberikan 3 kali sehari sebanyak 10% dari total bobot tubuh ikan selama 56 hari. Pengukuran kecernaan pakan dilakukan dengan pemberian pakan uji sebanyak 3 kali sehari secara ad satiation yang telah dicampurkan Cr2O3 sebanyak 0,5%. Setelah pemberian pakan, feses dikumpulkan dan dikeringkan untuk dianalisa kandungan Cr2O3 dan proteinnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subtitusi tepung kedelai dengan tepung daun indigofera yang difermentasi menggunakan kombucha sebanyak 30% mampu dimanfaatkan dengan baik oleh benih ikan patin siam dan menghasilkan kecernaan pakan 54,50%, kecernaan protein 71,80%, efisiensi pakan 45,13%, retensi protein 25,03%, laju pertumbuhan spesifik 3,23% dan kelulushidupan ikan 97,3%.
Utilization of Fermented Chicken Feather Flour Using Rhizopus sp in Feed on the Growth of Striped Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) Nazar, Muhammad Ahlun; Adelina, Adelina; Suharman, Indra
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This study aims to determine the effect of feeding containing fermented chicken feather flour on feed efficiency and growth of striped catfish fry. The test fish used weighted 2.85 ± 0.33 g. The containers used for observing fish growth were 15 units of floating net cages made of gauze measuring 1x1x1 m with a stocking density of 25 ind/m3 and 5 units of aquariums measuring 60x35x40 cm as containers for observing the digestibility of feed with a stocking density of 25 ind/m3. This research method used a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with five treatment levels and three replications. The treatments in this study were P0 (feed without fermented feather meal), P1 (feed containing 7.5% fermented feather meal), P2 (feed containing 15% fermented feather meal), P3 (feed containing 22.5% flour fermented chicken feathers), and P4 (feed containing 30% fermented chicken feather flour). The test feed protein was about 40%. The amount of feed given is 5% of the body weight of the fish with a frequency of 3 times a day, namely morning, afternoon, and evening. Fish rearing was carried out for 56 days. Measure the digestibility of feed by giving feed containing an indicator of 0.5% chromium oxide (Cr2O3). Feed is offered three times a day, namely morning, afternoon, and evening, as much as 5% of the body weight of the fish. The feces excreted by the fish are then collected and dried. The collected feces were analyzed for protein content and Cr2O3 to obtain feed and protein digestibility data. The results of this study indicated that the best treatment was P3 (feed containing 22.5% fermented chicken feather meal), resulting in feed digestibility of 55.36%, protein digestibility of 85.39%, feed efficiency of 83.59%, protein retention of 36.33%, specific growth rate of 3.38%, and survival of 92.00%.
Application of Photoperiod Manipulation and Type of Feed on the Growth and Survival of Clarias gariepinus Fry Pandiangan, Dian Pramanda; Suharman, Indra; Aryani, Netti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 3 (2023): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

African catfish (Clarias gariepinus) is a freshwater fish that has the advantages of fast growth, high economic value, adaptability to environmental changes, and easy marketing. This study aims to analyze the growth rate, survival rate, and nutritional content of African catfish after being treated with photoperiod and different types of feed. The research was conducted from September to December 2022, at the Fish Health Laboratory at the Matauli Marine and Fishery College, Central Tapanuli. The method used is an experimental method by applying a Completely Randomized Design Factorial, two factors, and three replications. The first factor is the photoperiod (B), namely natural (B1), 18 hours dark 6 hours light (B2), 24 hours dark (B3), and the second factor is the type of feed (A), commercial feed (A1) and maggot (A2). The test fish used were obtained from the Central Tapanuli Fish Cultivation Seed Center measuring 16.01±0.02 cm and weighing 30.00 ± 0.00 g for a total of 126 individuals. Fish were reared for four weeks in rearing containers with a stocking density of 1 fish/10L. Feed is given four times a day, namely at 06.00, 12.00, 18.00, and 24.00 ad satiation. The results showed that photoperiod manipulation and different types of feed affected the growth and survival of African catfish fry (p<0.05). The combination of photoperiod 24 hours dark and maggot feed (B3A2) gave the best results on absolute weight growth of 22.70g, absolute length of 2.56 cm, a specific growth rate of 2.01%/day, a survival rate of 100%, and nutritional content of fish meat such as protein of 18.97%, 8.68% fat, 0.73% fiber, 1.54% ash, and 80.26% water
Aplikasi Teknologi Bioflok dan Pembuatan Pakan untuk Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Desa Pulau Komang Sentajo, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Mulyadi , Mulyadi; Pamukas, Niken Ayu; Adelina, Adelina; Suharman, Indra; Darfia, Novreta Ersyi; Kurniawan, Mhd Andry
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Desa Pulau Komang Sentajo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Di desa ini telah dilakukan kegiatan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) di kolam tanah, namun produksi ikan belum optimal dan belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Rendahnya produksi ikan disebabkan oleh tingginya kematian ikan akibat pengelolaan kolam yang kurang baik serta berkembangnya mikroorganisme patogen penyebab penyakit dan kematian ikan. Rendahnya produksi ikan juga karena pembudidaya ikan tidak mampu memberikan pakan buatan (pelet) secara kontinu sehingga ikan kurus dan pertumbuhannya relatif lambat / produksi rendah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan inovasi pengetahuan, wawasan, dan keterampilan untuk memotivasi masyarakat Desa Pulau Komang Sentajo melakukan budidaya ikan nila dengan teknik yang baik dan benar sehingga menjadi suatu wirausaha yang berkelanjutan. Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini meliputi persiapan pelaksanaan kegiatan, penyampaian materi dan penyuluhan tentang teknologi bioflok pada media budidaya dan pembuatan pakan ikan mandiri berupa pelet dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang murah harganya tetapi berkualitas baik, pembuatan kolam percontohan, pembuatan pakan ikan mandiri, pendampingan dan pembinaan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan hasil 30% menyatakan ‘Sangat Setuju’ dan 70% menyatakan ‘Setuju’. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa 20% peserta menyatakan ‘Sangat Setuju’ dan 80% menyatakan ‘Setuju’ bahwa mereka mampu melaksanakan kegiatan dengan baik dan antusias terhadap kegiatan.
Utilization of Fermented Chicken Feather Flour Using Rhizopus sp in Feed on the Growth of Striped Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) Nazar, Muhammad Ahlun; Adelina, Adelina; Suharman, Indra
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This study aims to determine the effect of feeding containing fermented chicken feather flour on feed efficiency and growth of striped catfish fry. The test fish used weighted 2.85 ± 0.33 g. The containers used for observing fish growth were 15 units of floating net cages made of gauze measuring 1x1x1 m with a stocking density of 25 ind/m3 and 5 units of aquariums measuring 60x35x40 cm as containers for observing the digestibility of feed with a stocking density of 25 ind/m3. This research method used a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with five treatment levels and three replications. The treatments in this study were P0 (feed without fermented feather meal), P1 (feed containing 7.5% fermented feather meal), P2 (feed containing 15% fermented feather meal), P3 (feed containing 22.5% flour fermented chicken feathers), and P4 (feed containing 30% fermented chicken feather flour). The test feed protein was about 40%. The amount of feed given is 5% of the body weight of the fish with a frequency of 3 times a day, namely morning, afternoon, and evening. Fish rearing was carried out for 56 days. Measure the digestibility of feed by giving feed containing an indicator of 0.5% chromium oxide (Cr2O3). Feed is offered three times a day, namely morning, afternoon, and evening, as much as 5% of the body weight of the fish. The feces excreted by the fish are then collected and dried. The collected feces were analyzed for protein content and Cr2O3 to obtain feed and protein digestibility data. The results of this study indicated that the best treatment was P3 (feed containing 22.5% fermented chicken feather meal), resulting in feed digestibility of 55.36%, protein digestibility of 85.39%, feed efficiency of 83.59%, protein retention of 36.33%, specific growth rate of 3.38%, and survival of 92.00%.
Application of Photoperiod Manipulation and Type of Feed on the Growth and Survival of Clarias gariepinus Fry Pandiangan, Dian Pramanda; Suharman, Indra; Aryani, Netti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 3 (2023): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

African catfish (Clarias gariepinus) is a freshwater fish that has the advantages of fast growth, high economic value, adaptability to environmental changes, and easy marketing. This study aims to analyze the growth rate, survival rate, and nutritional content of African catfish after being treated with photoperiod and different types of feed. The research was conducted from September to December 2022, at the Fish Health Laboratory at the Matauli Marine and Fishery College, Central Tapanuli. The method used is an experimental method by applying a Completely Randomized Design Factorial, two factors, and three replications. The first factor is the photoperiod (B), namely natural (B1), 18 hours dark 6 hours light (B2), 24 hours dark (B3), and the second factor is the type of feed (A), commercial feed (A1) and maggot (A2). The test fish used were obtained from the Central Tapanuli Fish Cultivation Seed Center measuring 16.01±0.02 cm and weighing 30.00 ± 0.00 g for a total of 126 individuals. Fish were reared for four weeks in rearing containers with a stocking density of 1 fish/10L. Feed is given four times a day, namely at 06.00, 12.00, 18.00, and 24.00 ad satiation. The results showed that photoperiod manipulation and different types of feed affected the growth and survival of African catfish fry (p<0.05). The combination of photoperiod 24 hours dark and maggot feed (B3A2) gave the best results on absolute weight growth of 22.70g, absolute length of 2.56 cm, a specific growth rate of 2.01%/day, a survival rate of 100%, and nutritional content of fish meat such as protein of 18.97%, 8.68% fat, 0.73% fiber, 1.54% ash, and 80.26% water
Co-Authors ', Adelina Abdul Rasyid Lubis Ade Ad Ade Irma Agustina Adelina Adelina &#039; Adelina Adelina Adelina Adelina Adelina Adelina Adelina Adelina Adelina, Adelina Adelina, Adelina Adelina, Adelina Afan Sholeh Afdola, Afdola Agussani Mendefa Ahmad Zulfahmi aida ningsih, nur Aidil Irvan Aisenodni, Aga Fifty Al Fajri S aliya setiyani, metty Amaliah, Novi Amirah Mardhiyah anda restu, delpa Andesca, Yofi Devara Andri Hendrizal Andri Yosia Anggi Wulandari Annisa Nur Aliyah Anri M Shaleh Deana, Anri M Shaleh Anugrah Aurora Dhearesta Anugrah Aurora Dhearesta Arif Riandra Auliya, Rizki Ayu Lestari Ayu Puspita Sembiring Azyzi Syahren Revina Bunga Cantika Bunga Cantika chaniago, alfi Citra Panjaitan Dani Yosi R.Sibarani David Sibarani Desenieli Harefa Desi Rahmadani Siagian Deta Anjellyta Deta Anjellyta Divo Afrianto Eka Wahyu Ningsih Enggar Akbar Nur Izza Erica Silvia Erlangga Putra Fajri, Muhammad Nur Febri Ridho Putra Febri Ridho Putra Febri Samuel L.G Febri Samuel L.G Febrico Febrico Ferdhi Aulio Rahmad fitriyasari Fx. Jodhi P.U Geri Gunawan Geri Gunawan Gunawan, Geri Halil, Fitrahadi Hamdan Alawi Hamdan Alawi Hana Delia Hutabarat Herlita Noveni Samosir Husnaini, Radiatul Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Indra Lesmana Indra Lesmana Irdoni HS Irma Apri Nanda Irwan Effendi James Parlindungan Panjaitan Khairani Putri, Khairani Khairudin Khairudin Khairudin Khairudin Khairudin Khairudin Kurniawan, Dhidy Lala Indriani Lukisyowati, Iesje Mahdi Arif Siregar Malik Malik Manurung, Roy Andre Parsaoran Marni Anita Silalahi Marni Anita Silalahi Masjudi, Heri Mhd Andry Kurniawan Mika Handayani Muhammad Ahlun Nazar Muhammad Andryan Juliardy Muhammad Andryan Juliardy Muhammad Arief Wibowo Muhammad Fadil Ghifari Muhammad Fadil Ghifari Muhammad Fakhrusy Syakirin Muhammad Firdaus Muhammad Ilham Syarif Muhammad Ilham Syarif Muhammad Nur Fajri Muhammad Sorim Arkan Muhammad Syarif, Muhammad Mulyadi , Mulyadi Mulyadi . Mulyadi Mulyadi Mutya Syaraswati Nababan, Fatisah Nadya Oviantari Lubis Nazar, Muhammad Ahlun Netti Aryani Niken Ayu Pamukas Niken Ayu Pamungkas Nirwan Fadli Pulungan nopika, depi Nova Sintya Sary Novendri, Rizki Novreta Ersyi Darfia Nugie Nugraha Nur Asiah Nur Asiah NUR FADILAH Nuraini El Fajri Nuraini Nuraini Nurhidayatina Kamil, Nurhidayatina Nursal Nursal Nurwijayanti Oky Priawan Operiman Hulu Pandiangan, Dian Pramanda Panuturi Julianto Siboro Puji Haryadi Puspita Dewi Putra, Febri Ridho Putri Tri Ghaziah Radhiansyah Fikri Radhiansyah Fikri Radiatul Husnaini Radiatul Husnaini Rafika, Fitria Rahmat Kurniawan Rahmat Kurniawan Rahmat Kurniawan Rangkuti, Putra Raudah, Peggi Rehma Natalia Silaban Retno Tri Pratiwi Rian Hidayat Riatman Cahyadi, Riatman Ridho Ahadana Riga Oganda Riko Martinus S Rima Maisarah Riski Rahmadana Riza, Subkhan Rizky Rinaldi Roma Uli Purba Ronal P Sianturi Ronna Ginting Roy Andre Parsaoran Manurung Rudy Agam Rudy Hartawan Rambe, Rudy Hartawan Rusliadi Rusliadi Ruthmawati, Abigael Saberina Hasibuan Samuel LG, Febri Samuel Sitorus Santi Ramayani Santi Ramayani, Santi Sella Nur Happy Sembiring, Ayu Puspita Septia Nursa Shafira Nurjannah Silalahi, Marni Simangunsong, Gidion Simbolon, Lensofa Sirait, Lestari Roindah Siska Wulan Sari Sitanggang, Firnando Sitorus Sitorus Slamat Harianto Sukran Slamat Harianto Sukran Sofwan Said Daulay Soufyana Zahra Minda Soufyana Zahra Minda Subiantoro, Yusuf Sukran, Slamat Harianto Sunarto Sunarto Syahputra Syahputra Syakirin, Muhammad Fakhrusy T. Nalacintia Miazara T. Nalacintia Miazara Tampubolon, Irma Megawati Tomi Ramadona Triani Cahya Fitri Sabilah Triani Cahya Fitri Sabilah Trisla Warningsih Warman Fatra, Warman Winda Sari Yudho Harjoyudanto Yudho Harjoyudanto Yuliani Yuliani Yustina Yustina