Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan partisipatif dan demokratis kepala sekolah dalam upaya menerapkan manajemen modern di sekolah Herlina Permata Sari; Azhar Azhar; Widia Murni Wijaya
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v10i1.64838

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman mengenai pelaksanaan tugas kepala sekolah sebagai pemimpin di SMA Negeri 1 Tambang, Kabupaten Kampar, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan kepala sekolah sebagai subjek penelitian dan implementasi tugas sebagai fokusnya. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan model kepemimpinan partisipatif dimana aspirasi dan peran guru selalu dilibatkan dalam pengambilan keputusan di sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga menerapkan gaya kepemimpinan demokratis, dimana semua anggota termasuk tukang sapu pun memiliki peran dan fungsi yang dihargai. Selanjutnya, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa kepala sekolah menerapkan manajemen modern dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam era globalisasi saat ini. Hal ini membantu meningkatkan efektivitas kepemimpinan dalam mencapai tujuan, seperti penggunaan fasilitas CCTV. Bukti ini dapat dilihat dari penggunaan dan pengontrolan CCTV yang dilakukan oleh kepala sekolah, dimana setiap ruangan telah dilengkapi dengan fasilitas tersebut.
Strategi Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran Pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Clara Clarisa; Azhar Azhar; Daeng Ayub
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4246

Abstract

Teknik instruktur adalah guru yang menjadi contoh yang baik bagi siswa dan keadaannya saat ini, karena berdampak pada cara berperilaku dan belajar siswa yang cenderung meniru dan membedakan. Eksplorasi ini bertujuan untuk menggambarkan dan membedah teknik pendidik dalam melaksanakan pembelajaran bagi generasi muda dengan kebutuhan dan keterbatasan keilmuan yang unik di SLB Mardhatillah Duri. Teknik yang digunakan adalah eksplorasi grafis dengan metodologi subjektif. Prosedur pengumpulan informasi yang diterapkan dalam pemeriksaan ini adalah pengarsipan, persepsi dan pertemuan. Konsekuensi dari eksplorasi ini adalah sistem pendidik menjadi sangat kuat dalam melaksanakan pembelajaran bagi anak-anak yang mengalami hambatan intelektual, dimana seorang pendidik bertanggung jawab saat pembelajaran berlangsung. Pendidik harus bersabar dan mampu menciptakan suasana di ruang belajar sehingga anak-anak yang mengalami hambatan intelektual dapat fokus belajar dan dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru
PEMBERDAYAAN MANAJEMEN TAMAN DESA BERBASIS KEWIRAUSAHAAN Azhar Azhar; Daeng Ayub; M. Jaya Adi Putra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4364-4376

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui perpustakaan desa berbasis inklusi sosial ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas seperti taman desa oleh semua kalangan di desa Sibuak.. Pelaksanaan program pemberdayaan ini terdiri dari beberapa tahapan yang meliputi: 1) rekonsiderasi; 2) investigasi/pebgamatan ; 3) persiapan; 4) pelakasanaan; dan 5) evaluasi dengan cara mendokumentasikan, membuat laporan kegiatan, mempublikasikan dalam bentuk artikel maupun publikasi media massa. Hasil survey kepuasan mitra menunjukkan bahwa sangat baik. Pelaksanaan kegiatan dan penyampaian materi pemberdayaan masyarakat melalui taman desa berbasis kewirausahaan sudah terlaksana dengan baik, dengan tingkat daya serap peserta terhadap materi sosialaisai pengabdian masyarakat melalui taman desa diketahui daya serap peserta sudah tergolong baik, yaitu 80,25% dan daya Serap Peserta terhadap Materi sosialisasi taman desa berbasis kewirausahaan sudah tergolong baik, yaitu 80,55%. Program pemberdayaan masyarakat melalui manajemen taman desa berbasis kewirausahaan merupakan solusi terhadap hasil refleksi yang telah dilakukan, berdasarkan hasil identifikasi masalah di Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. 
Itu Pengembangan Modul Gelombang Bunyi Berbasis Model Pembelajaran CPS untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Motivasi Belajar Peserta Didik SMA Siti Wulan Sari; Azhar Azhar; Zulirfan Zulirfan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.4264

Abstract

This examination plans to deliver a sound wave module in light of the CPS learning model that is reasonable for use in the secondary school/Mama physical science educational experience. The sort of exploration utilized is improvement research (R&D) with the ADDIE model (Analyze, Plan, Advancement, Execution, Assessment). The examination instruments utilized were approval sheets and reaction sheets for instructors and understudies with a size of four likerts given to 3 specialists, 3 educators, and 26 understudies of SMA Negeri 1 Kampar Timur. The information was examined quantitatively founded on the aftereffects of master approval, educator, and understudy reactions. The aftereffects of approval utilizing the typical score directed by three master validators were in the Substantial classification with a typical score of material specialists of 3.67, educational specialists a typical score of 3.53, and media specialists a typical score of 3.60. The reaction of educators from 3 instructors got a typical educator reaction score of 3.71 and was in the generally excellent classification and the members' reaction got a typical understudy reaction score of 3.62 with an excellent classification. In light of the information acquired, the sound wave module given the CPS learning model is substantial and appropriate for use in the secondary school material science growing experience.
Itu Meningkatkan Motivasi dan Keterampilan Proses Sains melalui Penerapan Model Pembelajaran ARIAS Berbantuan PhET pada Siswa SMA Negeri 1 Kampar Timur Nilma Sutri; Azhar; Nur Islami
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5024

Abstract

The purpose of this study was to determine the activities of teachers and students during the application of the ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) learning model assisted by PhET simulation, and to determine the increase in motivation and skills of students ' science process after the application of the ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) learning model assisted by PhET simulation in students of SMA Negeri 1 Kampar Timur. This type of research is Class Action Research (PTK) on Physics subjects conducted in two cycles. The subjects of this study were students of Class XII MIPA 4 SMA Negeri 1 Kampar Timur with a total of 34 students. Data collection was carried out using the results of observation sheets of teacher and student activities, motivation questionnaires, and tests on science process skills. The results showed that there was an increase in the activity of teachers and students in cycle I to Cycle II after the application of the ARIAS learning model (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) assisted by PhET simulation. The results showed that the learning model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) assisted by PhET simulation in students of Class XII MIPA 4 SMA Negeri 1 Kampar Timur can increase the motivation and skills of students' science process.
Itu Penerapan Model Pembelajaran Fisika Berbasis PjBL (Project Based Learning) untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi dan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Materi Fluida Kelas XI SMAN 1 Kampar Timur Neneng Yanti; M. Rahmad; Azhar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5275

Abstract

This study aims to determine the implementation of learning using the Project Based Learning model in each cycle to improve collaboration skills and creative thinking skills of SMAN 1 Kampar Timur class XI students in Physics learning. This research can contribute in the form of additional discourse to enrich knowledge in the field of education, especially in the development of science learning and can be a reference and alternative for teachers in the use of learning models, so that physics learning activities become more innovative and can stimulate students' creative thinking, so that there is an increase in the efficiency and effectiveness of physics learning activities, especially in fluid materials. Data collection techniques in this study are using observation and test methods. Based on the results of research that has been conducted, it can be concluded that the use of the project based learning (PjBL) model has a significant influence on students' collaboration skills and creative thinking abilities. Improved Collaboration Skills Students in the first cycle of the first meeting got an average score of 63.03 in the poor category, in the second meeting got an average score of 65.00 in the poor category, in the third meeting got an average score of 70.45 in the good enough category, and in the fourth meeting got an average score of 70.83 in the good enough category. In Cycle II the first meeting got an average score of 82.19 in the good category, in the second meeting got an average score of 83.48 in the good category, and in the third meeting got an average score of 86.59 in the good category. The ability to think creatively of students also increases in each cycle. In cycle I got an average score of 80.42 in the creative category and in cycle II got an average score of 83.12 in the very creative category.
Validation Of Electronic Module Based on Bounded Inquiry Laboratory on Excretion System Cici Nurfitasari; Fitra Suzanti; Azhar Azhar
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.5894

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dari e-modul berbasis model pembelajaran bounded inquiry laboratory pada sistem ekskresi manusia di SMP. E-modul yang dikembangkan dapat melatih siswa untuk menyelesaikan permasalahan secara mandiri melalui kemampuan menyelidiki secara ilmiah, dengan adanya kegiatan praktikum di laboratorium yang diawali dengan kegiatan pra-lab, sehingga e-modul dapat mengarahkan siswa untuk menemukan dan memahami konsep. Kelayakan dari e-modul didasarkan atas penilaian terhadap e-modul melalui uji validasi ahli materi, ahli pedagogi dan ahli media. Aspek penilaian dari e-modul terdiri dari aspek kelayakan isi, aspek bahasa, aspek pedagogi, aspek kegrafisan dan aspek pemahaman konsep. Hasil penelitian yang didapatkan adalah validasi ahli materi berada pada kategori sangat valid dengan persentase 96,6%, hasil validasi ahli pedagogi berada pada kategori sangat valid dengan persentase 91,2% dan validasi ahli media berada pada kategori sangat valid dengan persentase 83,1%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa e-modul yang dikembangkan sangat valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Visionary Leadership of School Principles: Analysis Based on Managerial Competence and Financial Literacy at Senior High School in Pekanbaru Azhar Azhar; Daeng Ayub Natuna; Try Wahyuni
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3138

Abstract

A leader who is focused on the future can create, formulate, communicate, socialise, transform, and implement creative and innovative ideas and mobilise the organization's power and potential to achieve goals. This study examines how management competency affects Pekanbaru City High School's visionary leader. This quantitative study will use ex post facto research to examine the impact of financial literacy and managerial competence on the visionary leadership of Pekanbaru City High School's head. This study's population is 88 and its sample is 73. This study collects data via questionnaire. This study uses descriptive and inferential statistics. For descriptive statistical analysis, this study uses Microsoft Excel and SPSS version 253 for Windows in-process data. The results of this investigation imply that. (1) The principal of SMA Pekanbaru (Y) is influenced by managerial competence (X1), (2) by financial literacy (X2), and (3) by the combination of the two. Visionary leadership requires managerial and financial literacy. Principals must be independent in developing their awareness of available technologies and information and then must be more precise in making decisions to advance education by implementing school quality improvement programs.