p-Index From 2021 - 2026
5.676
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh E-WOM dan E-Trust Terhadap E-Loyalty Yang Dimediasi E-Customer Satisfaction Pada Pengguna ShopeeFood (Studi Kasus Gen Z di Kota Semarang) Syahrul Rizal Maulidana; Marno Nugroho; Ibnu Khajar
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.2894

Abstract

Peran E-WOM dan kepercayaan elektronik (e-trust) dalam membentuk loyalitas elektronik (e-loyalty), dengan kepuasan pelanggan elektronik (e-customer satisfaction) bertindak sebagai mediator, dieksplorasi di kalangan pengguna ShopeeFood Generasi Z di Kota Semarang. Studi ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada 160 pengguna aktif ShopeeFood. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM, didukung oleh perangkat lunak SmartPLS. Temuan menunjukkan bahwa E-WOM secara signifikan meningkatkan baik kepuasan pelanggan elektronik maupun loyalitas elektronik. Demikian pula, kepercayaan elektronik memiliki dampak yang berarti pada kedua variabel tersebut. Selain itu, kepuasan pelanggan elektronik ditemukan memiliki efek yang signifikan pada loyalitas elektronik. Penemuan penting adalah bahwa pengaruh E-WOM dan kepercayaan digital terhadap loyalitas digital ditransmisikan secara tidak langsung melalui kepuasan pelanggan digital. Koefisien jalur yang kuat dan nilai R-square yang tinggi mengonfirmasi keandalan model struktural dalam menjelaskan loyalitas konsumen digital.. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkuat model loyalitas pelanggan di era digital, serta implikasi praktis bagi pengembangan strategi digital marketing ShopeeFood agar lebih fokus pada peningkatan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui pengelolaan ulasan online yang efektif.
Pengaruh Strategi Digital Marketing Instagram, Brand Awarness Terhadap Repeat Order Jasa MUA, Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening (Mahasiswi FEB UNISSULA) Nurul Aina Romadhoni; Marno Nugroho
eCo-Fin Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i3.2990

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh strategi Digital Marketing Instagram dan Brand Awareness terhadap Repeat Order jasa Makeup Artist dengan Kepuasan Pelanggan sebagai variabel intervening pada mahasiswi FEB UNISSULA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah 187 mahasiswi program studi Manajemen dan Akuntansi angkatan 2021 yang pernah menggunakan jasa Makeup Artist minimal satu kali. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Digital Marketing Instagram dan Brand Awareness berpengaruh positif signifikan terhadap Repeat Order, Secara konseptual dan empiris, pengaruh konstruk eksogen terhadap Repeat Order terwujud baik melalui jalur langsung maupun melalui mekanisme mediasi yang dimediasi oleh konstruk intervening Kepuasan Pelanggan. Variabel Kepuasan Pelanggan secara signifikan berperan sebagai mediator yang menyublimasi dan mengkonkretkan hubungan kausal antara kedua variabel independen dengan perilaku Repeat Order, yang terverifikasi melalui estimasi parameter statistik yang mendukung validitas mediasi dalam model struktural komprehensif ini. Temuan ini mengindikasikan pentingnya optimalisasi pemasaran digital berbasis visual dan penguatan kesadaran merek untuk meningkatkan loyalitas pelanggan pada jasa Makeup Artist secara berkelanjutan. Penelitian ini menjadi sumbangan konseptual dan aplikatif yang signifikan dalam rangka pengembangan paradigmatik serta operationalisasi strategi pemasaran digital yang terintegrasi dan inovatif pada sektor industri jasa kreatif.
Social Media Marketing dan Keputusan Pembelian: Mediasi Engagement dan Minat Beli Andika Pratama; Marno Nugroho
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8571

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi konsumen dalam proses pencarian informasi hingga pengambilan keputusan pembelian, khususnya pada Generasi Z sebagai kelompok pengguna digital yang dominan. Dalam konteks pemasaran digital, efektivitas Social Media Marketing tidak hanya ditentukan oleh luasnya eksposur konten, tetapi juga oleh kemampuannya dalam membangun keterlibatan konsumen dan mendorong terbentuknya Minat Beli. Kajian ini bertujuan menganalisis pengaruh Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian pada konsumen Generasi Z pengguna merek EIGER dengan mempertimbangkan peran mediasi Brand Engagement dan Minat Beli. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei terhadap 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social Media Marketing berpengaruh signifikan terhadap Brand Engagement, Minat Beli, dan Keputusan Pembelian. Selain itu, Brand Engagement dan Minat Beli juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian serta mampu memediasi hubungan antara Social Media Marketing dan Keputusan Pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pemasaran digital lebih ditentukan oleh kemampuan dalam membangun keterlibatan dan mendorong terbentuknya Minat Beli dibandingkan eksposur semata. Implikasi penelitian menegaskan bahwa strategi pemasaran digital perlu diarahkan pada penciptaan interaksi yang relevan, interaktif, dan berkelanjutan agar mampu meningkatkan keterlibatan konsumen sekaligus mendorong konversi pembelian pada pasar Generasi Z.
ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN DENGAN MODEL ALTMAN Z-SCORE MODIFIKASI PADA PERUSAHAAN INFRASTRUKTUR DI BEI PERIODE 2021–2025 Odie Andika Tidar Zakawali; Marno Nugroho
Jurnal Ilmiah Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Islam (JAM-EKIS) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Islam (JAM-EKIS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jam-ekis.v9i2.10176

Abstract

This study employs a descriptive quantitative approach using the Modified Altman Z-Score model to assess the financial health and bankruptcy risk of infrastructure companies. The model utilizes four financial ratios: Working Capital to Total Assets (X1), Retained Earnings to Total Assets (X2), Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets (X3), and Book Value of Equity to Total Liabilities (X4). The analysis is based on annual financial statements from 2021–2024 and the third-quarter (Q3) 2025 interim financial statements of eight selected companies. The results indicate significant differences in financial conditions across the infrastructure sector. State-owned construction companies, namely Waskita Karya (WSKT) and Wijaya Karya (WIKA), consistently remained in the Distress Zone, with declining Z-Score values that eventually became negative. Adhi Karya (ADHI), Pembangunan Perumahan (PTPP), and Jasa Marga (JSMR) were generally classified in the Grey Zone, reflecting vulnerable but relatively stable conditions. Meanwhile, Bukaka Teknik Utama (BUKK), Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), and Nusantara Infrastructure (META) consistently occupied the Safe Zone. Overall, low profitability and high debt levels were identified as the primary factors contributing to bankruptcy risk among several issuers.
Pengaruh Pengalaman Magang dan Keaktifan Organisasi terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Melalui Kapabilitas Dinamis sebagai Variabel Intervening Tiara Arafah; Marno Nugroho
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1796

Abstract

Tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia mencerminkan kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman magang dan keaktifan organisasi terhadap kesiapan kerja mahasiswa dengan menempatkan kapabilitas dinamis sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal diterapkan pada 150 responden mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman magang dan keaktifan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja, baik secara langsung maupun melalui kapabilitas dinamis. Kapabilitas dinamis terbukti memediasi pengaruh pengalaman magang dan keaktifan organisasi terhadap kesiapan kerja secara parsial. Temuan ini menegaskan bahwa kapabilitas dinamis berperan krusial sebagai jembatan strategis yang mengonversi akumulasi pengalaman praktis menjadi kompetensi adaptif bagi mahasiswa dalam menghadapi ketidakpastian dunia kerja. Implikasi penelitian ini menyarankan perguruan tinggi untuk mengintegrasikan pengembangan kapabilitas dinamis dan pengalaman berbasis praktik secara formal ke dalam kurikulum guna meningkatkan daya saing lulusan.
Peran Pendidikan dan Diklat terhadap Promosi Jabatan Pegawai Negeri Sipil Achmad Irvan; Marno Nugroho
JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): JUEB: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jueb.v5i2.2876

Abstract

This study uses a quantitative explanatory approach and Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 to analyze the role of education and training in competence and job promotion among civil servants in the Government of Kotawaringin Barat Regency. The study also examines competence as an intervening variable in the relationship between education, training, and job promotion. The population consisted of 2,154 active civil servants, and 146 respondents were selected using proportional stratified random sampling. Data were collected through a structured questionnaire. The findings indicate that education and training significantly improve employee competence. Education and training also contribute directly to job promotion, while competence shows the strongest effect on job promotion among all direct relationships in the model. In addition, competence significantly mediates the relationship between education and job promotion, as well as the relationship between training and job promotion. The coefficient of determination indicates that education and training explain 46.2% of the variance in competence, while education, training, and competence explain 54.8% of the variance in job promotion. These findings imply that the implementation of a merit-based promotion system in local government should not rely solely on formal education and participation in training, but also on measurable competence development aligned with job requirements.
The Secrets of Salt from the Earth’s Core: Bledug Kuwu as an Inspiration for Science Literacy of Elementary School Students Catur Prasetiawati; Marno Nugroho; Galih Cahya Pratama
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2026): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v3i1.742

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of ethnoscience-based Natural Science (IPA) learning by utilizing the Bledug Kuwu phenomenon as a learning resource to enhance elementary school students’ scientific literacy. Bledug Kuwu is a unique geological phenomenon characterized by mud eruptions containing salt, which has long been utilized by the local community as a traditional source of salt. This research employed a mixed-method approach that combined qualitative and quantitative methods. Qualitative data were obtained through field observations, interviews with community members, teachers, and students, as well as an analysis of instructional documents. Quantitative data were collected through scientific literacy tests administered as pre-tests and post-tests to an experimental class and a control class, each consisting of 16 students. Quantitative analysis was conducted using paired sample t-tests, independent sample t-tests, and N-Gain analysis. The qualitative findings indicate that ethnoscience-based science learning incorporating the Bledug Kuwu phenomenon enhances students’ understanding of scientific concepts, curiosity, scientific attitudes, and awareness of environmental and local cultural values. Students demonstrated an improved ability to connect scientific concepts with real-life phenomena in their surrounding environment. The quantitative results show a significant improvement in scientific literacy in the experimental class compared to the control class, as indicated by higher post-test mean scores and moderate-to-high N-Gain values. These findings suggest that integrating local phenomena as ethnoscience-based learning resources makes science learning more contextual, meaningful, and effective. Therefore, Bledug Kuwu has strong potential as an inspiration for science learning to optimally develop scientific literacy and character among elementary school students.