Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analysis of Learning Difficulties in Mathematics Among Fifth Grade SD Negeri Kalibatur Banyumas District in the 2024/2025 Academic Year Laeli, Khomsah Nur; Kuntoro, Kuntoro
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 25 (2025): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v25i.1785

Abstract

This study aims to analyze the learning difficulties experienced by fifth grade students in Mathematics at SD Negeri Kalibatur, Banyumas District, during the 2024/2025 academic year. The research employed a descriptive qualitative approach using a case study method. The research subjects consisted of fifth grade students and their class teacher. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results showed that students faced difficulties in understanding mathematical concepts, using formulas and symbols, and solving word problems. The causes of learning difficulties included cognitive aspects, student motivation, attitudes, and the use of conventional teaching methods. The study concludes that there is a need to improve teaching strategies to be more interactive and contextual, as well as to provide additional motivation and guidance to help students overcome their learning challenges. These findings are expected to serve as a reference for teachers and schools in improving the quality of Mathematics education in the future.
Efektivitas Outdoor Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Sekolah Menengah Pertama Mashudi, Mashudi; Kuntoro, Kuntoro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6789

Abstract

Kualitas karya puisi siswa SMP sering kali belum optimal karena pembelajaran yang monoton dan kurang memberi pengalaman langsung. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji efektivitas outdoor learning terhadap kemampuan menulis puisi siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode desain kuasi-eksperimen pretest–posttest control group pada 44 siswa kelas VIII (eksperimen n=22; kontrol n=22) di SMP Negeri 3 Kawunganten. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menulis puisi berbasis outdoor learning selama 4 minggu; kontrol belajar secara konvensional. Instrumen berupa tes menulis puisi dinilai dengan rubrik (diksi, imaji, majas, kesatuan tema, keutuhan struktur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelompok sebanding pada pretest (eksperimen 63,27; kontrol 63,64; p>0,05). Setelah intervensi, rerata posttest eksperimen 73,59 (kenaikan 10,32 poin, ≈16,3% dari baseline) sedangkan kontrol 66,59 (kenaikan 2,96 poin, ≈4,7%). Peningkatan dalam-kelompok signifikan untuk eksperimen (t(21)≈10,01; p<0,001) maupun kontrol (t(21)≈6,32; p<0,001). Perbandingan antarkelompok pada posttest menunjukkan keunggulan jelas pihak eksperimen: selisih rerata 7,00 poin; t(42)≈5,08; p<0,001; 95% CI [4,22, 9,78]. Ukuran efek Cohen’s d=1,53 (besar), menandakan dampak pedagogis yang kuat. Asumsi uji terpenuhi (normalitas p>0,05; homogenitas varians Levene p=0,124). Pada posttest, simpangan baku 5,25 (eksperimen) vs 3,78 (kontrol). Temuan ini konsisten pada analisis selisih gain (eksperimen +10,32 vs kontrol +2,96; Δgain=7,36). Pada tahap awal, simpangan baku pretest sebanding (eksperimen 2,14; kontrol 2,80), dan pemeriksaan normalitas (Kolmogorov–Smirnov/Shapiro–Wilk) tidak signifikan pada semua pengukuran. Secara keseluruhan, 44 peserta (n=22 per kelompok) menunjukkan pola peningkatan yang mendukung efektivitas outdoor learning pada rubrik 5 aspek (diksi, imaji, majas, kesatuan tema, struktur). Dengan demikian, Outdoor learning lebih efektif dibanding pembelajaran konvensional untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi dan layak diintegrasikan dalam kurikulum bahasa-sastra tingkat menengah.
Dampak Biaya Laboratorium Terhadap Kesenjangan Tarif INA-CBGs dan Biaya Riil Diagnosis Leukemia Indriani, Diah; Kusnanto, Hari; Mukti, Ali Ghufron; Kuntoro, Kuntoro
Kesmas Vol. 7, No. 10
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama penerapan Diagnosis Related Group di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, terjadi kesenjangan tarif biaya riil pelayanan kesehatan dengan tarif Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs). Penyebab terbesar kesenjangan tarif tersebut adalah pelayanan obat dan penggunaan sumber daya laboratorium yang tidak efisien. Biaya pelayanan penunjang medis untuk pasien leukemia limfoblastik akut adalah sekitar 23,8% dari total biaya pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunan sumber daya laboratorium dan pengaruh terhadap kesenjangan tarif. Penelitian ini menganalisis semua rekam medis dan data biaya pelayanan laboratorium pasien leukemia limfoblastik akut tahun 2009-2010 di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pemeriksaan kimia klinik menunjukkan pola pasien yang semakin parah, proporsi biaya pemeriksaan kimia klinik semakin rendah. Kondisi ini juga terjadi pada pemeriksaan radiologi, urine dan tinja rutin. Sementara pada pemeriksaan hematologi, mikrobiologi, dan imunologi/serologi menunjukkan pola semakin parah pasien maka semakin tinggi proporsi biaya pemeriksaan. Analisis regresi menemukan pemeriksaan kimia klinik meliputi mikrobiologi darah, ureum, magnesium, creatine kinase MB (blood) menyebabkan kesenjangan tarif semakin meningkat atau rumah sakit semakin dirugikan. Model regresi linier ini mempunyai nilai R2 sebesar 0,834 dengan nilai F = 84,475 (P < 0,05). Ketidakefisienan penggunaan sumber daya laboratorium pada pemeriksaan kimia klinik terdapat pada kelompok pasien tingkat keparahan ringan. Problems occurred during the implementation of Diagnosis Related Group in Sardjito Hospital Yogyakarta. There was gap price between the real cost of health care and Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) cost. The cause of the gap price was drug delivery and use of laboratory resources inefficiently. Cost of medical support services for acute lymphoblactic leukemia patients about 23.8% of the total cost of health care. This study aimed to analyze efficiency of the use of laboratory resources and their effect to discrepancy of price. This study analyzed all medical records and laboratory services cost data in 2009-2010 acute lymphoblastic leukemia patients at Sardjito Hospital Yogyakarta. Clinical chemistry test showed a pattern of more severe patients, the lower the percentage of clinical chemistry fees. This condition also occurs in radiological, urine test, and stool. While the test of hematology, microbiology and immunology/serology showed a pattern, the more severe the patient, the higher the percentage of the cost of the test. The results of the regression analysis showed that the more higher cost of clinical chemistry test (blood microbiology, urea, magnesium, creatine kinase MB (blood)) the higher discrepanct of price which causes the hospital getting harmed. Linear regression model has a value of determination coeficient 0.834 with a value of F = 84.475 (P < 0.05). Inefficiency of resource use in the test of clinical chemistry laboratory located on the mild severity of the patient group.
The profile of the level of endogenous no in migraine sufferers Saleh, Arman Yurisaldi; Machfoed, Hasan; Kuntoro, Kuntoro
Folia Medica Indonesiana Vol. 52, No. 4
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migraine is a health problem which had big impact. A neurochemistry change in the dura, that is the increase of the amount of nitrite oxide, originated from an excessive NOS (inducible NOS) activation during ictal. Some researchers assume NO as a main cause of the pain intensity in ictal. Migraine diagnosis is guided by the International Headache Society. Hopefully, this examination can be used as a more objective diagnosis in the future. Methode of this research is descriptive analytic. This study to find the level of endogenous exhaled NO on 91 subject, consisting of 30 normal people, 31 interictal, 30 ictal. An exclusion was done previously. A validation equipment and measurement had been done in accordance with American Thoracic Association guidance. The result is level of endogenous exhaled NO on the normal group (median=5), interictal group (median=11), ictal group (median=14). Coefficient correlation between VAS and level endogenous exhaled NO was 0,815. So, there is an increase of the NO endogen level in the normal people, migraine interictal, and ictal. Strong correlation between intensity of pain (VAS) and level endogenous exhaled NO during ictal.
KONSTRUKSI TEORETIS INSTRUMEN PENILAIAN MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS VII BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) Mashudi, Mashudi; Kuntoro, Kuntoro
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.8998

Abstract

ABSTRACT Descriptive text writing skills are an important competence in the Merdeka Curriculum Phase D, requiring students’ observational abilities and imaginative expression. However, assessment practices in schools still tend to focus on Lower Order Thinking Skills (LOTS) and have not fully accommodated the demands of Higher Order Thinking Skills (HOTS). This study aims to formulate a comprehensive HOTS-based assessment instrument model for descriptive text writing. The research employs a qualitative approach using a library research method through the analysis of scholarly literature, language learning evaluation theories, and educational policy documents. Data were collected through documentation and analyzed using content analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity strengthened through source triangulation. The findings indicate that HOTS-based writing assessment requires the development of cognitive indicators at the C4 level (analyzing the interrelationships among object details), C5 (evaluating the effectiveness of figurative language use), and C6 (creating original descriptive texts from a unique perspective). The formulated assessment instrument takes the form of an essay test based on visual stimuli, emphasizing authentic assessment and the use of at least three senses. The assessment rubric is analytical–holistic, with the highest weighting placed on diction and figurative language (40%) and text structure (30%). The conclusion of this study confirms that a HOTS-based descriptive text writing assessment instrument is capable of fostering students’ critical and creative thinking skills more optimally. Theoretically, this study enriches the conceptual framework of language learning evaluation, and practically, it serves as a reference for teachers in designing meaningful and challenging writing assessments. ABSTRAK Keterampilan menulis teks deskripsi merupakan kompetensi penting dalam Kurikulum Merdeka Fase D yang menuntut kemampuan observasi dan ekspresi imajinatif siswa. Namun, praktik penilaian di sekolah masih cenderung berfokus pada Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan belum sepenuhnya mengakomodasi tuntutan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan merumuskan model instrumen penilaian menulis teks deskripsi berbasis HOTS secara komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis literatur, teori evaluasi pembelajaran bahasa, serta dokumen kebijakan pendidikan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian menulis berbasis HOTS menuntut pengembangan indikator kognitif pada level C4 (menganalisis keterkaitan detail objek), C5 (mengevaluasi efektivitas penggunaan majas), dan C6 (menciptakan teks deskripsi orisinal dengan sudut pandang unik). Instrumen penilaian yang dirumuskan berbentuk tes uraian berbasis stimulus visual yang menekankan penilaian autentik dan penggunaan minimal tiga pancaindra. Rubrik penilaian bersifat analitik-holistik dengan pembobotan utama pada aspek pilihan kata dan majas sebesar 40% serta struktur teks sebesar 30%. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa instrumen penilaian menulis teks deskripsi berbasis HOTS mampu mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa secara lebih optimal. Secara teoretis, kajian ini memperkaya konsep evaluasi pembelajaran bahasa, dan secara praktis dapat dijadikan acuan bagi guru dalam menyusun asesmen menulis yang bermakna dan menantang.
ASESMEN AUTENTIK BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Prasanty, Arum Berliana; Kuntoro, Kuntoro
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.8999

Abstract

ABSTRACT Learning evaluation in the Merdeka Curriculum positions authentic assessment as an essential component for assessing students’ competency achievement in a holistic and contextual manner. Along with the development of digital technology, the integration of technology into authentic assessment presents a strategic opportunity to enhance the quality of Indonesian language learning evaluation. This study aims to examine and analyze the concepts, benefits, and challenges of implementing technology-based authentic assessment in Indonesian language learning through a literature review. The research employed a qualitative descriptive method with a library research approach. Data were obtained through a systematic review of books, scientific journal articles, and relevant digital sources and were analyzed inductively to identify patterns and major themes. The results indicate that technology-based authentic assessment supports the authentic assessment of language competence through various digital literacy products, such as digital portfolios, multimedia projects, and online discussions. The integration of technology also accelerates feedback provision, enhances students’ learning motivation, and enables continuous, learner-centered evaluation. However, its implementation still faces challenges, including limited teacher competencies, infrastructure readiness, and variations in students’ digital literacy. This study concludes that technology-based authentic assessment has significant potential to improve the quality of Indonesian language learning evaluation in the Merdeka Curriculum, provided it is supported by strengthening teachers’ competencies and adequate technological infrastructure. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen autentik sebagai komponen esensial untuk menilai ketercapaian kompetensi peserta didik secara holistik dan kontekstual. Seiring perkembangan teknologi digital, integrasi teknologi dalam asesmen autentik menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konsep, manfaat, serta tantangan implementasi asesmen autentik berbasis teknologi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan sistematis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber digital yang relevan, kemudian dianalisis secara induktif untuk menemukan pola dan tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen autentik berbasis teknologi mampu mendukung penilaian kompetensi berbahasa secara nyata melalui berbagai produk literasi digital, seperti portofolio digital, proyek multimedia, dan diskusi daring. Integrasi teknologi juga mempercepat pemberian umpan balik, meningkatkan motivasi belajar, serta memungkinkan evaluasi yang berkelanjutan dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru, kesiapan infrastruktur, dan variasi literasi digital peserta didik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa asesmen autentik berbasis teknologi berpotensi besar meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka, asalkan didukung oleh penguatan kompetensi guru dan penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai.
MODEL INSTRUMEN PENILAIAN HOTS PADA KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS IX SMP DALAM KURIKULUM MERDEKA Handayani, Wuri; Kuntoro, Kuntoro
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9037

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based assessment is a key requirement in the implementation of the Merdeka Curriculum, particularly in Indonesian language learning at the junior secondary school level. However, writing assessment practices for descriptive texts in schools still tend to emphasize final products and have not fully accommodated the measurement of students’ higher-order thinking skills. This study aims to describe and formulate a HOTS-based assessment instrument model for descriptive text writing skills in Grade IX junior high school, integrating the domains of attitudes, knowledge, and skills. This research employed a descriptive qualitative approach through a conceptual review and document analysis. The data sources included the Indonesian Language Learning Outcomes of the Merdeka Curriculum Phase D, instructional documents for descriptive text writing, and relevant scholarly literature on HOTS-based and authentic assessment. Data analysis was conducted by mapping learning indicators to HOTS cognitive levels (C4–C6), followed by the formulation of appropriate assessment instruments and analytic scoring rubrics. The findings indicate that the developed assessment instrument model is capable of measuring students’ abilities to analyze, evaluate, and create descriptive texts, while also providing a comprehensive depiction of both learning processes and outcomes. This model is practical, contextual, and aligned with the principles of authentic assessment, making it a useful reference for Indonesian language teachers in implementing HOTS-based assessment in junior high schools. ABSTRAKPenilaian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan salah satu tuntutan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Namun, praktik penilaian menulis teks deskripsi di sekolah masih cenderung berfokus pada produk akhir dan belum sepenuhnya mengakomodasi pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan merumuskan model instrumen penilaian HOTS pada keterampilan menulis teks deskripsi kelas IX SMP yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian konseptual dan analisis dokumen. Sumber data meliputi dokumen Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka fase D, perangkat pembelajaran menulis teks deskripsi, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan penilaian autentik dan penilaian berbasis HOTS. Analisis data dilakukan dengan memetakan indikator pembelajaran ke dalam level kognitif HOTS (C4–C6), kemudian merumuskan bentuk instrumen dan rubrik penilaian analitik. Hasil kajian menunjukkan bahwa model instrumen yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dalam kegiatan menulis teks deskripsi, serta memberikan gambaran komprehensif mengenai proses dan hasil belajar peserta didik. Model instrumen ini bersifat aplikatif, kontekstual, dan selaras dengan prinsip asesmen autentik, sehingga dapat dijadikan referensi praktis bagi guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan penilaian HOTS di SMP.
EVALUASI KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER SISWA DITINJAU DARI PENGUASAAN KOSAKATA Kurniawati, Heni; Kuntoro, Kuntoro
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9211

Abstract

This study aims to examine the relationship between vocabulary mastery and the ability to write popular scientific articles among eighth-grade students of SMP Negeri 5 Cilacap. A quantitative correlational method was employed, with total sampling involving 32 students. Data were collected using a multiple-choice vocabulary test and a writing rubric to assess writing performance. Normality and homogeneity tests were conducted prior to Spearman’s rho correlation analysis. The results revealed a very weak positive correlation between vocabulary mastery and writing ability (ρ = 0.233), but the relationship was not statistically significant (p = 0.199). These findings suggest that vocabulary mastery alone does not determine writing success. Writing popular scientific articles requires an integrative instructional approach that combines linguistic, cognitive, and rhetorical skills. This study contributes to the development of contextual and comprehensive writing instruction at the junior secondary level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan kosakata dan kemampuan menulis artikel ilmiah populer pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 5 Cilacap. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling yang melibatkan 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda untuk mengukur penguasaan kosakata dan rubrik penilaian tulisan untuk menilai kemampuan menulis. Uji normalitas dan homogenitas dilakukan terlebih dahulu sebelum analisis korelasi menggunakan Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif sangat lemah (low positive correlation) antara penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis artikel ilmiah populer (ρ = 0,233), namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,199). Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan menulis. Kemampuan menulis artikel ilmiah populer membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih integratif, mencakup aspek linguistik, kognitif, dan retoris. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang pembelajaran menulis yang menyeluruh dan kontekstual di tingkat SMP.
REPOSISI TES SEBAGAI INSTRUMEN EVALUASI REFLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS RESTITUSI DAN MINDFUL LEARNING Subarkah, Bhayu Anggita; Kuntoro, Kuntoro
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.9033

Abstract

ABSTRACT Learning evaluation in Indonesian Language and Literature is still dominated by the use of tests oriented toward measuring final learning outcomes, resulting in the underdevelopment of reflective and humanistic evaluation functions. This condition contributes to increased psychological pressure on students and insufficient facilitation of productive language skills development. This article focuses on a theoretical review of repositioning tests as reflective evaluation instruments based on restitution and mindful learning approaches in Indonesian Language and Literature learning. The study employs a qualitative approach with a library research design combined with conceptual-reflective analysis through stages of literature exploration, categorization of key concepts, and theoretical synthesis within the framework of restitution and mindful learning. The findings indicate that tests can be reinterpreted as pedagogical tools that promote self-reflection, learning awareness, emotional regulation, and students’ responsibility for their learning processes. The integration of restitution and mindful learning reframes errors as learning opportunities and reduces the perception of tests as judgmental tools. This approach is relevant for sustainable language assessment practices. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia masih didominasi oleh penggunaan tes yang berorientasi pada pengukuran hasil akhir belajar sehingga fungsi reflektif dan humanistik evaluasi belum berkembang optimal. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan psikologis peserta didik serta kurang terfasilitasinya pengembangan keterampilan berbahasa produktif. Artikel ini berfokus pada kajian teoretis reposisi tes sebagai instrumen evaluasi reflektif berbasis pendekatan restitusi dan mindful learning dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka yang dipadukan dengan analisis konseptual reflektif melalui tahapan penelusuran literatur pengelompokan konsep utama dan sintesis teoretis dalam kerangka restitusi dan mindful learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes dapat dimaknai ulang sebagai sarana pedagogis yang mendorong refleksi diri kesadaran belajar regulasi emosi serta tanggung jawab peserta didik terhadap proses belajarnya. Integrasi pendekatan restitusi dan mindful learning memposisikan kesalahan sebagai peluang belajar dan mengurangi persepsi tes sebagai alat penghakiman. Pendekatan ini relevan bagi praktik penilaian bahasa berkelanjutan.