Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Kadar Kreatinin dan Leukosit terhadap Tingkat Kematian Pasien Leptospirosis Zelindrah, Virgil; Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Rosyidah, Devi Usdiana; Risanti, Erika Diana
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kadar kreatinin dan jumlah leukosit dengan tingkat kematian pada pasien leptospirosis. Metode yang digunakan yaitu penelitian Observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional melibatkan pengumpulan data medis pasien yang terdiagnosis dengan leptospirosis dan analisis statistik untuk mengevaluasi korelasi antara kedua faktor tersebut dengan tingkat kematian. Sampel penelitian ini merupakan pasien dewasa leptospirosis berusia > 18 tahun di RS PKU Muhammadiyah, RSUD Dr. Sayidiman Magetan, dan RSUD Kartini Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kadar AL (leukosit) dengan kematian pada pasien leptospirosis. Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kreatinin dengan kematian pada pasien leptospirosis. Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara kadar AL (lukosit) dan kreatinin pada pasien kematian pada pasien leptospirosis.
Presentasi Klinis dan Faktor Prediktor Mortalitas Pasien Tetanus Wibowo, Muhammad Irfan Sulystyo; Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Rosyidah, Devi Usdiana; Setiawan, Iwan
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus adalah infeksi yang menyebabkan kejang otot rahang dan leher akibat Clostridium tetani. Prevalensi tetanus tinggi di negara dengan sumber daya rendah, dengan mortalitas mencapai 20-45%. Tetanus neonatal masih menjadi masalah di negara berkembang. Identifikasi faktor prediktor mortalitas tetanus termasuk leukosit dan elektrolit, penting untuk peningkatan manajemen pasien dewasa dengan risiko kematian yang tinggi. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kadar leukosit dan elektrolit dengan mortalitas pasien tetanus di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan desain cross sectional dengan melibatkan 37 responden (30 laki-laki 7 perempuan) yang merupakan pasien tetanus yang tercatat di rekam medis.  Rata-rata usia responden adalah 56, persentase responden meninggal 43,2% sedangkan persentasae responden membaik 51,4%, persentase responden dengan angka leukosit normal dan meninggal 17,1% sedangkan angka leukosit tidak normal 28,6%, persentase responden dengan kadar natrium normal dan meninggal sejumlah 50% sama dengan persentase responden dengan kadar natrium tidak normal yang meninggal, sementara itu responden dengan kadar kalium normal dan meninggal sejumlah 29,4% dan responden dengan kadar kalium tidak normal dan meninggal sejumlah 70,6%.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM DAN DETEKSI DINI DENGAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR Rosyidah, Devi Usdiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 1. No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.861 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v1i1.266

Abstract

Kebanyakan perempuan takut terkena kanker leher rahim, tetapi tidak faham faktor risikonya. Kesadaran melakukan deteksi dini penyakit ini masih terkendala perasaan malu dan biaya yang tidak murah. Jumlah penderita kanker leher rahim di indonesia menempati urutan nomor dua tertinggi didunia. Pemahaman yang benar tentang penyakit ini akan meningkatkan kesadaran melakukan skrining sehingga pencegahan akan lebih mudah dilakukan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada perempuan tentang kanker leher rahim, faktor risiko, cara pencegahan serta skrining kanker leher rahim dengan papsmear langsung bagi peserta tanpa dipungut biaya. Konseling personal dilakukan ke masing-masing peserta setelah hasil pap smear jadi. Jumlah peserta penyuluhan 27 orang, tetapi 4 orang tidak memenuhi syarat dilakukan pap smear, sehingga jumlah peserta pap smear 23 orang. Hasil pap smear: 18 orang normal smear, 2 orang radang ringan, 1 orang radang tidak khas, dan 2 orang  radang ringan dengan metaplasi squamosa. Masing-masing peserta telah mengambil hasil dan telah dilakukan konseling personal. Pemahaman yang benar mengenai penyakit kanker leher rahim dan pelaksanaan pap smear dapat menambah data profil kesehatan wanita usia subur khususnya di kabupaten Karanganyar. Peserta pap smear dapat membagikan pengalamannya kepada wanita usia subur lain sehingga tergerak untuk melakukan skrining kanker leher rahim, salah satunya dengan pap smear.
PEMERIKSAAN KESEHATAN, DETEKSI ANEMIA, DAN PENANGANANNYA PADA PESERTA POSYANDU LANSIA DI KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Rosyidah, Devi Usdiana; Anam, Zahra Hafizha Fitria; Maulana , Iqbal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 1. No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.564 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v1i2.363

Abstract

ABSTRAK Data angka kejadian anemia pada lansia masih menjadi fenomena gunung es. Keadaan sosial ekonomi masyarakat gondangrejo sebagian besar menengah kebawah. Pemeriksaan kesehatan lansia di posyandu dikerjakan oleh tenaga non medis yang kemampuannya terbatas. Hasil survei menunjukkan kejadian anemia lansia ditemukan secara tidak sengaja saat pasien periksa ke dokter untuk keluhan penyakit lain. Keluarga menganggap kesehatan lansia bukan prioritas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kejadian anemia lansia dan memberikan solusi penanganan bagi peserta yang menderita anemia. Pemeriksaan kesehatan meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pengecekan kadar Hb, dan analisis kemungkinan penyebab anemianya. Jumlah responden 80 orang yang terdiri dari 30 orang laki-laki dan 50 orang perempuan, dengan angka kejadian anemia sebanyak 10 orang (12,50 %) berupa anemia ringan akibat penyakit yang telah diderita responden sebelumnya. Keberlanjutan dari temuan ini telah dilakukan edukasi, pemberian leaflet dan tata laksana sesuai kondisi masing-masing. Anemia pada lansia perlu dideteksi dini dengan metode jemput bola (skrining rutin). Metode ini memudahkan dalam pemberian tata laksana seawal mungkin, pencegahan morbiditas, dan mortalitas akibat anemia maupun penyakit primernya. ABSTRACT Data on the incidence of anemia in the elderly was still an iceberg phenomenon. The socio-economic conditions of Gondangrejo’s people are mostly lower-middle class. Health checks for the elderly at posyandu are carried out by non-medical personnel with limited abilities. The survey showed that the incidence of anemia in the elderly was found accidentally when a patient went to a doctor for complaints of other diseases. Families consider the health of the elderly was not a priority. The aims of this community service were screening the incidence of anemia in the elderly and providing solutions for participants who suffered from anemia. The medical examination included anamnesis, physical examination, haemoglobin level check, and the possible causes of anemia analysis. Total respondents were 80 consisting of 30 men and 50 women. The incidence of anemia was 10 people (12.30%) with mild anemia because of their primary disease. The continuation of this case has been carried out by education, leaflet distribution, and management according to personal condition. Anemia in the elderly needs to be detected early with the ball pick method (routine screening). This action facilitated as soon treatment, prevention of morbidity or mortality due to anemia and primary diseases.  
PERBANDINGAN EFEK LARVASIDA DAUN KEMANGI DENGAN PENGENCER TWEEN 80 DAN PEG 400 TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI Dewi, Listiana Masyita; Syah, Devan Adil; Bestari, Rochmadina Suci; Rosyidah, Devi Usdiana
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.680

Abstract

Pengendalian populasi Aedes aegypti sebagai vektor DBD merupakan upaya utama memutus rantai penularannya. Namun, resistensi Aedes aegypti terhadap larvasida temephos mulai banyak terjadi. Diperlukan alternatif larvasida berbasis bahan alam sebagai larvasida, yaitu dari daun kemangi. Penambahan pengencer seperti Tween 80 dan PEG 400 diharapkan dapat meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas ekstrak daun kemangi dengan penambahan Tween 80 dan PEG 400 terhadap larva Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah post-test only crontrolled group design. Larva Aedes aegypti yang digunakan sebanyak 700 ekor, terbagi dalam 7 kelompok perlakuan, dan 4 kali pengulangan. Konsentrasi ekstrak daun kemangi yang digunakan adalah 0.5% dan 1%. Analisa data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji post-hoc Mann Whitney. Hasil uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p<0.05. Hasil uji post-hoc Mann Whitney, perbandingan antara kelompok dengan penambahan Tween 80 dan PEG 400 didapatkan nilai p<0.05, sedangkan perbandingan kelompok dengan penambahan Tween 80 dan kontrol positif didapatkan nilai p>0.05. Sebagai kesimpulan, ekstrak daun kemangi dengan penambahan Tween 80 sama efektifnya dengan temephos sebagai larvasida terhadap Aedes aegypti, dan lebih superior dibandingkan ekstrak daun kemangi dengan penambahan PEG 400.
Improving Health Profiles and Type 2 Diabetes Mellitus Knowledge of Community Groups in Karanglo Village, Grogol, Sukoharjo, Central Java, Indonesia Through the SEE Method Aisyah, Riandini; Mahmudah, Nur; Candrasari, Anika; Sintowati, Retno; Bestari, Rochmadina Suci; Rosyidah, Devi Usdiana; Supraba, Intan Pratiwi; Utami, Indari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 10, No 4 (2024): December
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.95765

Abstract

Central Java ranks fourth among regions for the highest number of diabetes melitus (DM) cases, following Jakarta, Yogyakarta, and East Kalimantan. Grogol District in Sukoharjo Regency had the greatest prevalence of DM cases in 2019, accounting for 18.41% of the total. Diabetes melitus significantly impairs the overall well-being of individuals as it affects individuals across all age groups, including those who can work and those who cannot. If left unmanaged, it can lead to a range of outcomes. The Karanglo Village community is considered at high risk for diabetes melitus (DM) due to a history of health ailments and elevated blood glucose levels. Furthermore, this region is still lacking any health education interventions. This activity aimed to do earlier screening and monitoring of blood sugar levels, as well as providing health education, using the SEE approach (Screening, Health Education, and Exercise) to monitor diabetes melitus. The program was implemented in the period from November 2023 to January 2024, which includes a total of 27 participants, all of whom are female. The implementation of the programs involves the following methods: conducting blood sugar level screenings, engaging in diabetes exercises twice a week, providing health education in six meetings that cover topics such as the epidemiology and etiology, risk factors and prevention, symptoms and diagnosis, complications and management of DM, as well as blood glucose monitoring. Apart from using tools in the form of presentation slides, health education also utilized educational posters. At the end of the program, there was an increase in knowledge by 21.5% (p=0.024) based on pretest and posttest scores, improvements in blood sugar levels, total cholesterol levels, and body mass index. To follow up on the program, a group of independent blood sugar observers has been formed who is responsible for further monitoring blood sugar in program participants.
EDUKASI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING PADA BAYI DAN ANAK DI POSYANDU BALITA KELURAHAN KADIPIRO, BANJARSARI, SURAKARTA Rosyidah, Devi Usdiana; Futana, Ninda Pradani; Alghozi, Muhammad Hilmi; Fadhila, Zahra Hayuna; Susanto, Syarafina Ayu Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 2, September 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i2.5255

Abstract

ABSTRAK Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan pengetahuan yang harus dimiliki oleh ibu balita untuk melakukan perawatan anak yang optimal. Pemberian ASI eksklusif dan MPASI yang benar diharapkan mampu mencegah kejadian stunting dan kelainan akibat gizi yang berlebih maupun gizi kurang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan kepada ibu balita mengenai pemberian makan pada bayi dan anak meliputi pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa pemberian soal pretes, penyuluhan kesehatan, diskusi tanya jawab, pemberian soal postes dan demo cara pembuatan MPASI. Hasil wawancara masih didapatkan balita yang tidak mendapat ASI eksklusif sampai 6 bulan, pemberian MPASI yang terlalu dini dan terlambat serta masih diperlukannya pemberian informasi mengenai MPASI bagi ibu balita. Nilai rata-rata pretes 59,5 sedangkan nilai rata-rata postes 90,66. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberian edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan khususnya mengenai pemberian makanan pendamping pada bayi dan anak.   ABSTRACT Providing exclusive breast milk and complementary foods (MPASI) was knowledge that must be possessed by mothers of toddlers to provide optimal child care. Providing exclusive breastfeeding and correct MPASI was expected to be able to prevent the incidence of stunting and abnormalities due to excess nutrition or lack of nutrition. The aim of this education was to provide knowledge to mothers of toddlers regarding feeding babies and children including exclusive breastfeeding and complementary foods. The implementation of this service activity takes the form of providing pre-test questions, health education, answer and question discussions, providing post-test questions and a practical on how to make MPASI. The results of the interviews still showed that toddlers did not receive exclusive breastfeeding until 6-month, MPASI was given too early and too late and there was still a need to provide information about MPASI for mothers of toddlers. The average pre-test score was 59.5 while the average post-test score was 90.66. This shows an increase in the knowledge of counseling participants. The conclusion of this activity was that providing health education can increase knowledge, especially regarding feeding babies and children.
Efektivitas Larvasida Kombinasi Daun Suren (Toona sureni) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) Bestari, Rochmadina Suci; Hibatullah, Afif Iqbal; Santoso, Talitha Ulima; Rosyidah, Devi Usdiana; Sintowati, Retno; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 5 No. 1 (2024): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v5i1.428

Abstract

The use of Abate larvicide to control dengue vectors has been carried out for years, causing the mosquito population to become resistant and environmental degradation. Therefore, it is necessary to use alternative larvicides from biological plants. Suren leaves (Toona sureni) and lime leaves (Citrus aurantiifolia) contain active substances flavonoids, saponins and alkaloids which are useful for killing Aedes aegypti larvae. The aim of this research was to determine the effectiveness of combination of suren leaf and lime leaf extract in killing Aedes aegypti larvae. This research method is a true experiment with a post-test only control group design. Larvae were divided into 6 groups, namely positive control, negative control, P1 (suren leaf+lime leaves extract 0.5%), P2 (suren leaf+lime leaves extract 1%), P3 (suren leaf+lime leaves extract 1.5%). Each glass contains 25 larvae. The Kolmogorov Smirnov normality test was carried out with abnormal result, the homogeneity test with non-homogeneous results, and the Mann-Whitney test. The results obtained were 99% larval death in the 6th hour by the P3 group. The conclusion of this research is that the combination of suren leaf and lime extracts 0.5%, 1% and 1.5% is effective in killing Aedes aegypti larvae in the 6th hour exposure.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) DENGAN PEG 5% TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES AEGYPTI Bestari, Rochmadina Suci; Santosa, Talitha Ulima; Rosyidah, Devi Usdiana; Sintowati, Retno; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.601

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti yang banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Dampak yang ditimbulkan sangat berat salah satunya adalah kematian. Penggunaan larvasida kimiawi konvensional yang digunakan untuk mengontrol Aedes aegypti telah menimbulkan populasi yang resisten sehingga dibutuhkan dosis yang lebih tinggi, berefek toksik bagi manusia dan lingkungan, maka dikembangkan larvasida biologi. Daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) memiliki senyawa kimia flavonoid, saponin, dan alkaloid yang memiliki peran penting dalam membunuh larva Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jeruk nipis PEG 5% dalam membunuh larva Aedes aegypti. Metode penelitian ini adalah true experiment dengan post-test only control group design. Larva dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, P1 (ekstrak daun jeruk nipis 2,5% dan PEG 5%), P2 (ekstrak daun jeruk nipis 5% dan PEG 5%), P3 (ekstrak daun jeruk nipis 10% dan PEG 5%). Setiap gelas diisi 25 ekor larva Aedes aegypti. Hasil didapatkan kematian larva 100% pada jam ke-6 oleh kelompok kontrol positif, P1, P2 dan P3. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun jeruk nipis 2,5%, 5% dan 10% dengan PEG 5% efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti pada jam ke-6 paparan.
Effectiveness of Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) Pressed Water as a Natural Coloring Agent for Examination of Feces Confirmed Helminthiasis Faatiha, Arsyal Wanda; Aisyah, Riandini; Dewi, Listiana Masyita; Rosyidah, Devi Usdiana
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2024: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.5494

Abstract

Background: Helminthiasis is a parasitic disease caused by worms, with high prevalence in Indonesia ranging from 2.5% to 62%, depending on the region. Soil transmitted helminths are the most common causative of helminthiasis. The Gold Standard diagnose helminthiasis is microscopic examination using eosin. However, Eosin has the disadvantage that the waste from its use is not environmentally friendly and carcinogenic, prompting the search for natural dye alternatives. Purple sweet potato (Ipomoea batatas L.), rich in anthocyanins, was selected as a potential substitute because it contains higher anthocyanin levels compared to other plants. Aim: This study aimed to evaluate effectiveness of purple sweet potato pressed water as a substitute for eosin and to assess the differences between pure pressed water and with added citric acid in staining feces confirmed with helminthiasis. Methods: The study utilized a true experimental design with posttest-only control group approach. Purple sweet potato pressed water was tested at varying concentrations 5%, 10%, 15%, 20% and as well as at the same concentrations with the addition of citric acid. The population consisted of helminthiasis confirmed stool samples preserved in formalin. Staining effectiveness was assessed using Likert scale, and data were analyzed using Shapiro-Wilk, Levene, and Kruskal-Wallis tests. Results: Purple sweet potato pressed water without citric acid demonstrated good staining quality, result of Kruskal-Wallis p-values for coloring effectiveness (p=0.195), visualization of parasite structure (p=0.566), coloring quality (p=0.062). Conclusion: Purple sweet potato pressed water can be used as an alternative dye in helminthiasis examination. The addition of citric acid in the preparation can increase the stability of the formulation.
Co-Authors Afif Iqbal Hibatullah Ahmad Rosid Nasrulloh Arifqi Alghozi, Muhammad Hilmi Amalia, Riza Anam, Zahra Hafizha Fitria Ananda Asriany Perdana Ananda Asriany Perdana, Ananda Asriany Anika Candrasari Anshar, Rizadin Azwar, Muhammad Thoriq Burhannudin Ichsan Burhanuddin Ichsan E. M. Sutrisna El Mubaraq, Syahrun Em Sutrisna Erika Diana Risanti Erna Herawati Erna Herawati, Erna Faatiha, Arsyal Wanda Fadhila, Zahra Hayuna Farid Santya Budi Febrian Dwi Cahyo Fithriyah, Sa’idatul Futana, Ninda Pradani Goprani, Lidya Graffico Eryza Oldiara Hibatullah, Afif Iqbal Hidayah Karuniawati Hutami, Norma Putri Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Ilham Fahrudin Indra Nuroso Indwiani Astuti Indwiani Astuti Iwan Setiawan Jayanti Wulansari Jayanti Wulansari, Jayanti Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Lestari, Nining Listiana Masyita Dewi Listyana Masyita Dewi Maulana , Iqbal Nugrahaen, Sarwasri Fajra Nur Mahmudah Oktein Satriyani Prameswari, Elza Primayanti, Yustika Qasthari Rahmawati, Nailena Widya Ratih Pramuningtyas Retno Sintowati - Riandini Aisyah Rif'aini, Fidhia Nur Rizadin Anshar Rochmadina Suci Bestari Safari Wahyu Jatmiko Santosa, Talitha Ulima Santoso, Talitha Ulima Sari, Nur Amalia Satriyani, Oktein Setyo Nurwaini Sitarina Widyarini Sulistiyo, Azka Hafiy Sulistyani Sulistyani Sulistyani, S Supraba, Intan Pratiwi Susanto, Syarafina Ayu Putri Syah, Devan Adil Syahrun El Mubaraq Talitha Ulima Santoso Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Agustina Tri Agustina, Tri Utami, Indari Wibowo, Muhammad Irfan Sulystyo Yustika Qasthari Primayanti Yusuf Alam Romadhon Zelindrah, Virgil