Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
TATA UPACARA RITUAL ADAT PERKAWINAN MARGA MESUJI WIRALAGA LAMPUNG FAJAR MAGFIROH, SITI; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual adat perkawinan Marga Mesuji Lampung di desa Wiralaga kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. Ritual adat perkawinan Marga Mesuji Lampung ada dua yaitu rasan tuwe (kehendak orang tua) dan gubalan (kawin lari) kedua ritual adat perkawinan ini harus dihadiri oleh perwatin (perangkat desa) sebagai saksi dan pembawa adat istiadat. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah budayawa kabupaten Mesuji Lampung, staf pemerintahan kabupaten Mesuji Lampung, ketua dan tetua adat Marga Mesuji Lampung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ritual perkawinan rasan tuwe dalam Marga Mesuji Lampung mempunyai 9 prosesi adat diantaranya yaitu nindai, nylundup (penjajakan), sie hanyot, sie tanye (datang bertanya), datang besagh (datang besar), pacaran, hari perkawinan, tandang sujud, dan dijumputi. Sedangkan ritual perkawinan gubalan lebih singkat yaitu membuat surat perjanjian diatas materai, nyrape kemudian akad nikah. Kata kunci: Marga Mesuji lampung, ritual perkawinan, upacara adat, adat perkawinan Marga Mesuji lampung Abstract This study aims to describe the traditional marriage rituals of Mesuji Lampung clan in Wiralaga village, Mesuji sub-district, Mesuji district, Lampung province. There are two rituals for the traditional marriage of Mesuji Lampung clan, namely rasan tuwe (the will of the parents) and gubalan (elopement). The method of this research is a qualitative descriptive method, by collectingthe data using interview techniques. The informants in this study were the culture of the Mesuji Lampung district, the Mesuji Lampung district government staff, the chairman and elders of the Mesuji Lampung clan. The results of this study indicate that the marriage rituals of Rasan Tuwe in the Mesuji Lampung clan have 9 customary processions including nindai, nylundup (exploratory), sie hanyot, sie tanye (coming to ask), datang besagh (coming big), pacaran, marriage day, tandang sujud, and dijumputi. Whereas the marriage rituals for a gubalan is shorter, namely making a letter of agreement on the stamp, nyrape then a marriage contract. Keywords: Mesuji Lampung clan, marriage rituals, traditional ceremonies, marriage ceremony of the Mesuji Lampung clan
TATA UPACARA RITUAL ADAT PERKAWINAN MARGA MESUJI WIRALAGA LAMPUNG FAJAR MAGFIROH, SITI; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual adat perkawinan Marga Mesuji Lampung di desa Wiralaga kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. Ritual adat perkawinan Marga Mesuji Lampung ada dua yaitu rasan tuwe (kehendak orang tua) dan gubalan (kawin lari) kedua ritual adat perkawinan ini harus dihadiri oleh perwatin (perangkat desa) sebagai saksi dan pembawa adat istiadat. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah budayawa kabupaten Mesuji Lampung, staf pemerintahan kabupaten Mesuji Lampung, ketua dan tetua adat Marga Mesuji Lampung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ritual perkawinan rasan tuwe dalam Marga Mesuji Lampung mempunyai 9 prosesi adat diantaranya yaitu nindai, nylundup (penjajakan), sie hanyot, sie tanye (datang bertanya), datang besagh (datang besar), pacaran, hari perkawinan, tandang sujud, dan dijumputi. Sedangkan ritual perkawinan gubalan lebih singkat yaitu membuat surat perjanjian diatas materai, nyrape kemudian akad nikah. Kata kunci: Marga Mesuji lampung, ritual perkawinan, upacara adat, adat perkawinan Marga Mesuji lampung Abstract This study aims to describe the traditional marriage rituals of Mesuji Lampung clan in Wiralaga village, Mesuji sub-district, Mesuji district, Lampung province. There are two rituals for the traditional marriage of Mesuji Lampung clan, namely rasan tuwe (the will of the parents) and gubalan (elopement). The method of this research is a qualitative descriptive method, by collectingthe data using interview techniques. The informants in this study were the culture of the Mesuji Lampung district, the Mesuji Lampung district government staff, the chairman and elders of the Mesuji Lampung clan. The results of this study indicate that the marriage rituals of Rasan Tuwe in the Mesuji Lampung clan have 9 customary processions including nindai, nylundup (exploratory), sie hanyot, sie tanye (coming to ask), datang besagh (coming big), pacaran, marriage day, tandang sujud, and dijumputi. Whereas the marriage rituals for a gubalan is shorter, namely making a letter of agreement on the stamp, nyrape then a marriage contract. Keywords: Mesuji Lampung clan, marriage rituals, traditional ceremonies, marriage ceremony of the Mesuji Lampung clan
MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY PADA SUB KOMPETENSI PEMANGKASAN RAMBUT TEKNIK INCREASE LAYER AMELIA, LINDA; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ilmu teknologi telah mengalami banyak perkembangan dan perubahan diantaranya pembaruan ilmu teknologi Augmented Reality (AR) digunakan sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran augmented reality adalah media pembelajaran yang menambahkan realita nyata yang ada di dunia dengan objek virtual berupa 3 dimensi. Pemangkasan rambut teknik increase layer adalah pemangkasan rambut yang menggunakan sudut pengangkatan > 90o. Media pembelajaran augmented reality pada sub kompetensi pemangkasan rambut teknik increase layer dengan menambahkan objek virtual 3 dimensi yang seperti objek nyata (manekin) pada saat menerapkan pemangkasan rambut teknik increase layer. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas media serta kelayakan sebuah media pembelajaran augmented reality pada sub kompetensi pemangkasan rambut teknik increase layer. Jenis Penilitian ini merupakan penelitian Pre Eksperimental dengan desain penelitian ? The One-Shot Case Study Design?. Subyek penelitian ini 30 observer. Pengumpulan data peneltian ini dengan menggunakan intstrumen berupa kuisioner Teknik analisis data menggunakan rata-rata. Hasil kelayakan media pembelajaran mempunyai kategori nilai yang sangat layak dengan rata-rata nilai 3,43. Kata Kunci: Media Augmented Reality, Pangkas Rambut, Teknik increase layer. AbstractTechnology has experienced many developments and changes including the renewal of augmented reality (AR) technology used as a learning media. Augmented reality learning media is a learning media that adds real reality in the world with 3 dimension virtual objects. Hair cutting increase layer technique is hair cutting that uses a angle> 90o. Augmented reality learning media in the sub-competency hair cutting techniques increase layer by add 3dimension virtual objects that are like real objects (mannequins) when applying hair cutting techniques to increase layer.The purpose of the research to know media quality and the appropriates of learning media augmented reality sub competence haircut technique increase layer. The type of reseach is pre-experiment with design ?The One-Shot Case Study Design?. The subject of the research 30 observer. The collecting data using by questionnaire. The analysis data using by average. The apprioates of learning media augmented reality has a very high value with an value of 3.43 Keywords : Augmented Reality Media, Hair cutting, Technique increase layer
PENGARUH PROPORSI SARI PATI KENTANG, EKSTRAK LEMON, VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP HASIL JADI TONER UNTUK KULIT WAJAH BERMINYAK CENDERUNG BERJERAWAT SYAH PRASTIKA NOOR SHOLIKIN, WENDI; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

jerawat biasanya timbul pada kulit yang berminyak, wajah yang kotor akibat debu dan polusi bisa jadi penyebab munculnya jerawat pada kulit wajah. Toner mempunyai manfaat yang dapat mengurangi keluhan kulit berminyak cenderung berjerawat. Pennelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh proporsi sari pati kentang, ekstrak lemon dan virgin coconut oil terhadap hasil jadi toner untuk kulit wajah berminyak cenderung berjerawat yang dinilai dari uji sifat fisik (meliputi warna,aroma, homogenitas) dan uji kesukaan penelis dari toner tersebut. penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variabel yang digunakan yaitu variabel bebas yaitu proporsi sari pati kentang, ekstrak lemon dan virgin coconut oil dengan menggunakan perbandingan 5ml ; 2ml ;1 ml, 4ml ; 2ml ; 2ml, 3ml ; 2ml,3ml. Variabel terikat merupakan hasil dari toner yang dibuat meliputi warna, aroma, homogenitas yang dihasilkan serta uji dari kesukaan penelis. sedangkan variabel kontrol yaitu waktu yang digunakan untuk pembuatan toner, larutan allantoin sebanyak 2ml, serta persiapan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat toner wajah. Hasil akhir penelitian tentang toner ini adalah terdapat pada X1 dengan proporsi 5ml ; 2ml ;1ml yang menurut nilai rata-rata dari berbagai uji sudah sesuai dengan kriteria.Kata Kunci : Toner, Sari Pati Kentang, Ekstrak Lemon
KAJIAN MAKNA PROSESI UPACARA PERNIKAHAN DI DUSUN DAMPAR DESA BADES KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG SOFIA MAHARANI, NITA; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dusun Dampar Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang memiliki tradisi prosesi upacara pernikahan yang berbeda dari tradisi pernikahan yang ada di Lumajang. Penelitian ini bertujuan untuk, mendeskripsikan tahapan dan makna prosesi upacara pernikahan di Dusun Dampar Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, melestarikan dan memperkenalkan upacara adat pernikahan di Dusun Dampar Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, studi literatur buku dan jurnal. Hasil dari penelitian adalah tahapan prosesi upacara pernikahan yaitu, njaluk, bakal besan, lamaran, balesi lamaran, ndesek, manggulan, tebus kembar mayang, akad nikah, dan panggih. Makna dari prosesi upacara pernikahan yang berbeda dari masing-masing tahapan yang secara keseluruhan bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kedamaian bagi kedua pengantin dalam menjalankan rumah tangga. kata Kunci : Upacara Pernikahan Dusun Dampar, Kajian, Makna. Abstract Dampar su-village Bades, Pasirian District at Lumajang Regency has a tradition of wedding ceremony processions that is different from thr other district in Lumajang. This research aimed to describe the phase and the meaning of the wedding ceremony processions in Dampar sub-village Bades, Pasirian District, Lumajang regency preserve and introduce the tradisional wedding ceremony in Dampar seb-village Bades, Pasirian district, Lumajang regency. The type of this research is qualitative descriptive method with data collection in the form of interview, book and journal literature.. The result of the study are the phase of the wedding ceremony processions, namely njaluk, bakal besan, lamaran, balesi lamaran, ndesek, manggulan, tebus kembar mayang, akad nikah, and panggih. The meaning of the wedding ceremony processions that is different from each of the phase which as a whole aims to maintain safety and peace for the bride and groom in running the household. Keywords : Dampar Marriage Ceremony, Study, Meaning.
PELAYANAN JASA MICRO NEEDLE THERAPY SYSTEM PADA PERAWATAN WAJAH DI ACHIE HOUSE OF BEAUTY SIDOARJO EKI PURBOSETYO, MIFTASYA; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Micro needle therapy system adalah teknik terapi yang sangat sederhana, aman, efektif, dan minimal invasive. Achie House Of Beauty Sidoarjo adalah salon yang menyediakan jasa perawatan kulit wajah yang sudah berkembang dengan teknik micro needle therapy system. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui : 1) SOP (Standart Operational Procedure) pelayanan jasa micro needle therapy system pada perawatan wajah di Achie House Of Beauty Sidoarjo, 2) kinerja karyawan pelayanan jasa micro needle therapy system pada perawatan wajah sudah sesuai dengan SOP (Standart Operational Procedure) di Achie House Of Beauty Sidoarjo. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara dan studi pustaka. Setelah dilakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa Pelayanan Jasa Micro Needle Therapy System Pada Perawatan Wajah di Achie House Of Sidoarjo yaitu : 1) SOP (Standart Operational Procedure) Pelayanan Jasa Micro Needle Therapy System dimulai dari Cleansing (Pembersihan), ekstraksi komedo, pengerjaan micro needle therapy system dengan arah rotasi dan speed 0,25mm ? 2 mm (sesuai kebutuhan kulit), aplikasi serum, aplikasi masker bening bisa gel atau peel off optional tetapi tetap harus menggunakan masker bening, penggunaan light therapy untuk memaksimalkan peresapan produk dan bisa memakai sinar hijau untuk soothing effect dan sinar merah untuk penetrasi lebih kedalam, terakhir aplikasi soothing lotion dengan alat cry o therapy yang bertujuan untuk menutupi pori-pori dan mengurangi kemerahan pasca micro needling. 2) Proses pelaksanaan micro needle therapy system yang dilakukan karyawan achie haouse of beauty sidoarjo sudah sesuai SOP (Standart Operational Procedure) yang ditetapkan. 3) Terdapat hasil yang signifikan pada perawatan wajah dengan teknik micro needle therapy system yang telah dilakukan oleh achie house of beauty. Kata Kunci: pelayanan jasa, micro needle therapy system, perawatan wajah. Abstract Micro needle therapy system is a therapy technique that is very simple, safe, effective, and minimally invasive. Achie House Of Beauty Sidoarjo is a salon that provides facial skin care services that have developed with micro needle therapy system techniques. This writing aims to find out: 1) SOP (Standard Operational Procedure) micro needle therapy system services on facial treatments at Achie House Of Beauty Sidoarjo, 2) employee performance of micro needle therapy system services on facial treatments are in accordance with SOP (Standard Operational Procedure) at Achie House Of Beauty Sidoarjo. This research is a descriptive type with a qualitative approach. Data collection techniques in this research are interviews and literature study. After doing research, researchers get the results that Micro Needle Therapy System Services in Facial Treatment at Achie House Of Sidoarjo, namely: 1) SOP (Standard Operational Procedure) Micro Needle Therapy System Service Services starts from Cleansing (cleaning), extraction of blackheads, micro workmanship needle therapy system with rotation direction and speed 0.25mm - 2 mm (according to skin requirements), serum application, clear mask application can gel or peel off optional but still must use clear mask, use light therapy to maximize product absorption and can use light green for the soothing effect and red light for deeper penetration, finally applying the soothing lotion with a cry o therapy tool that aims to cover the pores and reduce the redness after micro needling. 2) The process of implementing the micro needle therapy system by achie haouse of beauty Sidoarjo employees is in accordance with the SOP (Standard Operational Procedure) specified. 3) There is a significant result in facial treatment with micro needle therapy system that has been done by achie house of beauty. Keywords: services, micro needle therapy system, facial treatments.
TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE PADA SUB KOMPETENSI PENATAAN SANGGUL KREATIF BACK STYLE QOLBI, TSAMROTUL; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThink Pair Share merupakan tipe pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013 dimana siswa dituntut lebih aktif selama pembelajaran, mengajak untuk bekerja mandiri kemudian bekerja sama dengan pasangannya. Tipe Think Pair Share dapat digunakan dalam mata pelajaran Penataan Sanggul Kreatif Backstyle Dengan Teknik Sasakan. Dengan bekerja sama atau berpasangan dalam satu kali pertemuan peserta didik mampu mempelajari sekaligus mempraktikkan macam-macam penataan sanggul dengan ide yang inovatif kemudian menyampaikannya dengan baik dan benar sehingga lebih efisien waktu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian yaitu menguraikan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, dan keefektifan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengacu pada buku dan jurnal nasional yang membahas: 1) kajian model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS,) 2) kajian sub materi pembelajaran Penataan Sanggul Kreatif Back Style , dan 3) kajian pengelolaan kelas dengan menerapkan tipe pembelajaran Think Pair Share (TPS) dimana didalamnya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar, dan kelayakan atau kefektifan tipe pembelajaran pada materi praktik. Hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan berupa: 1) penjelasan mengenai model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, 2) penjelasan materi sub kompetensi Penataan Sanggul Kreatif Back Style, dan 3) tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share dapat diterapkan dan menjadi acuan guru penataan sanggul kreatif sehingga proses pembelajaran mampu dimaksimalkan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: think pair share, penataan sanggul kreatif backstyle. Abstract Think Pair Share is a type of innovative learning in the 2013 curriculum where students are required to be more active during learning, inviting to work independently then working with their partners. Think Pair Share type can be used in the subject of Backstyle Creative Hair Styling with Feeling Technique. By working together or in pairs in one meeting students are able to learn while practicing various types of bun arrangement with innovative ideas and then convey them properly and correctly so that it is more time efficient. This type of research is descriptive qualitative. The research objective is to describe the type of Think Pair Share cooperative learning, and the effectiveness of Think Pair Share cooperative learning types. The research method uses literature study by referring to books and national journals that discuss: 1) the study of cooperative learning models and the types of cooperative learning Think Pair Share (TPS, 2) the study of sub-learning materials for the Styling of the Back Style Creative Bun, and 3) the study of classroom management by applying the Think Pair Share (TPS) learning type in which can improve learning activities and outcomes, and the feasibility or effectiveness of learning types in practice material. The results of the study obtained conclusions in the form of: 1) an explanation of the cooperative learning model and the type of cooperative learning Think Pair Share, 2) an explanation of the material material sub-competence of the Back Style Creative Hairdressing Arrangement, and 3) Think Pair Share cooperative learning types can be applied and used as a reference for the teacher in structuring the creative bun so that the learning process can be maximized with the aim of improving student achievement. Keywords: think pair share, back hair styling
TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE PADA SUB KOMPETENSI PENATAAN SANGGUL KREATIF BACK STYLE QOLBI, TSAMROTUL; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThink Pair Share merupakan tipe pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013 dimana siswa dituntut lebih aktif selama pembelajaran, mengajak untuk bekerja mandiri kemudian bekerja sama dengan pasangannya. Tipe Think Pair Share dapat digunakan dalam mata pelajaran Penataan Sanggul Kreatif Backstyle Dengan Teknik Sasakan. Dengan bekerja sama atau berpasangan dalam satu kali pertemuan peserta didik mampu mempelajari sekaligus mempraktikkan macam-macam penataan sanggul dengan ide yang inovatif kemudian menyampaikannya dengan baik dan benar sehingga lebih efisien waktu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian yaitu menguraikan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, dan keefektifan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengacu pada buku dan jurnal nasional yang membahas: 1) kajian model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS,) 2) kajian sub materi pembelajaran Penataan Sanggul Kreatif Back Style , dan 3) kajian pengelolaan kelas dengan menerapkan tipe pembelajaran Think Pair Share (TPS) dimana didalamnya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar, dan kelayakan atau kefektifan tipe pembelajaran pada materi praktik. Hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan berupa: 1) penjelasan mengenai model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, 2) penjelasan materi sub kompetensi Penataan Sanggul Kreatif Back Style, dan 3) tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share dapat diterapkan dan menjadi acuan guru penataan sanggul kreatif sehingga proses pembelajaran mampu dimaksimalkan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: think pair share, penataan sanggul kreatif backstyle. Abstract Think Pair Share is a type of innovative learning in the 2013 curriculum where students are required to be more active during learning, inviting to work independently then working with their partners. Think Pair Share type can be used in the subject of Backstyle Creative Hair Styling with Feeling Technique. By working together or in pairs in one meeting students are able to learn while practicing various types of bun arrangement with innovative ideas and then convey them properly and correctly so that it is more time efficient. This type of research is descriptive qualitative. The research objective is to describe the type of Think Pair Share cooperative learning, and the effectiveness of Think Pair Share cooperative learning types. The research method uses literature study by referring to books and national journals that discuss: 1) the study of cooperative learning models and the types of cooperative learning Think Pair Share (TPS, 2) the study of sub-learning materials for the Styling of the Back Style Creative Bun, and 3) the study of classroom management by applying the Think Pair Share (TPS) learning type in which can improve learning activities and outcomes, and the feasibility or effectiveness of learning types in practice material. The results of the study obtained conclusions in the form of: 1) an explanation of the cooperative learning model and the type of cooperative learning Think Pair Share, 2) an explanation of the material material sub-competence of the Back Style Creative Hairdressing Arrangement, and 3) Think Pair Share cooperative learning types can be applied and used as a reference for the teacher in structuring the creative bun so that the learning process can be maximized with the aim of improving student achievement. Keywords: think pair share, back hair styling
Co-Authors Afida, Ummu Nadia Afkarina, Risqa Alfin Afifi, Astrida AMELIA, LINDA Ampouw, Debby Arita Puspitorini Ascaya, Made Milenia Candrawati Atmaka, Srinirmala Nindya Azizah, latiffany Balqois, Ratu Bella, Yuniar Anisa Binagdy, Vennas Amalla Chasanah, Ilfa Damaranti, Angger dewayana, Agatha Dewi Lutfiati DIAH DWI JAYANTHI, KADEK Dindy Sinta Megasari Edo Shamsidar, Afzalur EKI PURBOSETYO, MIFTASYA ELOK PUTRI BAHARI, RUSYNTA Evanggelista, Delaya FAJAR MAGFIROH, SITI Fatin, Hanani Auliya Febriana, Aulia Rizqiika Febrianti, Mitha Indah Festiana, Ailsa FilaHasena Fitriyani, Pramitha Anisa Hartanti Wulandari, Ririn Noor Helmi, Dian Atika Ikbar, Idel Eg Nidia Imansari, Inez Dwina Inayati, Indah Indra, Zahra Natasya Jayanti, Khusmira Dwi KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA Lailla Putri Anggita Dewi Leony, Dita Angie Luftha Rudiyanto, Michelle Grezanda Madani, Ekki Febijay MASPIYAH Maspiyah Maspiyah Megasari, Dindy Muliana, Amma Mutimmatul Faidah Ningrum, Fatichatul Ilma Wahyu ningrum, Yuliana Ni’mah, Alfiatun Nofitasari, Sonia Novia Restu Windayani, Novia Restu Nurul Indawati Nurwulandari, Laily Dewi Oktavia, Rhelen Bunga Piwi, Adela Sanya Prahesti, Salsabila Prajastiwi, Handika Pramesti, Adetyas Prastyani, Desi Nur Pratiwi, Evita Citra Pritasari, Octaverina Pritasari, Octaverina Kecvara Puspita, Vivian Putri Ardiana putri, Monique Jingga Trifinda QOLBI, TSAMROTUL Qoyyimah, Millah Rachmawati, Eka Yolanda Sakila Ramadhanti, Rizqullah Rekhananda , Karin Safitri, Binti Inna safitri, Yesi intan SILVI GHONI MAHFIRO, KHAFIDHATUL SOFIA MAHARANI, NITA Sri Dwiyanti Suhartiningsih Suhartiningsih SUZENTY, INDRYA swardika, Farah SYAH PRASTIKA NOOR SHOLIKIN, WENDI Trishantini, namira Usodoingtyas, Sri Usodoningtyas, Sri VEGATAMI, PRADITA VENTIANA WATI, DICHA Verina Mayang Sari VIA LAKSHITA, YUNANDA WAHYUNIH, SRI Waluyo, Nadya Sabrine Wardani, Annisa Aprilia Wijaya, Nieke Andina Wilujeng, Biyan Wilujeng, Biyan Yesi windayani, novia yuhaa, Fastami limaa YUSNI, ALIFIA SHAFIRA